
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
"Bruuuummm... bruuuummm..." Suara Motor langsung melaju, setelah pluit Wasit ditiupkan.
Abi memimpin permainan, sekarang sudah melewati putaran lintasan ke 5, Abi masih memimpin, namun jarak motor Abi dengan motor samuel hanya beberapa meter saja.
Kecepatan motor Samuel makin melesat, hingga mengalahkan kecepatan motor Abi. Sekarang Abi menempati posisi kedua, tepat di belakang motor Samuel. Sedang posisi Arman tepat berada di belakang motor Abi.
Saat putaran lintasan ke 10, Abi mulai memimpin kembali, dan posisi Samuel berganti di belakang Abi. Namun Samuel makin gencar menarik gas motornya, untuk memimpin pertandingan.
Putaran ke 25 sekarang Samuel memimpin lagi mengalahkan Abi, namun jarak motor mereka sangat tipis. Tapi Abi kesulitan untuk menyalip lagi motor Samuel, padahal tinggal 2 lap lagi pertandingan akan finish.
Sampai garis finish, Abi harus menerima kekalahan menjadi runner up. Dalam sejarah turnamen yang dia ikuti, baru kali ini dia harus menjadi runner up. Tapi semua ini tidaklah penting baginya, dia hanya menganggap permainan ini adalah sebagai hobbynya.
Akhirnya para pemenang juara 1 sampai 3 harus naik keatas podium untuk menerima piala dan hadiah uang tunai. Untuk juara satu mendapatkan uang tunai sebesar 50 juta, juara runner up mendapat uang tunai 25 juta, sedang juara tiga mendapat uang tunai 15 juta.
Setelah piala dan hadiah uang tunai diberikan, merekapun akhirnya berphoto dan bersalaman bersama dengan sesama pemenang, dan para pimpinan club motor balap. Setelah itu mereka kembali turun dari podium.
Abi dan Arman menghampiri teman-temannya, yang sedari tadi memberi dukungan kepada mereka.
"Abi selamat yah, meski loe hanya sebagai runner up, tapi gue bangga sama loe. Padahal loe sedang banyak masalah keluarga, tapi loe masih bisa semangat menyelesaikan pertandingan." Ucap Firman bangga kepada sahabatnya itu, lalu yang lainnyapun ikut memberikan ucapan selamat kepada Abi.
"Terima kasih Firman, dan teman-teman semuanya, kalian selalu dukung gue, meski gue tidak maximal malam ini."
"Sama-sama Bi, loe juga selalu memberi dukungan buat kami, jika kami sedang turnamen."
"Iya.. kita harus saling dukung selalu." Ucap Abi bahagia, karena mereka selalu setia menjadi teman Abi.
"Arman selamat juga yah, loe akhirnya bisa dapat juara ke tiga, itu kemajuan yang cukup bagus." Ucap Firman dan yang lain ikut memberikan selamat.
"Terima kasih Firman dan teman-teman semua atas dukungan kalian." Ucap Arman tulus.
"Sama-sama Arman, pokoknya ini kemajuan buat loe selama ini akhirnya bisa mendapatkan gelar juara, meski juara tiga." Ucap Firman dan teman yang lainnya.
Setelah saling memberikan selamat, mereka berkumpul dipinggir lintasan untuk briefing terlebih dahulu oleh Pak Pelatih yaitu Bapak Frans.
__ADS_1
"Selamat malam semuanya." Salam pembuka Bapak Frans.
"Selamat malam Pak." Jawab salam dari anak-anak didiknya.
"Sebelum saya memulai briefing ini, saya ucapkan selamat terlebih dahulu untuk Abi dan Arman."
"Terima kasih Pak Pelatih." Sahut Abi dan Arman bersamaan. Lalu diangguki oleh Pak Frans.
"Malam ini, saya cukup senang dengan penampilan kalian. Arman yang melesat bisa menduduki peringkat ke tiga, tapi kenapa Abi mengalami penurunan peringkat bertahannya, selama beberapa bulan ini yang selalu menempati juara pertama? Saya minta penjelasannya Abi!"
"Malam ini saya kurang fokus Pak Pelatih, saya mohon maaf." Ujar Abi menyesal, dengan alasannya.
