
Di mansion Utama Wijaya
pagi hari ini adalah hari senin semua yang mempunyai pekerjaan akan sangat sibuk dengan pengawalan hari di Minggu ini
sama halnya dengan Yarga yang kini tengah bersiap untuk menghadiri meeting di pagi hari
ketiga orang itu kini sudah duduk di meja makan untuk menikmati sarapan mereka
" mi .. kapan pak tua itu pulang ?" tanya Yarga pada Ratna
" semalam .. kamu ada meeting pagi nak ? " tanya Ratna balik
" iya mi " jawab Yarga cuek
tapi matanya mengedarkan pandangan ke kamar tamu dan hal itu terlihat oleh Ratna
" biarkan Syeril istirahat ya .. kasih dia cuti 3 hari , kata Kevin kan di harus banyak istirahat " Ratna meyakinkan Yarga
" Yarga tidak menanyakan Syeril kok mi " ucap Yarga menolak
' cih , kelihatan kok dari matanya juga kalau kamu mencari dia dasar bocah sinting .. kalau kamu kegedean gengsi Syeril pasti gak mau sama kamu ' batin Daniel
' kelihatan banget kami bohong nak .. kenapa aku punya anak kegedean gengsi gini ' batin Ratna
" emangnya Syeril kenapa mi ?" tanya Daniel berpura-pura tidak tahu
" kemarin dia pingsan pi " jawab Ratna sembari menyiapkan sarapan untuk Daniel
" kok bisa mi ?? sudah di periksa ke dokter ??" tanya Daniel lagi
" sudah , kevin yang periksa kemarin .. katanya lagi banyak pikiran kecapean juga " jelas Ratna
" ini pasti ulah kamu bocah tengik " ucap Daniel menyudutkan Yarga
" apa ? Yarga cuma melakukan tugas Yarga sebagai atasannya " ucap Yarga masa bodoh
" pasti kamu yang memberikan beban pekerjaan yang berlebihan pada Syeril " ucap Daniel
" tidak !! dia sendiri yang ingin capek " ucap Yarga
" maksudnya apa ?" tanya Daniel
" ya gimana gak capek .. hari libur harusnya digunakan untuk istirahat ini malah nonton sama Jimy .. mana Yarga tidak di ajak .. padahal Yarga sudah bilang kalau Yarga itu tidak su-ka....." Yarga baru sadar kalau dia keceplosan
Ratna dn Daniel hanya melihat ke arahnya
' sejak kapan kulkas berjalan ini mulai mengomel ?? apa karena kehadiran Syeril ?? bukankah ini pertanda bagus ??' batin Daniel
' dia jadi banyak bicara sekarang .. uhhh lucunya ' batin Ratna
" ehem ... Yarga berangkat dulu ya mi " Yarga segera menyudahi sarapannya
" loh kok gak dihabiskan nak, " ucap Ratna
" Yarga gak nafsu mi" ucap Yarga
__ADS_1
" gak nafsu karena gak ditemani oleh Syeril ?" ucap Daniel mengolok-olok Yarga
" diam pak tua !!!" sergah Yarga dengan tatapan tajam
" cih, lain di mulut lain di hati !!! pipimu merah !!" Daniel tambah mengolok Yarga
" ti-tidak !!" Yarga langsung menyambar tas kerjanya dan pergi dari meja makan
sepeninggal Yarga
" papi .. jangan mengolok-olok Yarga pi .. nanti dia marah " ucap Ratna
" dasar kegedean gengsi aja tuh mi .. susah banget bilang suka juga " ucap Daniel
" ia juga sih pi .. mami juga jadi greget tuh pi kenapa juga tuh anak gengsinya tinggi banget pi " Ratna hanya menggeleng saja
" sekarang Syeril dimana mi ? " Daniel memasang wajah tembok
" sebenarnya Syeril tuh lagi di rumah gurunya pi .. kemarin kayaknya dia tuh sakit hati gara-gara di bentak Yarga " ucap Ratna
" anak itu .. gimana Syeril mau luluh sama dia coba .. bukannya di lembutin malah di bentak " Daniel menggeleng
" ya itulah pi .. bodoh banget kan dia " ucap Ratna
" iya .. anak mami tuh " Daniel mengajak Ratna bercanda
" anak papi juga lah " Ratna tidak mau kalah
mereka pun saling tertawa karena telah melakukan hal-hal konyol seperti tadi
Yarga baru akan masuk ke ruangannya
" pak Yarga , Syeril gak masuk kerja ya pak ?" Vanya bertanya
" iya , dia sakit " Yarga langsung masuk ke ruang kerjanya
