Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Fakta Lusia


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Lusia shock mendengar suara suaminya Robby yang sedang bertanya mengenai laki-laki yang bernama Samuel itu.


"Eeh.. Papa sudah pulang? Tumben Pap?" Alih-alih menjawab pertanyaan suaminya, Lusia malah balik bertanya lagi.


"Iya, Proyek dengan klien yang di Semarang dibatalkan, untung saja Papa baru sampai Bandara, coba kalau sudah naik pesawat, pasti banyak waktu yang terbuang." Ujar Papa Robby, seraya duduk di sofa tamu.


"Ooh.. jadi begitu toh. Papa ini perkenalkan teman-teman arisan Mama." Lusia memperkenalkan satu persatu, teman-teman arisannya. Robby hanya mengangguk, tanda mengerti.


"Perkenalkan Papa, yang ini Jeng Yeni."


"Salam kenal, Mas ganteng." Ucapnya ramah, lalu Robby hanya mengangguk kecil, seraya tersenyum.


"Kalau yang ini, Jeng Nurul." Ucap Lusia.


"Salam kenal, Mas Robby sayang." Ucap Nurul tidak kalah ramah dan manja terhadap Tuan Robby, seraya mencubit pinggang Robby gemas.


"Aawwh.." Robby hanya meringis, dan tersenyum kikuk, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kalau yang ini Jeng Selly, Mas."


"Uuuh.. ganteng banget sih Mas Robby kalau dilihat dari dekat, baru kali ini loh Mas, saya benar-benar melihat Mas Robby dari dekat. Padahal rumah kita tidak terlalu jauh, tapi Mas Robby sibuk terus, mana pernah bisa bertemu dengan saya." Ungkap Jeng Selly dengan jurus rayuan maut, dan bergelayut manja di tangan Robby, yang sedang mengulurkan tangan untuk bersalaman.


Robby hanya tersenyum terpaksa, dan merasa risih dan geli di kerubungi wanita-wanita genit, dan sexy teman-teman istrinya.


Sebelum dirinya habis dicolak-colek dan dikerubungi teman-teman arisan istrinya, Robbypun langsung pergi meninggalkan mereka secepatnya. "Maaf, saya permisi dulu yah Nyonya-Nyonya." Ucapnya singkat.


Robbypun lantas pergi meninggalkan mereka yang seperti cacing kepanasan, sangat gatal minta disentuh oleh seorang Pria.


Robby melupakan pertanyaannya, kepada Lusia yang belum sempat dijawab. Ketika dirinya tadi, baru sampai di dalam rumahnya.

__ADS_1


"Jeng Lusia, kamu kenapa tidak marah, saat kami menggoda suamimu yang tampan itu?" Tanya Jeng Nurul merasa heran dengan sikap Lusia, Pasalnya Jeng Nurul tahu betul sifat asli Jeng Lusia, jika memgganggu sesuatu miliknya.


"He.. he.. he.. aku lagi senang, 'kan aku dapat arisan brondong. Aku akan atur janji temu dengan Samuel, ingat yah biaya jangan lupa kalian transfer ke rekeningnya Samuel." Kekeh Lusia dengan senangnya.


"Iya.. iya.. bawel nih Jeng Lusia, takut banget kita engga bayar yah teman-teman." Ucap Jeng Yeni kesal, dia tidak suka kalau masalah uang di ungkit-ungkit karena takut tidak dibayar.


"Iya nih benar Jeng Yeni, Jeng Lusia bawel banget, takut engga dibayarin tuh uangnya. Kita pasti bayar lah, mana pernah sih kita engga bayar arisan. Kita ini sudah arisan kayak gini, sebelum Jeng Lusia bergabung. Jadi jangan takut kita engga bayar, kamu jangan anggap remeh kita Jeng." Sarkas Jeng Selly, langsung tanpa berkutik.


Lusiapun tertunduk malu, saat teman-teman arisannya menghardik dirinya. Pasalnya dirinya termasuk orang yang baru bergabung, di lingkungan wanita-wanita sosialita kayak begini. Tak jarang dirinyapun terkadang dibully oleh teman-teman arisannya itu.


Awal mula Lusia pergi ke kota yaitu, saat dirinya ditinggal menikah lagi oleh suaminya yang pertama. Karena dirinya mempunyai dua orang anak yang harus dibesarkan, akhirnya dia pergilah ke Jakarta. Diapun melamar menjadi seorang Sekretaris di Perusahaan Tuan Robby Dirgantara Grup, yang sekarang menjadi suaminya.


