Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi
Mual dan Mabuk


__ADS_3

...🥰🥰Happy Reading🥰🥰...


Pagi hari, dihotel bintang lima itu, Robby, orang tua Ningrum dan keluarga besar Kiai sudah berada di meja makan yang sudah disewanya.


Mereka menikmati sarapan pagi mereka dengan lahap dan senang. Sarapan di Hotel, dengan makanan lezat yang sudah dimasak oleh chef profesional yang bekerja di Hotel tersebut.


Lain hal dengan Ningrum, dirinya tidak bisa menikmati sarapan paginya yang terlihat begitu lezat dan enak. Baru saja mencium baunya, Ningrum langsung merasa mual.


"Uuueeek... uueeek... ueeek.." Ningrum memegang dadanya yang terasa mual.


"Ayo sayang, aku antar ke wastafel." Ajak Abi dengan memegangi lengan istrinya pelan.


Sontak saja, semua yang berada dimeja makan menatap heran kepada Ningrum. Padahal sarapan yang disajikan begitu lezat dan menggugah selera.


Namun, Mariam dan Mama Anita yang teringat saat mabuk dan mual-mual seperti Ningrum. Seketika saja, langsung berpikir jika Ningrum sedang hamil muda.


"Jangan-jangan, Nak Ningrum sedang hamil!" Seru Mariam dengan mengulum senyum.


"Benar juga Jeng Mariam, saya juga sepemikiran sama Jeng Mariam." Ucap Anita menimpali.


"Iya Jeng Anita, habisnya saya jadi ingat saat hamil Abi dulu seperti itu, mual-mual di pagi hari." Ucap Mariam, lalu diangguki oleh Anita.


Sontak saja, semua orang yang berada satu meja dengan Mariam dan Anita, langsung tersenyum dan mengucapkan kata syukur. "Alhamdullilah.. kalau memang benar-benar Nak Ningrum sedang hamil." Ucap Umi Khadijah tulus, lalu diikuti oleh yang lainnya.


"Alhamdulillah.." Ucap syukur semua orang yang berada satu meja makan.


Robbypun sungguh bahagia, jika apa yang diucapkan istri dan besannya itu benar adanya. "Ya Allah, sungguh nikmat-Mu yang mana lagi yang kami dustai. Hari yang paling membahagiakan ini, kami mendapat kado istimewa dengan kehadiran calon cucu dirahim menantu kami." Ucapnya dengan air mata yang sudah membasahi wajah tampan Robby.


Sekembalinya Abi dan Ningrum yang baru saja dari toilet, membuat semua orang tersenyum dan menatapnya senang.


"Selamat yah, sayang. Sepertinya kalian akan segera memiliki anak, lalu kami akan segera menimang cucu." Ucap Robby dengan wajah riang.


"Iya.. Pah, terima kasih. Semoga saja, doa Papa benar-benar dikabulkan oleh Allah." Ucap Abi bahagia dengam seutas senyuman, lalu dianggukkan oleh Ningrum yang juga tersenyum.


"Aamiin.." Semua orang disana mengamini ucapa Abi.


"Mah, Pah dan semuanya, Abi dan khumairah mau ke kamar dulu yah. Mau istirahat dulu, biar makannya nanti dikamar saja." Pamit Abi dan Ningrum hanya tersenyum kecil masih menahan rasa mual yang kapan saja bisa datang.


"Iya sudah, sayang. Apa mau Mama temani?" Tanya Mariam dan Anita juga ikut menawarkan.


"Tidak usah Mah, terima kasih. Kalian tetap disini saja, kami bisa berdua saja ko." Tolak Abi santun, lalu dianggukkan oleh Mariam dan Anita.


"Mari semuanya, maaf kami meninggalkan acara sarapan bersamanya." Ucap Abi merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"Tidak apa-apa nak Abi, jaga istri kamu yang mungkin saja sedang mengandung itu. Nanti siang, sebaiknya nak Ningrum segera periksakan ke Dokter." Ucap Umi Khodijah, yang antusias saat mendengar jika kemungkinan mantan menantunya itu hamil.


Bagaimanapun, Umi Khodijah sudah menganggap Ningrum seperti anaknya sendiri. Umi Khodijahpun menganggap Abi adalah pengganti Ustad Rizal Ahmad, anaknya yang merupakan suami Ningrum yang sudah meninggal.


"Iya, Umi. Nanti siang, Abi akan periksakan Khumairah ke Dokter kandungan." Ucap Abi serius, lalu dianggukkan oleh Umi Khodijah dan yang lainnya.


"Assalamu'alaikum, mari semuanya." Salam Abi dan Ningrum bersamaan.


"Wa'alaikumussalam, iya sayang." Jawab salam semuanya.


*******


"Sayang, apa kamu masih mual?" Tanya Abi, saat duduk di sofa panjang bersama istrinya yang sedang merebahkan tubuhnya.


"Sedikit." Ucap Ningrum singkat, karena kepalanya sedikit pening.


