Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Semua Karena Zainap


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Jhony dan Denis menatap tajam kearah Abi dan teman-temannya. Ucapan sinisnya tidak membuat mereka menyerah untuk tetap ikut bergabung. Mereka tidak ambil pusing setiap ucapan Jhony yang ketus, selama masih batas wajar.


"Aiish.. susah sih, ngomong sama orang sok paling TOP nomor satu mah. Engga bakalan digubris dan didengar juga, betul engga Nis?" Sindir Jhony menghunus tajam tatapannya kearah Abi.


"I.. iya betul, Jhon." Ucap Denis gugup merasa tidak enak dengan Abi dan yang lainnya.


Abi dan yang lainnya sudah memahan kesal, namun Riko sudah tidak bisa lagi. Dirinyapun tersulut amarah, yang sudah tidak bisa ditahannya lagi.


"Mau loe apa sih, Jhoni? Jangan cari gara-gara loe! Ini di desa orang, mulut loe pedes banget kalau ngomong. Loe mau cari ri.." Ucap Riko terhenti, saat Abi menahan tangan dan tubuh Riko yang akan maju kedepan untuk menghampiri Jhony.


"Sudah Riko, yang waras ngalah saja. Saya tidak mau nama kampus kita jelek, gara-gara keributan yang disebabkan oleh Mahasiswa yang sedang KKN di Desa ini. Tolong sabar dan ikhlas apa yang dikatakan olehnya." Ucap Abi untuk bersabar.


"Kamu bisa sabar Bie.. tapi, kalau saya tidak bisa. Benar engga teman-teman?" Ujar Riko seraya menanyakan pendapat teman yang lainnya.


"Iya Bie, saya juga sudah geram dengan kata-kata dan sikap si Jhony selama ini." Ucap Yanto mengemukakan isi hatinya.


"Sama Bie, saya juga malas satu kamar sama si Jhony. Malam ini saya akan pindah ke kamar kamu saja, Bie." Tutur Ardi mengeluarkan unek-uneknya selama ini.


Azhar dan yang lainnya, masih diam dan bersabar dengan mengikuti ucapam Abi.


"Terserah kalian, kalau kalian masih tersulut emosi! Apa bedanya kalian sama mereka? Lebih baik kita sabar dan damai, sebentar lagi Bu Dosen Tere dan Pak Dosen Julian akan datang. Apa kalian ingin di diskualifikasi dan keluar saat ini juga dari kegiatan KKN?" Jelas Abi dengan gamblang.


Akhirnya Riko dan yang lainnya bungkam, tidak mengucapkan satu katapun. Abi memang paling pintar untuk meluluhkan hati sahabatnya yang mulai tersulut emosi.


"Ha.. ha.. ha.. ternyata hanya segitu saja nyali loe, hah..? Dasar payah! Ayam sayur loe pada." Jhony tertawa, lalu menghina Abi dan teman-temannya.


"Eehemm.. ada apa ini? Kenapa kalian bersitegang seperti ini? Terus.. kenapa kamu menghina mereka, Jhony?" Tanya Dosen Julian yang baru saja datang dan mendengar Jhony sedang menghina teman-temannya.


Sontak saja Jhony dan yang lainnya seketika mendadak tegang, dengan kedatangan Dosen Julian dan Dosen Tere.


"Pak Dosen dan anak-anakku yang Ibu Dosen sayang, saya izin terlebih dulu untuk menemui para gadis di dalam." Ujar Dosen Tere, lalu berjalan kedalam Produksi menyusul para gadis.


"Iya... Bu Dosen!" Jawab Dosen Julian dan para Mahasiswa bersamaan.

__ADS_1


"Jhony.. kamu belum jawab pertanyaan dari saya?" Dosen Julian menagih jawaban Jhony.


"Eemm.. i.. tu.. a.. nu.. saya hanya bercanda Pak Dosen." Ucap Jhony sangat gugup, dirinya tertangkap basah.


"Benarkah? Apa benar yang dikatakan Jhony, kalau dia tadi hanya bercanda?" Dosen Julian bertanya kepada anak yang lainnya, dengan perkataan Jhony yang dia dengar barusan.


"Uhuk.. uhuk.." Riko mendadak batuk.


"Ehem.. ehem.." Yanto mendadak berdehem.


"Haaasim.. haasim.." Ardi mendadak bersin.


Sedangkan yang lainnya hanya terdiam, gamang dengan jawaban yang akan mereka katakan.


