
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Mobil Robby baru saja sampai di Pondok Pesantren Kiai Zain Ahmad, Tuan Robby dan Pak Iwanpun mampir sejenak untuk sekedar minum teh ataupun kopi didalam.
Mereka disambut oleh Pak Kiai Zain dan Umi Khadijah, dengan begitu ramah.
"Ayo silahkan duduk Tuan Robby dan Pak Iwan." Tawar Pak Kiai Zain.
"Baik Pak Kiai, terima kasih." Ucap Tuan Robby dan Pak Iwan bersamaan. Lalu dianggukkan oleh Pak Kiai Zain dan Umi Khodijah.
"Bagaimana khabar Nak Abi di Sumedang? Apakah dia betah disana? Saya sungguh kangen sekalih sama Nak Abi. Saya sudah menganggap Nak Abi seperti anak saya sendiri, Tuan Robby." Tanya Pak Kiai Zain dengan lirih, air matanya sudah keluar tidak tertahan lagi.
"Khabar Abi sangat baik dan sehat Pak Kiai, dia juga titip salam untuk Pak Kiai dan Umi juga Ibu guru Madinah katanya." Ujar Tuan Robby.
"Kalau dengan Tuan Robby dan Pak Iwan, bagaimana rasanya berada disana?" Tanya Pak Kiai.
"Saya sangat senang, berada di desa yang begitu jauh dari polusi udara. Udaranya sangat sejuk dan segar, masih Asri dan penduduknya sangat ramah. Apa lagi dengan pemandangan kebun teh disekitar perbukitan, kami melewatinya dengan angin sepoi-sepoi." Ungkap Tuan Robby dengan gamblang.
"Waduh.. sepertinya Nak Abi sangat betah tinggal disana yah Tuan. Terbukti Tuan Robby saja yang hanya dua hari disana sangat merasakan kenyamanan, apa lagi Nak Abi." Ujar Pak Kiai ikut senang.
"Iya Pak Kiai, sebenarnya dimanapun tempat kita tinggal, asalkan kita punya etika dan sopan santun, sudah pasti kita akan merasa nyaman dan betah." Tutur Robby bijak.
"Iya Benar, Tuan Robby. Ibarat pepatah, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Dimana kita tinggal disitu kita harus mengikuti aturan yang ada." Timpal Pak Kiai bersajak.
"Ha.. ha.. ha.. tepat sekalih Pak Kiai." Tawa Tuan Robby memuji lalu diikuti tawa oleh Pak Iwan dan Pak Kiai juga Umi Khadijah.
"Pal Kiai Zain, apakah saya boleh belajar membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, dengan tajwid dan panjang pendeknya bacaan Al-Quran sama Pak Kiai Zain?" Tanya Robby dengan serius.
"Tentu boleh dong Tuan Robby, saya dengan senang hati mengajarkan Tuan Robby sampai pandai. Jika saya sedang tidak ada di Pondok, Tuan bisa minta ajari oleh Umi Khadijah ataupun Ibu guru Mariam." Ujar Pak Kiai dengan senang hati.
"Terima kasih, Pak Kiai. Saya sungguh beruntung, sudah mengenal Pak Kiai dan keluarga yang sangat baik."
"Sama-sama Tuan, kami sangat senang bisa membantu orang yang ingin menjadi lebih baik dalam agamanya." Ujar Pak Kiai bijak dan dianggukkan oleh Umi Khodijah.
__ADS_1
Ningrum membawakan minuman hangat teh manis untuk mertuanya dan Pak Iwan.
"Silahkan diminum dulu tehnya Pah dan Pak Iwan. Ini teh manis buatan Mama Mariam loh Pah, katanya Papa suka teh manis tapi tidak terlalu manis. Hanya manis jambu katanya, so sweet 'kan Mama yah Pah." Ungkap Ningrum saat menawari minumnya.
"Ha.. ha.. ha.. Nyonya Mariamnya kemana, Nak Ningrum? Saya jadi ingin melihatnya, saat Nak Ningrum mengatakan perihal ini." Robby tertawa riang dan mendadak rindu sosok Mariam.
