Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Mengantar Abi


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Di Kampus, hari ini Abi akan melakukan perjalanan keluar kota. Dalam rangka mengikuti kegiatan KKN, di Sumedang Jawa Barat.


Abi dan teman-teman satu angkatannya, akan melakukan kegiatan KKN selama satu sampai dua bulan kedepan.


Istrinya Ningrum, Mama Mariam, Papa Robby, Mbo Tami dan Pak Iwan juga ikut mengantarkan Abi ke kampus, untuk melepas Abi melaksanakan KKN.


Tuan Robby, Mbo Tami dan pak Iwan, semalam mereka sengaja menginap di Pondok Pesantren. Mereka ingin mengantar Abi sekalian pergi ke kampus dan melepas keberangkatannya ke Sumedang.


Abi terpaksa mengiyakannya, karena Papa Robby bersikeras untuk ikut mengantar kepergian anak kesayangannya itu.


Robby ingin memberikan sejumlah uang yang cukup banyak, untuk bekal Abi di Sumedang. Karena Robby hanya membawa uang tunai secukupnya, diapun akhirnya memberikannya dengan cara transfer kenomor rekening Abi.


Awalnya, Abi menolak uang pemberian Papa Robby. Namun, melihat wajah Papa Robby yang bersedih, mau tidak mau Abipun menerimanya.


"Papa.. sepertinya, ini terlalu banyak dan berlebihan." Kata Abi saat mengechek soldo tabungannya yang cukup banyak.


"Hanya 100 juta, itu bukan apa-apa sayang. Di banding dengan waktu yang telah hilang selama ini."


"Tapi, Pah..." Bantah Abi, namun dipotong oleh Papa Robby.


"Semua harta dan uang Papa adalah milikmu anakku, sayang. Kamu jangan merasa berat menerima, hanya dengan uang yang tidak seberapa itu."


"Baiklah Pah, kalau itu membuatmu senang." Kata Abi seraya tersenyum simpul.


"He.. he.. he.. gitu dong anak Papa yang sholeh, hati-hati disana yah, selalu waspada dimanapun kamu berada." Kekeh Robby merasa senang, dengan anaknya yang menurut dengan perkataannya.


"Iya Pah, terima kasih. Abi akan ingat pesan Papa." Ucap Abi seraya tersenyum dan memeluk papanya sekejap saja.


"Abi sayang, Mama hanya berpesan kepada kamu, untuk selalu berhati-hati dimanapun kamu berada. Jangan pernah tinggalkan sholat dan selalu melakukan kebaikan." Mariam berpesan dengan berlinang air mata.


"Iya Mah, akan selalu Abi ingat pesan dari Mama." Ucap Abi yang matanya sudah ikut berkaca-kaca.


Sedangkan Mbo Tami tidak bisa mengucapkan sepatah katapun, dia hanya menangis sesegukkan, seakan Abi akan pergi jauh untuk selamanya. Padahal Abi hanya akan KKN ke Sumedang, kurang lebih selama dua bulan saja.

__ADS_1


"Mbo Tami, Abi hanya pergi dua bulan saja. Kenapa Mbo Tami sampai bersedih segininya?" Tanya Abi seraya memeluk erat tubuh Mbo Tami, yang sekarang tidak gemuk lagi.


"Iya Aden, Mbo baru saja bertemu semalam sama Aden Abi, masa sekarang harus berpisah lagi. Hikkz.. hikkzz.. hikkzz... Mbo tidak mau kehilangan Aden Abi lagi seperti dulu." Kata Mbo Tami yang hatinya merasa gusar saat ini.


"Engga Mbo, Abi minta doa saja sama Mbo Tami, semoga Abi selalu di lindungi oleh Allah dimanapun Abi berada." Kata Abi menenangkan hati Mbo Tami, seraya mengusap punggung Mbo Tami lembut.


"Iya Aden Abi, Mbo selalu mendoakan keselamatan Aden dan agar Adrn Abi selalu dalam lindungan Allah, Aamiin." Ucap Mbo Tami tulus seraya mengurai pelukkannya.


"Baju Abi basah semua Mbo, kena air mata Mbo Tami, he.. he.. he. Mbo Tami sih cengeng." Kata Abi jahil seraya terkekeh menunjuk bajunya sendiri.


Sontak saja Papa Robby dan yang lainnya ikut tertawa dengan ucapan jahil Abi kepada ART kesayangannya itu.


"Ha.. ha.. ha.." Tawa mereka pecah.


"Assalamu'alaikum, selamat pagi Abi, Ibu-Ibu dan Bapak-bapak." Salam hangat dari Zainap ramah seraya tersenyum.


"Wa'alaikumsalam, selamat pagi juga." Jawab salam Abi dan yang lainnya bersamaan.


