
Abdul tak tahu kenapa mutiara menyembunyikan keberadaan amira sampai ia berbohong tentang kepergian amira ke luar negeri segala.
Namun abdul tetap mendukung mutiara ia juga berusaha menyakinkan kevin kalo itu bukan amira namun sarah menantu mereka.
Walaupun kevin tidak percaya dia tidak bisa berbuat banyak karena amira sedang tidak ada di rumah saat ini.
"Saya minta maaf ya dul, sudah menggangu kamu! " Kata kusuma merasa tak enak hati.
"Tidak apa-apa kok kus!" Jawab abdul.
Kusuma dan juga kevin berpamitan untuk pulang abdul mengantarkan mereka sampai depan pintu.
Kevin masih ingin bertanya tentang amira pada mutiara namun di larang oleh kusuma karena sudah malu dengan mereka.
Kusuma dan kevin pun masuk dalam mobil meninggalkan kediaman wijaya.
"Kevin yakin grandpa kalo itu tadi amira! " Ucap kevin sambil mengemudi mobil.
"Tapi kamu gak punya bukti kevin! " Jawab kusuma menatap lurus ke jalan raya.
"Kalo kevin ketemu sama amira kevin yakin bisa membuktikan kalo itu memang amira grandpa, tapi mereka malah menyembunyikan amira dari kevin! "
"Kamu tidak boleh asal menuduh mereka kevin, grandpa tahu bagaimana abdul dia itu sahabat grandpa sedari kecil! " Kata kusuma tegas.
"Mungkin saja mereka memang mirip kamu saja yang salah mengenali dia kevin! " Lanjut kusuma.
Kevin pun berfikir sejenak saat dia bertemu amira di taman dia memang terlihat tidak mengenali kevin sama sekali kalo pun amira pura-pura seharusnya saat bertemu amira akan terkejut terlebih dahulu namun saat itu dia marah dan memukul kevin karena sudah lancang memeluk nya.
"Nanti kevin akan cari tahu lagi grandpa! " Jawab kevin.
"Seharusnya kamu cari tahu dulu sampai tuntas baru kita kesana! ini gak kamu malah bikin grandpa malu disana " Omel kusuma.
"Sorry grandpa!" Jawab kevin.
"Tapi ngomong-ngomong grandpa, kenapa kehidupan grandpa dan pak wijaya berbeda ya? " Tanya kevin penasaran.
"Maksudnya apa vin? " Tanya balik kusuma karena tak paham.
"Maksud kevin, kenapa cucu pak Wijaya masih kecil sedangkan aku aja sudah besar seperti ini! Kevin tadi sempat bingung mau panggil apa sama mereka kalo panggil kakek dan nenek mereka masih muda! " Ucap kevin.
"Makanya tadi kamu panggil mereka om sama tante! "
"Ya! " Jawab kevin.
"Sebenarnya grandpa dulu nikah muda vin, dulu perusahaan keluarga dalam masa krisis jadi grandpa di jodohkan untuk kepentingan perusahaan! " Jawab kusuma.
__ADS_1
"Umur berapa grandpa menikah? " Tanya kevin kepo.
"Umur 15 tahun! " Jawab kusuma.
"Hah, 15 tahun serius grandpa? " Tanya kevin tak yakin.
"Ya, saat itu grandpa dan grandma mu masih sekolah kami menikah diam-diam hanya keluarga saja yang tahu, tapi karena grandpa nakal grandma mu hamil untung masih sempat lulus vin! " Kata kusuma sambil tertawa mengingat masa lalu nya.
"Wah wah, ternyata grandpa dulu nakal ya! " Ledek kevin.
"Grandpa nakal cuma sama grandma mu itu pun karena kami sudah halal kalo tidak mana mungkin grandpa berani! ' Jawab kusuma.
Mendengar jawaban kusuma kevin tersindir saat ia memiliki istri sah ia lebih memilih tidur dengan wanita lain yang belum halal baginya dia terus menyia-nyiakan amira sampai dia menyesal seperti ini.
"Kalo si abdul dia fokus kuliah ambil kedokteran sama kaya kakek dan ayah nya yang juga seorang dokter, semua keturunan dia dokter lah makanya dia nikah lama dapat anak juga lama kalo tidak salah anak pertama dia seusia sama kamu! " Ucap kusuma.
"Masa sih! Kok bisa? " Tanya kevin heran.
"Wong papi kamu juga nikah muda gak lama indira hamil kamu! " Jawab kusuma.
Kevin pun hanya mangut-mangut saja.
***
"Ketahuan apa sih pa? " Tanya mutiara balik.
"Ketahuan kalo sarah itu nama anak kita yang sudah meninggal! " Jawab abdul.
