Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Talak Tiga


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Robby menatap jijik Lusia, seakan ingin membuang kotoran kemuka Lusia.


"Ciiih.. apa yang kamu tanyakan Lusia?"


Lusia bergeming saat melihat wajah suaminya, yang seakan ingin menerkamnya. Namun, dia mencoba untuk merayunya. Lusia berjalan kearah suaminya, dengan suara yang menggoda.


"Mas sayang, kenapa kamu ketus begini? Memangnya saya salah apa sama Mas Robby?" Tanya Lusia melingkarkan tangannya di leher suaminya, namun langsung dilepaskan kembali oleh Robby dengan kasar.


"Haaa..? Kamu masih bertanya salah apa? Apa yang habis kamu lakukan dibelakang saya? Kamu habis bersenang-senang bukan, dengan seorang Pria muda? Bahkan Pria itu, hampir seumuran dengan Rio anakmu? Ciieh.. dasar wanita ja lang!" Tanya Robby dengan wajah merah padam, saking bencinya Robby kepada istri keduanya itu.


"Deg.." Hati Lusia tersentak, dengan pertanyaan dari suaminya yang terkesan benci.


"Mas Robby tahu dari mana, soal hubunganku dengan Samuel? Apa ada yang membocorkan rahasiaku?" Hati Lusia bertanya-tanya.


"Apa yang kamu katakan, Mas? Saya sungguh tidak mengerti dengan tuduhanmu, Mas?" Tanya Lusia berpura-pura bodoh, lalu Lusiapun seketika menangis dengan derai air mata kebohongan.


"Kamu jangan berpura-pura bodoh Lusia. Saya sudah tidak akan percaya lagi dengan semua ucapanmu, mulai sekarang kamu dan kedua anakmu angkat kaki dari rumah saya." Usir Robby tanpa rasa iba. Hatinya sudah sangat sakit, akibat penghianatan yang dilakukan Lusia kepadanya.


"Mas.. sepertinya Mas Robby sudah salah paham kepada saya. Ini tidak seperti apa yang Mas tuduhkan kepada saya." Ucap Lusia lirih, seraya duduk bersimpuh di kaki suaminya. Namun Robby seketika memundurkan kakinya beberapa langkah, saat Lusia akan menyentuhnya.


"Apa buktinya mas, kalau saya sudah menghianatimu? Aku memang sering pergi dengan Pria muda seumuran Rio, tapi dia adalah keponakkan saya, Mas. Kalau Mas tidak percaya, Mas bisa tanyakan kepada Rio dan juga Riana." Tanya Lusia, berharap suaminya akan percaya dengan ucapannya.


Seakan Rio dan Riana tahu maksud dari ucapan Mama Lusia, sontak saja mereka langsung mengikuti ucapannnya.


"Iya Pah, apa yang dikatakan Mama itu benar." Ucap Rio berdusta, dan diikuti oleh Adiknya Riana. Merekapun ikut duduk bersimpuh, dibelakang Mama Lusia.

__ADS_1


Robby bergeming menatap mereka bergantian, seolah ingin percaya apa yang dikatakan oleh istri, dan kedua anak tirinya yang begitu sangat menyedihkan.


Mbo Tami yang melihat pemandangan tersebut, sungguh mengakui bahwa Lusia dan kedua anaknya pandai bersandiwara.


Mbo Tami menggelengkan kepalanya kearah Tuan Robby, berharap majikannya itu tidak percaya dengan apa yang dikatakan Lusia dan kedua anaknya.


Robby yang melihat Mbo Tami sedang menggelengkan kepalanya pelan, seakan tahu maksud dari Mbo Tami, lalu diapun mengangguk pelan.


"Aku tidak percaya lagi dengan ucapan kalian, kedua anak ini hanya menutupi kebusukanmu Lusia." Hardik Robby, seraya menunjuk mereka bergantian.


"Saya akan buktikan Mas, kalau saya tidak bersalah. Saya akan bawa keponakkan saya itu kepadamu besok, Mas harus beri saya waktu untuk membuktikannya. Tolong biarkan malam ini, untuk kami bermalam dulu disini." Ujar Lusia, meminta waktu untuk bukti dirinya tidak bersalah.


"Tidak.. saya tidak perlu menemui Pria itu. Sudah sangat jelas, photo mesramu bersama Pria itu. Kalau hanya keponakan, mana pernah saya bertemu dengannya. Padahal sering menginap disini, bahkan tidur dikamarku. Kamu jangan coba-coba lagi membodohiku, wanita sial." Hardik Robby, sudah bulat dengan keputusannya.