"Abi, apa saya tidak diperkenalkan dengan istri dan orang tua kamu?" Tanya Zainap dengan raut wajah begitu sendu.


"Salam kenal, Kakak Ningrum yang cantik. Nama saya Zainap, teman satu kelas Abi, senang berkenalan dengan Kakak." Ucapnya ramah seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Salam kenal juga adik Zainap, saya juga senang berkenalan dengan Adik." Sahut Ningrum ramah seraya menerima uluran tangan Zainap, lalu berjabat tangan.


"Ini Mama Abi, ini Papa Abi, dan ini Mbo Tami." Ucapnya lagi mengenalkan keluarganya seraya menunjuk satu persatu.


"Salam kenal Tante, Om dan Mbo Tami." Ucap Zainap seraya tersenyum ramah.


"Salam kenal juga Nak Zainap." Ucap mereka bergantian.


Setelah Abi memperkenalkan istri dan keluarganya, Zainapun pamit meninggalkan mereka.


"Zainap permisi dulu yah Abi, Kakak Ningrum, Om, Tante dan Mbo Tami, masih harus menemui teman yang lainnya."


"Iya, Nap." Jawab Abi dan diikuti oleh yang lainnya.

__ADS_1


"Al-habib, Zainap sangat cantik yah? Penampilannya sangat modis, meski berhijab. Orangnya sangat ramah, masih muda dan mudah bergaul sepertinya." Ujar Ningrum yang sedikit cemburu, dengan teman suaminya yang begitu sempurna pikirnya.


"Aiish.. Khumairahku sayang. Bagi Abi, istriku yang paling cantik, menarik, baik, semuanya sempurna dimata Abi." Kata Abi yang memuji istrinya di depan Mbo Tami dan kedua orang tuanya, hingga Ningrum mendadak wajahnya bersemu merah.


"Iih.. kamu bisa saja ngegombalnya Al-habib." Ucap Ningrum tersipu malu, dengan rayuan suaminya didepan mertua dan Mbo Tami.


"Engga gombal, sayang. Semua itu kenyataan, benarkan Mah, Pah dan Mbo Tami?" Kata Abi seraya bertanya kepada mereka orang tua dan ARTnya.


"Iya Nak Ningrum sayang, apa yang dikatakan Abi itu benar adanya." Ucap Mama Mariam jujur, lalu diangguki oleh Papa Robby dan Mbo Tami.


"Hi.. hi.. hi.." Ningrum hanya tertawa kecil, lalu merekapun ikut tertawa semuanya.


"Ooh.. iya sayang Khumairahku. Jaga diri baik-baik, selalu ada Al-habibmu ini dihatimu dan jangan cemburu seperti barusan lagi." Pesan Abi untuk istri tercintanya, seraya tersenyum mengembang, lalu memeluk dan mengecup kening istrinya lembut.


"Iya Al-habibku sayang, hati-hati disana, jaga hati juga buat aku dan jangan pernah tinggalkan sholat." Pesan Ningrum yang seketika menangis haru saat akan melepaskan kepergian suaminya selama dua bulan.


"Iya, sayang. Al-habibmu ini gemas rasanya." Ucap Abi begitu sayang kepada istrinya seraya mencapit hidung istrinya gemas.


"He.. he.. he.." Ningrum tertawa kecil dan diikuti oleh yang lainnya. Dunia serasa milik berdua kalau mereka sedang ber mesraan, sedang yang lainnya ngontrak saja.


"Assalamualikum, sampai jumpa, Abi sayang kalian semuanya." Ucap salam Abi saat dirinya akan bergabung dengan Mahasiswa lainnya.


"Wa'alaikumussalam, sampai jumpa kembali sayang." Jawab salam mereka bersamaan, seraya melambaikan tangan.


Akhirnya, semua Mahasiswa dan Mahasiswi kampus, sudah berkumpul didepan bus. Dosen yang memimpin dan membimbing kelancaran kegiatan KKN, sudah siap memberikan arahan dan bimbingan.


Pak Julian dan Ibu Tere, selaku Dosen yang bertugas melatih dan membimbing para mahasiswa dan mahasiswipun, langsung mengarahkan dan memberi intruksi saat akan bersiap naik kedalam bus.


"Perhatian untuk semuanya, kami mohon jangan ada yang berebut tempat duduk, yah! Ingat, kalian itu bukan anak kecil lagi, jadi harus tertib dan teratur. Kalian semua mengerti, bukan?" Ujar Ibu Dosen Tere, memberi peringatan.


"Mengerti Bu Dosen." Jawab semua Mahasiswa.


Setelah itu, merekapun semua naik keatas bus dengan teratur dan membawa semua perlengkapannya masing-masing.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....


__ADS_2