
Di mansion Utama
Pagi hari Yarga terbangun di kamarnya , ia pun bergegas untuk membersihkan diri dan memakai pakaian kantornya .. ia langsung bergabung dengan Ratna dan Daniel untuk sarapan bersama ..
hari ini akan sibuk , banyak pekerjaan yang menantinya di perusahaan
" Yarga hari ini kamu sibuk tidak nak ? " tanya Ratna .
" mungkin iya mi .. banyak yang harus Yarga kerjakan hari ini mi , mami kan tahu Yarga kemarin habis dari luar kota mi " jawab Yarga sembari mengunyah sarapannya ..
" tapi kan nak nanti malam kan acara peresmian kantor cabang papi yang baru , lagian mami juga mau mengenalkan seseorang padamu nak " kata Ratna
" mami Yarga enggak tertarik dengan perjodohan !! " ucap Yarga datar , Ratna yang mendengar ucapan Yarga langsung gelagapan .. memang awalnya ia mau mengenalkan Yarga dengan anak teman sosialitanya
Yarga selalu risih jika Ratna menyuruhnya untuk melakukan perjodohan .. ia belum memiliki niat untuk menjalin hubungan dengan lawan jenisnya apalagi berkeluarga
" cuma kenalan aja kok nak .. kenapa sih negatif thinking mulu sama mami " jawabnya sambil memanyunkan mulutnya tanda ia merajuk..
Yarga yang sudah hapal dengan sifat sang mami hanya menggeleng kepalanya ..
"mami gak usah acting merajuk seperti itu .. Yarga tetap tak tersentuh dengan acting mami, acting mami udah basi " ucap nya dengan wajah datar ..
" kamu tuh ya .. Yarga kamu tuh harusnya udah ingat umur udah 32 tahun juga masa gak ada niatan sedikit pun untuk menikah? kamu gak mau gitu kaya Kevin sepupu kamu tuh yang udah punya anak lucu-lucu .. mami juga sudah pengen gendong cucu nak .. mami tuh sudah tidak muda lagi " ucap Ratna sembari menyebikkan bibirnya
" nanti juga kalau waktunya Yarga pasti nikah mi .. mami sabar aja " jawab Yarga asal
( jodoh itu di cari Yarga bukan di tunggu 😭😭)
" ya kapan nak .. harus gitu mami mati dulu baru kamu nikah ?? " jawab Ratna yang langsung mendapat tatapan tajam dari Daniel dan Yarga .. ia tidak suka mendengar maminya mengucapkan kata-kata itu .. ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain mereka berdua , ia tidak ingin di tinggalkan lagi ia sangat benci di tinggalkan
" mami jangan ngomong yang aneh-aneh " ucap Yarga datar
" mami tuh kalo ngomong di jaga mi .. papi gak mau mami ngomong kaya gitu lagi !!! .. biarkan saja bocah tengik itu .. biar sampai tua sendiri terus .. lagian papi juga curiga jangan-jangan dia tuh gak normal lagi mi .. sudah setua itu belum pernah pacaran .. lempeng sekali kehidupannya " ucap Daniel sambil menggelengkan kepalanya ..
" Hey pak tua .. saya masih normal .. saya hanya tidak mempunyai waktu untuk memikirkan sesuatu yang tidak penting " ucap Yarga dengan wajah datar
" alah .. dasar kulkas berjalan bilang saja tidak laku atau kamu suka sesama jenis ?? buktinya kamu hanya dekat dengan jimy si asisten kami itu " jawab Daniel
" sudah sudah .. kenapa malah kalian yang ribut sih ,
__ADS_1
papi enggak ke kantor gitu ko pakai baju santai? " Ratna melerai mereka
" papi libur hari ini mi , nanti malem kan kita ada acara di rumah ini .. masa tuan rumahnya gak ada mi " jawab Daniel
" oh iya ya pi " Ratna mengangguk-anggukkan kepalanya
Percakapan mereka terhenti setelah kedatangan Jimy untuk menjemput atasan sekaligus sahabatnya ke kantor
" Selamat pagi tuan dan mami , selamat pagi tuan muda Yarga" sapa nya pada semua yang ada di meja makan
"pagi jim , kamu sudah sarapan jim?" tanya Ratna
" sudah mami , tadi aku sudah sarapan sebelum berangkat ke sini " jawabnya
"mami Yarga berangkat .. untuk acara nanti malam Yarga gak janji untuk datang " ucap Yarga datar ,ia hendak pergi namun Daniel berseru
" hey bocah tengik kepada mami mu kamu izin kenapa kepada ku tidak " ucap Daniel
" apa kau ingin agar aku mencium mu pak tua " canda nya dengan wajah datar .. ucapannya sontak membuat jimy dan Ratna tersenyum dan menahan tawa mereka ..
