Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Suami Istri


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Setelah acara Ijab Qabul selesai, MC Pernikahan mempersilahkan Mempelai wanita untuk keluar kamar, menemui suaminya dan para tamu undangan.


Akhirnya Mempelai wanita keluar dari kamar pengantin, untuk menemui suaminya di depan Penghulu. Ningrum diapit oleh Mama Mariam dan Mama Anita, dengan berjalan anggun nampak mempesona berbusana Pengantin.


Wajah Ningrum sangat cantik, dengan berbusana muslim berbentuk gaun Pengantin yang indah dan anggun. Para tamu undangan terpesona melihat kedatangan Pengantin wanitanya.


Abipun begitu kagum, melihat istrinya semakin datang mendekatinya. Abi bergeming, hingga dadanya terus berdebar-debar. Tanpa sadar istrinya sudah ada dihadapannya.


Ningrum tersenyum melihat suaminya yang sedang melamun, hingga mulutnya sedikit terbuka dengan mata yang tidak berkedip. Ningrum sudah melihat suaminya saat mata mereka saling bersirobak.


Ningrumpun kagum dengan penampilan suaminya hari ini, semakin tampan dan lebih dewasa.


"Assalamu"alikum, suamiku." Salam Ningrum dengan penuh cinta, seraya meraih punggung tangan Abi dan menciumnya.


"Wa'alaikumsalam, istriku sayang." Sahut Abi dengan penuh cinta, mengecup kening Ibu Ningrum.


Ningrum duduk disamping suaminya, senyum merekah dari kedua mempelai itu selalu terpancar dari bibir keduanya.


Abi dan Ningrum menandatangani surat nikah mereka, keduanya sudah sah menjadi suami istri secara Agama dan Negara. Dilanjutkan tanda tangan oleh Wali Nikah dan Saksi Nikah.


"Barrakalloh yah Mas Abi dan Mba Ningrum, sekarang sudah resmi menjadi suami istri halal dimata Agama dan Allah." Ucap Bapak Penghulu dengan tulus.


"Terima kasih, Bapak sudah menikahkan kami." Ucap Abi tulus, seraya berjabat tangan, lalu diikuti oleh istrinya Ningrum.


"Sama-sama, Mas Abi dan Mba Ningrum." Pak Penghulu itupun menerima jabatan tangan mereka.


Abi dan Ningrumpun melakukan sungkeman, dengan kedua orang tua Ningrum dan Mama Mariam. Pak Kiai Zain dan Umi Khadijahpun ikut bergabung, dengan para orang tua Mempelai Pengantin.


"Mama, Abi mohon doa restu yah untuk pernikahan kami." Ucap Abi lirih, lalu diikuti oleh Ningrum istrinya. Merekapun menangis haru saat bersimpuh di kaki Mamanya.


"Mama memberi restu untuk kalian berdua sayang, semoga sakinah, mawahdah dan warohmah." Ucap Mama Mariam bahagia, dengan tangisan haru membasahi pipi cantiknya.


"Terima kasih, Mamah." Ucap Abi dan Ningrum bergantian.


Kemudian kedua mempelai pengantin melakukan sungkeman selanjutnya, sama seperti yang dilakukan kepada Mama Mariam. Para orang tua semuanya menangis haru dan bahagia.


Setelah selesai melakukan sungkeman, merekapun melakukan upacara adat yaitu acara saweran, menginjak telur, berebut ayam panggang dan melempar kembang.


Kedua mempelai pengantin kemudian dibawa ke pelaminan, untuk diberikan ucapan selamat oleh para tamu undangan.

__ADS_1


Senyuman dari keduanya tidak pudar, dilemparkan untuk semua para tamu yang hadir dalam acara pernikahan mereka.


"Selamat yah Adik iparku yang cantik, dan Adik angkatku yang ganteng, semoga jadi keluarga yang bahagia dan cepat diberikan keturunan yang sholeh dan sholeha." Ucap Ustadzah Madinah tulus, dengan senyum mengembang.


"Terima kasih, Kakak Madinah." Ucap Ningrum dan diikuti oleh Abi suaminya.


Lalu Suaminya Ustad Faris juga memberikan selamat kepada kedua mempelai, dan diikuti oleh guru-guru, Ustad dan Ustadzah serta Santriwati yang ikut hadir.


Meliana ikut bahagia, mengucapkan selamat kepada Ibu guru kesayangannya dan Bapak guru yang dia kagumi.


Ningrum dan Abi bahagia dan menangis haru, ketika semua orang-orang yang mereka kenal di Pondok Pesantren memberikan selamat.


Setelah selesai mereka memberikan selamat, tidak lupa merekapun berphoto bersama, untuk mengenang moment pernikahan yang Penomenal, antara guru dan mantan murid kesayangan yang nakal namun genius.


