
Syeril mengetuk pintu ruang Yarga
tok tok tok
" masuk " ucap Yarga dari dalam ruangan
" pak Yarga memanggil saya " ucap Syeril
" iya , saya membutuhkan bantuan kamu Syeril " terang Yarga
" apa yang harus saya kerjakan pak ? " tanya Syeril
" bantu saya untuk menyusun laporan ini !! dan juga susun semua berkas yang sudah saya tandatangani ke map ini setelahnya kamu berikan kepada Vanya !! " titah Yarga sembari menunjuk ke arah tumpukan bekas
" iya pak " ucap Syeril , ia langsung mengerjakan semuanya dengan teliti
setelah 30 menit berlalu Yarga yang semula fokus menjadi tidak konsentrasi dengan pekerjaannya ia melirik ke arah Syeril yang sedang fokus pada tumpukan berkas yang sedang di rapihkan
ia sangat penasaran dan ingin tahu apa yang Jimy dan Syeril bicarakan tadi
' aku harus bertanya !! kalau tidak bisa mati penasaran aku nanti .. ' batin Yarga
" ahmmm Syeril apa yang kamu bicarakan dengan Jimy tadi sampai selama itu ? "tanya Yarga
' kenapa sih kak Yarga bertanya begitu ?? aku harus jawab apa ?? apa aku jujur saja ?? tapi tunggu mereka kan sangat dekat bisa jadi malah aku yang di marahin nantinya , nanti aku malah lebih di curigai lagi sama si Jimy itu.. lebih baik aku sembunyikan saja ' batin Syeril
" oh tadi pak Jimy memberikan arahan tentang pekerjaan pak " ucap Syeril ia memilih berbohong karena menurutnya itu lebih baik
"ohhh begitu " ucap Yarga datar
' tapi kenapa harus selama itu ?? Jimy pun tidak menyapa ke ruangan ku dulu , Jimy tidak akan melakukannya kalau tidak ada yang lebih mendesak ' batin Yarga
" iya pak " ucap Syeril sembari tersenyum
' seperti biasa .. datar dan bicara seperlunya saja ' batin Syeril
mereka pun kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing , setelah 1 jam Syeril sudah selesai merapihkan semua berkas yang ada di ruangan Yarga
" pak ini sudah selesai .. ada yang harus saya kerjakan lagi ? " tanya Syeril
" kamu bawa semuanya sedikit demi sedikit ke Vanya setelah itu kamu bantu Vanya !! " titah Yarga
" baik pak " ucap Syeril
ia pun langsung membawa berkas-berkas itu kepada Vanya
" mba Vanya .. ini mau di kemana kan ? " tanya Syeril pada Vanya
" kamu langsung copy saja ril !! sekalian buat rangkumannya juga kaya kemarin !! " ucap Vanya tanpa menoleh ke arah Syeril
" sebanyak ini ?? " tanya Syeril ia sedikit bengong
__ADS_1
" banyak ?? maksudnya ?? " ucap Vanya ia pun langsung menengok melihat semua berkas yang di maksud Syeril
" semuanya mba ?" tanya Syeril lagi
" oops maaf ril , aku gak tahu kalo berkasnya sebanyak ini .. ini harus aku pilah dulu ril , ini harus di bedakan sesuai departemen dan tanggalnya juga " jelas Vanya
" ya sudah mba pilah dulu nanti kalo sudah di sesuaikan saya copy mba " ucap Syeril
" aduhh gak bisa ril , tadi pak Jimy minta aku buat merevisi laporan butuhnya cepat ril " ucap Vanya
" jadi gimana mba mau nanti saja di kerjakan nya ? tapi pasti pak Yarga bakalan marah nanti " ucap Syeril
" iya juga ya ril , duh ko bisa barengan gini sih ngasih kerjaannya " ucap Vanya
" mba ajarin aku aja dulu mba , apa yang harus aku lakukan nanti aku terapkan tenang mba aku cepat belajar kok orangnya " ucap Syeril
"beneran nih ril " ucap Vanya dan Syeril hanya menganggukkan kepalanya
Vanya pun langsung memberi arahan kepada Syeril dan Syeril pun segera menerapkannya ia dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya dengan rapih dan tanpa kesalahan
saat jam makan siang tiba Syeril langsung memesankan makanan untuk Yarga sesuai dengan selera Yarga dan langsung menyiapkan makanan itu
Syeril pun memakan bekal yang tadi pagi dia bawa dari apartemen Yarga ia memilih makan di mejanya
'aduh perutku keroncongan .. banyak banget pekerjaan aku hari ini .. sepadan juga sih sama gajinya .. sudahlah Syeril yang penting syukuri semua sudah di atur sama yang mahakuasa ..' batin Syeril
ia pun menyuapkan makanan ke mulutnya bertepatan dengan Vanya yang datang dari kantin kantor
" ril kamu makan apa ? gak makan di kantin aja ??" tanya Vanya
" sudah tadi di kantin .. kamu lain kali jangan bawa bekal ril .. perusahaan ini menyediakan makanan untuk karyawan di kantin gratis " ucap Vanya
