
Yarga kini sedang berada di dalam mobil Yarga mereka sedang dalam perjalanan menuju mansion Wijaya
" apa kamu sering nonton bersama Jimy ? " tanya Yarga
" enggak kak, baru kali ini " jawab Syeril seadanya
" apa kamu tidak mengerti yang namanya peringatan ?" tanya Yarga
" maksud kak Yarga ?" Syeril malah balik bertanya
" jangan dekat-dekat dengan Jimy " ucap Yarga
" kami gak dekat kak, kami hanya berteman " ucap Syeril
" lalu kenapa kamu harus memanggilnya kak ?" tanya Yarga
' haahh interogasi ini sungguh melelahkan .. kapan selesainya sih .. kalau di pikir-pikir lucu juga sih bukan siapa-siapanya eh malah di larang untuk dekat laki-laki lain .. lucu banget ni orang " batin Syeril
" dia kan lebih tua dari aku kak , wajar lah aku panggil dia kakak " jelas Syeril
" cih , wajar ?" ucapan Yarga terdengar kesal
" iya wajar kan .. masa aku harus panggil kak Jimy dengan sebutan sayang .. " ucapan Syeril membuat Yarga menginjak rem dengan tiba-tiba
ckittttt duk
" aw " kening Syeril terjeduk ke dasbor mobil
' kayaknya aku salah ngomong deh ' Syeril meringis
" apa sakit ?" tanya Yarga ia hendak mengecek keadaan Syeril tapi suara klakson di belakang mobilnya membuat ia mengurungkan niatnya dan langsung mengemudikan mobilnya lagi
sedangkan mobil Jimy sudah duluan di depan meninggalkan mobil Yarga
" apa sakit ?" tanya Yarga dengan wajah yang tegang karena khawatir
" sedikit , masih nyut-nyutan sih " jawab Syeril
" kita ke apotek dulu ya " ajak Yarga
" jangan kak, nanti kemalaman .. kasihan nyonya besar menunggu " ucap Syeril
" mami bisa menunggu .. pokoknya kita harus ke apotek dulu bila perlu kita ke rumah sakit " ucap Yarga
' apaan luka kayak gini aja harus ke rumah sakit .. pake salep juga sembuh .. emang kak Yarga ini rusak kali otaknya ' ucap Syeril
" kak, aku nggak apa-apa.. beneran " Syeril memberanikan diri memegang lengan Yarga dan dapat ia rasakan kalau badan Yarga bergetar seperti syok atau mungkin khawatir yang berlebihan
" kamu yakin ? gak apa-apa ?" Yarga meyakinkan Syeril
" iya kak, aku gak apa-apa .. lihat gak ada yang luka kan " Syeril mencoba meyakinkan Yarga
Yarga pun menepikan mobilnya di pinggir jalan , setelah mobil menepi ia langsung melihat keadaan Syeril
Syeril di bolak-balik oleh Yarga
" benar kan gak ada yang luka ?" tanya Yarga memastikan lagi
" gak ada kak, paling cuma kening ku aja " jelas Syeril
__ADS_1
" kita ke rumah sakit aja ya takutnya gegar otak ringan " ajak Yarga
" kak Yarga ! aku tuh udah bilang kalau aku gak apa-apa " Syeril sedikit berteriak karena kesal dengan sikap Yarga yang berlebihan menurutnya
" kakak bisa lihat kan aku tuh gak apa-apa .. harus gimana sih ngejelasin nya .. aku gak apa-apa " ucap Syeril menggebu
" jadi kak Yarga jangan berlebihan gitu apalagi .... " ucapan Syeril terhenti karena Yarga memeluknya
" kak Yarga !!" Syeril mencoba berontak
" sebentar saja " ucap Yarga pelan di telinga Syeril
Syeril yang tadi berontak pun memilih membiarkan Yarga memeluknya
' pelukan kak Yarga sangat nyaman .. hatiku serasa menghangat ' batin Syeril
" aku gak apa-apa kak, beneran .. kening aku juga udah gak nyut-nyutan .. kakak jangan khawatir ya .. " Syeril menepuk-nepuk lengan Yarga
setelah terbawa suasana Yarga pun langsung mengingat akan harga dirinya yang tinggi itu , seketika dia langsung melepaskan pelukannya dari Syeril
" aku tidak khawatir !! lagipula kenapa kamu berani membentakku hah ?" suara Yarga sedikit meninggi
' dasar labil tingkat dewa !! kegedean gengsi kayaknya ni orang .. tapi kenapa hati aku sakit ya di bentak kak Yarga kaya gini ' batin Syeril matanya sedikit berkaca-kaca
" enggak kak, maaf tadi aku tidak sengaja membentak kakak " Suara Syeril terdengar bergetar ia langsung mencari masker di dalam tasnya dan langsung memakainya seketika itu juga air matanya luruh tanpa permisi , Syeril menangis tanpa suara
Yarga pun langsung melajukan kembali mobilnya
setelah beberapa menit mereka sampai di mansion Wijaya , sifat cuek Yarga kembali datang ia hanya turun sendiri tanpa mempedulikan Syeril yang masih di dalam mobilnya
