
๐ฅฐ๐ฅฐHappy Reading๐ฅฐ๐ฅฐ
Malam ini, adalah malam pertama untuk pasangan penomenal seorang guru cantik, Ningrum Chantika Maharani dengan mantan muridnya yang tampan Abi Maulanan Dirgantara.
Keduanya sedang berbincang mesra di kasur bigsizenya, selepas makan malam sepiring berdua. Abi tiduran dipaha istrinya, dengan manja.
"Ibu guruku sayang, mulai malam ini saya harus panggil Ibu guru dengan sebutan apa?" Tanya Abi serius, seraya memainkan jemari lentik milik istrinya.
"Eeemm.. terserah kamu suamiku, yang penting jangan Ibu guru." Ningrum menolak kata Ibu guru, menurutnya itu terlihat aneh.
"Kalau begitu, bagaimana dengan humaira?" Tanya Abi seraya mendongakan wajahnya untuk melihat istrinya.
"Eeemm.. boleh juga sayang, humairah bagus." Ucap Ningrum setuju dengan wajah senang.
"Kalau begitu, saya panggil istriku dengan sebutan humairah mulai saat ini." Ujar Abi dengan mantap.
"Heemm.. iya Al-habib." Sahut Ningrum malu-malu.
"He.. he.. he.. jadi humairah panggil suamimu ini dengan sebutan Al-habib?" Tanya Abi dengan senyum mengembang.
"Eemm.. iya sayang." Sahut Ningrum malu-malu.
"Baiklah, saya suka dengan panggilan Al-habib." Abi jujur dengan ucapannya.
"Humairah...?"
"Iya, Al-habibku sayang."
"Sudah mengantuk, belum?" Tanya Abi bangun dari posisi tidurnya, hingga menatap istrinya intens.
"Belum, Al-habib." Sahut Ningrum seraya menggelengkan kepalanya pelan.
Abi tersenyum mengembang, lalu dia bertanya. "Bolehkah, suamimu ini menja mah dirimu, humairah?"
"Eemm.. boleh Al-habibku, sayang."
Sebelum memulai penyatuan mereka, Abipun membacakan doa sebelum menyentuh istrinya.
ุจูุณูู ู ุงูููู ุงููููููู ูู ุฌููููุจูููุง ุงูุดููููุทูุงูู ููุฌููููุจู ุงูุดููููุทูุงูู ู ูุง ุฑูุฒูููุชูููุง
Tulisan latin: "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".
__ADS_1
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.
Setelah Abi membacakan doa tersebut, Ningrum mengaminkan dengan pelan.
"Aamiin..." Ucap Ningrum, seraya mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
Abi menatap lekat istrinya dengan penuh rasa cinta, Abi membuka kerudung istrinya dengan perlahan.
"Kamu sangat cantik humaira, istriku." Puji Abi, seraya mengecup puncak kepala istrinya dengan lembut.
"Terima kasih, Al-habib suamiku. Kamu juga sangat tampan, membuat siapa saja yang melihatmu, otomatis langsung kagum dan terpesona." Ungkap Ningrum yang selama ini dia rasakan. Cemburu akan banyak gadis yang menyukai suaminya ini.
"Hi.. hi.. hi.. istriku humairah cemburu sepertinya." Ledek Abi, seraya tertawa kecil.
Ningrum merona pipinya, saat suaminya mengatakan dirinya cemburu.
"Tapi cintaku padamu tidak pernah berkurang humairah istriku, bahkan dari hari ke hari semakin bertambah dan tulus untukmu seorang." Ucap Abi jujur akan ketulusan cintanya.
"Heemm.. aku percaya Al-habibku, sayang." Ucap Ningrum seraya bergumam pelan. Namun tetap terdengar oleh Abi, karena jarak mereka yang begitu intens.
Tanpa banyak bicara lagi, Abi melakukan tugasnya sebagai seorang suami kepada istrinya dan Ningrumpun demikian melayani semua keinginan suaminya dengan baik.
"Terima kasih, humaira istriku yang cantik. Suamimu ini sangat bahagia dan sangat mencintaimu." Ucapnya seraya mengecup keningnya lembut.
"Terima kasih juga suamiku, aku bahagia malam ini adalah malam pertama bagi kita, perlakuanmu begitu lembut, hingga aku sangat menikmatinya, Al-habib suamiku. Aku juga mencintaimu dengan segenap jiwa raga." Ungkap Ningrum jujur dengan apa yang dia rasakan.
Abi tersenyum bahagia, begitupun dengan Ningrum. Mereka saling berpelukkan dengan mesra dan sayang.