"untuk yang masa percobaan juga mba ??" tanya Syeril
"semuanya !!!" ucap Vanya
' masa percobaan katanya ?? aku kira Syeril itu udah karyawan tetap .. wahh harus di interogasi ini bocah ' batin Vanya
" ya sudah mulai besok aku gak bakalan bawa bekal lagi mba " ucap Syeril sambil tersenyum
' mulai besok aku harus bisa menyesuaikan porsi masak untuk kak Yarga aku gak mau membuang-buang makanan' batin Syeril
Obrolan mereka terhenti karena kedatangan Jimy , Syeril yang tadinya tersenyum langsung memasang wajah jutek ia masih kesal pada Jimy karena telah berani menuduhnya yang tidak- tidak
" pak Jimy , anda sudah makan siang ? " tanya Vanya
" ini saya mau makan siang bersama tuan Yarga , kalian sudah makan ?" tanya Jimy , ia juga sedikit melirik ke arah Syeril yang sedang fokus pada makanan nya
' dia benar memakan yang di bawanya dari apartemen tadi pagi ' batin Jimy
" saya sudah pak , Syeril juga sedang makan pak " ucap Vanya
__ADS_1
" kalau begitu saya pamit , saya mau makan siang dulu " ucap Jimu pamit
" iya pak " ucap Vanya dan Syeril hanya mengangguk saja ia sudah hilang respect kepada Jimy
' dia bahkan tidak mencoba berbasa-basi menawarkan makanan kepada atasannya ?? cih berani sekali dia ' batin Jimy
ia pun langsung melangkah menuju ke ruangan Yarga
sepeninggal Jimy Vanya langsung duduk di meja kerjanya ia langsung memperbaiki riasannya sedangkan Syeril yang merasa dongkol pada jimy memilih tidak melanjutkan makannya karena selera makannya hilang moodnya yang tadi baik langsung buruk seketika
' dia bahkan tidak meminta maaf padaku .. kalau saja aku jadi atasannya sudah aku pecat dia ,, sayangnya aku yang jadi bawahannya haaah , sabar Syeril kamu hanya harus bersabar kamu hanya harus fokus pada tugas magangmu jika memang ini rezeki mu kedepannya juga akan mudah , dan kalaupun bukan rezekimu bu Susan masih mau menerimamu lagi .. hufffttt semangat Syeril ' batin Syeril
ia langsung membereskan bekal makannya yang tidak habis dan hal itu terlihat oleh Vanya
" ril kenapa makannya gak habis ? " tanya Vanya
" gak apa-apa mba , aku udah kenyang tadi porsinya kebanyakan jadi nggak habis mba " ucap Syeril ia sedikit berbohong padahal selera makannya hilang
" ohh gitu " ucap Vanya menganggukkan kepalanya
" mba !! pak Yarga dan pak Jimy selalu makan berdua gitu ya ? " tanya Syeril
" iya mereka selalu makan berdua gitu kalo gak di kantor atau mereka keluar gitu mereka mah kemana-mana selalu berdua ril , kaya sepasang sendal tuh " ucap Vanya
" mereka pada gak punya pacar gitu mba ?" tanya Syeril
" orang sibuk kaya mereka mana sempat ril buat menjalani sebuah hubungan " ucap Vanya
" apa jangan-jangan ....." ucap Syeril ia tidak melanjutkan ucapannya
" jangan-jangan apa ? Gay gitu?? kamu itu ada-ada aja deh ril .. hahaha " ucap Vanya sembari tertawa
" ya mungkin aja mba hehehe " ucap Syeril sembari cengengesan
" aku juga pernah berfikir ke sana ril , tp kayaknya enggak mereka masih normal kok " ucap Vanya
' kayaknya kan .. mungkin aja pak Jimy kayak gitu karena cemburu kali sama aku , ia dia cemburu karena kak Yarga dekat dengan ku .. hiyyy jadi ngeri .. pantas saja dia segitunya menuduhku ' batin Syeril
" darimana mba tahu kalau mereka masih normal ??" tanya Syeril
" dengan menerima kamu menjadi asisten pribadinya ril biasanya mereka gak gampang menerima perempuan di sisinya , kalau aku beda soalnya aku langsung di rekomendasikan oleh tuan Daniel ayahnya pak Yarga " ucap Vanya enteng
"ohh iya ya " ucap Syeril ia memilih mengikuti ucapan Vanya padahal dia punya pemikiran sendiri
' bisa saja kan mereka menerima aku biar jadi tameng gitu buat hubungan mereka , oke Syeril sekarang semuanya jadi jelas ' batin Syeril
Sedangkan di dalam ruangan Yarga dan Jimy sedang menikmati makan siang mereka
" jim !! apa yang kami bicarakan dengan Syeril tadi ? kenapa sampai selama itu ? " tanya Yarga
"hanya soal pekerjaan " ucap Jimy
__ADS_1
' Yarga gak perlu tahu soal wanita itu , biar nanti aku bicarakan dengan tuan Daniel saja ' batin Jimy
' entah mengapa seperti ada yang Jimy sembunyikan dariku ' batin Yarga