Lusia hanya lulusan SMA, namun karena berbekal dengan kecantikannya dan penampilannya yang menggoda, Staf HRD di perusahaanpun menerimanya, dengan syarat imbalan mau di ajak jalan oleh Staf HRD tersebut.


Dengan berjalannya waktu, Lusia semakin gencar merayu dan mendekati Robby Dirgantara, yang merupakan pemilik dari Perusahaan tempatnya bekerja.


Pada awalnya Robby tidak meladeni dan tergoda oleh Lusia, namun yang namanya kucing dikasih ikan terus, lama-lama yah tergoda juga pada akhirnya.


"Jeng Lusia, Jeng Lusia..." Panggil Jeng Nurul, seraya menjentikkan jari tangannya di depan wajah Lusia.


"Kenapa melamun Jeng? Takut ketahuan sama suami gantengnya yah? Kalau kamu ikut arisan brondong? Tenang Jeng Lusia, rahasia ini akan tertutup rapat, asal jangan ada salah satu dari kita yang bocor saja mulutnya." Ujar Jeng Nurul, seraya tersenyum simpul.


Lusia nampak gamang dengan ucapan Jeng Nurul, pasalnya dia takut rahasianya yang selama ini dia jaga dari suaminya, akan terbongkar. Jadi dia hanya mengangguk kecil saja, saat Jeng Nurul menenangkannya.


"Jeng Lusia, aku pamit pulang yah, sudah malam juga. Aku takut anakku nyariin lagi, kayak minggu lalu pas dirumah Jeng Selly, kemalaman pulangnya." Pamit Jeng Nurul, seraya cipika-cipiki ala-ala artis.


"Iya Jeng Nurul, terima kasih loh sudah datang." Sahut Jeng Lusia, seraya melakukan hal yang sama dengan Jeng Nurul.


Begitupun dengan Jeng Selly, Jeng Rina dan Jeng Yeni, merekapun menyusul pamit meninggalkan kediaman Tuan Robby Dirgantara, yang sangat tampan dan maskulin.


*******

__ADS_1


Di Pondok Pesantren, seminggu sudah Abi menggantikan Pak Ustad Faris, untuk mengajar para murid Santriwati kelas 11.


Pengalaman Abi mengajar sangatlah berkesan, apalagi murid-murid Santriwati banyak yang bersemangat, dan antusia setiap mata pelajaran yang dibawakan oleh Abi.


Pembawaan Abi yang ceria saat mengajar, berbanding terbalik dengan sikap dinginnya dikala tidak mengajar. Banyak murid-muridnya yang mencuri pandang kepada Abi, bahkan naksir berat sama Abi meski hanya sebagai guru pengganti.


"Assalamu'alaikum, Pak guru." Sapa salah satu Santriwati, yang mengagumi Abi.


"Wa'alaikumsalam, Adik siapa namanya?" Jawab salam Abi, seraya menanyakan nama muridnya itu.


"Nama saya Melia, Pak guru."


"Ooh.. Adik Melia. Adik melia mau ketemu dengan siapa?" Ucapnya Abi menggut-manggut, seraya bertanya keperluannya.


"Mau ketemu Pak guru, maaf... apa bisa, Pak guru?" Tanya Melia dengan sopan dan ramah.


"Boleh, silahkan duduk disana." Ucap Abi, seraya menunjuk kursi yang sedang bersebrangan dengan Abi.


Posisi Abi sekarang sedang berada di Perpustakaan, karena dia ingin lebih banyak membaca dan menghapalnya.


"Pak guru, apa besok senin masih menggantikan Pak Ustad Faris mengajar?" Tanya Melia malu-malu, seraya menautkan jari-jari tangannya dan menundukkan kepalanya.


"Sepertinya tidak Adik Melia, Pak Ustad Faris sudah kembali ke sini, dan saya hanya menggantikan beliau." Ucapnya jujur seraya tetap fokus membaca bukunya.


"Oooh.. gitu yah! Tapi Pak guru akan stay disini atau tidak?"


"Tidak Adik Melia, saya hanya dua minggu disini, setelah itu saya akan kembali ke Jakarta untuk masuk kuliah kembali."


"Assalamu'alaikum, Abi dan Melia."


Sontak saja Abi terlihat shock, saat wanita yang dia cintai muncul tiba-tiba di Perpustakaan.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....


__ADS_2