Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
49. feeling tidak enak


__ADS_3

Malam Minggu ini Syeril ada janji nonton bersama Jimy dan Vanya ia sendiri sudah bersiap sejak 1 jam lagi tapi yang harusnya menjemput malah belum kelihatan batang hidungnya


' seperti biasa .. yang selalu ngaret pasti mba Vanya ' gerutu Syeril


tin tin (suara klakson mobil)


" nunggu lama ya neng ?" tanya Vanya


" sudah tahu nanya mba .." Syeril langsung masuk ke mobil Vanya


" maaf neng , tadi macet ini kan weekend heheh " Vanya cengengesan


" ia gak apa-apa " Syeril memasang sabuk pengaman


" pak Jimy gimana udah di tempat tah ?" tanya Vanya


" belum ngabarin mba .. mungkin ketemu di sana aja " terang Syeril


" lagian kalau nanti pak Jimy gak datang kita aja berdua yang nonton ya " ucap Vanya


" ide bangus " Syeril mengiyakan


mereka pun menuju ke mall Z tempat pertemuan mereka


sedangkan di apartemen Yarga


" bosan sekali rasanya .. Jimy kemana sih biasanya kalau libur kesini ini dia kemana ?" gumam Yarga


ia pun memutuskan untuk menelepon Jimy


' halo , kenapa Yar ' jawab Jimy dari seberang telepon


' jim sini ke apartemen .. bosan sekali kita main game ' ajak Yarga


' no , gak bisa aku ada janji nonton ' tolak Jimy


' cih , sejak kapan kamu suka nonton ?' ejek Yarga


' itu gak penting Yar ' ucap Jimy


' dengan siapa kamu nonton ?' tanya Yarga


' Syeril dan Vanya , kami sudah janjian waktu hari Jum'at ' jawab Jimy


' aku ikut ' ucap Yarga spontan


' hah ? kamu yakin Yar ?' tanya Jimy


' iya , share lock alamatnya !!! ' titah Yarga


' iya nanti aku Share ' dan Panggilan dari Jimy berakhir


" hah !!! berani sekali mereka bersenang-senang tanpa aku .. awas aja kau gadis bodoh " gerutu Yarga


ia pun langsung bersiap memakai pakaian dan langsung turun menuju basemen dan menjalankan mobilnya menuju mall


sedangkan di mall Z


Syeril dan Vanya sudah berada di luar bioskop dan sedang menunggu kedatangan Jimy , keduanya sedang asik ber-selfie ria hingga kedatangan Jimy menghentikan kegiatan mereka


" pak Jim " ucap Vanya


" maaf apa kalian menunggu lama ?" tanya Jimy


" enggak kok kak, kami juga baru sampai " ucap Syeril dan Vanya mengangguk ikut mengiyakan

__ADS_1


" kita mau nonton film apa pak Jim ?" tanya Vanya


" hmm kamu mau nonton film apa ?" Jimy malah bertanya ke Syeril


" hah ? aku sih apa aja suka " jawab Syeril


" yang nanya aku loh pak Jim " Vanya cemberut


" Sirik aja sih mba .. kan yang pertama di ajak nonton tuh aku bukan mba .. iya kan kak Jim ?" ucap Syeril


" hahahah iya Syeril bener kamu kan yang maksa ikut " Jimy mengiyakan


" ihh kalian jahat ihh " ucap Vanya


Syeril dam Jimy pun tertawa karena sudah mengerjai Vanya


" ayok pak keburu malam kita masuk yuk " ucap Vanya


" tunggu , ada satu orang lagi yang mau ikut " ucap Jimy


' kok feeling ku gak enak ya .. ' batin Syeril ia menelan ludahnya kasar


" siapa pak Jim ?" tanya Vanya


" itu " Jimy menunjuk ke arah seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka


" pak Yarga ?" Vanya kaget


begitupun Syeril yang langsung membelalakkan matanya


' tuh kan bener feeling ku gak enak .. pasti nanti dia bakalan marah-marah gak jelas coba ' batin Syeril


" maaf menunggu lama " ucap Yarga


" enggak kok kita juga baru sampai pak " jawab Vanya


" komedi romantis aja ya pak " jawab Vanya


" saya sih terserah kalian saja " ucap Yarga


" kamu sukanya genre apa ril ? " tanya Jimy pada Syeril yang mana membuat Syeril seperti terkena serangan jantung


