
Mendengar keributan di luar rumah nya membuat amira semakin panik ia takut kalo kevin akan nekat masuk kedalam untuk mencari dirinya amira belum siap bertemu dengan kevin karena amira masih trauma sama dia.
Semakin banyak orang yang berdatangan ke rumah amira semakin membuat dia risau dengan perasaan tegang ia pun keluar dari dalam kamar nya menuju dapur agar bisa keluar dari pintu belakang.
Namun ia bertemu dengan imah yang sedang mondar-mandir disana karena merasa khawatir dan juga takut.
Melihat amira yang keluar dari dalam kamar nya membuat imah sedikit kaget ia langsung menarik tangan nya dengan cepat.
"Kamu kok keluar nak, nanti ketahuan sama kevin! " Ucap imah dengan suara pelan.
"Seharusnya kamu sembunyi saja di dalam di luar gak aman mir! " Kata imah.
"Bu, kalo aku di rumah malah gak aman bu mira takut kalo kevin akan menerobos masuk untuk mencari mira! " Jawab amira.
"Kamu gak perlu khawatir bapak pasti bisa menghalau agar kevin tidak masuk ke dalam rumah kok! " Ucap imah.
"Tetap saja bu , amira merasa tak tenang kalo di rumah terus amira takut ketahuan apa lagi di luar keadaan semakin rusuh bu! " Kata amira.
Dalam benak imah ia setuju akan perkataan amira kalo dia tetap di rumah pasti kevin bisa menemukan dia dan melukai amira seperti dulu imah tak mau itu semua terjadi lagi pada amira.
"Terus kamu mau kemana ? " Tanya imah
"Mira akan sembunyi di kebun belakang bu karena sudah malam pasti kevin tidak akan menemukan nya.
" Tapi ini sudah gelap mir di luar sangat berbahaya mir ibu takut! " kata imah khawatir.
"Tapi kita gak punya pilihan lain bu, kalo mira sembunyi disini nanti bisa ketahuan lebih baik mira sembunyi ke kebun saja mira yakin dia gak akan mencari sampai sana! " Jelas amira.
"Bu kita gak punya waktu, sebaiknya ibu masuk dalam kamar dan berbaring di sana biar dia gak curiga! " Ucap amira lalu ia pun memeluk imah agar tak khawatir.
Setelah itu amira pun keluar dari pintu dapur berlari menuju ke kebun belakang rumah nya bermodal senter di ponsel nya ia pun terus berjalan agak jauh dari rumah nya untuk mencari aman mana tahu kevin nekat mencari nya di belakang rumah nya jadi dia bersembunyi agak jauh.
Imah melihat amira pergi masuk dalam ke gelapan ia sangat khawatir dengan amira namun mereka tak memiliki pilihan lain selain ini.
Mendengar keributan semakin ricuh imah pun segera masuk dalam kamar nya berbaring di atas dipan kayu pura-pura sakit agar tak ada yang curiga.
__ADS_1
***
Kevin pun Pergi dengan keadaan marah karena tak bisa menemukan amira disana di dalam mobil ia terus saja mengumpat dan memukul setir mobil nya.
"Ahhhhh, sial! " Teriak kevin dengan suara kencang.
Nafas nya tidak beraturan sangking emosi nya dia namun yang membuat dia seperti ini karena gagal mengontrol emosi nya membuat dia ribut dengan orang tua amira padahal rencana awal nya dia ingin mendapatkan hati orang tua nya agar bisa meyakinkan amira kembali pada nya.
Namun karena ke egois dan ke angkuhnya dia pun tidak bisa mengontrol emosi sehingga tibut dengan hasan.
"Kalo seperti ini terus bisa-bisa aku gak akan mendapatkan amira kembali kenapa tadi aku ngotot seperti itu aku yakin pak hasan semakin benci sama aku! " Gumam kevin.
"Arggg, sial sial! " Umpat nya sambil memukul setir mobil nya.
"Aku harus memikirkan cara agar orang tua amira tidak benci lagi pada ku, sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan amira sampai kapan pun tidak akan! " Kata kevin.
Dia pun melajukan mobil nya sambil berfikir untuk meluluhkan hati orang tua amira nanti saat ia kembali lagi agar bisa mendapatkan amira kembali.
Setelah merasa orang-orang sudah pergi imah langsung keluar dari dalam kamar untuk menemui hasan agar segera mencari amira di kebun ia takut amira kenapa-napa.
