Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Ijab Qobul


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Mariam beucap, "iya.." Lalu mengangguk kecil kearah Pak Kiai.


"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih Mariam kamu sudah mau menerimaku untuk menjadi suamimu kembali." Ucap syukur Robby dan rasa terima kasih kepada Mariam yang kemudian diangguki Mariam dengan tersenyum.


"Iya Alhamdullilah Tuan Robby, semoga kalian berjodoh untuk selamanya. Meneguk nikmatnya berumah tangga, di masa-masa tua kalian. Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah dan diberikan keberkahan, aamiin." Doa dari Pak Kiai untuk Tuan Robby dan Mariam.


"Terima kasih, Pak Kiai. Semua ini atas bantuan Pak Kiai, hingga hati Mariam kembali kepada saya. Sungguh bahagia saya tidak terkira kini, melebihi apapun yang saya punya saat ini."


"Ha.. ha.. ha.. sama-sama Tuan Robby, berkat anda juga Pondok saya semakin berkah. Tuan Robby sudah begitu baik, menyumbangkan hartanya untuk kelancaran prasarana Pondok Pesantren kami. Sungguh hati anda begitu besar, jiwa sosialnyapun teramat tinggi." Puji Pak Kiai atas kebaikan Robby yang menjadi donatur di Pondok Pesantren tersebut.


"Harta, tahta dan wanita, hanyalah titipan dari Allah, Pak Kiai. Maka dari itu saya akan memanfaatkan harta saya di jalan Allah dan tahta saya akan saya jaga sesuai ridho Allah. Jika wanita saya yaitu seorang istri, saya akan mengajaknya menjalani hidup yang diridhoi Allah dan bersama-sama menuju jalan surganya Allah." Ujar Tuan Robby bijaksana.


"Massya Allah.. sungguh Tuan Robby memiliki pribadi yang semakin baik dan terus beristiqomah yah." Kata Pak Kiai kagum, lalu tersenyum melihat perubahan Tuan Robby yang semakin maju pesat.


Bukan Pak Kiai saja yang merasa kagum kepada Tuan Robby, Mariampun sedikit tersentak saat mendengar penuturan Robby yang sebentar lagi akan menjadi suaminya kembali.


Usai keduanya dipertemukan oleh Pak Kiai, akhirnya mereka menentukan acara pernikahan mereka berdua.


Kabar baik itupun sampai juga ditelinga Abi dan keluarga besar Pak Kiai Zain.


*******


Dua minggu berlalu, tibalah saatnya pernikahan Tuan Robby dan Nyonya Mariam.


Akad nikah mereka dilakukan di Pondok Pesantren Pak Kiai Zain. Setelah acara akad nikah mereka, keesokkan harinya akan diadakan resepsi Pernikahan di gedung hotel mewah, yang disewa selama dua hari oleh Tuan Robby di Jakarta.


Resepsi pernikahan Tuan Robby dan Mariam, akan digelar dengan acara yang sangat mewah dan megah. Tuan Robby mengundang banyak kolega bisnisnya dan juga para investor baik didalam maupun diluar Negeri. Bahkan ada pula pejabat setempat, yang diundang seperti Gubernur dan walikota.


Semua para santriwati dan para guru-guru Ustad dan Ustadjah sudah menduduki tempat kosong yang sudah tersedia untuk acara akad nikah Tuan Robby dan Nyonya Mariam.


Bibir Abi dan Ningrum tidak henti-hentinya tersenyum, melihat kebahagiaan Papa Robby yang sedang duduk didepan Penghulu dan Pak Kiai saat ini.

__ADS_1


Lantunan ayat suci Al-Qur'an dibacakan begitu syahdu oleh salah satu ustad pilihan Pak Kiai. Usai pembacaan Al-Qur'an, acara di lanjutkan tausiah yang dipimpin oleh Ustad Faris selaku menantu Pak Kiai Zain.


Setelah pembacaan Al-Qur'an dan Tausiah sudah selesai, maka dilanjutkan ke acara inti yaitu acara Izab Qabul.


Karena Mariam adalah anak yatim piatu, maka yang menikahkan Mariam dan Robby adalah wali hakim.


Selesai Izab Qobul dari bibir Robby yang baru saja diucapkan, Pak penghulu mengucapkan kata.


"SAH..." Teriak Pak Penghulu.


"SAH..." Sahut teriakan para saksi dan tamu yang hadir.


"SAH.." Ucap Pak Penghulu kembali dan menyatakan pernikahan keduanya Sah.


"Alhamdulillah, selamat yah Tuan Robby, semoga langgeng, sakinah, mawahdah dan warohmah." Ucap Pak Kiai yang pertama kali memberikan selamat dengan tulus.