"Aaww.." Ningrum meringis saat akan bangkit dari kasur.
"Kenapa humaira, sayang?" Tanya Abi khawatir.
"Perih dan sakit Al-habib." Jawabnya.
"Kamu mau kemana? Apa aku gendong saja yah?" Tanyanya dengan wajah cemas.
"Mau pipis, tapi susah berjalan sepertinya." Sahut Ningrum jujur namun sedikit malu dengan keadaannya.
"Ooh.." Abi hanya mengatakan itu, kemudian Abipun langsung menggendong istrinya ala bridal style ke kamar mandi dan mendudukkan istrinya di closed duduknya.
Dengan perasaan campur aduk, Ningrum merasa malu namun dirinya begitu bahagia, saat perlakuan suaminya begitu manis kepadanya.
__ADS_1
"Al-habib sayang, Maaf yah, kamu keluar dulu sebentar. Aku tidak bisa pipis, kalau kamu masih disini." Usir Ningrum, namun masih batas sopan.
"Kenapa humaira? Bukankah, kita sudah sama-sama melihatnya? Bahkan aku sudah menyentuh semuanya, tanpa ada yang terlewatkan satu jengkalpun." Tanya Abi heran, dengan istrinya yang masih saja malu terhadapnya.
"Iya, Al-habib. Tapi, engga dengan saat aku buang air kecil juga. Aku tidak ingin, suamiku melihat hal menjijikan ini." Ujar Ningrum pada akhirnya.
Abipun mengerti, dia lantas berbalik dan menutup pintu kamar mandinya pelan. "Kalau sudah selesai, nanti panggil aku yah humaira, sayang." Pintanya.
"Iya Al-habibku, sayang." Sahut Ningrum seraya tersenyum melihat tingkah suaminya yang kecewa saat harus keluar dari kamar mandinya.
Tidak berselang lama, Ningrumpun menyelesaikan buang air kecilnya. Lalu memanggil suaminya untuk masuk.
"Al-habib, aku sudah selesai." Ucapnya sedikit malu-malu.
"Ooh.. iya, humairaku sayang."
Abi kembali membuka kamar mandi tersebut, lalu mengangkat tubuh istrinya dari atas closed. Ningrum sontak, mengalungkan tangannya di leher suaminya agar tidak terjatuh.
Abi menurunkannya diatas kasurnya kembali.
"Humaira, apakah sangat perih dan sakit dibagian intimu itu?" Tanya Abi sangat sedih, karena dirinyalah yang menyebabkan itu semua.
"Eemm iya Al-habibku, tapi tidak mengapa. Mungkin kita melakukannya baru pertama kali, jadi sedikit terasa perih dan sakit. Jangan khawatir Al-habibku sayang." Sahut Ningrum menenangkan suaminya, agar tidak terlalu cemas berlebihan.
"Ooh.. mungkin juga yah humairaku, sayang. Tapi suamimu ini minta maaf yah, kalau sudah membuatmu seperti ini."
"Iya Al-habib, tidak perlu meminta maaf, perlakuanmu padaku sangatlah lembut saat tadi kita melakukan penyatuan raga kita. Jika setiap wanita yang diperlakukan olehmu seperti itu, tidak akan ada seorang wanitapun yang akan menolaknya. Kau sungguh seorang suami yang begitu baik dan romantis menurutku Al-habibku sayang." Ungkap Ningrum dengan gamblang.
"Terima kasih humairah, tapi cintaku hanyalah untuk dirimu seorang. Perlakuan manisku hanya untuk wanitaku saja, humairaku sayang. Cup.. cup.. cup..." Ucapnya, seraya mendaratkan ciuman bertubi-tubi diwajah isttinya tanpa ada yang terlewatkan.
Ningrum pasrah, suaminya mencium seluruh wajahnya tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Selesai suaminya, Ningrumpun bergantian yang menciumi wajah suaminya dengan gemas dan lembut.
Abi merasa bahagia dicintai dan disayangi oleh istrinya, begitupun Ningrum merasa sangat beruntung diperlakukan begitu manis dengan penuh rasa cinta dan sayang oleh suaminya.
Keduanyapun akhirnya memejamkan matanya, sesudah berdoa sebelum tidurnya. Keduanya menyambangi mimpi indahnya, menjadi sepasang suami istri untuk pertama kalinya.
Abi dan Ningrum tidur dengan saling berpelukkan, di bawah selimut tebal mereka. Bahagia terpancar dari wajah keduanya saat tertidur pulas.
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....
__ADS_1