
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Abi menjelaskan bahwa istri barunya Papa itu yang bernama Tante Lusia, adalah mantan sekretaris Papa dulu, saat Abi masih duduk di bangku SMP.
Disaat Mama curiga, jika Papa menjalin hubungan terlarang dengan Tante Lusia, sekretarisnya itu. Dengan cepat Papa langsung memecat Tante Lusia, agar hubungan mereka tidak terbongkar oleh Mama.
Namun perceraian Mama dan Papa tetap terjadi juga, tapi Abi tidak tahu pasti apa penyebabnya saat Mama dan Papa bercerai saat itu.
"Bagaimana Aden tahu kalau Mama tiri Aden itu mantan sekretaris Papa Aden?" Tanya Mbo Tami yang sungguh tidak mengetahui sosok Lusia sebelumnya.
"Saat itu, ponsel Papa tertinggal dirumah, Abi diminta Mama untuk mengantarkan ponselnya ke kantor Papa. Namun saat Abi sudah ada di depan ruang kantor Papa, tidak sengaja Abi melihat Papa dan sekretarisnya berciuman mesra di dalam ruangan Papa. Saat itu pintunya agak sedikit terbuka, dengan jelas Abi melihat wajah sekretaris Papa yaitu Tante Lusia." Jelas Abi panjang lebar.
"Ya Allah, Aden masih kecil sudah melihat adegan orang dewasa!" Seru Mbo Tami miris, mendengarkan cerita Abi.
"Mau bagaimana lagi? Mata Abi sudah ternoda, oleh perbuatan Papa yang menghianati Mama."
"Lalu ponsel Papa Aden saat itu, bagaimana?"
"Ponsel Papa, Abi kembalikan sama Mama, tapi Abi tidak berani mengatakan sejujurnya masalah itu pada Mama, bahkan pada Mbo Tamipun Abi tidak berani bercerita, Bukan?"
"Iya juga, Aden baru cerita sekarang, dan Mbo saja kaget dengar cerita Aden. Berarti perceraian Nyonya Mariam dengan Tuan Robby, bisa jadi ada hubungannya dengan Mama tiri Aden." Tuduh Mbo Tami beralasan.
"Belum tahu pasti sih Mbo, bisa iya bisa juga tidak."
"Tapi, kenapa Mama Aden bisa curiga sama sekretaris Papa Aden, kalau mereka memiliki hubungan terlarang atau berselingkuh dibelakang Mama Aden."
"Mama pernah membaca chat WA Papa sama sekretaris Lusia yang sedikit mesra, lalu Mama menanyakan soal chat mesra itu kepada Papa. Saat itu Abi tidak sengaja mendengar pertengkaran mereka, ketika Abi lewat didepan kamar Mama dan Papa." Jelas Abi dengan gamblang.
"Ya Allah, Mbo Tami jadi kasihan sama Nyonya Mariam Aden." Ucap Mbo Tami lirih.
__ADS_1
"Iya Mbo, saat itu Abi baru kelas satu SMP, jadi Abi belum bisa bercerita sejujurnya, soal apa yang Abi lihat dikantor Papa kepada Mama. Abi terlalu takut untuk mengatakannya." Ungkap Abi dengan jujur, tentang apa yang dilihatnya.
"Jadi ini ternyata penyebab Aden bersikap ketus, dan kasar sama Nyonya Lusia dan kedua anaknya?" Tanya Mbo Tami yakin.
"Iya Mbo." Sahut Abi lirih.
"Sini Mbo peluk Aden Abi, jangan khawatir masih ada Mbo Tami, yang akan menjaga Aden Abi. Mulai sekarang kita harus hati-hati, dengan sirubah licik itu." Ujar Mbo Tami, seraya memeluk Abi dengan erat.
"Mbo.. sebutan rubah licik, untuk Tante Lusia sangat cocok sepertinya. He.. he.. he..." Ucap Abi puas, masih dalam pelukkan Mbo Tami.
"Iya sudah, mulai sekarang Aden harus berani melawan mereka, jika rubah licik itu mulai berulah." Saran Mbo Tami untuk selalu berani, menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi.
"Baik Mbo, sekarang Abi sudah besar dan berani untuk melawan, jika ada ancaman dari rubah licik itu."
"Bagus Aden, itu baru namanya Aden Abi Maulana Dirgantara." Puji Mbo Tami seraya mengurai pelukkannya.
