
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Pak RT dan Tuan Robby usai sarapan pagi, langsung menuju lokasi pembangunan pusat Pelayanan kesehatan yaitu klinik 24 jam dan Puskesmas.
Pak Lurah dan Pak RW juga sudah stanbay di lokasi. Para pekerja yang akan membantu merekapun sangat antusias dan bersemangat. Sebagian para pekerja tersebut, berasal dari warga dan juga dari pegawai yang bekerja di kelurahan.
Para Warga yang membantu tidak mengharapkan imbalan, mereka ikhlas menyumbangkan tenaganya untuk kepentingan mereka semua didesa tersebut.
Para Mahasiswa laki-lakipun, ikut membantu demi terlaksananya pembangunan tersebut. Sedangkan Mahasiswa perempuan, membantu membuatkan makanan dan minuman untuk para pekerja, bersama Ibu-ibu warga desa tersebut.
Pak Lurah sudah menyewa kontraktor untuk pembangunan Klinik dan Puskesmas tersebut, menggunakan uang yang sudah diterima dari Tuan Robby.
Untuk peletakkan batu pertama, dilakukan oleh Tuan Robby atas bujukkan Bapak Lurah setempat. Sebenarnya Robby hanya ingin melihat saja, bagaimana dan dimana lokasinya. Tapi, Pak Lurah memintanya untuk melakukan peletakkan batu pertama untuk simbol telah didirikannya sebuah bangunan.
Mau tidak mau Robbypun menuruti perintah Bapak Lurah setempat dan juga para warga yang sangat senang kepada Tuan Robby.
Banyak warga yang beramai-ramai untuk melihat Tuan Robby dari Jakarta, yang gosipnya langsung tersebar luas dipenjuru desa tersebut. Namanya gosip, cepat sekali sampainya ketelinga dari mulut ke mulut.
Ternyata gosip itu bukan hanya dimedia sosial, yang cepat tersebar. Tapi, dikalangan masyarakat desa kecilpun sangat cepat tersebar.
Sebenarnya Robby tidak ingin sampai semua warga desa tahu, jika dirinyalah yang menyumbang uang sebanyak satu milyar tersebut. Cukup Pak Lurah, Pak RT dan Pak RW saja pikirnya. Tapi, mereka tidak bisa menyembunyikan status uang tersebut berasal dari mana, karena warga desa akan terus mendesaknya.
Semua warga desa antusias, ingin melihat Tuan Robby yang begitu tampan dan baik. Selesai Tuan Robby meletakkan batu pertama, Pak Lurah dan yang lainnya bersalaman dengannya.
Banyak wargapun yang ikut bersalaman dengan Tuan Robby. Bahkan ada juga yang berphoto dengan Tuan Robby menggunakan ponselnya.
"Pria dari kota yang baik hati itu, ganteng pisan nya! Abdi mah resep melihatna." Bisik salah satu wanita warga desa.
"Selain ganteng dan baik juga, ternyata pria dari kota teh seorang direktur." Timpal wanita yang lainnya dengan berbisik.
"Pria itu teh katanya mah, papanya Jang Abi yang ikut KKN di desa ini. Ibunya juga cantik sekalih, pokokna mah keluarga cantik jeng ganteng eta mah. Jang Abi oge pan, ganteng pisan." Tambah lagi wanita yang ikutan berbisik.
__ADS_1
Begitulah para warga desa terutama kaum hawa, yang memuji kebaikan dan ketampanan seorang Robby Dirgantara.
Selesai melakukan kunjungan dan bersalaman dengan warga desa setempat, Tuan Robby berpamitan untuk kembali pulang ke Jakarta. Tuan Robby memberikan sepatah dua patah kata untuk warga desa, agar selalu menjaga kesehatan dan menerapkan hidup sehat.
"Selamat jalan Tuan Robby, semoga selalu diberi kesehatan, umur panjang dan rezeky yang berlimpah." Ujar Pak Lurah, lalu diikuti oleh Pak RT dan Pak RW.