"Terima kasih banyak Pak Kiai Zain, yang sudah begitu baik mengajarkan saya begitu banyak pelajaran hidup." Ucap Robby dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Akhirnya kedua pria itupun saling berpelukkan dan menangis bahagia.


Setelah itu, Mariam dibawa oleh Umi Khadijah dan Ustadjah Madinah, dari kamarnya ke tempat acara akad nikah yang baru saja dilaksanakan.


Mariam sangat cantik dengan gaun pengantin muslimah modern, yang berwarna putih dengan gaun terurai panjang menyapu lantai. Riasan yang menghias wajahnya nampak begitu cantik dan tidak terlihat usia Mariam yang sebenarnya.


Usia Mariam 45 tahun, namun terlihat seperti usia 30 tahunan saat menikah kini. Sungguh wajah yang terbilang awet muda dan tidak termakan usia.


Banyak para tamu dan keluarga yang melihat takjub dan tidak mengira, wajah Mariam begitu cantik dan bersinar dihari pernikahannya.



Mariam berjalan begitu anggun diapit oleh Umi Khadijah dan Ustadjah Madinah menuju tempat Robby berada.


Mata Robby terpana, saat melihat wanita yang begitu cantik yang sudah menjadi istri sahnya kini. Terlukis senyuman indah yang terpancar dari bibir Robby yang mengembang, tertuju kepada istrinya itu.

__ADS_1


"Sungguh beruntungnya saya, memiliki istri yang sholeha dan berlian seperti Mariam ya Allah." Ucap Robby dalam hatinya.


Sesampainya di hadapan Robby, dengan sekilas senyum tergambar jelas dibibir indah Mariam. Kini pria yang dihadapannya, sudah resmi menjadi suaminya. Pria yang akan menjaga, melindungi dan menemani hari tuanya dengan rasa cinta dan sayang.


"Bismillahhirohmanirohim, Assalamu'alaikum ya Habibi Robby Dirgantara." Ucap salam Mariam begitu merdu ditelinga Robby. Disaat Mariam akan duduk disampingnya dan mencium tangan kanannya dengan takzim.


"Wa'alaikumussalam, yaa Zawjattiku nan cantik dan soleha Mariam." Jawab salam Robby mengulurkan tangannya lalu mengecup kening Mariam dengan lembut.


Keduanya kini duduk bersanding menandatangani berkas-berkas pernikahan dari departement Agama dan Negara. Tandatangan para saksi dan juga penghulu yang hadir diacara Pernikahan mereka.


Setelah semua berkas selesai diurus, keduanyapun diberi ucapan selamat kembali oleh para tamu undangan yang menyaksikan pernikahan kedua anak manusia yang berbeda jenis itu. Lalu semuanya menyantap hidangan makanan, yang sudah disiapkan oleh petugas katring yang sudah disewa oleh Robby.


Usai acara Pernikahan dan ramah tamah, keduanyapun beristirahat didalam kamar pengantin yang begitu indah dan dihiasi banyak bunga mawar didalamnya.


"Yaa Zawjattiku Mariam, kemarilah duduk dipangkuan suamimu ini." Panggil Robby sayang, dengan menepuk-nepuk pahanya sendiri.


Dengan malu-malu, Mariam mendekati suaminya Robby. "Iya Habibiku." Sahut Mariam begitu lembut. Lalu Robby menarik lembut pinggang Mariam, agar duduk dipangkuannya. Mariampun begitu menikmati sentuhan Robby, yang begitu dia rindukan saat ini.


Robby tersenyum mengembang begitu bahagia, bisa merengkuh nikmatnya madu cinta Mariam kembali. Pernikahannya kali ini, merupakan pernikahan terindah dan terbaik baginya dan bagi Mariam tentunya.


"Sayang.. apakah saya boleh bantu membuka baju pengantinmu?" Tanya Robby sungguh sangat lembut, saat Mariam berada dipangkuannya.


Mariam mengangguk kecil, meski wajahnya tidak terlihat oleh Robby, namun hatinya berdebar-debar. Hingga wajahnya nampak merah merona.


Akhirnya, Robbypun membuka baju pengantin Mariam dengan begitu sabar dan lembut. Dia tidak ingin tergesah-gesah, seakan-akan terlihat tidak sabaran.


Selesai membuka baju pengantin, keduanyapun menyatukan ikatan tali cinta mereka berdua. Melebur menjadi satu dan menikmati indahnya surga dunia yang begitu indah dan nikmat. Penyatuan kedua anak manusia yang didalamnya akan dilimpahkan ladang pahala karena sucinya ikatan pernikahan yang sudah SAH.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...


__ADS_2