Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
10. notifikasi


__ADS_3

Syeril VOP


Pagi hari Syeril terbangun dengan mata yang sembap karena semalam ia menangis sampai ketiduran .. ia sedikit meregangkan otot-ototnya sebelum membersihkan diri ke kamar mandi tidak lupa ia selalu membawa senter , setelah selesai dengan urusan mandinya Syeril segera memakai pakaiannya dan mematut penampilannya di depan cermin .. suara notifikasi ponselnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk ..


Syeril heran karena adanya pesan baru dari nomor asing ..


* Bisakah kita bertemu *


Yarga


keningnya berkerut seperti tidak asing dengan nama itu ..


' kayak gak asing .. tapi siapa ya .. tunggu jangan-jangan yang kemarin aku pinjami uang itu kali ya.. ada urusan apa dia ' gumam Syeril


* Maaf ada perlu apa kak * Syeril membalasnya


* Saya mau mengembalikan uang yang kemarin saya pinjam * Yarga


balasan dari Yarga membuat Syeril membelalakkan matanya , lalu dia tertawa


"hahahaha orang ini kenapa sih padahal cuma 15 rb loh .. aku juga udah lupa kali pinjamkan uang segitu .. apa jangan-jangan ini cuma modus dia doang ya .. idihh GR banget kamu ril .. ya kali dia juga punya mata orang pendek kaya kamu mah bukan seleranya kali ril " ucapnya pada diri sendiri


Syeril yang bingung mau membalas apa memutuskan menyanggupi saja untuk bertemu ..


* aduh kak padahal saya sudah lupa soal uang yang kemarin .. tapi kalau kakak berniat baik untuk mengembalikan saya terima kak .. dimana kita akan bertemu kak? * balasnya


*nanti jam makan siang kita bertemu di mall X , bagaimana? * Yarga


* ia ka * balas Syeril


' irit bener balasnya' batin Syeril


setelah bertukar pesan Syeril pun bergegas menuju tempat kerjanya , ia akan meminta bantuan pada bu Susan untuk mencarikan tempat magang untuknya ..


kuliah nya yang memasuki semester 7 mengharuskan ia untuk melakukan praktek magang selama 3 bulan ..


Syeril VOP END


Yarga VOP

__ADS_1


setelah mendapat no ponsel Syeril ia pun mengirim pesan padanya .. ada satu hal yang membuat Yarga terheran , saat Syeril membalas


*aduh kak padahal saya sudah lupa soal uang yang kemarin .. tapi kalau kakak berniat baik untuk mengembalikan saya terima kak .. dimana kita akan bertemu kak? * Syeril


Yarga berfikir bukan soal uangnya .. tapi soal kata pinjam , karena niatnya yang meminjam jadi ia harus membayarnya kembali itulah prinsip yang di pegangnya .. sejak kecil ia selalu di ajarkan bahwa yang namanya hutang harus di bayar


Walau pun Yarga mempunyai sifat yang dingin dan cuek tapi dia tahu bagaimana cara nya membalas budi .. Daniel dan Ratna selalu memberinya wejangan agar ia selalu berhati-hati untuk melakukan sesuatu .. ia tidak ingin Yarga salah menaruh janji pada sembarang orang karena nanti Yarga sendiri yang akan dirugikan


setelah mendapatkan kesepakatan untuk bertemu pada jam makan siang nanti Yarga meneruskan pekerjaannya yang banyak itu .. entah mengapa bibirnya membentuk sebuah senyuman tapi kemudian dia langsung menggelengkan kepalanya ia menyangkal bahwa ini hanya lah rasa senang karena ia akan membalas budi begitu pikir nya


' ngapain sih aku senyum-senyum sendiri .. enggak-enggak ini pasti cuma rasa senang aku karena mau membayar kembali uang yang ku pinjam kemarin .. iya karena itu .. fokus Yarga fokus jangan berfikir yang aneh-aneh ' batin Yarga .. sambil menggelengkan kepalanya


kegiatan tadi pun langsung berhenti karena ,suara ketukan pintu .. Yarga spontan merubah mimik mukanya menjadi datar kembali , di lihatnya Jimy yang berjalan menuju ke meja kerjanya


