
Dari luar kota aku cepat-cepat kembali untuk memberikan mereka kejutan apa lagi aku mendapat kabar kalo amira sudah hamil.
Aku ingin segera sampai rumah lebih cepat setiba nya di bandara aku langsung naik taksi aku sengaja tak mengabari siapa pun seharusnya besok sore aku baru pulang.
Dalam perjalanan ponsel ku berdering ku lihat layar tertera nama hasan di sana ayah amira aku pun langsung mengangkat nya.
"Assalamualaikum san ada apa tumben kamu telepon aku? " ucap irfan
"Wa'alaikumsalam fan, aku cuma mau tanya kamu lagi di rumah gak ya? " tanya hasan
" Gak san, aku masih di jalan mau pulang ke rumah! emang kenapa san? "
"Oh, gak apa-apa fan dari tadi aku menghubungi amira tapi gak di angkat ibu nya merasa khwatir dengan amira"
" Mungkin dia lagi keluar dengan kevin! sebentar lagi saya sampai rumah nanti akan saya kasih tahu sama amira! "
" Baik lah kalo begitu fan, maaf menggangu ya"
" Gak sama sekali kok"
Sambungan telepon pun terputus namun irfan seperti melupakan sesuatu ia pun mencoba mengingat nya.
"Ya ampun aku lupa memberitahu pada mereka kalo amira sudah hamil, hah nanti saja lah kalo aku sudah sampai rumah" gumam irfan.
Sebentar lagi ia akan sampai di rumah nya lalu tak lama dia melihat mobil kevin di depan nya.
"Itu mobilnya kevin seperti nya kevin habis dari luar apa mereka sedang jalan-jalan" ucap irfan.
Mobil kevin sudah masuk ke pekarangan rumah kevin pun turun namun ia tak melihat amira hanya dia sendiri.
Irfan berjalan perlahan memasuki rumah nya lalu ia pun mendengar suara tawa keluarga nya awalnya irfan ingin langsung menunjukkan diri namun ia urung kan karena mendengar hal yang tak masuk akal.
Ia marah mengetahui fakta ini akhirnya ia keluar membuat keluarga nya sangat terkejut akan kedatangan irfan yang tiba-tiba.
***
Plak..
" Papi kecewa sama kamu kevin!" teriak irfan.
"Papi kamu apa-apa sih main tampar kevin segala! dia itu gak salah yang di lakukan kevin sudah benar! " bela indira
"Benar di bagian mana indira, bagian kevin menjadikan amira pembantu atau benar dia menyiksa amira atau benar saat dia melecehkan amira! JAWAB" bentak irfan.
__ADS_1
"Cuma gara-gara gadis kampung itu kamu sampai seperti ini pi apa sih hebat nya dia HAH! " kata indira ketus ia sangat kesal melihat suami nya selalu membela amira.
"Kalo kamu tahu siapa dia aku yakin kamu akan menyesal indira tapi itu semua sudah terlambat" jelas irfan.
"Jawab papi dengan jujur kevin! apa benar amira hamil? " tanya irfan yang langsung membuat kevin gugup
Hanya karena ingin mempercepat ia mendapat hak atas harta papi nya ia berbohong atas kehamilan amira.
"JAWAB KEVIN" bentak irfan
Indira ingin menjawab namun irfan duluan mengangkat tangan nya agar ia tak bicara.
"Kenapa kamu diam saja vin, atau yang papi ucapkan benar "
"Ya pi" jawab kevin pada akhirnya.
Bukk
Irfan meninju perut kevin dengan kuat sampai membuat kevin meringis.
"Dasar anak ba****an, papi sangat kecewa sama kamu! kamu itu gak layak menjadi penerus keluarga mahesan" teriak irfan.
" Apa yang kamu ucapkan pi, dia itu anak mu anak kandung mu bagaimana bisa kamu bilang dia gak layak" indira emosi.
"Aku gak punya anak seperti dia! " teriak irfan membuat indira melongo.
" Maafkan kevin pi, sebenarnya amel yang hamil bukan amira" jawab kevin
Jawaban kevin semakin membuat irfan emosi.
