Cinta Mu Datang Terlambat Mas

Cinta Mu Datang Terlambat Mas
Bab 107


__ADS_3

Setelah beberapa menit terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah.


Imah pun berjalan menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang.


Mutiara turun dari dalam mobil dengan dua laki-laki yang imah tidak kenal.


"Assalamu'alaikum! " Ucap mutiara ramah.


"Waalaikumsalam bu! " Jawab imah senang.


"Ayo masuk bu! " Ajak imah.


"Ya bu! " Jawab mutiara lalu mengikuti imah ke ruang tamu bergabung dengan hasan dan juga iqbal.


"Ini ada sedikit bingkisan untuk ibu dan keluarga! " Kata mutiara sambil memberikan beberapa bingkisan pada imah seperti buah bolu dan yang lain nya.


"Ya allah bu, buat apa repot-repot bawa bingkisan ibu datang saja kami sudah sangat senang! " Ucap imah tak enak hati.


Bagaimana tidak keluarga iqbal sudah banyak menolong mereka mulai dari tempat tinggal dan bantuan pengacara semua keluarga iqbal yang menyediakan.


Mereka juga tidak meminta biaya tempat tinggal malahan semua persediaan makanan dan yang lain nya sudah di sediakan membuat imah semakin tak enak hati.


"Tidak repot kok bu imah " Kata mutiara sambil tersenyum.


"Oh ya, perkenalkan ini suami saya abdul dan ini anak laki-laki kedua saya kemal! " Kata mutiara memperkenalkan abdul dan juga kemal.


Mereka pun bersalaman dengan hasan dan juga imah dari wajah hasan dan imah mereka terlihat canggung.


"Saya bapaknya amira pak dan ini istri saya " Ucap hasan.


"Ya pak, saya sudah dengar dari iqbal dan istri saya kalo bapak dan ibu nya amira sudah di kota ini namun karena saya sibuk saya belum sempat bertemu dengan bapak dan ibu maaf sekali ya pak! " Kata abdul tak enak.


"Tidak pak, seharusnya saya yang menemui bapak padahal keluarga bapak sudah menolong amira saat itu kalo bukan karena keluarga bapak kami juga tidak akan tahu nasib amira ! " Ucap hasan.


"Jangan berkata seperti itu pak, kami melakukan nya dengan ikhlas jadi bapak jangan merasa terbebani " Kata abdul.


"Sudah jangan mengingat hal yang dulu lebih baik kita syukuri yang sekarang! " Kata mutiara menyudahi percakapan abdul dan hasan tentang masa lalu karena ia tahu itu akan panjang cerita nya.


"Ya bu! " Sahut imah.

__ADS_1


"Amira dan zahra di mana ya bu? " Tanya mutiara.


"Oh sebentar ya bu biar saya panggil kan! " Jawab imah lalu bergegas pergi memanggil amira yang berada di dapur.


"Mir! " Panggil imah.


"Ya bu! " Jawab amira.


"Sudah siap minumannya? Tamu nya sudah nunggu" Tanya imah


"Sudah bu! Memang nya siapa yang datang bu apa benar keluarga kevin? " Tanya amira penasaran.


"Gak mir yang datang keluarga iqbal! " Jawab imah.


"Loh buat apa keluarga mas iqbal kesini bu? Tanya amira heran.


" Ibu juga gak tahu mir, sebaiknya kamu bawa minuman nya kedepan soalnya kamu di cariin sama mama nya nak iqbal! " Kata imah


"Ah ya bu! " Ucap amira.


"Ibu panggil zahra dulu ya dia pasti senang oma nya datang! " Kata imah lalu pergi menuju kamar zahra.


Amira pun menyalami abdul dan juga mutiara terlihat amira sangat canggung karena salah paham ia dengan iqbal amira tidak berani menatap iqbal karena merasa malu.


Imah pun kembali bersama zahra ke ruang tamu zahra yang sangat senang akan kedatangan keluarga nya langsung berlari dan memeluk abdul dan juga mutiara.


