
Sementara itu sarah sudah pingsan dalam mobil karena tak kuat menahan rasa sakit di kepala nya.
Pak eko yang melihat keadaan sarah seperti itu langsung membawanya ke rumah sakit ia khawatir sarah kenapa-napa.
Pak eko pun menghubungi iqbal untuk memberitahu keadaan sarah saat ini.
"Assalamu'alaikum den! " Ucap pak eko.
"Waalaikumsalam, ada apa pak ko? " Tanya iqbal.
"Den non sarah pingsan! " Ucap pak eko.
"Apa! Kenapa bisa pingsan pak? " Tanya iqbal panik.
" Nanti bapak ceritakan ya den, ini bapak lagi menuju rumah sakit untuk membawa non sarah kesana soal nya non sarah juga mimisan den! "
"Ya sudah, bapak bawa aja kesini biar iqbal tunggu di depan! " Jawab iqbal.
Sambungan telepon pun terputus pak eko dengan cepat membawa sarah ke rumah sakit di depan iqbal sudah menunggu dengan cemas.
"Den! " Panggil pak eko.
"Ayo cepat bawa dia ke dalam! " Perintah iqbal pada para perawat yang ada.
Para perawat pun dengan sigap membawa sarah masuk di sana sudah ada dokter yang menunggu sarah setelah masuk ke dalam iqbal pak eko dan juga zahra menunggu di luar ruangan.
Zahra terlihat sangat sedih melihat sarah seperti itu sepanjang perjalanan tadi zahra menangis saja setelah di tenankan oleh iqbal baru lah zahra berhenti menangis.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi pak? Kenapa sarah bisa seperti itu? " Tanya iqbal pada pak eko.
"Bapak juga gak tahu den, kami pergi ke taman untuk Jalan-jalan sebentar awalnya semua baik-baik saja den saat kami mau pulang tiba-tiba ada seorang pria yang memeluk non sarah...
"Siapa pria itu? " Potong iqbal cepat.
"Bapak gak tahu siapa dia den namun bapak dengar dia bilang kalo dia suami nya non sarah terus dia juga manggil non sarah dengan nama amira den! " Jelas pak eko.
Deg....
Seketika jantung iqbal berdegup kencang saat mendengar pak eko bilang suami.
'Apa sebenarnya sarah sudah memiliki suami terus pria itu suami nya' Batin iqbal.
"Ya sudah kalo gitu pak, kita tunggu dokternya keluar agar tahu keadaan sarah! " Jawab iqbal
Iqbal berusaha tenang walau dalam hati nya ia sangat risau akan keadaan sarah dan juga kemunculan pria yang bilang kalo dia suami nya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit dokter pun keluar juga iqbal langsung bangkit dari duduknya untuk bertanya.
"Bagaimana keadaan nya dokter anita? " Tanya iqbal.
"Untuk sementara ini dia baik-baik saja kita tunggu dia sadar dulu dan melihat hasil nya ya! " Jawab dokter anita.
"Baik lah, terima kasih ya dokter anita! " Ucap iqbal.
"Sama-sama dokter iqbal" Jawab dokter anita.
Setelah dokter anita pergi iqbal menyuruh perawat untuk memindahkan sarah ke ruang VIP.
"Mama kenapa pa? " Tanya sarah dengan tatapan sendu.
"Hemm, mama kecapean sayang jadi perlu istirahat! " Jawab iqbal dengan lembut.
"Zahra gak boleh nakal ya biar mama cepat sembuh! " Ucap iqbal.
"Ya pa! " Jawab zahra.
Iqbal memperhatikan sarah yang sedang berbaring di brankar dia sangat bingung saat ini.
Satu sisi dia senang kalo bisa menemukan keluarga sarah dan ingatan sarah kembali pulih namun di satu sisi dia sangat berat melepaskan sarah karena dia sudah memiliki rasa suka pada sarah.
Tanpa ia sadari dari balik pintu teman-teman nya melihat iqbal yang nampak sangat galau itu.
"Sepertinya bang iqbal galau kali ya bang danu! " Ucap kemal.
