Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Rindu Berat


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Selesai persidangan perceraian Tuan Robby, Mariam dan Ningrum hendak pamit meninggalkan ruang sidang kepada Tuan Robby dan Mbo Tami.


"Pah.. Mbo Tami.. Ningrum dan Mama pamit dulu yah. Ningrum turut mengucapkan selamat atas kemenangan hasil sidangnya untuk Papa." Ucap Ningrum mencium punggung tangan Robby dan Mbo Tami.


Sedangkan Mariam hanya tersenyum kepada Robby dan berpelukkan dengan Mbo Tami.


Saat Robby melihat Mariam begitu cantik dan berpelukkan dengan ARTnya, terbesit bayangan dirinya dulu selalu berada dalam pelukkan mesranya Mariam, saat mereka masih menjadi suami istri.


Tanpa sadar bibirnya Robby, tersenyum melihat mantan istrinya. Ningrum yang melihat Papa Robby tersenyum saat melamun, keluar ide jahilnya.


"Jangan hanya dilamunin saja Pah, di wujudin dong. Coba terus, jangan menyerah. Sampai bosen tidak apa, yang penting usaha terus." Ucap jahil Ningrum, yang membuat Robby dan Mariam sontak melirik ke arah Ningrum bersamaan.


"Aissh.. kompak banget, Papa dan Mama melihat Ningrum."


"Ha.. ha.. ha.. kamu bisa saja Nak Ningrum. Menantu Papa yang pengertian, beruntungnya anak Papa Abi, mempunyai istri secerdas dan sepintar Nak Ningrum." Robby tertawa dengan ucapan menantunya lalu memujinya.


Mariam hanya tersenyum, saat menantunya Ningrum meledeknya dengan mantan suaminya. Hati Mariam sudah sedikit melunak, tidak sekeras kemarin-kemarin.


"Ningrum juga beruntung, memiliki suami genius seperti Abi dan masih muda pula. Apa lagi jika Mama dan Papa bersatu lagi, semakin bahagia Abi dan Ningrum." Ningrum sengaja mengatakan hal itu untuk mengetahui respon Mama Mariam, ternyata mertuanya itu hanya tersenyum malu.


"Kenapa engga di Aamiinin Mah, Pah." Ucap Ningrum protes.


"Aamiin." Ucap Robby dan Mariam bersamaan, lalu disusul oleh Mbo Tami dan Ningrum juga.


"Tuan Robby, saya izin pulang. Selamat yah sekali lagi saya ucapkan." Ucap Pengacara Farhan.


"Iya.. Pak Pengacara Farhan, terima kasih atas bantuan anda. Saya akan segera transfer bayaran dan bonusnya untuk Bapak." Ucap Robby seraya berjabat tangan dengan tersenyum.


"Terima kasih juga Tuan Robby." Ucap Farhan senang menerima jabatan tangan dengan tersenyum.


Lalu Farhanpun bersalaman dari jauh dengan Mbo Tami, Mariam dan Ningrum.


"Pah, kami pulang sekarang. Assalamualaikum.." Salam Ningrum dan Mariam bersamaan.


"Tunggu Nak, apa boleh Papa ikut mengantar kalian? Papa ingin berbagi kebahagiaan kepada anak-anak Pondok, dengan membagikan makanan dan ATK (Alat Tulis Kerja)." Pinta Papa Robby memohon.


"Boleh dong Pah, niat baik harus didukung. Betul engga Mah?" Tutur Ningrum, lalu minta pendapat Mama Mariam.

__ADS_1


"Heem.. " Mariam hanya bergumam pelan dan tersenyum kikuk, karena ditatap oleh mereka.


"Iyes.. terima kasih sayang, kalian sangat berarti bagi saya." Ucap Robby tanpa sadar terbawa suasana.


"Cieh.. Papa sedang merayu Mama nih! Siapa yang berarti, Pah? Ningrum pingin dengar sekali lagi."


Mbo Tami hanya senyum-senyum sendiri, sedangkan Mariam sudah menahan malu.


"Aissh.. kasihan itu Mama kamu sudah merah merona wajahnya mirip kepiting rebus, jangan digodain terus."


"Hi.. hi.. hi.. benar Pah.. Mama bikin gemas yah Pah?" Ningrum tertawa kecil, lalu ikut menimpali ucapan Papa Robby.


"Iya sayang, menggemaskan tapi bikin resah hati Papa. He.. he.. he.." Ucap Robby terkekeh.


"Waah.. Mama sudah membuat Papa resah hatinya, memikirkan Mama yang menggemaskan, hi.. hi.. hi.."


"Sudah dong, kalian engga ada capenya apa membicarakan saya. Segini ada orangnya loh, apa lagi kalau tidak ada saya, habis kuping saya berdengung terus." Kata Mariam menghentikan obrolan mereka seputar dirinya.


"Ha.. ha.. ha.. yang diomongin sudah bertaring loh Pah! Dari pada nanti mengamuk, ayo kita pulang sekarang." Tawa Ningrum saat Mama mertuanya mulai bersuara.


