Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Penyatuan Cinta


__ADS_3

๐Ÿฅฐ๐ŸฅฐHappy Reading๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


Selepas sholat Isya berjamaah, Abi mengantar Papa Robby dan Pak Iwan untuk menginap bersama teman sekamarnya Riko dan Azhar, di rumah Ibu Amah dan Pak Syarif.


"Pah.. Abi pulang ke rumah Pak RT yah. Kasihan istri Abi nanti nungguin dikamar sendiri. Abi 'kan sudah sangat rindu Pah, satu bulan tidak berjumpa." Pamit Abi dengan senyuman menyeringai.


"Aiish.. kamu tuh sengaja ngomong kayak gitu yah? Biar Papa iri sama kamu, benar 'kan?" Decak Robby sebal.


"He.. he.. he.. sensi amat sih Pah! Biasa saja kali.. ! Panas.. panas.. panas.." Kekeh Abi semakin menjadi.


"Sudah sana temani istri kamu, nanti kamu pulangnya kemalaman, dikunciin pintu sama istri kamu. Kasihan deh, he.. he.. he.." Robby membalas meledek Abi seraya terkekeh.


"Aiish.. engga dong Pah, istri Abi mah engga gitu. Seandainya Abi dikunciin pintunya, Abi bisa tidur sama Mama Mariam dong. Bisa dipeluk, dimanja dan dibelai-belai sama Mama Mariam. He.. he.. he.." Decak Abi terkekeh, membuat Papa Robby cemburu sama dirinya, karena Abi bisa dipeluk, dibelai dan dimanja sama mantan istrinya.


Papa Robby hanya bergeming, tidak bisa membalas ucapan Abi. Pak Iwan yang melihat Majikan dengan anaknya berdebat, dia hanya mengulum senyum dan menggelengkan kepalanya heran.


"Kenapa Pah? Kenapa diam saja? Engga bisa menjawab yah? Iya sudah, Abi pulang dulu yah Pah. Selamat tidur dan mimpi indah, pah. Kalau Abi akan buat malam yang indah, bukan hanya sekedar mimpi, he.. he.. he.. kabur.. ! Assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikumussalam... Abi.. Abi.. dasar anak Papa yang pintar, paling bisa bikin Papanya tidak bisa berkutik. Lain kali Papa balas nanti, lihat saja kalau Papa sudah dapatkan cinta Mariam kembali, he.. he.. he.." Sahut Papa Robby, saat Abi sudah menghilang dibalik pintu rumah Pak Syarif.


Abi sampai rumah Pak RT, lalu menghampiri Mama Mariam, istrinya, Pak RT dan Bu RT.


Mama Mariam menginap dirumah Pak RT, menempati kamar anak pertama Pak RT yang sudah lama kosong.


Abi dan Ningrumpun bermalam dirumah Pak RT, dikamar anak kedua Pak RT yang juga kosong.


Sekarang mereka sedang menikmati malam sunyi dan sepi di desa itu, hanya terdengar suara jangkrik dan katak saling bersahutan. Mereka berbincang-bincang ringan mengenai perjalanan hidup hingga sampai titik ini.


Pak RT dan Ibu RT bercerita tentang masa hidupnya selama di desa ini, sungguh berat hidup didesa yang sangat sulit untuk mencari pekerjaan dan bertahan hidup, dengan mengandalkan penghasilan dari bercocok tanam dan bertani saja.


Kemudian Mariampun bercerita kisah hidupnya sebagai anak yatim piatu yang teramat berat dan sulit, namun dirinya masih beruntung memiliki Bibi yang sangat baik hati. Meski dirinya harus membantu dan belajar mandiri, menumpang hidup dirumah saudara.


Sambil sekolah, Mariampun kadang membantu kerja bersama Bibinya sebagai pelayan direstoran, milik Bibinya sendiri. Sehabis sekolah, dirinya bekerja sampai magrib tiba. Selepas magrib Mariam baru bisa beristirahat dan belajar dirumah.


Tapi, meski begitu Bibinya selalu baik, Mariam selalu dikasih uang upah jajan untuk Mariam setiap seminggu sekali.


Uangnya Mariam tabung untuk tambah-tambah uang kuliah dan uang jajan. Padahal Mariam sudah ditanggung biaya kuliah oleh Bibinya.


Mariam pandai menyimpan uang untuk menambah kebutuhannya seperti membeli alat tulis, buku pelajaran, sepatu dan tas sekolah.


Dia tidak pernah meminta uang jajan kepada Bibinya, padahal jika memintapun pasti akan dikasih oleh Bibinya.

__ADS_1


Setelah Mariam bercerita tentang semasa hidupnya, kemudian Ningrum dan Abipun bercerita tentang masa hidup mereka.


Pak RT dan Ibu RTpun seketika menitikkan air mata, ketika mendengarkan cerita mereka. Tanpa terasa waktu sudah malam, hampir pukul sebelas mereka berhenti berbincang.


"Al-habib sudah dingin ayo kita tidur." Ajak Ningrum berbisik ditelinga Abi, dirinya sudah merasa dingin.


"Iya sayang, kita pamitan dulu sama Mama dan Pak RT juga Ibu RT." Ucap Abi pelan.


"Iya." Sahut Ningrum singkat.