"Kamu benar mal, kisah cinta nya sangat runyam! " Jawab danu.
"Aku kasihan sama bang iqbal bang baru dia bisa membuka hati nya lagi setelah kepergian kakak ipar namun situasi dia sangat sulit! "
"Hah, kamu gak usah memikirkan itu mal kalo memang mereka jodoh mereka akan bersama dan tak ada yang bisa memisahkan nya! " Jawab danu.
Danu melihat sekali lagi iqbal lalu pergi dari sana danu ikut sedih akan masalah iqbal karena dia tahu untuk membuka hati dan menerima orang lain sangat lah sulit bagi iqbal danu sangat mengenal iqbal karena mereka sudah berteman sejak kecil saat iqbal terpuruk akan kepergian istri nya danu selalu ada buat iqbal.
***
Sementara itu
"Aku menyuruh kalian kesini karena ada tugas buat kalian semua! " Ucap kevin.
"Tugas apa pak? " Tanya ilham orang suruhan kevin.
Kevin memberikan semuah amplop kepada ilham di dalam amplop itu ada foto amira yang sudah kevin cuci.
__ADS_1
"Cari wanita yang ada dalam foto itu sampai ketemu! Bagaimana pun cara nya kalian harus menemukan nya! " Teriak kevin pada suruhan nya.
"Baik pak ! " Jawab Ilham
"Cepat kalian pergi cari dia! " Perintah kevin.
Mereka pun pergi dengan berpencar agar lebih mudah mencari sarah.
Menusuri satu persatu tempat yang mungkin saja di datangi sarah menanyakan pada orang-orang semua mereka lakukan agar bisa menemukan sarah.
"Aku yakin itu tadi kamu amira! Aku yakin" Kata kevin sambil mondar-mandir di rumah nya.
"Sebentar lagi kita akan bersama lagi mir aku janji akan baik sama kamu mulai sekarang aku akan menyanyangi kamu dengan tulus"
"Kita akan membangun keluarga kecil kita mir seperti yang kamu mau"
Gumam kevin seorang diri ia mondar-mandir mandir menunggu kabar baik dari suruhan nya tadi.
Dua jam berlalu namun belum ada juga yang menghubungi dirinya.
Waktu sudah mulai malam tidak ada kabar juga kevin semakin kesal akan ini semua.
"Arghhhhh! " Teriak kevin frustasi.
"Kemana mereka semua kenapa sampai sekarang belum ada yang memberi kabar! "
"Hah, gak ada yang becus satu pun gak ada yang bisa di andalkan " Terika kevin lagi
Tak lama ponsel dia berdering dengan cepat ia meraih ponsel nya dan berharap orang suruhannya yang menghubungi namun ia terlihat kecewa karena bukan mereka yang menghubungi kevin.
Melainkan indira yang menghubungi kevin sebenarnya dia sangat malas untuk mengangkat nya tapi mau bagaimana pun indira adalah mami kandungnya.
"Halo vin! " Ucap indira di seberang sana.
"Ada apa mami menghubungi kevin? " Tanya kevin langsung ke intinya.
"Mami mau minta tolong sama kamu vin apa kamu gak bisa membujuk papi agar tidak menceraikan mami! Mami mohon vin" Mohon indira.
"Hah, setelah semua yang mami lakukan mami masih berharap papi tidak menceraikan mami kalo kevin sih malah setuju kalo papi menceraikan mami! " Jawab kevin ketus.
"Kamu kok gitu sih vin, saya ini mami kandung kamu yang melahirkan kamu kenapa kamu gak mau membantu mami vin! Apa kamu mau menjadi anak durhaka vin" Kata indira sedikit berteriak.
"Sepertinya mami gak akan pernah sadar akan kesalahan yang sudah mami perbuat! Kevin malas ngomong sama mami" Ucap kevin lalu memutuskan sambung telepon secara sepihak.
Kevin semakin kesal karena mami nya bukan nya sadar akan kesalahan nya malah meminta hal yang gak masuk akal.
__ADS_1