' yahh aku bakalan sendirian dong hari ini .. duhh semoga aja mood pak Yarga dalam keadaan bagus ' gumam Vanya
sayangnya harapan Vanya salah karena sedari pagi hingga waktu makan siang dia kena omel Yarga terus
baru saja mereka habis meeting yang cukup melelahkan mood Yarga yang sangat jelek hari ini membuat meeting yang hanya 1 jam itu terasa seperti setahun
" singa ngamuk !! gak ada pawang nya sih .. apes banget kamu Vanya !! Syeril kenapa pakai sakit sih huu huuu " gerutu Vanya
di dalam ruangan Yarga
" kamu kenapa Yar ?? kayaknya mood kamu lagi jelek banget .. udah berapa orang coba yang kamu marahi " Jimy menggeleng melihat tingkah Yarga
" gak apa-apa !! waktu kamu luang ya Jim , sampai bisa duduk santai di ruangan ku " cibir Yarga
" bukan !! aku cuma mau memastikan kalau kamu gak apa-apa " elak Jimy Padahal sebenarnya ia mau menanyakan keadaan Syeril
" seperti yang kamu lihat kan " ucap Yarga
" iya sih , ngomong-ngomong bagaimana keadaan Syeril ? " tanya Jimy
__ADS_1
" tanyakan pada orangnya sendiri !!" sentak Yarga
" kalau gak ada urusan lagi keluar sana !!!" usir Yarga
" iya iya .. ini aku keluar " Jimy keluar dari ruangan Yarga
'sebenarnya aku itu kenapa sih ?? seperti ada yang kosong di sini ' Yarga menyentuh dadanya
' biasanya jam segini dia selalu ada di ruanganku .. kenapa sekarang rasanya kosong ..' gumam Yarga
di mengambil ponselnya dan menghubungi Syeril namun sayangnya nomor nya tidak aktif
' apa dia sedang marah padaku ?? kenapa nomor nya tidak di aktifkan !!! atau mungkin dia sedang tidur .. iya .. dia kan sedang butuh istirahat !! ' Yarga selalu berfikir positif
' tapi tidak biasanya nomor nya tidak aktif !!! aku bisa gila dengan pikiran ku sendiri !! ' gerutu Yarga
Sedangkan di Vila
Syeril memang sengaja menonaktifkan ponsel nya , dia sedang menikmati ketenangan yang sekarang rasakan
'haaah senang rasanya bisa liburan .. gratis lagi .. horang kayah emang gini kali ya kalau liburan .. okee Syeril lupakan semua masalah mu sejenak !! ' Syeril sedang duduk di bangku taman yang ada di Vila milik Daniel
" non mau bibi buatkan sesuatu ?" tanya pembantu
" hmmm bibi bisa buatkan bumbu rujak enggak ?" tanya Syeril
" non Syeril mau bikin rujak ?" tanya pembantu
" itu loh bi .. ada mangga mangkel , enak kayaknya di rujak bi .. " Syeril menunjuk ke arah mangga yang setengah matang
" tapi emang non boleh makan rujak ?" tanya pembantu
"jangan terlalu pedes aja bi .. lagipula kan tadi aku sudah makan nasi " jawab Syeril
" ya sudah tunggu ya non " ujar pembantu
" iya bi , jangan terlalu pedes ya bi ingat " ucap Syeril
" siap non !!" ucap pembantu
karena merasa bosan ia pun memainkan ponsel yang diberikan Daniel
' bagus banget kameranya .. setara dengan harga sih , aku jadi kepo .. seberapa kaya sih papi Daniel ?? kata bu Susan Wijaya Grup itu perusahaan raksasa .. kalau memang nantinya aku yang menjalankan apa aku bisa ya .. husss stop kamu itu jangan berharap terlalu ketinggian !!! bisa aja kan papi Daniel gak sungguh-sungguh ngomong gitu ke aku .' gumam Syeril
" mending aku petik mangga aja kali ya .. sekaligus nanti aku kupas " Syeril mendekati pohon mangga untuk memetiknya
setelah mangganya dapat bertepatan dengan sambal rujaknya sudah jadi
" non ini sambel nya udah jadi " pembantu membawa sambal rujak
" iya bi .. sini aku juga mau kupas mangga nya dulu " ucap Syeril
" biar saya aja non " ucap pembantu
" No !! aku aja ya bi " cegah Syeril
__ADS_1
setelah mangga selesai di kupas mereka pun menikmati rujaknya