Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Hari Terakhir KKN


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Zainap menghapiri Abi dan Jhony, sahabat dan pacarnya yang kini sedang menyantap makan siang dan tertawa dengan obrolan mereka.


Tanpa sengaja rungunya mendengar jika Abi mengucapkan Jhony mengakui sesuatu, dirinyapun penasaran lalu bertanya. "Siapa yang mengaku, Bie?"


Sontak saja Abi dan Jhony shock melihat Zainap yang datang dari arah samping, tanpa sepengetahuan mereka.


Zainap lalu duduk disamping Jhony, namun dalam batas kewajaran ada jarak meski sedikit. Zainap mengerutkan keningnya, saat Abi dan Jhony hanya diam tak menjawab pertanyaannya.


"Bie.. apa kamu tidak mendengar pertanyaanku tadi, hueh..?" Tanya Zainap sedikit heran.


"I.. itu Nap, sebenarnya ada yang bilang kalau aku sangat bucin sama istriku. Belum lama bertemu sudah rindu, katanya lebaylah gitu. Tapi, sendirinya belum menikah saja sudah bucin akut sama pacarnya. Apa lagi sudah nikah, coba bayangin, Nap?" Jelas Abi panjang lebar, lalu mendapat pelototan dari Jhony.


"Ha.. ha.. ha... maksud kamu siapa yang kamu bicarakan, Bie? Jhony?" Tanya Zainap penasaran.


"Iya.. siapa lagi, Nap? Jhonylah... 'kan dia yang sedang bicara denganku!" Seru Abi seraya mengarahkan dagunya ke Jhony yang sedang tersenyum tipis kearah Zainap, menahan malu.


Zainapun seketika matanya mengarah pandangannya ke Jhony. "Masya Allah Jhony.. Jhony... ! Kalau memang kamu serius bucin akut sama aku. Apa kamu mau mengabulkan tantangan dariku?" Tanya Zainap dengan tersenyum smirk.


"T.. tantangan? Apa itu, sayang?" Tanya Jhony panik.


"Menikah! Selesai KKN, kamu kerumah orang tuaku dan mengajakku menikah." Tantang Zainap dengan senyuman paling mematikan menurut Jhony.


Jhony merasa sedang diangkat setinggi-tingginya oleh kekasihnya itu, permintaan yang diluar dugaan. Padahal baru sebulan dirinya berpacaran dengan Zainap.


Jhony tak percaya, Zainap begitu cepat mengambil keputusan untuk mengajaknya menikah. Namun, Jhony merasa senang bukan main, hingga bibirny sulit untuk berucap.


"Jhony.. Jhony.. malah bengong dia, Bie!" Ucap Zainap menjentikkan jarinya didepan wajah kekasihnya yang sedang melamun.


"Ha.. ha.. ha.. shock sepertinya, Nap." Ledek Abi tertawa puas.


Sontak saja ulah keduanya membuyarkan lamunan Jhony.


"Aissh.. kalian ini! Aku tidak mengira sayang, kamu secepat ini ingin menikah denganku. Kita 'kan baru pacaran satu bulan dan belum begitu dekat dan mengenal satu sama lainnya." Ucap Jhony ragu.

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.. Jhony.. Jhony... dalam islam itu sebenarnya tidak ada istilah pacaran, yang ada juga ta'aruf. Itupun hanya perkenalan untuk beberapa kali saja, lalu cocok dan menikah." Jelas Abi dengan tawanya, lalu menggelengkan kepala pelan.


"Benar tuh Jhony, apa kata Abi. Kalau kamu memang serius, kenapa tidak? Buktinya Abi saja bisa tuh menikah, meski masih kuliah." Kata Zainap to the point.


"He.. he.. he.. tapi aku belum punya penghasilan sayang. Nanti, saya kasih makan kamu apa? Saya saja masih jajan dari orang tua. Berbeda dengan Abi, dia mengajar ditempat Pondok Pesantren sepulang kuliah. Dia masih ada penghasilan, istrinyapun mengajar disana, sayang." Ujar Jhony panjang lebar dengan tawanya.


"He.. he.. he.. iya juga Nap, apa yang dikatakan Jhony, ada benarnya. Tapi, kamu bisa mencari kerja paruh waktu sepulang kuliah, Jhony. Itupun kalau kamu niat sih." Kekeh Abi mendengar alasan Jhony.


"Iya Bie, aku setuju dengan idemu. Tapi, engga tahu sama Jhony mau atau tidak." Kata Zainap ragu.


"Iya aku mau sayang. Terima kasih Bie, atas saranmu. Aku bisa kerja paruh waktu dikantor Papaku nanti. Selesai KKN ini, aku akan meminta orang tuaku melamarkan kamu untukku, sayang." Ujar Jhony tulus dengan tersenyum riang.


Zainap tidak bisa berucap apa-apa, air matanya tiba-tiba saja menetes dipipinya, saking terharunya. Dia sungguh bahagia bisa dicintai oleh Jhony yang baik dan serius seperti Abi, sahabat yang dicintainya dulu.


Abi yang melihat keduanya penuh dengan cinta, tersenyum bahagia.


