Cinta Mu Datang Terlambat Mas

Cinta Mu Datang Terlambat Mas
Bab 82


__ADS_3

Pagi nya setelah menyiapkan semua pekerjaan rumah amira memegang ponsel nya untuk menghubungi iqbal untuk minta tolong.


Namun sudah tiga kali amira menelepon nya tapi tidak bisa tersambung dalam hati amira merasa takut kalo iqbal sudah tak mau berhubungan lagi dengan nya membuat ia sedikit sedih.


Amira terus berusaha menghubungi iqbal namun hasil nya tetap aja sama tidak tersambung padahal dia sengaja menghubungi di pagi hari kerena ia tahu kalo jam segini iqbal belum pergi kerumah sakit namun ia malah tidak bisa menghubungi nya.


" Bagaimana mir? " Tanya imah.


Amira melihat orang tua nya sangat berharap kalo iqbal mau membantu dirinya amira jadi tidak tega mengatakan yang sebenarnya kalo nomor iqbal tidak bisa di hubungi.


Jadi amira pun berbohong pada orang tua nya agar tak khawatir.


"Mas iqbal masih ada pekerjaan di rumah sakit bu, seperti nya dia sangat sibuk coba nanti malam mira hubungi lagi ya kalo mas iqbal sudah pulang! " Jawab amira bohong.


"Ya mir! " Jawab imah.


Amira pun masuk dalam kamar nya lalu duduk di pinggir dipan kayu sambil menatap ponsel nya hati nya terasa sakin namun ia juga tak tahu kenapa tiba-tiba air matanya menetes begitu saja.


"Kenapa aku nangis sih! " Gumam amira sambil mengelap air matanya namun air mata nya tak mau berhenti.


"Kenapa hati ku terasa sakit ya allah saat mas iqbal tidak bisa di hubungi seperti ini ada apa sebenarnya ini ya allah! " Kata amira lirih sambil memegang dadanya.


Ia terus memperhatikan ponsel nya bertanya-tanya kenapa nomor iqbal tidak bisa di hubungi nya semakin ia memikirkan nya hati dia semakin sakit saja.


Saat ia hanyut dalam lamunan nya memikirkan iqbal ia kaget karena ponsel nya berdering tanda panggilan masuk.


Saat melihat nama yang menghubungi nya amira langsung tersenyum senang dengan cepat amira menekan tombol hijau pada ponsel nya.


"Halo, assalamu'alaikum! " Ucap di seberang sana dengan sedikit kikuk.


"Waalaikumsalam!" Jawab amira senyuman di bibir amira tak juga sirna setelah menerima panggilan telepon ini.


"Ada apa mas iqbal? " Tanya amira

__ADS_1


Ternyata orang yang membuat hati amira risau yang menghubungi sehingga ia tersenyum manis seperti itu.


"Maaf ya mir pagi-pagi ganggu, kamu gak sibuk kan? " Tanya iqbal memastikan.


"Gak kok mas! " Jawab amira.


"Oh syukur lah kalo gitu! " Ucap iqbal tenang.


"Memang nya kenapa ya mas? " Tanya amira sedikit heran.


"Gak apa-apa! Mas kira kamu sedang sibuk soalnya dari tadi mas hubungi gak bisa mas kira kamu sedang teleponan sama orang! " Jelas iqbal.


"Ah, itu tadi mira menghubungi mas iqbal seperti nya kita sama-sama menghubungi jadi panggilan nya gak bisa! " Kata amira.


"Emm, seperti nya juga begitu! " Ucap iqbal.


"Memang nya ada apa mas menghubungi mira? " Tanya amira.


'Kirain mas iqbal yang kangen ' Gerutu amira dalam hati namun sedetik kemudian dia sadar akan itu sepontan ia menutup mulut nya.


'Ya allah, apa lah yang ada dalam otak ku ini bisa-bisa nya aku memikirkan itu' Kata amira dalam hati.


"Mas bisa video call gak? " Tanya iqbal.


"Soal nya zahra mau lihat kamu! Kata iqbal lagi.


" Boleh kok mas! "Jawab amira.


Tak lama panggilan nya pun berubah jadi video call amira bisa melihat zahra dan juga bu mutiara disana.


Zahra terlihat sangat senang bisa video call dengan amira.


" Assalamu'alaikum zahra! " Sapa amira.

__ADS_1


"Waalaikumsalam mama! " Jawab zahra semangat.


"Zahra sehat? " Tanya amira.


"Sehat ma! " Jawab zahra.


"Alhamdulillah, oma sehat juga kan? " Tanya amira pada mutiara.


"Alhamdulillah mama sehat kok sayang! " Jawab mutiara.


"Bagaimana kabar kamu dan orang tua kamu sayang sehat semua kan? " Tanya mutiara.


" Alhamdulillah kami sehat semua kok ma! " Jawab amira.


"Kata nya zahra kangen sama mama ya? " Tanya amira pada zahra.


"Bukan zahra yang kangen mir tapi iqbal! " Ucap mutiara membuat amira tersipu malu.


"Mama! " Terdengar suara iqbal menegur mutiara.


" Memang nya kamu gak kangen sama amira? " Tanya mutiara sambil menatap iqbal amira pun hanya menyimak saja namun dalam hati ia berharap kalo iqbal jawab ia.


"Gak! " Kata iqbal saat mendengar jawaban iqbal hati amira terasa sakit.


'Apa sih yang kamu harapkan mir, mana mungkin mas iqbal kagen sama kamu kalian saja tidak memiliki hubungan apa-apa!' Kata amira dalam hati.


Tanpa amira tahu dalam hati iqbal ia sebenarnya kangen sama amira namun karena malu ia menjawab gak saat di tanya oleh mutiara.


Sedangkan mutiara yang tahu kalo iqbal berbohong malah menjadi untuk menggoda iqbal ia memberikan ponsel nya pada zahra agar bicara dulu pada amira.


Amira pun sibuk berbincang dengan zahra apa lagi zahra sangat senang bisa video call dengan amira karena sudah beberapa hari mereka tak bertemu dan teleponan juga membuat zahra banyak bercerita pada amira.


Amira pun dengan sabar mendengar semua cerita zahra dan sekali-kali bereaksi akan cerita zahra agar ia merasa senang.

__ADS_1


__ADS_2