"Terima kasih Pak Lurah, Pak RT dan Pak RW. Saya merasa senang bisa berkunjung ke desa ini, dan merasakan keindahan desa ini meski hanya sebentar saja." Ujar Robby kagum.
"Selamat jalan Tuan Robby.." Ucap warga desa bergantian.
Akhirnya Tuan Robbypun meninggalkan lokasi pembangunan tersebut. Dirinya kembali kerumah Pak RT dahulu, untuk makan siang disana.
Selesai makan siang dan sholat Djuhur bersama, Tuan Robby bersama Mariam, Ningrum dan Pak Iwanpun segera berpamitan kepada Ibu RT dan Pak RT.
"Saya pamit yah Ibu RT, maafkan saya sudah meropotkan Ibu dan Bapak RT. Ini ada uang tidak seberapa untuk tambah-tambah uang belanja Ibu. Mohon diterima, jangan dilihat nilainya tapi keikhlasannya." Pamit Tuan Robby.
"Ya Allah, Bapak Robby tidak sama sekalih, saya tidak pernah merasa direpotkan. Saya sangat senang kedatangan tamu dari Jakarta yang begitu baik dan ganteng pisan. Ini saya engga mau terima, saya menerima Bapak Robby tidak mengharapkan imbalan sama sekali."
"Tapi, bukan itu masalahnya Ibu RT. Ibu RT itu masakannya enak, Ibu RT bisa buka warung dagang dengan uang ini sebagai modal awal. Sepertinya disamping rumah Ibu RT, ada warung yang sudah lama tidak terpakai."
"Saya terharu dengan kesederhanaan Ibu RT dan Pak RT, tapi saya mohon tolong diterima. Setelah Ibu RT dab Bapak RT terima uangnya, terserah mau dipakai untuk apa saja. Untuk jualan atau biaya hidup sehari-hari."
"Terima kasih banyak Bapak Robby yang baik hati. Semoga kebaikan Bapak Robby sekeluarga, dibalas yang berlipat ganda oleh Allah."
"Aamiin.." Ucap Robby dan yang lainnya.
Akhirnya merekapun pergi meninggalkan desa tersebut dengan diantar oleh Abi dan kawan-kawannya menggunakan motor warga.
Sesampainya di tempat Pak Iwan menumpang parkir mobilnya di desa tetangga, Abi dan kawannya bersalaman melepaskan orang-orang yang Abi sayangi.
"Hati-hati yah Mah, Pah, Khumairah dan Pak Iwan di jalan, semoga selamat sampai pada tujuan."
__ADS_1
"Iya sayang, jaga diri baik-baik yah kalian. Terima kasih banyak sudah amtar kami." Ucap Robby dan dianggukkan oleh yang lainnya.
"Sama-sama, Pah." Ucap Abi dan yang lain bersamaan.
*******
Ibu RT dan Bapak RT masih saja tidak ingin membuka amplop yang lumayan tebal. Amplop pemberian Pak Robby, untuk mereka berjualan.
"Apa kita kembalikan saja uang ini kepada Abi yah, Pak?" Tanya Ibu RT gamang.
"Jangan Ibu, itu namanya menghina pemberian dari Pak Robby."
"Lalu, ini uang masa iya kita mau liatin saja." Ujar Ibu RT masih gamang.
"Ayo kita buka dulu, amplop iini secara bersama-sama."
"Baiklah, pak."
Akhirnya merekapun membuka amplop berwarna map coklat itu bersama-sama. Betapa terkejutnya mereka, saat jumlah uang yang berada di amplop itu bernilai 50 juta rupiah.
"Massya Allah, Pak Robby benar-benar orang yang sungguh baik yah, Pak. Sungguh-sungguh, kita ketiban rezeky durian runtuh yah, Pak!"
"Iya Ibu, Alhamdullilah kita bisa jadikan modal usaha. Warung kita bisa dibuka lagi, nanti Ibu jualan nasi warteg saja." Ujar Bapak RT riang.
"Iya, Pak! Kita doakan semoga Bapak Robby dan Ibu Mariam bisa bersatu kembali." Doa tulus dari Ibu RT.
"Aamiin.."
...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...
Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...