' sabar Syeril !! kedepannya pasti gak akan mudah ini konsekuensi yang harus kamu terima ' batin Syeril
setelah dirasa rapi di turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam mansion yang megah itu
' ayok Syeril kamu bisa melakukannya .. semangat !!!' batin Syeril
" permisi " ucap Syeril
" Syeril .. nak kamu kok ada disini malam-malam begini .. ada perlu apa nak ?" tanya Ratna
" nyonya besar " Syeril bersalaman dengan Ratna dan mencium tangan
" loh mi .. bukannya kata Yarga mami mengundang Syeril untuk makan malam di sini " ucap Jimy yang baru keluar dari dapur
' dasar Yarga kenapa gak bilang dulu sih sama mami nak .. kan mami jadi bingung gini ' batin Ratna
" oh iya .. mami lupa .. hehe maklum lah nak kan mami udah tua " elak Ratna
' kayaknya bukan lupa .. tapi memang ini cuma akal-akalan kak Yarga aja ' batin Syeril
" mami masih muda kok, masih cantik ia kan ril ?" tanya Jim
" iya kak, nyonya besar masih cantik kok " ucap Syeril
" panggil mami .. kayak Jimy dan Yarga kamu sudah mami anggap anak mami nak " ucap Ratna
" emmm iya mami " Syeril masih sedikit canggung
" Yarga nya mana nak ? " tanya Ratna
__ADS_1
" mm saya gak tau mi .. tadi pak Yarga turun duluan " ucap Syeril
" jadi kamu di tinggal di mobil sendiri ril ?" tanya Jimy
" eh ..." Syeril hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" benar-benar anak itu .. maafkan sikap Yarga ya nak .. dia itu emang labil sekali nak , mungkin efek kelamaan menjomblo jadi geser otaknya ..masih untung dia gak berubah haluan " ucap Ratna
" mami , Jimy takut mi kalau sampai Yarga berubah haluan " ucap Jimy
" kamu juga sama aja kok .. sama-sama jomblo kan " ucap Ratna yang langsung mengenai hati Jimy
" ihh mami jodoh kan di tangan tuhan mi " ucap Jimy
" ia bener .. tapi percuma kalau gak di jemput " ejek Ratna
" udahlah mi .. mendingan suruh Syeril duduk kasihan mungkin dia udah lapar " ucap Jimy
" oh iya .. mami sampai lupa nak .. ayok sayang kita makan dulu .. biar bi Inah yang panggil Yarga nanti " ucap Ratna dan Syeril hanya menurut saja karena memang dia juga merasa lapar
Syeril pun duduk di meja makan
" mau mami siapin sayang ?" tanya Ratna pada Syeril
" tidak usah mami aku bisa ambil sendiri " Syeril menolak halus
" gak apa-apa sayang .. mami tuh senang serasa punya anak perempuan gitu " ucap Ratna
" makasih mami " Syeril tersenyum tulus .. karena sebenarnya ia merasa sangat mendambakan kasih sayang dari seorang ibu , dia yang di paksa untuk dewasa sebelum waktunya bahkan harus menerima kebencian dari ibunya sendiri
' sesak !! apa aku bisa menahan air mataku agar tidak jatuh ' batin Syeril
" mami toilet dimna ? " tanya Syeril ia sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh
" disana sayang " ucap Ratna menunjuk pintu toilet
Syeril langsung melangkah menuju toilet seperti biasa senter tidak pernah lepas dari saku celananya, dihidupkannya senter dan ia langsung menangis tersedu-sedu
' sesak !!! sesak sekali !!! sampai kapan aku harus seperti ini !!! apa aku akan kuat menjalaninya !! hiks hiks ' Syeril menangis tersedu-sedu beruntung tangisnya terhalang oleh suara air yang keluar dari keran
setelah puas menyalurkan tangis nya Syeril langsung membasuh mukanya dan langsung keluar dari toilet
dia kembali duduk di meja makan , saat hendak menyuapkan nasi dia melihat Yarga turun dari tangga tapi ia tidak menghiraukannya dan kembali fokus pada makanannya
Yarga pun duduk di meja makan dan ikut makan bersama mereka
setelah selesai makan semuanya berkumpul di ruang tv untuk sedikit mengobrol
" Syeril temenin mami ya , malam ini kamu nginep aja di sini " ucap Ratna
" ehmmm apa tidak merepotkan mi ?" tanya Syeril hati-hati
" enggak sayang justru mami senang sekali , mau ya .. besok kan hari minggu , besok juga Revan mau main ke sini " bujuk Ratna
" tapi mi .. aku gak bawa baju ganti " ucap Syeril
" gampang .. nanti mami urus " ucap Ratna
" baiklah mi " Syeril mengiyakan
__ADS_1