Selesai berphoto, para tamupun diminta untuk menikmati semua jamuan yang sudah dihidangkan. Merekapun menikmatinya dengan mengantri, saat hendak mengambil makanannya.


Setelaha acara Resepsi Pernikahan mereka selesai, para tamupun pergi meninggalkan kediaman Ibu Ningrum satu per satu.


Bapak Kiai dan keluarga besar Pondok Pesantrenpun meninggalkan kediaman Ibu Ningrum, begitu pula dengan Mama Mariam ikut kembali ke Pondok Pesantren.


"Sayang, kalian berdua harus hidup rukun dan bahagia yah. Jangan pernah tinggalkan sholat dan selalu berbuat baik." Ucap Mama Mariam tulus, sebelum meninggalkan anak dan menantunya.


Mama Mariamoun tersenyum dan mengangguk kecil. Mereka meninggalkan kediaman Bapak Bondan setelah mengucap salam perpisahan.


"Assalamu'alaikum warohmatullohi wabaraokatuh..." Ucap salam Mama Mariam dan yang lainnya.


"Wa'alaikumsalam warohmatullilohi wabarokatuh.." Jawab salam dari Abi, Ningrum dan kedua orang tuan Ningrum bersamaan.


Setelah acara Pernikahan selesai, para tamupun sudah pulang, hanya para pekerja dan panitia pernikahan yang masih ada. Abi dan Ningrum memutuskan untuk beristirahat dikamar pengantin.


Hari sudah menjelang sore, waktu shalat Ashar sudah tiba, suara Azanpun sudah berkumandang.


"Istriku sayang, mari kita sholat berjama'ah." Ajak Abi yang habis mandi, karena tubuhnya yang terasa lengket dan gerah.


"I.. iya suamiku sayang, Ningrum mandi dulu." Ucap Ningrum gugup, yang melihat Abi hanya mengenakan handuk saja. Dada bidang Abi nampak intens di kedua bola mata Ningrum tanpa berkedip.


Abi tersenyum saat istrinya memandang dirinya tanpa berkedip. Lalu diapun menghampiri istrinya, dengan menjentikkan jari tangannya di depan wajah istrinya.


"Kliik.." Bunyi jentikkan jari tangan Abi.


Ningrumpun terkejut, lalu berlari ke kamar mandi saking malunya Ningrum ketahuan sedang melamun saat memandang suaminya.

__ADS_1


"He.. he.. he.." Abi terkekeh melihat tingkah lucu istrinya dan menggelengkan kepalanya gemas.


Meski Ningrum usianya lebih tua dari Abi, tapi tidak menjamin dirinya lebih dewasa. Malah Abi yang terlihat lebih dewasa dan mengayomi meski usianya masih muda, sedang Ningrum lebih terlihat seperti anak kecil dan manja.


Selesai Ningrum mandi, diapun lupa membawa handuknya. Ningrum mau tidak mau meminta Abi suaminya, untuk membawakan handuk untuknya.


"Suamiku sayang, maaf kalau Ningrum minta tolong ambilkan handuk, tadi Ningrum lupa bawa handuk saat berlari ke kamar mandi."


"Iya istriku sayang, tunggu sebentar yah." Abi langsung mengambilkan handuk dari dalam lemari, lalu memberikannya lewat pintu yang sedikit di buka.


Abi tidak melihat tubuh istrinya yang polos di kamar mandi, justru dia memberikan handuk dengan membelakangi istrinya.


Abi tidak akan mencuri pandang, untuk melihat istrinya dalam keadaan polos saat dikamar mandi, dirinya akan melihat istrinya polos jika keduanya sudah sama-sama siap.


Selesai Ningrum mandi dan berganti pakaian, Abi sudah menggelar sajadah miliknya dan juga istrinya.


"Istriku sayang, apa kamu sudah ambil air wudhu?" Tanya Abi, setelah melihat istrinya berganti pakaian.


"Sudah suamiku, sayang." Jawab Ningrum lalu mengenakan mukenanya.


"Kita mulai sholatnya, sayang." Ucap Abi, seusai dia membaca Iqomah.


Abi dan Ningrumpun, Shalat ashar berjama'ah dengan khusu. Seusai shalat merekapun saling mendoakan kebaikan untuk kedua orang tua mereka dan rumah tangga mereka yang baru saja dimulai.


Abi mencium kening istrinya, dan Ningrum mencium punggung tangan suaminya.


"Istriku, sayang.."


"Iya.. suamiku?"


"Apakah kamu sudah siap, melakukan kewajiban sebagai seorang istri?"


"Insya Allah siap, suamiku."


"Baiklah kalau begitu, mari kita lakukan."


"Eeemm... suamiku."


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2