
Azan subuh pun berkumandang membangun kan amira yang masih tertidur ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Baru lah ia melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu sebelum melakukan aktivasi nya.
'Ya allah tolong lancar kan segala urusan hamba mu ini, hamba tahu engkau membenci perceraian namun ini adalah jalan terbaik buat kami ya allah maaf kan lah hamba mu yang penuh dengan dosa ini ya allah!'
'mungkin jodoh kami hanya sampai di sini saja izinkan lah kami mencari kebahagiaan kami masing-masing ya allah'
Doa amira setelah selesai sholat ia memohon agar perceraian dia lancar dan tak ada kendala sama sekali.
Setelah selesai sarapan amira pergi ke pengadilan agama untuk mengajukan gugatan cerai nya di temani oleh iqbal sedang kan jhoni menunggu disana.
Setelah selesai dari sana iqbal langsung mengantarkan amira pulang.
"Makasih ya mas! " Ucap amira setelah sampai rumah.
"Sama-sama mir, nanti kalo surat gugatan nya sudah keluar biar kan jhoni aja yang urus kamu hanya perlu menunggu sidang saja! " Kata iqbal.
"Iya mas! " Jawab amira.
"Dan satu lagi mir, kalo bisa kamu jangan terlalu sering keluar ya mas takut kalo kevin akan menemukan kamu disini nanti nya dan itu akan berbahaya buat kamu! " Kata iqbal lagi.
"Ya mas akan mira ingat! " Jawab amira.
"Apa mas sama mama akan menginap lagi disini? " Tanya amira.
"Seperti nya gak mir kami gak mau kalo sampai ada yang tahu kamu ada disini kayak nya zahra aja yang disini! Gak apa-apa kan? " Tanya iqbal.
"Ah, gak apa-apa kok mas! " Jawab amira gagok.
"Ya sudah kalo begitu mas pergi dulu ya! " Ucap iqbal.
"Ya mas, hati-hati ya mas! " Kata amira dengan suara lembut.
'Hah, kalo dengar suara dia seperti ini jadi bikin aku malas kerja aja lah mau nya dekat sama dia aja tapi sayang nya belum halal! Nasib-nasib! ' Keluh iqbal dalam hati.
Iqbal pun masuk dalam mobil lalu pergi meninggalkan rumah yang di tempati oleh amira.
Sedangkan amira masih berdiri disana melihat iqbal pergi padahal mobil nya sudah keluar dari gerbang dan tak nampak lagi.
Amira seperti termenun memikirkan sesuatu sampai-sampai ia tak mendegar ibu nya memanggilnya.
"Mira.... " Panggil imah.
__ADS_1
"Amira! " Panggil nya lagi namun tak di sahut juga.
Imah pun berjalan mendekati amira dan menepuk bahun nya.
"Mir! " Ucap imah.
"Astaghfirullah, ya allah bu bikin kaget aja deh! " Kata amira.
"Makanya jangan melamun ndok dari tadi ibu panggilin kamu nya gak jawab giliran ibu tepuk kamunya terkejut kan! " Jawab imah.
"Maaf bu! " Ucap amira.
"Kamu lagi ngapain sih melamun disini terus nak iqbal mana? " Tanya imah.
"Mas iqbal sudah pergi ke rumah sakit bu! " Jawab amira.
"Terus kamu ngapain diam aja tadi di sini? " Tanya imah.
"Gak ada kok bu cuma mau lihat-lihat sekitar aja! " Jawab amira.
"Lihat sekitar apa lihat nak iqbal pergi!" Goda imah.
"Gak kok bu mira cuma lihat sekeliling aja! " Jawab amira malu pipinya pun menjadi merah.
"Gak ada ya bu! "
"Kamu suka sama nak iqbal ya mir? " Tanya imah dengan nada serius.
"G... gak bu! " Jawab amira gugup.
"Kalo kamu suka katakan saja mir jangan di pendam nanti kamu menyesal! " Ucap imah.
"Dia anak yang baik pasti akan jadi imam yang baik buat kamu juga nanti nya mir kalo memang kamu suka sama nak iqbal ibu setuju nak! " Kata imah mendukung amira.
"Ibu setuju kalo mira sama mas iqbal bu? " Tanya amira memastikan.
"Ya mir ibu setuju kok, nak iqbal orang nya baik dia juga ramah dan sopan sama orang tua pasti dia bisa jadi imam kamu dan membimbing kamu jadi istri yang baik nak! " Jawab imah.
"Makasih ya bu! " Kata amira sambil memeluk imah.
"Ya nak, ibu doa kan semoga kalian berjodoh dan di mudahkan jalan untuk bersama ya! " Ucap imah.
"Amin! " Jawab amira tersenyum.
__ADS_1
Mendapatkan dukungan dari imah seperti angin segar untuk amira apalagi ini bukan pernikahan pertama dia namun semenjak amira tinggal dengan iqbal dan menjadi istri nya amira sudah memiliki perasaan pada iqbal.
Amira berharap masalah perceraian dia cepat selesai dan ia pun bisa mengatakan isi hati nya kalo memang iqbal tidak ingin bersama nya pun setidaknya dia tidak memiliki penyesalan lagi setelah mengungkapkan perasaan nya.
*
*
*
Beberapa hari pun berlalu surat gugatan cerai amira telah keluar jhoni sebagai pengacara amira yang langsung turun tangan menemui kevin untuk mengantarkan surat tersebut.
Amira sudah memberikan alamat rumah kevin pada jhoni jadi ia pun bergegas pergi kesana setelah mendapatkan surat gugatan cerai nya.
Namun sesampainya di sana dia tidak bisa bertemu dengan kevin karena ia sudah pergi ke perusahaan nya jadi jhoni memutuskan untuk pergi kesana.
Sesampainya disana jhoni pun langsung melapor pada resepsionis agar mereka memberi tahu kan kalo ia ingin bertemu dengan kevin.
"Silakan ke arah sini pak saya akan antarkan ke ruangan pak kevin! " Ucap resepsionis pada jhoni setelah menerima persetujuan dari kevin..
"Baik lah! " Jawab jhoni mengikuti resepsionis berjalan menuju ruang kerja kevin.
Setelah mengetuk pintu dan mendapatkan izin masuk jhoni pun berterima kasih pada resepsionis.
"Terima kasih ya! " Ucap jhoni.
"Sama-sama pak! " Jawab resepsionis.
Jhoni pun masuk kedalam ruangan kevin di sana terlihat kevin langsung menyambut kedatangan jhoni dengan ramah.
"Selamat siang pak kevin perkenalkan nama saya jhoni setiawan seorang pengacara! " Kata jhoni.
"Selamat siang juga pak jhoni perkenalkan nama saya kevin ricardo mahesa !Pak jhoni datang kesini ada keperluan apa ya? " Tanya kevin.
"Kedatangan saya kesini ingin meminta tanda tangan bapak untuk menyetujui sesuatu! " Kata jhoni sambil mengeluarkan surat gugatan cerai amira.
"Apa itu ya pak? " Tanya kevin penasaran.
"Silahkan pak kevin baca terlebih dahulu kalo sudah jelas baru bapak tanda tangani! " Kata jhoni sambil menyerah kan surat gugatan nya.
Kevin pun mengambil surat tersebut ia melihat ada logo pengadilan dan perasaan dia saat ini sudah mulai tak tenang karena melihat logo itu.
Dan benar saja apa yang di takut kan kevin kalo ini adalah surat gugatan cerai dan yang membuat dia syok adalah nama pengugat nya ya itu amira.
__ADS_1