
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Di Sumedang Jawa Barat.
Abi baru saja terbangun, selepas dirinya beristirahat dikamar bersama dua temannya, yaitu Riko dan Azhar.
Abi lupa mengabari sang istri, karena saat sampai tadi belum sempat memegang ponselnya. Dirinyapun sangat kelelahan karena perjalanan, belum lagi harus berjalan lumayan jauh kurang lebih sekitar tiga kilo untuk sampai kedesa tersebut.
Bus yang mengantar merekapun telah kembali ke Jakarta, karena bus itu memang hanya sewaan. Bus itu akan kembali, jika kegiatan KKN sudah dinyatakan selesai oleh Ketua KKN yaitu Dosen Tere dan Dosen Julian.
Abi membuka ponselnya, ternyata ada pesan dan beberapa miscall tertera pada layar ponselnya.
"Ya Allah kasihan istriku, pasti dia sangat khawatir, karena aku belum mengabarinya." Abi bergumam pelan.
Akhirnya Abi menghubungi istrinya dengan cara Video Call, untuk melihat wajah cantiknya.
"Tut.. tut.. tut.." Bunyi ponsel terhubung dalam Video Call.
"Hallo Al-habibku, Assalamu'alaikum... Kamu sepertinya baru bangun tidur yah?"
"Hallo Khumairahku, Wa'alikumussalam.. iya khumairahku, sayang. Ini kamar suamimu dua bulan kedepan, bagaimana menurut kamu, sayang?
"Lumayan lah, yang penting kamu nyaman disana."
"Alhamdulillah, sayang. Maaf baru bisa ngasih kabar. Tadi baru sampai, Al-habibmu ini sungguh sangat lelah, karena perjalanan yang cukup jauh."
"Iya Al-habibku, sayang. Tidak mengapa, yang penting kamu baik-baik saja dan sehat terus."
"Eump.. belum ada sehari, kenapa sudah kangen saja ini rasanya. Bagaimana untuk dua bulan kedepan yah, Khumairahku?"
"Aiish.. kemarin-kemarin empat tahun engga ketemu saja masih kuat nahan kangen. Masa sekarang hanya dua bulan saja, Al-habibku sudah engga tahan, hi.. hi.. hi.."
"He.. he.. he.. beda dong khumairah, kalau dulu 'kan suamimu ini pikirnya kamu sudah menikah dengan orang lain dan sudah menjadi miliknya. Sedangkan sekarang, khumairahku adalah kekasih dan istriku yang tercinta."
"Hi.. hi.. iya suamiku, sayang. I love you and i miss you somuch."
"I love you too, khumairahku. I miss you somuch.. muach.. muach.."
"Iiisshh.. malu nanti, sama teman kamu tuh dibelakang."
"He.. he.. he.. masih tidur mereka sih."
"Tapi, tetep saja engga enak takut mereka dengar Al-habibku sayang."
"Iya.. iya.. deh sayang. Kamu lagi ngapain? Sepertinya sedang ada tamu?"
__ADS_1
"Iya sayang, memang ada tamu. Ini Papa Robby."
Ningrum langsung menyerahkan ponselnya, ketangan mertuanya itu.
"Hai.. sayang, kamu sudah sampai saja di Sumedang. Bagaimana suasana disana, sayang?"
"Hai.. juga Pah! Alhamdulillah suasananya sejauh ini sangat nyaman Pah, orang-orangnya sangat ramah. Tapi, kita sedikit terkendala dengan bahasa saja sih Pah. Untungnya ada penerjemah sih, anaknya Pak Lurah setempat."
"Ooh.. bagus dong kalau begitu, kamu bisa sekalian belajar bahasa sunda disana."
"Iya Pah, nanti sedikit-sedikit Abi akan belajar bahasa sunda disini. Bahasanya tuh mendayu-dayu gimana gitu kalau mereka sedang bicara."
"Yah memang setiap daerah, pasti ada ciri khasnya masing-masing, sayang."
"Iya juga Pah. Tapi, Papa kenapa ada di Pondok? Memangnya Papa ikut mengantar Mama dan istri Abi?"
"He.. he.. iya sayang, Tadi mereka mampir ke rumah Papa sebentar, untuk masak dan makan disana. Lalu, Papa minta izin mengantar mereka ke Pondok, sebagai balasan untuk mereka karena sudah mau mampir kerumah Papa, seusai pulang dari kampus tadi."
"Cie.. cie.. ada lampu hijau sepertinya! Mudah-mudahan sepulangnya Abi KKN, ada khabar baik dari Papa dan Mama yah."
"Aamiin.. semoga saja sayang. Doakan yang terbaik untuk kami berdua yah, sayang. Agar kamu juga, bisa tinggal lagi dirumah kita."
"Insya Allah Pah, semua doa yang terbaik untuk Mama dan Papa."
"Terima kasih, Sayang."
"Mama kamu ada di kamar bersama Umi Khadijah, sayang."
