Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Sarapan Pagi


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Abi mengurung diri didalam kamar, semenjak kedatangan Istri baru Papa Robby beserta kedua anaknya. Abi menatap photo Mama Mariam dengan tangis dan rindu.


"Mama.. Abi sedih Mam.. Papa sudah jahat Mam.. Abi ingin ikut Mama saja. Tapi Mama sekarang pergi kemana Mam? Apa Mama engga kangen sama Abi.. hikk.. hikkk.. hikkl..." Ucap Abi bermonolog, seraya menangis sedih.


Meski Abi terlihat dingin dan angkuh didepan orang lain, tapi sebenarnya hatinya begitu rapuh di hadapan orang yang Abi sayangi yaitu Mama Mariam.


Abi terus memeluk Photo Mamanya, hingga tertidur pulas dikasur empuknya. Tidak terasa pagi menyapa, Abi belum tebangun. Jam dinding sudah bergerak diangka jam 7 pagi, namun Abi masih nyaman dalam mimpinya. Abi terbangun, disaat Mbo Tami menyerukan namanya.


"Tok.. tok.. tokk..."


"Aden Abi... bangun Den, hari sudah pagi. Memangnya Aden mau dikamar terus? Apa Aden Abi engga lapar? Aden... ayo bangun, Papa Aden dan keluarga barunya sudah menunggu di meja makan." Ujar Mbo Tami sayup-sayup terdengar.


"Iya Mbo Tami, Abi sudah bangun sekarang. Bilang saja sama Papa, mulai sekarang Abi tidak ingin makan bersama Papa lagi. Setiap hari juga Abi engga pernah sarapan, makan siang dan makan malam sama Papa. Abi selalu makan sendiri, kalau engga ditemani Mbo Tami." Ujar Abi jelas panjang lebar.


"Aden jangan seperti itu, kasihan Papa Aden sudah menunggu dimeja makan dari tadi. Aden lebih baik temuin Papa Aden walau sebentar. Walau begitu 'kan itu Papa Aden, yang sudah membesarkan Aden dari kecil hingga sampai detik ini." Ujar Mbo Tami, dengan nasehat bijaknya.


"Iya sudah Mbo, Abi mandi dulu sebentar." Sahut Abi dengan terpaksa, mengikuti kemauan Mbo Tami.


"Ini baru Aden Abi yang pintar! Ya sudah Mbo bilang dulu sama Papa Aden yah." Puji Mbo Tami senang karena anak majikannya mau mengikuti ucapannya.


"Terserah Mbo saja." Sahut Abi pasrah.


Abipun akhirnya membersihkan diri dikamar mandinya, setelah 20 menit akhirnya Abi selesai sesi mandinya. Dia berpakaian santai, karena hari ini hari minggu, dia libur sekolah. Meski hanya menggunakan kaos casual dan celana lepis pendek, tidak mengurangi ketampanan seorang Abi.


Abi berjalan gontai ke ruang meja makan, disana sudah ada Papa Robby, dan istri barunya serta kedua anak tirinya. Mereka menatap Abi dengan senyum yang dibuat-buat, penuh dengan kepura-puraan dan mencari simpatik Abi.


"Pagi Abi sayang, ayo kita sarapan bersama, kami sudah menunggumu dengan sabar dari tadi." Sapa Lusia bersikap manis, namun dengan sindiran halus.

__ADS_1


"Pagi juga Tante, Maaf yah... aku tidak meminta Tante untuk menungguku sarapan pagi, jadi jangan sok perhatian denganku." Sahut Abi, dengan menghardik ucapan Mama tirinya itu.


"Abi..! Bersikap sopanlah, kalau kamu sedang bicara dengan orang tua. Apa lagi itu Mama sambung kamu." Panggil Papa Robby dengan nada tidak suka, karena Abi sepertinya tidak menyukai keluarga barunya.


"Heem.. " Abi hanya berdehem. seraya mengangguk pelan


Abi menarik bangku disamping kiri Papa Robby, lalu mendudukinya dengan wajah tidak bersahabat.


Abi mengambil roti tawarnya, lalu mengoleskan selai coklat dan strawberry diatas roti tawarnya. Tanpa menawarkan makan kepada mereka, Abi langsung menyantap roti kedalam mulutnya.