"Maafkan saya Mas, maafkan saya.. saya menyesal Mas. Tolong beri kesempatan saya untuk memperbaiki semuanya. Saya hanya bermain-main dengan anak itu, saya tidak pernah serius dengan Samuel." Ujar Lusia lirih, dengan derai isak tangis.


"Tidak ada kata maaf untuk seorang wanita yang berselingkuh, saya juga memang Pria bodoh, bisa masuk perangkapmu wanita ja lang. Sekali tukang selingkuh, selamanya akan seperti itu. Saya menyesal pernah mengenalmu, hingga rumah tangga saya hancur karena lebih memilihmu." Ujar Robby dengan gamblang.


"T.. tapi Mas Robby.." Ucap Lusia terhenti, saat Robby memotong ucapannya.


"Sudahlah Lusia, saya sudah tidak ingin mendengar pembelaanmu. Buang semua kata-kata manismu, saya sudah tidak akan percaya lagi. Sekarang lebih baik kalian pergi dari sini, saya sudah tidak ingin melihat wajah kalian lagi. Mulai sekarang saya Talak tiga kamu, Lusiana Wihelmina." Robby mengusir sekaligus menalak istri keduanya itu dengan wajah benci.


"Dan satu lagi, jangan pernah kamu menginjakkan kakimu kesini lagi. Surat cerainya nanti menyusul, dan kamu tidak akan mendapatkan harta dari saya sepecerpun. Sini kunci mobil dan motor kalian, itu semua adalah milikku." Ancam Robby, memberikan ultimatum kepada Lusia.


"Sungguh kejam kau Mas, mobil itu hadiah pemberianmu untuk saya. Kenapa kamu ambil kembali?" Ucap Lusia, merasa kalau mobil dan motor itu adalah milik mereka.


"Iya memang saya membelikan mobil mewah, dan motor balap ratusan juta untuk kalian, tapi hanya untuk kalian pakai, bukan untuk kalian miliki. Semua itu masih atas nama saya, jadi kalian tidak ada hak sama sekalih atas barang mewah ini, setelah kalian bukan siapa-siapa lagi bagi saya." Jelas Robby dengan panjang lebar.

__ADS_1


Lusia dan Rio yang baru mengetahui kenyataannya, hanya bisa menghembuskan napasnya dengan kasar. Mereka merasa dibodohi oleh Robby, hingga tidak berpikir sampai sejauh itu.


Mbo Tami tersenyum, dan memberikan acungan jempol keudara yang ditunjukkan kepada Robby. Kemudian Robbypun tersenyum, dan mengangguk kearah Mbo Tami.


"Cepat kembalikan, kunci mobil dan motor saya." Tagih Robby tanpa rasa iba sedikitpun.


Dengan sangat berat hati dan terpaksa, Lusia dan Rio memberikan kunci tersebut ketangan Robby.


Setelah Robby mendapatkan kunci tersebut, diapun pergi meninggalkan mereka dalam keadaan masih duduk bersimpuh.


"Mas, ini sudah sangat malam, sudah tidak ada kendaraan yang lewat. Saya mohon, izinkan kami bermalam disini malam ini. Besok pagi, saya baru akan meninggalkan rumah ini." Pinta Lusia untuk terakhir kalinya.


"Terserah kalian, pastikan besok pagi saat saya terbangun, kalian sudah tidak ada dirumah ini." Ucap Robby, tanpa berbalik. Diapun berlalu pergi menuju kamarnya.


"Terima kasih Mas." Ucap Lusia lirih.


Robby tidak menjawab ucapan terima kasih Lusia, dia lebih memilih masuk kedalam kamarnya.


Mbo Tamipun berlalu meninggalkan mereka, tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Mah, ayo bangun. Kita tidur di kursi itu saja, disini dingin." Ajak Rio tidak tega melihat Mamanya yang sudah terpuruk.


Lusia tidak bicara sepatah katapun, namun dia mengikuti ucapan anak laki-lakinya itu.


"Ini semua gara-gara Mama, kenapa Mama selingkuh dari Papa? Jadi seperti ini nasib kita sekarang. Kalau saja Mama setia sama Papa, kita tidak akan diusir seperti sampah begini. Bagaimana dengan kuliahku? Pacarkupun pasti tidak akan sudi memandangku lagi. Aku benci Mama." Riana menyalahkan Lusia atas kejadian ini.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....


__ADS_2