"Ooh.. iya sudah salam saja yah Pah, dari Abi."
"Iya sayang, jaga diri baik-baik disana. Biasakan selalu berbuat baik dan ringan tangan untuk setiap pekerjaan apa saja yang baik."
"Siap, Pah. Abi mau bicara lagi sama istri Abi, Pah."
"Ooh.. iya sebentar."
Robby memberikan ponselnya kepada Ningrum. "Ini Nak Ningrum ponselnya." Ningrumpun tersenyum dan menganggukkan kepalanya kecil, lalu mengambil ponselnya kembali.
"Iya sayang, kenapa?"
"Jangan pernah lupakan aku, meski sebentar saja yah!"
"Iya, Sayang. Takan pernah, sudah jangan ngomong yang aneh-aneh. Aku tidak akan pernah melupakanmu, akan selalu mengingatmu di hati dan pikiranku. Sudah puas belum, sayang?"
"He. he.. sudah, khumairahku sayang. Iya sudah, aku mandi dulu yah. Nanti malam kita Video Callan lagi, Assalamu'alaikum.."
__ADS_1
"Iya sayang, Wa'alaikumussalam.."
Panggilan Video Callpun, mereka akhiri dengan penuh bahagia.
*******
Zainap dan teman satu kamarnya, baru saja membantu memasak untuk makan malam mereka. Rumah yang mereka tempati tidak jauh berbeda, dengan para Mahasiswa laki-laki.
Zainap juga satu kamar untuk tiga orang yang terdiri dari lemari, kasur dan tempat belajar.
Kedua rumah yang mereka tempati merupakan rumah yang cukup lumayan bagus dibanding rumah-rumah yang lainnya.
Pasalnya, mereka tinggal dirumah yang sudah memakai dinding semen dan batako. Sedangkan warga sekitar, masih banyak yang memiliki rumah yang hanya berdinding anyaman bambu dan kayu.
Namun ada uniknya rumah berdinding bambu, mereka membuatnya seperti rumah panggung yang lantainya beralaskan kayu. Dikolong rumah mereka, biasanya memelihara ternak seperti ayam dan bebek.
Belum satu hari, Zainap sudah terpesona dengan keindahan desa tersebut. Selepas sholat isya berjamaah disurau desa tersebut, mereka diminta untuk berkumpul berdiskusi di rumah Bapak RT setempat. Bagi Mahasiswa yang Non muslim, sudah diberi tahu sebelumnya oleh Dosen Tere dan Dosen Julian.
"Assalamu'alaikum, warohmatullohi wabarokatuh.. selamat malam salam bahagia dan sehat." Salam yang diucapkan oleh Ketua RT setempat.
"Wa'alaikumsalam, warohmatullohi wabarokatuh.. selamat malam Pak RT." Jawab salam para Mahasiswa dan Dosen juga warga sekitar.
"Terima kasih, saya selaku ketua RT ingin mendiskusikan masalah rencana kegiatan KKN para Mahasiswa di Desa ini. Saya mewakili dari Bapak Lurah, yang sudah memberikan tanggung jawab mengenai kegiatan ini. Sekiranya ada yang bisa kami bantu, kami warga desa ini akan siap bekerja sama."
"Terima kasih, Bapak RT yang terhormat. Saya sebagai Dosen yang bertanggung jawab dalam hal ini, akan sangat berterima kasih atas bantuan dari para warga, untuk kelancaran acara kegiatan KKN ini." Jelas Dosen Julian menanggapi bantuan Bapak RT dan warga setempat.
"Baiklah, terima kasih atas penjelasannya dari Bapak Dosen Julian, selaku penanggung jawab dari para Mahasiswa calon Dokter ini. Apakah ada pertanyaan, dari Mahasiswa atau warga mengenai kegiatan ini?" Tanya Ketua RT.
"Saya, pak RT." Ucap Abi mengangkat tangan ke atas.
"Silahkan, Nak." Ucap Pak RT memberi izinnya.
"Pertama-tama saya perkenalkan nama saya Abi Maulana Dirgantara, Mahasiswa kedokteran semester enam. Saya ingin bertanya kepada Ketua RT, khususnya Bapak Lurah setempat. Bagaimana sarana layanan kesehatan di desa ini, Apakah mudah atau sukar? Mohon jawabannya, terima kasih."
"Pertanyaannya bagus sekalih anak ini, sudah wajahnya ganteng, pintar pula."
"Waah.. ini nih pertanyaan yang memang harus dijawab oleh Pak RT dan Pak Lurah."
Bisik-bisik para warga, yang sayup-sayup terdengar oleh Para Mahasiswa.
"Eemm.. masalah itu sangat sukar Nak, karena minimnya kendaraan yang tersedia disini Nak." Jawab RT itu gugup.
"Kalau begitu mari kita cari solusinya Pak RT dan Pak Lurah." Ucap Dosen Julian menimpali.
"Siap.. Pak Dosen." Jawab Pak RT dan Pak Lurah.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...