"Iya bu! " Jawab hasan dengan suara lemah ia terlihat sangat terpuruk dan syok akibat ulah kevin tadi.
"Mira mana bu? " Tanya hasan dengan suara pelan takut ada yang mendengar.
"Ayo kita cari dia pak, tadi mira pergi bersembunyi ke kebun belakang pak karena takut kevin nekat masuk kedalam rumah untuk mencari nya! " Jelas imah.
"Ya allah bu kenapa tidak dari tadi ngomong nya ini sudah hujan pasti dia kehujanan di luar sana ya allah anak ku! " Panik hasan.
"Tadi masih ada orang pak mana mungkin ibu langsung memberitahu bapak ibu juga takut kalo kevin menyuruh orang untuk menunggu disini mencari informasi makanya ibu menunggu saat semau orang tak ada! " Jawab imah.
Hasan segera mencari payung dan senter untuk di gunakan.
"Ya sudah ibu disini aja biar bapak yang cari doa kan saja anak kita baik-baik saja! " Ucap hasan dengan suara lembut.
"Ya pak! " Jawab imah dengan suara sedih takut kalo amira kenapa-napa.
__ADS_1
Hasan pun pergi ke kebun belakang untuk mencari amira sambil melihat sekeliling ia terus berjalan agak ke dalam lagi hujan semakin deras membuat dirinya semakin khawatir pada amira.
Setelah beberapa menit mencari ia pun melihat amira berjongkok di bawah pohon sambil memegang daun pisang untuk melindungi diri nya dari hujan.
Hasan pun segera berlari untuk menghampiri amira.
"Nak! " Panggil hasan dengan nada senang ia pun bernafas lega melihat amira baik-baik saja.
Amira pun langsung berdiri saat melihat hasan datang lalu hasan pun membuka payung nya untuk melindungi amira dari hujan.
"Kenapa bapak ke sini? " Tanya amira panik apa lagi melihat hasan sudah basah kuyup.
"Untuk mencari kamu lah nak buat apa lagi coba! " Jawab hasan sedikit kesal karena pertanyaan amira.
"Bapak kan bisa menghubungi amira kalo kevin sudah pergi jadi mira bisa kembali ke rumah! Amira bawa ponsel kok pak" Jelas amira agar hasan tak marah.
"Bapak lupa nak sangking panik nya setelah ibu bilang kamu kesini untuk bersembunyi terus hujan sudah turun dari tadi semakin panik lah bapak mana bapak ingat lagi menghubungi kamu yang ada di pikiran bapak langsung mencari kamu " Jawab hasan.
"Ya sudah ayo kita pulang pak, nanti bapak bisa sakit lama-lama kena hujan! " Kata amira sambil memayungi hasan agar tidak kena hujan.
Sesampainya di rumah imah pun bernafas lega melihat mereka berdua tidak kenapa-napa hanya basah saja karena hujan.
Setelah mandi mereka pun berkumpul di kamar imah hasan ingin segera membahas masalah perceraian amira agar amira cepat bebas dari kevin.
"Mir, apa kamu tidak bisa minta tolong sama nak iqbal agar bisa membantu untuk masalah perceraian kamu dengan kevin? " Tanya hasna.
"Mira segan pak, keluarga mas iqbal sudah banyak membantu mira dulu saat dalam kesulitan mira jadi gak enak kalo minta tolong lagi! " Jawab amira.
"Memang ia sih mir, tapi kita gak punya keluarga yang hebat nak bapak takut kalo kita mengajukan perceraian kita akan kalah karena mereka orang kaya bisa melakukan apa saja nak bapak cuma khawatir tidak bisa menjaga kamu nak! " Jelas hasan.
"Ya mir, kita tidak tahu prosedur perceraian nya lebih baik kamu minta tolong sama nak iqbal agar masalah kamu ini cepat selesai nak ibu takut kevin akan datang kesini lagi untuk membuat masalah lagi! " Ucap imah.
Amira pun berfikir apa yang di katakan orang tua nya ada benar nya juga dia hanya lah anak kampung yang tak berpendidikan dan tak tahu tentang permasalahan itu ia juga takut kalo kevin akan menang dan ia harus kembali pada kevin membuat dia takut.
"Ya pak bu, besok mira hubungi untuk menanyakan nya! " Jawab amira.
__ADS_1
Walau merasa tak enak pada iqbal namun ia tak mempunyai pilihan hanya iqbal lah Satu-satunya harapan dia saat ini.