' dasar yang satu gengsian yang satunya egonya kegedean aduhhh ada-ada saja mereka itu ' batin Ratna
" bocah edan " ucap Daniel bergidik ngeri
" hati-hati di jalan nak .. usahakan nanti malam untuk hadir " ucap Ratna
" iya mami " Yarga dan Jimy pun berangkat menuju kantor Sanjaya Group
Di dalam mobil
" Jimy segera urus surat-surat ku yang hilang " titah Yarga
" oke Yar kamu tenang aja .. tahu beres " ..jawab jimy
"ia aku percayakan semua padamu jim " ucap Yarga
" ia tenang " jimi hanya menjawab sekedar nya ..lalu keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing
Yarga kepikiran ucapan maminya tadi ,
__ADS_1
' nikah ya .. entahlah aku belum memikirkan nya .. tapi aku sedikit penasaran padanya .. senyumannya yang menawan .. Syeril ya namanya .. ahh aku lupa aku kan belum mengganti uangnya yang ku pinjam kemarin 'batin Yarga
(ya ampun Yarga cuma 15 rb lohh 🤣🤣🤣)
"Jim pinjam ponsel mu " Jimy pun memberikan ponsel nya dan Yarga pun mencari apa yang dia cari di ponsel Jimy ..
" cari apa Yar ? "
" no kontak gadis yang kemarin meminjamkan uangnya .. aku harus menggantinya bukan " jawab Yarga
'cuma 15 rb kali bro ... orang nya juga mungkin udah lupa kali ' batin Jimy
setelah mendapat apa yang ia cari Yarga menyunggingkan senyumnya .. hal itu di lihat oleh jimy
' nah kan .. dia mulai gak waras , senyum senyum sendiri kaya gitu ' batin jimy
ia merasa heran melihat Yarga yang senyum senyum sendiri seperti orang gila itu
sedangkan Yarga segera mengambil ponselnya yang ada di saku jas ,ia pun mengetik no ponsel Syeril di ponsel miliknya menyimpannya kemudian ia sibuk dengan pikirannya .. ia terus memikirkan Syeril , ada perasaan aneh yang mengegelitik dalam hatinya tapi segera memampiknya
' ahh aku kepikiran terus padanya, tapi tunggu ini harus di perjelas saja .. ini hanyalah bentuk rasa kagum saja , karena ia pernah menolong mu dari rasa malu Yarga ..ingat itu ' gumam Yarga sembari menggelengkan kepalanya
Jimy melihat tingkah Yarga yang tersenyum sendiri lalu menggeleng - gelengkan membuat ia tak tahan untuk bertanya
" Yar .. kamu gak apa-apa kan ? " jimy bertanya
" ekhmmm ia jim aku baik-baik saja " Yarga merutuki dirinya yang hampir kepergok Jimy , ia segera mengubah ekspresi mukanya menjadi datar kembali
' hampir aja aku ketahuan jimy .. bisa jadi bahan ejekan dia aku nantinya ' Yarga bergumam di dalam hati
" kamu yakin Yar ? " tanya jimy untuk kedua kalinya
" iya jim saya yakin " ucap Yarga
jimy sebenarnya masih belum yakin tapi tidak ia tunjukkan , ia kembali fokus untuk mengemudi kan mobil
*catatan author :
terimakasih saran dan dukungan nya 🙏🙏
__ADS_1