"Mah, Pak RT dan Ibu RT, Abi dan istri Abi pamit tidur duluan yah. Habis sudah malam dan dingin juga." Pamit Abi kepada mereka dan Ningrum hanya mengangguk pelan seraya tersenyum.


"Silahkan Jang Abi dan Neng Ningrum." Ucap Ibu RT tersenyum ramah, sedang Pak RT hanya tersenyum dan mengangguk pelan.


"Saya juga mau tidur Pak RT dan Ibu RT, maaf saya tinggal duluan." Ucap Mama Mariam kemudian.


"Iya Ibu Mariam, silahkan saja. Kami belum bisa tidur, mungkin sebentar lagi." Ucap Ibu RT.


Mariam, Abi dan Ningrumpun akhirnya meninggalkan Pak RT dan Bu RT ke kamarnya masing-masing.


Ningrum sudah menguap sedari tadi, menahan kantuknya yang teramat sangat, mungkin efek perjalanan yang melelahkan tadi pagi hingga saat ini dirinya belum juga beristirahat.


"Sayang.. kamu sudah ngantuk yah Khumairah?" Tanya Abi yang melihat istrinya menguap terus.


"Iya Al-habib, Khumairah mengantuk sangat ini." Ucap Ningrum jujur.


"Iya.. Allah, gagal dong Al-habibmu melepas rindu, ingin bertemu dilembah cintamu." Ucap Abi memelas.


"Sebentar, Khumairah cuci muka dulu yah, sesudah itu pasti hilang ngantuknya." Ucap Ningrum membuat wajah Abi kembali berbinar.


"Iya khumairahku sayang, kamu sungguh pengertian sekalih." Ucap Abi senang.


Mariam hanya tersenyum, lalu mengangguk pelan.


"Antar ke kamar mandinya." Ucap Ningrum manja. Dirinya takut ke kamar mandi sendiri yang terasa asing baginya. Ini adalah untuk pertama kalinya menginap di desa orang yang belum pernah sama sekalih dia datangi sebelumnya.


"Jang Abi dan Neng Ningrum mau kemana?" Tanya Pak RT yang baru saja melihat mereka kearah dapur.


"Eeh.. Bapak RT dan Ibu RT, masih belum tidur. Kami mau kekamar mandi Pak." Ucap Abi tersentak kaget.


"Iya Jang Abi. Silahkan atuh, kalau begitu." Ucap Pak RT ramah.

__ADS_1


"Iya Pak, terima kasih." Ucap Abi dan Ningrum kemudian pergi ke kamar mandi.


Ningrum mencuci muka dan menggosok giginya. Wajahnya sudah nampak segar dan cerah, tidak mengantuk lagi seperti tadi. Begitupun Abi juga ikut mencuci muka dan menggosok giginya.


Selesai ritual di kamar mandi, Abi dan Ningrum kembali ke kamar tidurnya.


"Sayang.. Khumairah, apa kamu sudah siap?


"Heem.. iya Al-habibku, istrimu ini sangat merindukanmu." Ucap Ningrum yang sudah merona menahan malu sudah jujur mengatakan rindunya.


"Al-habibmu juga sungguh merindu, ingin secepatnya bertemu dengan lembah cintamu sayang."


"Ayolah, lakukan kewajiban kita, sayang." Ucap Ningrum pasrah.


"Iya.. Khumairahku." Ucap Abi singkat.


Lalu, Abi mulai membacakan doa penyatuan dirinya dengan istrinya.


ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฌูŽู†ู‘ูุจู’ู†ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฌูŽู†ู‘ูุจู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ุชูŽู†ูŽุง


Tulisan latin: "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


Akhirnya merekapun melakukan penyatuan mereka, melepaskan hasratnya yang sudah menggebu dan merindu. Keduanyapun terlena dengan surga dunia, menegug nikmat manisnya madu cinta yang begitu apik tercipta atas karunia yang maha kuasa.


Kedua insan yang sedang melakukan penyatuan cinta yang sungguh luar biasa indahnya, lagi dan lagi mereka hingga puas, akhirnya merekapun melakukan pelepasan dengan bersamaan. Kebahagiaan yang tidak ternilai harganya, Abi menanamkan benih didalam lembah cinta istrinya dengan pasti.


Selesai mereka melakukan penyatuan, merekapun merebahkan tubuh mereka diatas kasur, untuk mengatur napas mereka yang tersenggal-senggal dan peluh yang membanjiri tubuh keduanya.


"Terima kasih Khumairahku sayang, cup.. cup.. I love you." Ucap Abi dengan mengecup seluruh wajah dan bibir Ningrum.


"Sama-sama Al-habibku sayang. I love you too." Sahut Ningrum tersenyum bahagia saat wajahnya dihujani suaminya dengan kecupan.


"Semoga, benih cinta kita cepat tumbuh di perut Khumairahku yah." Ucap Abi berdoa kebaikan.


"Aamiin.. semoga saja Al-habibku sayang." Ningrum mengamini doa baik suaminya.


"Sekarang kita tidur, jangan lupa berdoa sayang." Ucap Abi mengingatkan.


"Iya sayang, mari berdoa dalam hati dan segera tidur." Ucap Ningrum mengiyakan.


Keduanyapun terlelap dalam tidur dibawah selimut dengan saling berpelukkan mesra.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.๐Ÿ™๐Ÿ™...


__ADS_2