"Iya.. ayo kita pulang. Mbo Tami pulang sama Pak Iwan saja yah." Ucap Robby tersenyum.


"Cieh.. Mbo Tami sih, jadi ada yang diam-diam senyum-senyum tuh, he.. he.. he.." Ledek Ningrum terkekeh melihat Mertuanya yang seperti baru pertama kali jatuh cinta.


"Sudah aah.. saya duluan." Ucap Mama Mariam meninggalkan mereka. Akhirnya merekapun menyusul untuk mengikuti Mariam ke parkiran.


*******


Di Sumedang, Abi dan teman-teman KKNnya sedang melakukan kunjungan ke kebun teh untuk penelitian.


Mulai dari penanaman bibit teh, pemeliharaannya, saat pemetikan pucuk teh hingga pengolahan teh.


Pengolahan teh itu mencakup pelayuan, oksidasi, penghilangan warna hijau dan yang terakhir pembentukan dan pemeliharaan teh.


Abi dan yang lainnya, ikut membantu kegiatan para pekerja teh, mulai dari menanam teh sampai proses pembuatan teh itu sendiri selama satu minggu penuh.


Hari ini malam sabtu, semua peserta KKN diberikan jatah libur dua hari untuk bersantai dirumah ataupun liburan ketempat-tempat indah yang ada di desa tersebut.


Proses pengajuan pembuatan klinik 24 jam dan Puskesmas untuk Masyarakat desa tersebut, ternyata sudah disetujui. Namun, harus menunggu dana dari pemerintah setempat turun sekitar tiga bulan lagi.

__ADS_1


Abi sedang melakukan Video call bersama istrinya Ningrum yang hampir setiap malam mereka lakukan, meski hanya sekedar menyapa dan melepas rindu yang teramat sangat.


Abi rindunya sungguh tidak tertahankan, padahal belum satu bulan mereka berpisah dengan jarak dan waktu. Seperti saat sekarang ini yang mereka lakukan di ponselnya melalui Video Call.


"Al-habib kenapa senyum-senyum terus dari tadi? Itu wajahnya jadi gemesin lihatnya."


"Khumairah, saya sedang rindu berat sama khumairah. Pingin dibelai, disayang dan dimanjain. Padahal belum genap satu bulan kita berpisah yah, sayang."


"Tiap malam ngomongnya gitu, kangen terus dan pingin disayang, dimanja dan di belai. Dasar anak brondong yang lagi bucin hi.. hi.. hi.."


"Biarin bucin juga, sama istri sendiri, he.. he.. he.."


"Bagaimana liburan kali ini? Istirahat dirumah atau jalan-jalan seperti hari libur sebelumnya."


"Kalau boleh sih, Khumairahku datang kesini melihat suasana didesa ini yang sejuk dan indah. Bisa merasakan udara pagi yang menyegarkan, malam yang dingin seperti saat ini berada dalam pelukkan istri tercinta. Sungguh nikmat rasanya bila saat ini kamu yang ada dalam pelukkanku Khumairah, bukan guling kayak gini."


"Aiish.. mesum banget suamiku. Al-habib ini sekarang pandai menggoda sekali yah, kamu itu sungguh membuat resah hati saya. Jadi pingin kesana besok, kalau begitu."


"Waah.. mau banget, Al-habibmu akan sangat senang sekalih, kalau sampai itu terjadi. Kamu sudah mengantuk yah khumairabku sayang?"


"Huaam.. iya sayang, khumairah sudah ngantuk banget. Tadi siang banyak memeriksa tugas anak-anak yang habis tes ulangan mingguan."


"Iya sudah kalau begitu, kamu lekas tidur. Mimpiin indah suamimu yah, Al-habibmu ini sangat mencintaimu dan merindukanmu. Ingin cepat-cepat bertemu dan memelukmu erat, mengurungmu seharian penuh dan bermanja-manja didalam belaianmu. He.. he.. he.."


"Banyak banget maunya! Iya besok insya Allah, istrimu ini akan kesana."


"Benar seriusan khumairahku, sayang?"


"Iya.. memang Papa Robby yang sudah bilang kemarin saat datang ke Pondok."


"Papa semakin gencar yah khumairah, untuk mendapatkan cintanya Mama kembali."


"Iya, semangatnya perlu diacungi jempol, seperti suamiku tercinta ini. Khumairahmu ini juga sangat merindukanmu, apa lagi kalau melihat Papa sedang gencar merayu Mama Mariam, istrimu ini yang malah senyum-senyum sendiri melihat kelucuan mereka yang so sweet."


"Syukurlah sayang, semoga saja hati Mama lekas mencair dan mau kembali menjadi istri Papa lagi. Agar dimasa tua mereka, bisa hidup bahagia berdampingan. Lalu, kita akan hadiahi cucu yang lucu, cantik, tampan, sholeha, sholeh dan pintar."


"Aamiin.. ya Allah."


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...


__ADS_2