"Mama sedang beristirahat, beliau sangat letih katanya." Ujar Ningrum jujur.
"Tapi Nyonya Mariam tidak sakit 'kan? Dia hanya letih karena perjalanan jauh, bukan?" Tanya Robby khawatir.
"He.. he.. he.. segitu khawatirnya Papa! Nanti aku sampaikan kekhawatiran Papa sama kondisi Mama, yah." Ningrum terkekeh dengan ucapan Papa mertuanya.
"Ha.. ha.. ha.. silahkan saja Nak Ningrum. Saya justru malah senang, jika Mariam tahu kalau saya mengkhawatirkannya." Tawa Robby puas.
Pak Kiai dan Umi Khadijah juga Pak Iwan hanya tersenyum dengan perbincangan menantu dan mertua tersebut.
"Saya mendukung, Tuan Robby bersatu lagi dengan Ibu guru Mariam." Ucap Pak Kiai jujur lalu diikuti oleh Yang lainnya.
"Sudah pasti Tuan Robby, insya Allah saya akan cari waktu yang pas nanti, untuk berbicara dengan Mariam soal hubungan kalian." Janji Pak Kiai.
Merekapun terus berbincang mengenai niat baik Robby untuk mempersunting Mariam kembali atas dukungan dan izin Pak Kiai. Tanpa terasa waktu sudah sangat malam.
"Sepertinya hari sudah sangat malam Pak Kiai, sudah jam sebelas malam, saya lebih baik pulang sekarang. Terima kasih atas jamuan dan obrolannya. Lain hari saya akan kembali kesini untuk mulai belajar membaca Al-Quran dengan baik dan benar." Pamit Robby dan diikuti oleh Pak Iwan.
"Iya.. silahkan Tuan Robby dan Pak Iwan ." Ucap Pak Kiai dan yang lainnya mengikuti.
"Assalamu'alaikum..." Salam Robby dan Pak Iwan bersamaan.
"Wa'alaikumussalam.. hati-hati dijalan." Jawab salam Pak Kiai dan yang lainnya bersamaan.
*******
Di Sumedang.
__ADS_1
Dua minggu sudah, Abi dan anak Mahasiswa KKN membantu para pekerja kontraktor, dalam pembuatan fasilitas kesehatan klinik 24 jam dan Puskesmas.
Jadwal mereka membantu selama dua minggu penuh sudah mereka jalani. Pihak perempuanpun sama juga, ditugaskan membantu memasak dan menyiapkan kebutuhan para pekerja.
Jika semua kalangan masyarakat desa ikut membantu terlaksananya pembangunan tersebut, sudah dipastikan akan cepat rampung dan bisa secepatnya digunakan dan dinikmati oleh masyarakat desa tersebut secara gratis.
Jam makan siang tiba, semua para pekerja, warga desa termasuk anak mahasiswa KKNpun berkumpul dan menikmati makanan yang sudah dimasak oleh para perempuan.
"Abi makan yang banyak, jangan malu-malu lah." Ledek Jhony saat melihat Abi yang hanya makan sedikit.
"Iya Jhon.. saya sedang kurang napsu makan seminggu ini. Saya sedang rindu istri saya, kenapa begini amat yah rasanya jauh dari istri, he.. he.." Ungkap Abi yang jujur.
"Huuwalah.. baru juga dua minggu engga ketemu sudah rindu berat! Abi.. Abi.." Tawa Jhony meledek.
"Jangankan dua minggu Jhon.. sehari engga ketemu Khumairahku saja, rasa rindu menghantuiku, he.. he.. he.." Ucap Abi terkekeh sendiri.
"Aiishh.. lebay.. ! Ha.. ha.. ha..." Decak Jhony.
"Biarlah.. nanti kamu akan merasakan sendiri kalau sudah menikah Jhony. He.. he.. he.."
"Iya juga Bie.. aku belum nikah sama Zainap saja sudah bucin begini, apa lagi kalau sudah nikah yah Bie." Tutur Jhony mengakui.
"Ha.. ha.. ha.. mengakui juga 'kan akhirnya kamu Jhony!" Tawa Abi puas.
"Siapa yang mengaku, Bie?"
...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...
Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...
__ADS_1