" apa aja kak " ucap Syeril canggung


' kak ? cih , sudah di bilang jangan terlalu akrab dengan Jimy ' batin Yarga


"kalian tunggu di sini biar kami para lelaki yang memesan tiketnya " ucap Jimy


" kalo gitu kami yang pesen minum sama popcorn ya " ucap Vanya


" tidak biar kami saja sekalian .. ayo Jim " ucap Yarga ia juga langsung berjalan mendahului Jimy dan Jimy hanya mengekor di belakangnya


' kayaknya udah ada tanda-tanda bakalan gak nyaman nih .. kenapa sih ril minggu ini kamu sial sekali ' batin Syeril


" ayok kita masuk " ucap Jimy setelah kembali


dan mereka berempat pun masuk ke dalam bioskop


" mba duduk sebelah ku ya " Syeril mengajak Vanya duduk di sebelahnya tapi bukannya Vanya yang duduk malah Yarga yang duduk di sebelahnya


" sudah sama pak Yarga ril , aku di sebelah pak Jimy aya ya " ucap Vanya


" iya mba " Syeril akhirnya mengalah dengan keadaan


setelah beberapa menit film pun di putar

__ADS_1


" makan " Yarga menyodorkan popcorn kepada Syeril


" enggak kak, nanti aku jadi ngantuk " tolak Syeril secara halus


" kamu bisa bersandar di pundak ku lagi " Yarga sedikit berbisik yang mana membuat Syeril merona dan merasakan suasana di sekitarnya sedikit memanas


beruntung Jimy dan Vanya sedang fokus pada film yang sedang mereka tonton


karena melihat respon Syeril yang diam saja Yarga pun mengirim pesan kepada Syeril tapi karena ponsel Syeril di silent jadi tidak terdengar


" lihat ponselmu " Yarga berbisik lagi


" hah ?" Syeril bingung


" lihat ponselmu !!!" titah Yarga an Syeril pun langsung menuruti


*kamu pulang harus dengan saya . * isi pesan Yarga


Syeril melirik ke arah Yarga dan Yarga hanya menatapnya dengan wajah datar


' haaaah .. ini apa maksudnya lagi gimana aku ngomong sama kak Jimy dan mba Vanya coba .. bisa-bisa mereka mikir yang enggak-enggak nanti ' batin Syeril


*tapi aku harus bilang apa sama kak Jimy dan Mba Vanya kak ?* Syeril membalas pesan Yarga


* biar aku yang urus * balasan dari Yarga membuat Syeril menjadi lebih bingung


* baiklah kak* Syeril memilih untuk mengalah karena menolak pun dia tetap akan di paksa nantinya


Film yang mereka tonton pun akhirnya selesai kini keempat orang itu sudah berada di luar bioskop


" pak kita makan malam dulu yuk , saya lapar pak " ucap Vanya


" saya harus pulang , mami saya mengundang untuk makam malam " ucap Yarga


" mami , boleh aku ikut Yar ?" tanya Jimy


" boleh " ucap Yarga


" hmmm ya sudah kalau gitu saya sama Syeril mau makan malam di sini aja ya kan Syeril " ucap Vanya


" Syeril juga di undang untuk makan malam di mansion mami " belum sempat Syeril menjawab Yarga lebih dulu bicara


" beneran Syeril ?" tanya Jimy


" ini dadakan Jim , " ucap Yarga


" ohh ia ia " ucap Jimy


" yahh masa aku jadi di tinggal sendirian sih .. " Vanya sedikit protes


" loh mba kan dari awal mba yang maksa pengen ikut " ejek Syeril


" hmm ya sudah deh aku mendingan pulang aja " ucap Vanya dengan bibir yang manyun


" hati-hati mba nyetirnya " ucap Syeril


dan Vany hanya mengangguk dan melambaikan tangan pada Syeril


" ayok nanti kemalaman " ucap Yarga


" ayok, ril kamu ikut mobilku saja " ajak Jimy


" biar dengan ku .. ada yang harus kami bahas nanti " ucap Yarga


" oh ya sudah " Jimy percaya begitu saja

__ADS_1


dan mereka pun berjalan menuju mobil masing-masing


__ADS_2