"Kalau boleh tahu, apa yang menyebabkan kamu kurang fokus?
"Hanya masalah pribadi, Pak Pelatih." Ucap Abi singkat.
"Ooh.. begitu Abi, kalau saya memberi masukan, sebaiknya masalah pribadi jangan sampai disangkut pautkan, dengan turnamen penting seperti ini." Ujar Frans Pelatih Turnamen balap mereka.
"Iya Pak, maaf atas kelalaian saya." Sesal Abi.
Setelah mereka bubar meninggalkan area pertandingan, merekapun bergegas mendatangi tongkrongan anak-anak club motor liar, di tempat biasa mereka kumpul.
"Hallo, Abi? Kemana saja, baru kelihatan?" Tanya seorang gadis berbaju sexy yang bernama Sarah, bersama dua teman gadis lainya.
"Heeemm... " Hanya gumaman, yang Abi ucapkan. Abi tetap bermain ponselnya, tanpa memandang Sarah sedikitpun.
"Hallo juga Firman, Nouval, Arman dan semuanya. Tumben kalian baru pada kelihatan batang hidungnya." Tanya Sarah menyapa yang lainnya.
"Hallo Sar, loe makin sexy dan cantik saja." Sapa Firman memuji, namun memang benar adanya.
"Aach.. loe bisa saja Fir kalau memuji. Biar gue sexy dan cantik kayak gini juga, engga dilirik sama cowok yang gue suka." Ucap Sarah, seraya melirik kearah Abi berada.
"Bodoh banget tuh cowok, memangnya siapa cowok yang berani nolak loe? Secara loe jadi bahan rebutan anak-anak, buat bahan taruhan kalau menang balapan motor liar kita." Hardik Firman, mengingat Sarah adalah cewek yang sangat berani, dan anak orang kayak yang tajir melintir.
"Tuuh..." Ucap Sarah, seraya mununjuk cowok itu dengan dagunya.
__ADS_1
"Haaah... ?"
"Apa, loe? Loe tadi bilang gue, apa? Bodoh?" Kesal Abi, membulatkan matanya menatap Firman.
"Sorry friend... gue engga tahu." Ucap Firman menyesal, seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
"Iya sudah, kali ini gue maafin." Ucap Abi santai, dan kembali fokus menatap ponselnya.
"Terima kasih friend, loe memang the besty gue." Ucap Firman, seraya memeluk Abi spontan.
"Iissh.. nazis, peluk-peluk.. ! Memang gue cowok apaan, loe peluk-peluk?" Omel Abi, tidak terima dipeluk oleh sesama cowok.
"He.. he... he.." Firman terkekeh, mendengar omelan sahabatnya itu.
"Iissh.." Abi berdecak sebal.
"Loe juga engga bisa naklukin dia, bukan?" Tanya Sarah kepada Firman.
"Waah, iya Sar.. kalau sama Abi, gue nyerah dah." Ujar Firman, tidak sanggup untuk melawan sahabat dekatnya itu.
"Payah loe Fir, tadi saja loe menghina cowok yang gue suka, setelah tahu orangnya. Apa? Tenyata loe, kayak ayam sayur.. !" Ejek Sarah dan teman-temannya, lalu mereka meninggalkan Firman, yang masih kesal karena sudah dihina oleh Sarah.
"Huuuh.. dasar cewek rese, makanya jangan sombong jadi cewek. Giliran ditolak sama Abi, sok baik segala, mau nyapa kita." Maki Firman tidak mau kalah, saat Sarah dan teman-temannya sudah pergi menjauh.
"Sabar Fir.. sabar.. orang sabar pantatnya lebar.. he.. he.. he.. " Ucap Noval menghibur, seraya mengusap punggung Firman pelan. Sedangkan Abi hanya tersenyum kecut melihat Firman yang sudah kesal di ejek sama Sarah.
"Iya.. Val, gue sabar." Ucap Firman, yang sedikit meredam dengan tingkah konyolnya Noval.
"Fir, gue numpang tidur dirumah loe yah?" Ucap Abi santai, seraya menyentuh pundak Firman.
"Kenapa Bie? Memangnya loe engga balik kerumah loe?
"Gue males, pulang kerumah?"
"Haaah... ?"
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....