Jhony sudah merasakan dag dig dug, jantungnya benar-benar berdebar karena takut dirinya ketahuan berbohong dan akan di diskualifikasi dari kegiatan KKN.


"Kenapa dengan kalian, hah..? Kalau kamu batuk, minum obat batuk Riko. Kalau kamu sakit tenggorokkan, minum obat radang Yanto. Terus kalau kamu sedang bersin-bersin, minum obat flu, Ardi." Ujar Dosen Julian.


"I.. iya, Pak Dosen." Sahut Mereka bersamaan.


"Baik, Pak Dosen." Sahut semua Mahasiswa yang ada disana.


Akhirnya Abi dan Jhonypun bersalaman dan saling meminta maaf.


"Maaf yah Abi, kalau gue suka ketus dan iri sama loe." Ucap Jhony mengakui kesalahannya.


"Saya juga minta maaf, sudah tanpa sengaja membuat kamu iri. Tapi, apa yang membuat kamu iri kepada saya? Padahal kamu itu sudah memiliki semuanya. Kaya sudah pasti, tampan tidak meragukan, pintar sudah jelas. Lalu apa lagi yang kurang dari kamu, Jhon? Maaf saya hanya heran saja." Ungkap Abi dengan gamblang.


"Zainap, Bie! Gue menyukai Zainap! Tapi, harapan gue pupus saat dia menolak cinta gue. Mungkin Zainap menyukai loe, makanya gue engga suka sama loe sejak Zainap dekat sama loe." Bisik Jhony kepada Abi, sontak saja Abi langsung tertawa renyah.


"Ha.. ha.. ha.. ya Allah hanya karena itu Jhony, kamu sampai membenciku! Kamu sungguh salah paham, Jhony. Aku tidak menyukai Zai.." Ucapan Abi terhenti saat tangan Jhony membekap mulut Abi cepat.


Abipun memukul pelan lengan Jhony, untuk melepaskan telapak tangan Jhony dari mulutnya.


"Sorry Bie, gue malu kalau loe sampai ucap nama dia." Kata Jhony memelas.

__ADS_1


"Iya.. iya.. saya juga minta maaf, saking kagetnya tadi tanpa sadar saya hampir keceplosan." Ucap Abi menyesal.


Seketika saja Riko dan yang lainnya mengundang tanya, ada apa dengan mereka berdua.


"Kenapa kalian? Langsung akrab saja?" Tanya Riko curiga.


"He.. he.. he.. iya dong Riko, gue engga mau sampai kita dipulangkan dan gagal, untuk kegiatan KKN kita ini." Kekeh Jhony mencari alasan.


"Syukur deh, kalau loe sudah sadar Jhony." Sindir Riko, lalu yang lainnya ikut mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.


"Maafin gue yah, kalian jadi ikut-ikutan dalam masalah gue."


"Hei.. apa kalian sudah berdamai dan akan menjalankan kegiatan KKN ini sampai selesai?" Tanya Dosen Julian yang melihat mereka sudah berdamai.


"Sudah Pak Dosen."Jawab Abi dan yang lainnya bersamaan.


"Baiklah, sekarang kita menyusul para wanita yang sudah lebih dulu bergabung." Ajak Dosen Julian yang langsung diangguki oleh Abi dan yang lainnya.


Abi dan kawan-kawanpun mengekori Dosen Julian berjalan ketempat para gadis yang sedang berdiskusi.


"Hallo.. apa kabar, Assalmu'alaikum.." Ucap Dosen Julian memberi salam, saat sudah memasuki ruang produksi pembuatan tahu.


"Wa'alaikumsalam.." Jawab salam Dosen Tere dan diikuti oleh para mahasiswa wanita.


"Kalian kenapa baru kesini? Apa ada masalah?" Tanya Dosen Tere penasaran.


"Engga ada, Bu Dosen. Semuanya aman, engga ada masalah." Sahut Dosen Julian berbohong demi kebaikan. Sedangkan Mahasiswa yang lainnya mengangguk kecil dan terseny ramah.


"Nanti, saya akan dekatkan kamu dengan Zainap, Jhony." Ucap Abi berbisik ditelinga Jhony.


"Sungguhkah, Abi? Terima kasih yah, loe ternyata teman yang baik dan pengertian." Ucap Jhony senang, tidak menyangka Abi begitu baik kepadanya. Padahal, selama ini dirinya selalu iri dan benci kepada Abi.


"Iya.. saya sungguh-sungguh." Ucap Abi serius.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...


__ADS_2