
Setelah hasan mengatakan kalo ia akan menikah kan amira dengan orang pilihan nya amira sangat bingung saat ini.
Ia tidak berani membantah hasan karena ia sangat sayang dengan kedua orang tuanya semenjak adik nya hilang saat gempa dulu keluarga mereka sangat lah hancur.
Imah sempat depresi karena kehilangan anak hasan pun sangat merasa kehilangan juga melihat kedua orang tuanya seperti itu membuat amira sangat sedih.
Jadi ia berusaha menjadi anak yang baik agar orang tuanya tidak terlalu sedih lagi.
Hingga kini amira tidak bisa melihat orang tuanya sedih sehingga saat ia di jodohkan dengan kevin amira menerima dengan ikhlas.
Namun kini amira sangat lah bimbang ia sangat mencintai iqbal namun tidak berani mengatakan nya pada siapa pun kecuali imah.
Amira juga tidak bisa bercerita kepada iqbal takut kalo iqbal tidak memiliki perasaan pada nya akan membuat jarak di antara mereka.
Amira termenung memikirkan masalah ini imah yang hendak mengambil makanan di dapur malah melihat amira sedang melamun di taman belakang.
Imah juga sedih melihat keadaan amira saat ini namun ia tak bisa berbuat banyak walaupun ia sudah mengatakan pada hasan namun hasan masih kekeh dengan keputusan nya.
"Sedang apa ndok? " Tanya imah memecahkan keheningan membuat amira sadar dari lamunan nya.
"Eh ibu, mira lagi duduk aja bu! " Jawab amira.
Namun imah tahu kalo amira tengah bersedih dari raut wajah nya pun terlihat kalo ia tak bersemangat.
"Apa yang membuat kamu suka pada nya ndok? " Tanya imah tiba-tiba.
"Apa sih bu, malah bertanya seperti itu! " Ucap amira sedikit malu.
"Tidak apa-apa ndok ibu cuma ingin tahu saja kok apa tidak boleh? " Kata imah.
"Tentu saja boleh bu" Ucap amira.
"Kalo begitu coba kamu cerita kan apa yang membuat kamu suka dengan nya? "
Amira menghela nafas pelan lalu ia pun mulai bercerita pada imah.
"Dia adalah orang yang baik bu! " Kata amira sambil tersenyum.
"Saat amira sadar dan kehilangan ingatan ia menolong amira dan merawat amira hingga sembuh! "
__ADS_1
"Karena amira tidak mengingat apa pun mereka berbohong pada mira bilang kalo amira ini istrinya itu pun karena zahra selalu memanggil aku mama nya sebab zahra sakit dan dia membutuhkan mira bu tapi lucunya ia tak pernah mau aku sentuh ia selalu menjaga jarak kepada mira bu" Cerita amira sambil tertawa.
"Memang nya zahra sakit apa ndok? " Tanya imah penasaran.
"Hemm, saat zahra lahir mama kandung nya meninggal dunia bu dan keluarga mama nya menyalahkan zahra dan berusaha melukai nya sehingga mengakibatkan zahra mengalami trauma bu dia tidak bisa berbicara takut berlebihan emosi nya tidak bisa di kontrol bu! "
"Saat pertama kali mira bertemu dengan nya dia memanggil dengan sebutan mama bu mira pikir ia cuma mau mengatakan kalo ia mencari mama nya tapi saat mira menjelaskan pada bu mutiara beliau sangat terkejut bu karena zahra bisa bicara! "
"Apa nak iqbal pernah kasar sama kamu ndok? " Tanya imah.
"Dia tidak pernah kasar pada mira bu dia selalu baik melakukan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh membuat amira jatuh hati pada nya! "
"Dia juga selalu menghormati amira bu sungguh pria yang sangat baik bu kalo mengingat saat bersama mereka amira merasa bahagia bu" Kata amira sambil mengingat kenangan bersama mereka.
#Flashback saat amira berada di singapura #
"Mas! " Panggil sarah
"Kenapa sar? " Tanya iqbal yang tengah duduk di sofa sambil menemani zahra main.
"Sarah bosan disini mas, kapan kita pulang? " Tanya sarah dengan nada sedih.
"Hemm, gimana mau sembuh mas makanannya aja gak enak bikin sarah gak nafsu makan"
"Nama nya juga orang sakit sar pasti makanannya terasa gak enak! " Kata iqbal.
"Gak juga sih mas, coba kalo ada cake pasti sarah akan makan dengan lahap! " Ucap nya memberi kode pada iqbal.
"Kamu masih sakit jadi gak boleh makan seperti itu! " Tolak iqbal.
Mendengar penolakan nya sarah cemberut ia berbaring lalu membelakangi iqbal dan zahra.
"Sudah lah, mas sama zahra mau keluar dulu kamu istirahat saja dulu ya! " Kata iqbal namun sarah tak menjawab.
Tak berapa lama iqbal pun kembali bersama zahra namun ia membawa sesuatu terus memberikan nya pada sarah.
"Nih! " Ucap iqbal sambil memberi kan sebuah bungkusan.
"Apa ini mas? " Tanya sarah.
__ADS_1
"Lihat saja sendiri! " Jawab iqbal kemudian ia duduk di sofa bersama zahra.
Sarah membuka bungkusan itu saat melihat nya sarah tersenyum bahagia.
"Tadi kata nya sarah gak boleh makan cake! " Goda sarah.
"Biar kamu cepat sembuh! " Jawab iqbal datar.
"Makasih mas! Sarah makin cinta deh sama mas! " Ucap sarah dengan nada senang.
Namun iqbal tak menjawab iya hanya tersenyum saja melihat sarah.
# Flashback selesai #
"Hahaha, kalo di ingat-ingat sangat lucu deh bu padahal amira bukan istri nya namun ia memperlakukan amira sangat baik dan menghormati amira! "
"Menurut ibu apa mira salah mencintai mas iqbal? " Tanya amira dengan suara sedikit sedih.
"Tidak salah ndok, yang salah itu keadaan saat ini kalo kamu memang berjodoh dengan nak iqbal kalian akan bersama ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu ndok! " Ucap imah.
"Amin, makasih ya bu selalu ada buat amira! "
"Kamu itu anak ibu ndok tentu saja harus ada buat kamu ibu akan menganti masa-masa saat kamu terluka dulu ndok! Ibu minta maaf ya ndok kamu jadi menderita karena pilihan kami! " Kata imah lirih.
"Sudah lah bu, itu semua sudah berlalu lupakan saja! " Ucap amira sambil memeluk imah.
"Ya ndok! " Jawab imah membalas pelukan amira.
"Kalo gitu ibu masuk dulu ya mau lihat zahra! " Kata imah sambil melepas pelukan nya.
"Ya bu, bentar lagi amira juga mau masuk kok! " Jawab amira sambil tersenyum.
Imah pun berjalan meninggal kan amira di taman belakang untuk menemani zahra main.
"Apa kamu sudah mendengar semua nya pak? apa bapak akan tega menghancurkan kebahagiaan anak kita untuk kedua kali nya pak? Ibu harap bapak jangan egois mementingkan keinginan bapak sendiri biarkan amira bahagia pak! " Ucap imah pada hasan yang ada di dapur dari tadi.
Lalu imah pun pergi meninggalkan hasan yang hanya terdiam saja disana.
Imah bukan tanpa sebab menanyakan pertanyaan itu pada amira namun ia tak sengaja melihat hasan yang berada di dapur jadi imah menanyakan soal itu.
__ADS_1
Agar hasan mendengar nya kalo ternyata amira itu menyukai seseorang dan ia bahagia bersama nya.