Abi menuangkan susu cair kedalam gelas besarnya, lalu meminumnya langsung habis. "Gleek.. glek.." Abipun bersendawa di depan mereka. "Eeee.."


Papa Robby sudah kesal dengan kelakuan Abi, yang menurutnya itu tidak sopan.


"Abi.. kalau mau bersendawa ditutup mulutnya, jangan seperti tadi, itu tidak sopan sayang." Ucap Papa Robby, mengingatkan Abi dengan menggelengkan kepala pelan.


"Iya Pap." Sahut Abi singkat, dan Papa Robbypun tersenyum.


"Kenapa kalian diam saja? Katanya mau sarapan? Kenapa kalian malah menonton aku makan?" Tanya Abi dengan nada tidak suka, yang sungguh dia tunjukkan kepada Lusia dan kedua anaknya itu.


"Dasar anak kurang ajar, kalau bukan anak suami baruku, sudah aku sumpal mulutnya itu." Ucap Lusia dalam hatinya.


Begitupun dengan kedua anak Lusia, yaitu Rio dan Riana yang memaki Abi dengan umpatan dalam hatinya.


"Ayo sayang, kalian santap sarapan pagi hari ini." Tawar Papa Robby, kepada istri baru dan kedua anak tirinya.


"Iya sayang." Sahut Lusia seraya mengambil roti tawar dan selainya. Begitupun dengan Rio dan Riana melakukan hal yang sama dengan Mamanya.


"Pap.. Abi sudah kenyang, sekarang Abi mau pergi dulu." Pamit Abi kepada Papanya tanpa melirik kearah Mama tirinya sama sekali.

__ADS_1


"Kamu mau pergi kemana sayang? Masih pagi, dan ini hari libur sekolahmu." Tanya Papa Robby.


"Mau mencari udara segar, disini hawanya panas." Sindir Abi, yang ditujukan kepada Lusia dan kedua anaknya, dengan melirik sekilah ke wajah mereka lalu berjalan gontai meninggalkannya.


Papa Robby yang sudah tahu betul sifat anaknya itu, hanya mengelengkan kepalanya pelan.


"Sabar yah sayang, Abi memang sifatnya seperti itu kalau baru kenal. Tapi kalau sudah kenal, dia sangat baik dan penyayang." Jelas Papa Robby, mencairkan suasana yang barusan nampak tegang karena sikap Abi.


"Iya, suamiku sayang, aku mengerti dengan perilaku anak jaman sekarang." Jawab Lusia pengertian.


"Tapi aku tidak seperti itu Mam." Protes Rio dan juga Riana bergantian.


"Iya.. iya.. khusus kalian tanpa terkecuali." Sahut Lusia dengan senyum terbaiknya. Begitupun dengan Papa Robby tersenyum hangat mendengar istri barunya yang menenangkan anaknya.


*******


Abi pergi berjalan santai disekitar kompleks perumahannya, sambil sesekali berlari-lari kecil dengan mencari udara segar pagi hari.


Setelah hampir 30 menit, Abi berhenti di sebuah kedai kecil pinggir jalan, tempat mereka nongkrong dikala habis berolahraga. Baik anak muda, orang tua maupun anak kecil. Mereka mampir sebentar meski hanya membeli air mineral, ataupun jajanan basah dan kering.


"Bang.. air mineralnya satu." Pesan Abi, seraya merogoh saku celananya untuk mengambil uangnya disana.


"Perasaan tadi aku simpan uang 50 ribuan di saku celana, tapi kenapa engga ada yah? Apa jangan-jangan terjatuh?" Bathin Abi bermonolog.


Saking sibuknya Abi mencari uangnya disaku celana, sampai tidak menyadari ada gadis cantik dihadapannya.


"Ini.. air mineralnya sudah aku bayar." Ucap Dinda tersenyum manis, seraya menyerahkan air mineral itu ketangan Abi. Kemudian Dinda pergi meninggalkan Abi yang masih membatu.


"Haah..? Kenapa gadis itu ada disini? Apa yang sedang dia lakukan? Jangan-jangan dia penguntit? Iich.. ngeri." Gumam Abi bergidik ngeri, membayangkan sesuatu yang menyeramkan.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....


__ADS_2