
Yarga kini berada di toko perhiasan mengikuti saran Vanya ia bermaksud memilih sebuah kalung untuk Syeril
" tuan anda membutuhkannya untuk apa ?" tanya pelayan toko
" maksudnya ?" tanya Yarga
" apakah untuk kado biasa , atau untuk acara lamaran atau untuk hal lain begitu tuan ?" tanya pelayan
Yarga berpikir sejenak untuk mengutarakan maksudnya
" untuk lamaran " ucap Yarga mantap
" kami punya barang yang sangat bagus pak " pelayan itu menunjukkan sebuh kalung yang sangat simpel tapi elegan bandulnya kecil tapi sangat cantik
' ini akan sangat cantik untuknya ' Yarga tersenyum membayangkan jika nanti dia yang mengenakan pada Syeril
" bungkus yang itu " Yarga memantapkan pilihannya
" baik pak " pelayan segera membungkus kalung itu dan langsung memberikannya pada Yarga " terimakasih pak , semoga calon istrinya senang " pelayan itu membungkuk
mendengar perkataan pelayan mood Yarga sangat bagus sekarang
dengan semangat ia pergi ke toko bunga untuk membeli sebuket bunga mawar
"permisi tolong bungkuskan bunga mawar untuk ku " ucap Yarga
" mau warna apa pak ?" tanya penjual bunga
" memangnya mawar punya warna selain merah ?" tanya Yarga balik
" ada pak , lihatlah setiap warna juga mengandung arti yang berbeda-beda jika diberikan untuk seseorang " jawabnya
" hmmm aku tidak tahu , pilihkan saja yang cocok untuk acara lamaran " pinta Yarga
" baiklah pak , mohon tunggu sebentar ya " ucap Penjual bunga dan Yarga dengan sabar menunggu
" ini pak bunga nya sudah jadi .." ucap penjual bunga itu memberikan sebuket bunga mawar merah cantik sekali
" terimakasih " Yarga menerima dan memberikan uang untuk membayarnya
jantungnya dag-dig-dug gugup dan senang menjadi satu
' mungkin ini yang namanya jatuh cinta , ternyata segugup ini rasanya .. aku harus bilang apa nanti ' batin Yarga
ia mengemudikan mobilnya menuju apartemen
disepanjang jalan ia terus mengatur nafas karena terlalu gugup
' rasanya lebih baik aku persentasi di hadapan presiden dari pada harus melakukan ini .. aku sangat gugup sekarang ' gumam Yarga maklum lah baru pertama ia merasakan jatuh cinta apalagi sekarang ia bermaksud mengutarakan isi hatinya pada Syeril
__ADS_1
ia berjalan menuju pintu apartemen dan menekan kode lalu masuk ke dalam
melihat kedatangan Yarga Daniel langsung terperangah apalagi melihat sebuket bunga mawar yang ditenteng Yarga
" apa ? " tanya Yarga
" kamu gak lagi kesambet kan ?" Daniel bertanya balik
" aku waras pak tua " Yarga berjalan menuju kamarnya
" siapa pi ? Yarga udah pulang kah ?" tanya Ratna ia baru saja selesai memasak tadi
" iya mi , tadi Yarga .. tapi mi kayaknya dia kesambet deh mi " ucap Daniel
" kesambet kenapa sih pi ? papi jangan asal ngomong sih " Ratna tidak terima
" mi .. dia bawa bunga mi , tadi juga papi liat dia bawa bungkusan gitu " ucap Daniel
"hah ? yang bener pi ?? " Ratna juga terkejut sekarang
mereka menengok ke pintu kamar Yarga yang dibuka oleh Yarga
" mana pi katanya bawa bawa buket bunga ?" Ratna berbisik
" ada mi, paling juga di taruh di kamar " Daniel ikut berbisik sekarang
" kalian ngapain sih bisik-bisik di depan Yarga ?" tanya Yarga
" oh , Syeril mana mi ?" Yarga mencari Syeril
" ada di kamar , kamu susul gih kita makan malam bareng .. dia cuma makan pas tadi pagi aja nak " Ratna menyuruh Yarga
Yarga pun mendekati pintu kamar Syeril berada
tok tok tok ( pintu diketuk )
" sebentar mi " jawab Syeril ia mengira kalau yang mengetuk pintu adalah Ratna