Papa Robby dan istri barunya berjalan melewati Abi dan ARTnya, pemandangan itupun tidak luput dari penglihatan mereka berdua. "Kalian sedang ngapain, kenapa peluk-pelukkan?" Tanya Papa Robby heran, melihat anak dan ARTnya begitu dekat seperti Ibu dan Anak.
"Cieh.. masih saja kamu anggap orang itu Mamamu Abi!" Ucap Papa Robby berdecak sebal, sedang Lusia berpura-pura menahan amarah suaminya.
"Pap.. sampai kapanpun Mama Abi tetap Mama Mariam, tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun, meski Papa mempunyai istri baru, yang merupakan mantan sekretaris Papa, dan sekaligus selingkuhan Papa." Hardik Abi kepada Papanya, yang sudah merendahkan harga diri Mama kandungnya.
Wajah Papa Robby dan Lusia seketika terlihat shock, saat mendengar ucapan Abi yang seakan menyudutkan mereka. Lalu Abi dan Mbo Tamipun beranjak pergi, meninggalkan mereka yang masih membatu, tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Abi.
"Papa, kenapa Abi bisa tahu masa laluku yang menjadi sekretarismu, dan juga soal perselingkuhan kita? Bukankah saat itu Abi masih kecil, dan tidak mengerti masalah orang dewasa?" Tanya Lusia tentang masa lalunya, yang telah diketahui Abi.
"Saya juga tidak tahu Sayang, kenapa Abi bisa mengetahui soal pekerjaanmu dulu, dan hubungan terlarang kita." Ujar Papa Robby masih heran, dengan Abi yang tiba-tiba mengetahi masa lalunya.
Tidak berselang lama kemudian, Abi sudah rqpih dengan penampilannya, memakai jaket kulit berwarna hitam, dengan celana jeans dan topi berwarna senada dengan jaketnya. Abi akan pergi turnamen balapan motor malam ini, karena jadwalnya saat ini dirinya yang akan bertanding.
__ADS_1
Firman dan Noval sudah menghubungi Abi untuk datang secepatnya, karena latihan akan segera dilaksanakan sebentar lagi. Abi berpamitan kepada Mbo Tami dan juga Papa Robby, namun seperti biasa dia tidak memandang sedikitpun kearah Mama tirinya itu. Padahal Lusia sudah bersikap semanis mungkin didepan Abi, untuk mendapat simpatik suaminya.
"Abi, nanti pulangnya jangan terlalu malam, jangan sampai lewat jam 12. Kalau sampai hal itu terjadi, Papa akan menghentikanmu dari turnamen balapan motor itu." Ancam Papa Robby, yang kesal karena istri barunya selalu tidak dianggap olehnya.
Bibir Lusia tersenyum miring, saat suaminya mengancam anaknya itu. "Yes.. rencanaku berhasil, membuat Abi terkena marah oleh Papanya sendiri." Bathin Lusia bersorak senang.
"Dasar rubah licik, bisa-bisanya dia bersikap sok manis didepan Papa. Ternyata ini rencananya, untuk membuat aku tersingkir." Bathin Abi berucap kesal.
"Iya Pap, Abi usahakan pulang sebelum jam 12 malam." Sahut Abi, mencoba mengikuti kemauan Papanya.
"Iya sudah hati-hati nanti balapannya, jangan sampai terluka dan terjatuh." Pesan Papa Robby mengingatkan.
"Iya Pap." Sahut Abi singkat, kemudian diapun pergi dengan mengendarai motor balapnya dengan bergerak cepat.
"Papa, Abi mau pergi kemana itu? Sudah rapih banget." Tanya Rio ketika tidak sengaja melihat Abi dengan penampilan keren, tidak terlihat anak sekolah sama sekalih.
"Itu Abi ada turnamen balapan motor, hari ini jadwal Abi balapan." Jawab Papa Robby jujur.
"Memangnya Abi ikut turnamen balapan motor dimana Pap?" Tanya Rio penasaran.
"Disirkuit sentul Bogor, Nak Rio." Sahut Papa Robby yang dia tahu.
"Waah.. keren tuh Pap, aku juga mau ikutan turnamen seperti Abi." Ucap Rio, dengan senyum mengembang.
"Iya sudah, nanti Papa suruh Abi untuk kamu mendaftar kesana." Ujar Papa Robby.
"Terima kasih Pap." Ucap Rio senang.
"Tunggu Abi, aku pasti akan menggantikan posisimu." Ucap Rio dalam hatinya.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....