"Apakah khumairah mau dibalur minyak angin?" Tawar Abi.


"Heem.. iya." Sahut Ningrum mengangguk kecil.


"Okey." Abipun langsung bangkit dari sofa, terus mengambil minyak angin dan meminta istrinya untuk tiduran di kasur.


"Ayo sayang kamu berbaring dikasur, agar aku bisa membalur semua tubuhmu dengan minyak angin." Pinta Abi.


Abi mulai membalur seluruh punggung dan perut istrinya dengan minyak angin dengan lembut, hingga kedua kaki sampai telapaknya.


Ningrum sangat menikmati apa yang dilakukan suaminya, hingga dirinyapun terasa nyaman dan tertidur pulas.


Abi yang meliha wajah cantik istrinya ketika tidur, begitu damai dan tenang seperti bayi yang habis dibuai sayang oleh Ibunya.


"Istri cantikku, sungguh damai sekali wajahmu. Tidak bosan-bosannya aku memandang dan mengagumi, ibu guruku yang cantik, yang kini menjadi istriku. Aku sangat mencintaimu dan menyayangimu, cup.. cup.. cup." Abi bergumam pelan dengan seutas senyuman manisnya, lalu menghujani wajah istrinya dengan ciuman bertubi-tubi, hingga yang mpunya sedikit terusik. Tapi, tidak sampai membangunkannya.


"He.. he.. he.. maaf sayang, jadi gemas rasanya." Abi terkekeh sendiri saat dirinya begitu bucin kepada istri cantiknya itu.


Selama menunggu istrinya bangun, Abi menyibukkan diri mencari informasi di ponsel pinternya tentang ciri-ciri wanita hamil dan apa saja yang menyebabkan wanita hamil mual atau mabuk. Diapun mencari tahu, larangan apa saja yang harus dihindari oleh wanita hamil. Makanan apa saja yang boleh dikonsumsi dan minuman apa saja yang bagus untuk wanita hamil.


Puas membaca berita sekitar wanita hamil, diapun berinisiatif memesan makanan yang bagus untuk dikonsumsi wanita hamil agar mengurangi rasa mual dan mabuknya.


Abipun mulai menghubungi pelayan restoran di Hotel tersebut, lewat saluran telpon kabel yang berada disamping kasurnya.


"Hallo Mba, saya pesan salad buah dan jus mangga dua yah. Atas nama Abi Maulana Dirgantara, kamar 027. Terima kasih."


"Baik Tuan, mohon bersabar dan ditunggu sebentar, pesanan akan segera datang."

__ADS_1


"Iya Mba, terima kasih."


"Sama-sama, Tuan."


Akhirnya setelah pemesanan selesai Abipun menutup saluran telponnya dan menunggu pesanan datang.


Tidak butuh waktu lama, pesanan salad buah dan jus manggapun sudah datang.


Pelayan Hotel menekan layar indikator yang terhubung lewat layar monitor LCD yang berada dalam kamar Hotel. "Ting."


Abipun langsung melihat siapa yang datang, hanya dengan menekan tombol layar monitor disamping pintunya. Setelah dia tahu Pelayan yang datang membawa pesanannya, Abipun membukakan pintunya.


"Ini Tuan, pesanannya." Ucap Pelayan itu ramah.


"Terima kasih, Mba." Ucap Abi juga ramah, seraya mengambil pesanannya dari tangan Pelayan itu.


"Sama-sama, Tuan. Apa ada lagi, yang bisa saya bantu?" Tawar Pelayan itu.


"Tidak, Mba. Terima kasih." Ucapnya dengan tersenyum, lalu menutup pintu kamarnya.


Pelayan itupun akhirnya meninggalkan kamar Abi. Pelayan itu sungguh terpesona, dengan ketampanan wajah Abi.


"Tampannya, Tuan itu." Pelayan itu bergumam pelan, lalu tersenyum.


Abi menyimpan makanannya di atas nakas, lalu mengecup bibir istrinya agar terbangun. Ternyata benar saja, istrinyapun terbangun saat merasakan bibirnya basah dikecup oleh suami tampannya.


"Uueemm..." Bunyi Ningrum menggeliat, khas bangum tidur.


"He.. he.. he.. sudah bangun sayang! Ayo kita makan, tara..." Abi terkekeh melihat istrinya, lalu membawa sepiring salad buah dan jus mangga dihadapannya.


"Haah..? Al-habib.. kamu tahu saja yang aku mau. Aku akan memakannya sekarang, boleh?"


"Boleh sayang, habiskan! Setelah ini, kita akan ke Dokter kandungan."


"Okay." Ucap Ningrum senang, lalu menyantap salad buah itu dengan lahap, lalu sesekali menyuapi suaminya.


Abi sungguh bahagia melihat istrinya yang tidak mual saat memakan salad buah tersebut dengan meminum jusnya disela-sela makannya.


...♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


__ADS_2