"Jhony... sini aku peluk, menggantikan Zainap yang sedang menangis bahagia. Kalian 'kan belum boleh berpelukkan, belum mukhrim, he.. he.. he..." Ledek Abi terkekeh.


Jhonypun akhirnya memeluk Abi dan ikut terkekeh didalam pelukkannya.


"He.. he.. he.. aku semakin bahagia deh, punya sahabat kayak kamu Bie dan calon suami kayak kamu Jhony." Tutur Zainap bahagia.


"Engga apa-apa Bie, aku senang dibaperin calon istri. Ha.. ha.. ha.." Sahut Jhony tertawa puas.


Zainap makin tersipu malu, diapun akhirnya ingin meninggalkan kedua laki-laki itu yang masih asik menertawakannya.


"Mau kemana, sayang?" Tanya Jhony yang melihat pergerakkan Zainap seakan menjauh darinya.


"Aku mau pergi, mau bergabung dengan teman-teman yang lain, Assalamu'alaikum." Ujar Zainap mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam.." Sahut Abi dan Jhony bersamaan.


*******


Dua minggu sudah berlalu, Abi dan kawan-kawan Mahasiswa KKNpun telah usai melakukan kegiatan KKN di desa Sumedang tersebut.

__ADS_1


Hari ini, Bus yang akan mengangkut para Mahasiswa sudah menunggu di desa tetangga. Dosen Tere mewakili para peserta KKN perempuan, berpamitan dengan pemilik rumah yang sudah menampung mereka selama hampir dua bulan lamanya.


Mereka sangat berterima kasih atas kebaikannya selama ini, dan saling berpelukkan dan menangis haru. Ibu Dosen Tere memberikan sejumlah uang dalam amplop, hasil patungan para Mahasiswi untuk diberikan kepada pemilik rumah.


"Ibu dan Bapak tolong diterima ini, kami sangatlah senang bisa datang dan menjadi bagian dari warga desa ini meski hanya dua bulan lamanya. Tapi, banyak pelajaran yang bisa kami petik dari desa ini. Maaf.. jangan dilihat banyak tidaknya, tapi lihatlah keikhlasannya." Ujar Dosen Tere dengan gamblang.


"Atuh Ibu Dosen teh segala repot-repot begini, tidak perlu memberikan imbalan seperti ini. Kami ikhlas sudah bisa menjamu Ibu Dosen dan para siswi semuanya." Ucap Ibu pemilik rumah.


"Tidak apa-apa, Ibu dan Bapak. Kami juga ikhlas memberikan ini, mohon diterima. Kami akan sangat kecewa, jika Ibu dan Bapak tidak menerimanya." Ujar Ibu Dosen dengan memohon.


"Iya sudah atuh Ibu Dosen, terima kasih, ini saya terima. Semoga rezeky Ibu Dosen dan semua siswi KKN teh, diganti yang lebih banyak oleh Allah SWT. Aamiin..." Tutur Ibu pemilik rumah dengan berdoa kebaikan.


"Aamiin.. sama-sama Ibu dan Bapak." Ucap Ibu Dosen Tere dan dikuti oleh anak mahasiswinya.


Merekapun lantas pergi menuju tempat kediaman Dosen Julian dan para mahasiswa laki-laki, merekapun berpamitan dengan pemilik rumah yang menampung para mahasiswa laki-laki.


Dosen Julianpun memberikan bingkisan dan amplop sama halnya yang dilakukan oleh Ibu Dosen Tere. Awalnya mereka menolak, namun dengan rayuan Dosen Julian, akhirnya merekapun mau menerimanya.


Selesai berpamitan dengan pemilik rumah yang menampung mereka, lalu mereka berkumpul di balai desa untuk mengadakan jamuan perpisahan.


Semua para pejabat desa seperti Bapak Lurah, Bapak RW dan Bapak RT sudah berkumpul dibalai desa. Mereka memberikan sambutannya, mengenai kegiatan yang selama ini mereka lakukan di desa tersebut.


Dosen Tere dan Dosen Julianpun ikut memberikan sambutan untuk ucapan terima kasih kepada semua warga desa tersebut.


Selesai acara sambutan dan doa bersama, kemudian merekapun menikmati jamuan yang sudah dipersiapkan oleh panitia desa dan warga untuk hari terakhir para mahasiswa calon Dokter muda dari Jakarta.


Para mahasiswa dan warga saling berphoto untuk terakhir kalinya, mereka akan membuat dokumentasi dengan merekam kegiatan terakhir kalinya. Saat ini mereka saling bercengkrama dan melepas kepergian para mahasiswa dengan tangis haru biru.


Ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Semua warga desa, Pak Lurah, Pak RW dan Pak RT melepaskan kepergian mereka dengan melambaikan tangan perpisahan dan derai air mata.


"Selamat jalan semuanya, semoga sukses menggapai masa depan yang cerah. Terima kasih berkat kalian desa kami bisa membangun tempat pelayanan kesehatan klinik 24 jam dan puskesmas gratis untuk warga desa kami." Ucap salah satu warga yang terharu atas kebaikan orang tua Abi yaitu Pak Robby Dirgantara.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...


__ADS_2