" tuan 10 menit lagi kita akan rapat dengan PT Permana " ucap Jimy


" iya .. persiapkan semuanya , jangan sampai ada kesalahan" titah Yarga


" baik tuan " jimy berniat undur diri namun langkahnya tertahan karena seruan dari Yarga


" Jim nanti makan siang saya ada janji dengan seseorang saya titip urusan kantor pada mu !!! "


" baik tuan "


'aneh .. di agenda dia tidak mempunyai janji dengan siapapun .. ahhh mungkin janjiannya dadakan .. ingat jim jangan melewati batasan mu ' batin Jimy


mereka pun melangsungkan meeting dengan PT PERMANA


" selamat siang tuan Yarga " sapanya


" siang tuan Seto .. silahkan duduk !! kita langsung mulai saja " ucap Yarga


seketika mimik mukanya berubah menjadi serius .. ia terlihat sangat berwibawa dan karakternya yang selalu membuat lawan bicaranya seperti terpojok diam tak berkutik ..


jika ia tidak suka ia tidak akan tanggung-tanggung untuk menolaknya tidak peduli mau lawan bicaranya memohon ataupun mengiba ia akan tetap teguh pada pendiriannya


" saya merasa bangga bisa bekerja sama dengan perusahaan anda Tuan " ucap Seto mencoba berbasa-basi


" saya juga Tuan " jawab Yarga

__ADS_1


" iya Tuan , semoga dengan perjanjian kerjasama ini perusahaan kita bisa menjadi lebih maju untuk kedepannya" ucap Seto dan hanya di balas anggukan kepala oleh Yarga


meeting pun berlanjut sampai mereka menemukan kesepakatan bersama


Sementara di mansion Wijaya


Ratna tengah bersiap pergi ke salon kecantikan .. ia akan melakukan perawatan supaya terlihat lebih fresh saat acara pesta nanti malam .. wanita yang sudah menginjak usia kepala 5 itu masih terlihat cantik dengan memakai baju setelan berwarna maroon , ia juga menenteng tas branded miliknya ..


ia segera munuruni tangga di lihatnya Daniel sedang membaca koran dengan secangkir kopi pahit di hadapannya


" papi .. mami mau ke salon dulu ya pi mami mau perawatan dulu .. kan nanti malem mami mau jadi sorotan utama pi jadi mami mau persiapan sebelum berperang pi "


Ratna pamit kepada Daniel untuk pergi ke salon


" ia mi hati-hati di jalannya !! mami mau nyetir sendiri atau di anterin supir mi ? " tanya Daniel


" di anterin supir aja lah pi .. mami lagi males nyetir " jawab Ratna


" ya sudah .. have fun ya mami manjakan dirimu " ucap Daniel


" ihh papi apa-apa sih .. papi mau nitip sesuatu nggak , nanti mami bawain pas pulang dari salon " tawar Ratna


" papi nitip ketoprak yang di depan masjid itu deh mi .. udah lama papi gak makan ketoprak itu " jawab Daniel ..


ia memang sudah lama tidak memakannya katakanlah ia rindu dengan makanan itu karena dia selalu pulang pergi keluar negeri dan jarang ada di rumah sehingga merasa ingin sekali memakannya


" okee pi .. ada lagi gak pi biar sekalian gitu pi ? " tanya Ratna yang kedua kali nya


" hmmm sama es dawet ya mi .. papi juga pengen yang seger- seger deh mi " pinta Daniel


" ya udah nanti mami beliin buat papi " ia pun menyalami tangan Daniel dan menciumnya setelah itu pergi ke salon bersama supir keluarga Wijaya


" ia mi hati-hati ya " ucap Daniel sembari tersenyum


setelah kepergian Ratna Daniel pun melanjutkan membaca korannya sembari sesekali meminum kopi pahit miliknya


*catatan author :


tetep pantengin ya ..

__ADS_1


terimakasih dukungannya terus suport author ya 🙏🙏🙏


__ADS_2