Mereka pun asik berbincang dan bercanda dengan zahra karena sudah hampir satu bulan juga zahra tinggal bersama amira.


"Pak bu, sebelum nya kami minta maaf ya karena bertamu mendadak seperti ini namun ini hal yang mendesak sehingga kami tidak bisa menunda-nunda nya lagi!" Ucap abdul.


"Hal mendesak apa pak? Apa bapak mau menjemput zahra? " Tanya hasan bingung.


"Oh bukan pak! " Bantah abdul.


"Sebenarnya niat kami datang kesini hari ini mau melamar anak bapak amira untuk anak saya iqbal apa bapak setuju? " Kata abdul bertanya pada hasan.


Mendengar itu tentu saja keluarga amira kaget apa lagi amira nya sendiri.


"Apa bapak serius? " Tanya hasan.

__ADS_1


"Saya serius pak! " Jawab abdul dengan mantap.


"Tadi malam anak saya menyampaikan niat nya dan dia tidak mau menunggu lagi karena takut calon nya di rebut orang lain pak hasan makanya kami datang kesini hari ini untuk mengutarakan niat baik iqbal! " Lanjut abdul.


Disini keluarga amira terlihat kebingungan membuat keluarga iqbal sedikit heran.


"Sebelumnya saya minta maaf ya pak ada yang ingin saya tanyakan dengan nak iqbal apa boleh? " Tanya hasan.


"Silahkan pak! " Jawab abdul.


"Nak iqbal apa kamu serius ingin menikah dengan anak bapak? " Tanya hasan pada iqbal.


"Insya allah saya serius pak! " Jawab iqbal dengan yakin.


"Nak iqbal bukan mau menikahi amira hanya karena sesuatu hal kan? Maaf kalo bapak bertanya seperti ini ya nak? " Tanya hasan lagi keluarga iqbal seperti nya paham akan maksud pertanyaan nya dan mereka pun tidak terlalu mempermasalahkan nya karena mereka pun tahu hasan bertanya seperti ini karena ingin kepastian saja.


"Insya allah saya serius ingin menikahi amira karena kemauan saya pak bukan karena yang lain! " Ucap iqbal dengan serius.


"Tapi bukan nya nak iqbal sudah menolak amira ya? " Ucap imah keceplosan membuat yang lain nya terkejut termasuk amira ia segera menyentuh lengan imah karena membicarakan masalah itu.


"APA! " Kata mutiara dengan nada sedikit tinggi.


"Kamu berani menolak calon menantu idaman mama ya! " Kata mutiara sambil menjewer telinga nya iqbal.


"Aw, sakit ma! " Ucap iqbal kesakitan.


"Biarin! " Ketus mutiara.


"Ini pasti ada salah paham ma mana mungkin iqbal menolak amira secara kan mama tahu sendiri kalo iqbal suka sama amira! " Jelas iqbal membuat jantung amira berdebar kencang.


"Kalo begitu jelas kan sama mama! " Kata mutiara kesal.


Iqbal pun menanyakan pada amira kapan ia menolak nya setelah iqbal tahu akan permasalahan nya ia pun segera menjelaskan kepada semua nya agar tak ada salah paham lagi.


"Jadi begitu ceritanya! " Ucap iqbal memberi penjelasan.


"Makanya kalo orang ngomong itu di dengar kan dulu sampai selesai biar gak ada salah paham seperti ini! Kan kasihan calon menantu mama jadi galau! " Ucap mutiara sambil menatap sinis iqbal.


"Ya maaf ma saat itu lagi ada pasien kritis jadi iqbal gak fokus sama apa yang di sampai kan amira! " Jelas iqbal dengan wajah sendu karena merasa bersalah.

__ADS_1


"Nah, karena masalah nya sudah jelas kita sudah bisa melanjutkan pembahasan kita tadi kan! Jadi bagaimana menurut pak hasan? Apakah bapak menerima lamaran anak kami? " Tanya abdul menyudahi konflik di antara mutiara dan juga iqbal agar tidak panjang.


__ADS_2