ia berjalan tertatih karena area selangkangannya masih terasa sakit
" ia mi ?" ucap Syeril saat membuka pintu
" eh ,ka-kak Yarga " Syeril tergagap
" makan malam udah siap , kita makan bersama ya " ucap Yarga dengan lembut
" aku belum lapar kak, kalian makan duluan saja " Syeril menolak dengan halus , ia berbalik dan hendak kembali ke kamar
mendapat penolakan dari Syeril membuat Yarga marah
__ADS_1
" ini perintah !! ingat Syeril kamu masih asisten pribadi ku " ucap Yarga
deg hati Syeril seperti teriris belati yang tajam haruskah Yarga bicara seperti itu menyadarkan posisinya bahwa dia itu hanyalah asistennya setelah yang sangat berharga untuk Syeril ia renggut dengan paksa
harusnya tidak perlu mengancam , bicaralah dengan lembut dan berusahalah lebih keras hati perempuan juga akan lunak dengan sendirinya
Syeril menguatkan hatinya ia berbalik dan berjalan menuju meja makan
sekuat hati ia mencoba untuk tidak menangis , di tahan juga rasa sakit di area ************ yang terasa perih
Daniel dan Ratna kini sedang menata meja makan
" nak , ayok kita makan " ucap Ratna dan Syeril menurut
Daniel melihat raut kesedihan dari wajah Syeril
' bocah tengil itu .. apa yang dia lakukan pada Syeril .. maafkan papi nak , papi belum bisa berbuat apa-apa ' batin Daniel
Yarga kini ikut bergabung dengan mereka
" mau makan sama apa nak ?" tanya Ratna pada Syeril
" apa aja mi " ucap Syeril setelah mendapatkan makanan ia langsung menyuapkan ke mulut
walaupun nafsu makan hilang ia memaksa tetap memasukkannya ke mulut tujuannya hanyalah cepat menyelesaikan makanan ini agar ia cepat kembali ke kamar
" pelan-pelan makan nya sayang " ucap Ratna karena melihat Syeril makan terburu-buru
" ini enak banget mi " ucap Syeril dengan mulut penuh , tanpa ia sadari air matanya mengalir tanpa permisi dan itu di lihat oleh Ratna dan juga Daniel
' nak.. apa sesakit itu rasanya ?? kenapa kamu selalu menutupi kesedihanmu nak , maafkan mami sayang kamu begini gara-gara mami hiks ' batin Ratna
Yarga hanya pokus pada makanan saja , sebenarnya pikirannya sedang bergelut sekarang ia sadar apa yang tadi ia lakukan pada Syeril itu salah hanya saja penolakan Syeril membuat egonya terluka
' sudahlah jangan dipikirkan .. nanti aku akan minta maaf padanya ' batin Yarga
" princess , kamu masih mau makan lagi ?" tanya Daniel
"tidak pi , aku sudah kenyang .. boleh aku kembali ke kamar?" tanya Syeril
" kembali lah nak , lanjutkan istirahat mu " ucap Daniel
dengan jalan yang tertatih Syeril kembali ke kamar setelah pintu tertutup Syeril langsung terduduk dn seketika itu juga air matanya jatuh membasahi pipinya ia menangis tanpa suara
sesak yang sedari tadi ia tahan ia keluarkan bersama derasnya air mata yang keluar sungguh kalau boleh meminta ia tidak ingin hidup seperti ini
apakah kedepannya ia akan sanggup menerima sikap Yarga yang seperti itu , apakah Yarga akan berubah nantinya ? itulah pertanyaan yang selalu berkeliaran di kepala Syeril
'apa aku pergi saja dari sini ?? kabur gitu .. tapi percuma papi pasti akan dengan cepat menemukan aku .. aku harus bagaimana hiks ' gumam Syeril
__ADS_1
ia merangkak untuk berpindah tempat pergi ke pojokan kamar dan memeluk lututnya tanggis nya kini semakin menjadi ia tidak peduli jika besok matanya akan bengkak ia sudah terlanjur sakit hati , bahkan sakit pisiknya masih terasa sampai saat ini