"Papi sudah memperingatkan kamu jauhi dia tinggalkan perempuan busuk itu tapi apa kamu masih berhubungan dengan nya sampai dia hamil"
" Aku mencintai amel pi bukan amira, dari awal aku tak pernah setuju dengan pernikahan ini tapi papi yang memaksakan kehendak agar aku menikah dengan nya "
"Tapi itu semua demi kebaikan kamu kevin makannya papi melakukan ini"
" Kebaikan seperti apa pi! menikah kan anak nya dengan wanita yang tak di kenal dan tak di cintai sampai papi mengancam akan mengeluarkan aku dari keluarga, papi itu egois" tekan kevin.
"Padahal papi tahu sendiri kalo aku pacaran dengan amel waktu itu dan ingin menikah tapi apa pi papi dengan egois nya memisahkan kami" teriak kevin.
" Terus menurut kamu apakah dia menerima kamu apa adanya? "
"Tentu saja dia akan menerima aku apa adanya, bukan seperti amira yang menikah dengan ku karena harta saja" ejek kevin.
__ADS_1
" Apa kamu yakin! " tegas irfan.
"Kevin sangat yakin pi! " jawab kevin serius.
"Baik lah kalo begitu, mulai hari ini kamu akan papi keluar kan dari keluarga mahesa papi akan cabut semua fasilitas yang di berikan papi akan membeku kan semua kartu mu papi ingin lihat akan kah dia bertahan dengan mu yang sudah miskin" tegas irfan
Seketika membuat mereka pucat pasi bagaimana tidak, kevin akan menjadi gelandang kalo begitu tanpa uang sepeser pun.
"Gak boleh begitu pi, bagaimana nanti kevin akan bertahan hidup kenapa papi kejam sekali" kata indira tak terima.
" Keputusan papi sudah bulat, kamu tidak boleh memakai uang atau fasilitas yang lain buktikan ucapan kamu kalo dia mencintaimu apa ada nya dan buktikan juga kalo anak yang dia kandung itu adalah anak mu! " ketus irfan.
" Apa maksud papi berkata seperti itu, sudah jelas anak yang dikandung amel anak ku kenapa papi berkata seperti itu? " tanya kevin.
" Apa kamu yakin kevin! "
" Kevin yakin itu! "
" Baik lah! kamu bukti kan sendiri kalo begitu kamu bisa menyusun semua pakaian kamu dan pergi dari rumah ini sekarang juga dan jangan lupa tidak membawa apa pun selain baju mu! "
"Baik lah akan kevin buktikan kalo semua yang papi bilang itu gak benar akan kevin buktikan kalo amel akan menerima aku apa adanya aku pun bisa hidup tanpa uang dari papi" ketus kevin
Ia pun pergi menuju kamar nya untuk mengambil beberapa baju lalu di masuk kan nya dalam koper selang beberapa menit ia pun keluar lagi dan turun dengan satu koper di tangannya.
Ia ingin melangkah menuju pintu depan di tahan oleh irfan.
"Tunggu" kata irfan
"Apa lagi pi, apa papi menyesal telah mengusir aku! " ucap kevin pede.
"Papi gak pernah menyesal, kamu tinggal kan kunci mobil, kunci apartemen dompet dan juga kartu semua tinggal kan kamu gak ada hak untuk memakai itu semua! " kata irfan.
"Papi" teriak indira namun irfan tak peduli
Kevin pun mengeluarkan semua nya dan meletakkan di atas meja dengan kasar lalu irfan memberikan uang sebesar 500 ribu untuk kevin, kevin pun menerima nya dengan terpaksa.
Kevin melangkah keluar rumah sedang kan jessica hanya bisa diam dari tadi dia tak bisa melawan papi nya kalo sampai dia di usir dari rumah sudah pasti ia tak akan bisa.
Indira mengejar kevin sampai kedepan tak rela melihat anak nya pergi.
"Kalo kamu berani keluar dari pintu itu kamu juga harus ikut dengan nya meninggal kan rumah ini" tegas irfan membuat langkah indira terhenti ia hanya bisa menangis melihat putra nya pergi.
"Dan kamu jessica, mulai hari ini kamu juga tidak boleh memakai fasilitas apa pun kartu mu juga akan papi bekukan papi hanya akan membayar uang kuliah kamu saja yang lain nya kamu pikirkan sendiri saja! " kata irfan pada indira.
__ADS_1
"Papi kok gitu sih sama jessica ini gak adil pi" keluh jessica.
"Gak adil kamu bilang, padahal kamu juga ikut sandiwara ini semua apa yang gak adil! " ketus irfan.