"Mana mungkin ketahuan pa, anak kita meninggal saat dia baru lahir keluarga kita saja gak ada yang tahu nama itu cuma kita berdua saja pa! " Kata mutiara.
"Eh ia ya kok papa bisa lupa! "
"Maklum lah faktor umur! " Ledek mutiara sambil tertawa kecil.
"Terus kenapa mama tadi bohong sama kevin? " Tanya abdul kembali ke topik semula.
"Karena mama mau menolong amira pa! " Jawab mutiara.
"Menolong apa maksud kamu ma? Jelas-jelas itu tadi suami amira kenapa gak kasih tahu aja kalo dia pergi ke rumah orang tuanya ini malah bilang ke luar negeri segala! Mereka jadi gak bisa ketemuan ma kasih amira" Ucap abdul.
"Papa tahu mama ingin sekali iqbal menikah dengan amira namun amira sudah memiliki suami lo ma! Jangan sampai kita menjadi duri dalam rumah tangga mereka ma apa lagi sampai memisahkan mereka! "Lanjut abdul.
"Papa, mama melakukan ini bukan karena mau memisahkan mereka"
"Terus! " Potong abdul.
__ADS_1
"Makanya di dengar dulu lo pa ini gak asik main potong aja mama bicara" Kesal mutiara.
"Ya ya, coba mama jelas kan" Jawab abdul.
"Amira cerita sama mama kalo dia itu sudah di talak sama suami nya pada hari kecelakaan dia lo pa! "
"Hah, kok mama gak kasih tahu papa sih"
"Amira baru cerita semalam pa mana sempat mama cerita apa lagi saat tahu amira mau pulang zahra ngamuk mau ikut lupa deh jadi nya! " Jawab mutiara.
"Terus bagaimana lagi ma? " Tanya abdul penasaran.
"Dari cerita amira dia menikah karena dijodohkan oleh orang tua nya namun suami nya tidak mencintai amira pernikahan mereka cuma bertahan dia bulan aja pa! Saat amira di talak dia di usir dari rumah pada malam kecelakaan itu pa" Jelas mutiara.
"Walaupun amira tidak memberi tahu kenapa dia di talak mama bisa tebak pasti karena ada orang ketiga, nah saat kevin bertanya tentang amira mama jadi curiga sama dia ya spontan mama mau melindungi amira lah pa. Kasihan amira di talak dalam pernikahan yang masih seumur jagung lalu mengalami kecelakaan memisahkan dia dengan keluarga nya selama setahun mama jadi marah sama kevin saat itu juga! " Ungkap mutiara.
"Mama benar, kasihan sekali amira pernikahan dia kandas padahal belum dapat panen dalam dua bulan lo! " Kata abdul sambil bercanda.
"Papa! " Teriak mutiara.
"Lah kan memang benar! Mama bilang pernikahan mereka masih seumur jagung kalo dia bulan kan masih belum waktu nya panen ma! " Jawab abdul seloronya.
"Ih, papa di ajak ngomong serius malah bercanda! " Kesal mutiara.
"Papa juga serius ma! Kalo mama gak percaya tanya aja sama petani jagung sana! " Suruh abdul.
"Mentang-mentang dulu nya petani jagung papa pamer sama mama gitu? " Tanya mutiara.
"Lah kok bilangin papa sih, mama dulukan petani juga kayak papa beda nya mama petani cabe papa jagung itu doang! " Jawab abdul sambil tertawa.
"Awas ya papa, kalo nanti amira jadi menantu mama akan mama kasih tahu sama dia kalo papa ledekin dia! " Ancam mutiara.
"Jangan dong ma, kalo menantu kita marah kan susah ma kita gak bisa makan masakan menantu kita nanti! " Bujuk abdul.
"Eh iya juga ya! " Jawab mutiara.
Mereka pun tertawa bersama akan percakapan konyol mereka ini, Keluarga wijaya walaupun keluarga dokter mereka masih bertani di sebuah desa dari sana lah mereka mencari uang untuk membiayai pendidikan sampai mereka berjaya seperti sekarang ini.
Sama hal nya dengan mutiara mereka juga hanya seorang petani namun abdul lebih beruntung bisa melanjutkan sampai ke Universitas kalo mutiara cuma sampai sma karena dia harus membiayai adik-adiknya dulu.
Mereka tinggal satu desa saat abdul berhasil menjadi dokter keluarga nya tak melarang abdul untuk menikah dengan mutiara walaupun mutiara hanya lulusan SMA saja keluarga wijaya tetap menerima mutiara dengan baik.
Kebahagiaan yang sempurna bagi mutiara dari sana lah ia bertekad untuk bekerja keras agar anak-anak nya bisa menjadi orang sukses kedepan nya.
Dan itu terbukti sekarang kedua anak nya sudah menjadi dokter dan mereka memiliki rumah sakit sendiri.
__ADS_1