
Syeril keluar dari kamar tamu setelah memakai pakaiannya karena merasa sangat malu ia menundukkan kepalanya
' aku harus ngomong apa ke kak Yarga ?? untuk bertatap muka aja malu sekali rasanya' batin Syeril
ia berjalan dengan kepala yang tertunduk menuju ruang tamu , matanya menatap ke sepatu milik Yarga yang sedang duduk di ruang tamu
" apa sudah siap semua Syeril ?" tanya Yarga
" s-sudah kak " ucap Yarga pelan
" ya sudah kamu tunggu di sini aku mau mandi dulu setelah itu kita berangkat " Yarga melangkah menuju kamarnya
sedangkan Syeril merasa sangat malu dan langsung terduduk di tempat
' huaaaahh malu malu malu !! hilang sudah harga diriku di depan kak Yarga ' batin Syeril
Yarga sudah siap dengan urusan mandinya ia juga sudah memakai pakaiannya
" mana saja barang yang akan kita bawa ? " tanya Yarga
" hanya ini" ucap Syeril menunjukkan 2 buah ransel
" ayok turun pak asep sudah menunggu dibawah " ucap Yarga
" kita gak bawa mobil sendiri kak?" tanya Syeril
" enggak kita di antar sopir aja " ucap Yarga
mereka langsung memasuki lift menuju lantai bawah
saat sudah sampai lobi pak asep sudah standby dengan mobilnya dan langsung membukakan pintu uny keduanya
1 jam perjalanan mereka sudah sampai di bandara dan langsung mengurus pemberangkatan Syeril terlihat sangat gugup karena ini merupakan pertama kalinya ia menaiki pesawat tapi sebisa mungkin ia tutupi
setelah urusan selesai mereka kini sudah berada di dalam pesawat untuk menunggu lepas landas Syeril yang merasa sangat gugup tak henti-hentinya menggigit bibir bawahnya ia juga selalu meremas jari-jarinya
beruntung di penerbangan pertamanya ia mendapatkan kelas bisnis
Yarga yang melihat sikap Syeril pun bertanya
" kamu kenapa ?" tanya Yarga
" anu kak ... mmmmm" jawab Syeril gugup
" kenapa yang jelas" ucap Yarga
" kak, ini pertama kalinya aku naik pesawat .. jujur aku .. takut " ucap Syeril menundukkan kepalanya
' hehehe manis sekali dia , jadi ini kali pertamanya naik pesawat , maaf Syeril tapi kedepannya kamu mungkin akan sering bepergian seperti ini ' gumam Yarga dalam hati
" dulu aku juga seperti itu , tapi lama-kelamaan jadi terbiasa" ucap Yarga
" kak, kalau nanti pesawatnya jatuh gimana " ucap Syeril
__ADS_1
" tenang , pilotnya kan sudah terlatih " ucap Yarga , ia meminta pramugari menyiapkan air hangat untuk Syeril
" tapi kan kak kita kan gak tahu, bisa aja pilotnya lagi apes "ucap Syeril
" kamu harus terbiasa Syeril , kita bakalan sering melakukan perjalanan bisnis seperti ini .. minum biar sedikit tenang" ucap Yarga menyodorkan air
"terimakasih kak" ucap Syeril
sesaat setelah pesawat mengudara Syeril yang sedikit lebih tenang merasakan kepalanya berdenyut dan rasa mual pun mulai menyerangnya , rupanya ia mengalami jetlag karena baru naik pesawat
karena tidak kuat lagi menahan rasa mual ia langsung berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya
' kenapa dengannya ??' batin Yarga
"huekk huekk " Syeril memuntahkan apa yang sudah dimakannya
' kepala ku sakit .. mabuk perjalanan atau apa ini tuh namanya ?? dasar orang kampung kamu Syeril naik pesawat aja bisa muntah gini .. ' batin Syeril
dengan badan yang lemas ia kembali lagi duduk di kursinya
" kamu kenapa ?" tanya Yarga
dan hanya gelengan jawaban dari Syeril
lima menit kemudian dia mengalami mual lagi dan langsung berlari ke kamar mandi lagi
Yarga pun mengikuti Syeril di belakangnya
" huekk huekk huek" Syeril kembali memuntahkan isi perutnya ke toilet
' dia mengalami jetlag .. ' gumam Yarga ia sangat khawatir melihat keadaan Syeril
" gak tahu kak, mungkin mabuk perjalanan kali ya .. kan aku baru pertama naik pesawat " ucap Syeril lemas
" ayok aku bantu .. nanti aku minta tolong ke pramugari untuk carikan obat untuk kamu " ucap Yarga dan Syeril hanya menurut karena dia sedang lemas sekarang
" kamu tunggu di sini " ucap Yarga ia langsung menemui pramugari untuk meninta obat
setelah beberapa saat Yarga kembali dengan membawa obat dan minyak angin untuk Syeril
" minum ini !! nanti pakai minyak anginnya biar mual nya hilang " ucap Yarga
" makasih kak" ucap Syeril setelah meminum obat
" sekarang kamu istirahat aja , perjalanan kita masih jauh " ucap Yarga dan Syeril hanya mengangguk dan langsung istirahat
pesawat akhirnya landing Yarga melihat Syeril yang masih tertidur bermaksud membangunkannya tapi dia tidak tega
' bagaimana ini ?? di bangunkan saja atau gimana ?? tapi kasihan dia kelihatannya sangat lelah efek muntah tadi .. aku gendong saja ?? tapi bagaimana dengan barang - barang kami ??' batin Yarga
ia menggaruk lehernya yang tidak gatal karena bingung dengan apa yang harus ia lakukan hingga kedatangan pramugari mengintruksi nya
" maaf tuan kita sudah landing .. apa anda ada masalah ??" tanya Pramugari dengan tersenyum
__ADS_1
" boleh saya meminta bantuan anda nona ?" tanya Yarga
" apa yang bisa saya bantu tuan " jawab pramugari
" bisa tolong bantu bawa barang saya , saya harus menggendong adik saya , dia masih terlelap mungkin karena efek obat " ucap Yarga
" baik tuan mari saya bantu , anda kakak yang pengertian ya " ucap pramugari dan Yarga hanya membalasnya dengan senyum
ia langsung menggendong Syeril ala bridal style dan keluar dari pesawat
' ringan sekali dia .. kenapa kamu sangat kecil Syeril !!! tapi kamu sangat imut ' batin Yarga
" tuan apa anda sudah ada yang menjemput ?" tany Pramugari
" ada , saya meminta tolong temani saya sampai ke mobil " ucap Yarga
mereka akhirnya sampai di mobil jemputan Yarga
" terimakasih nona sudah membantu saya " ucap Yarga membungkuk
" ia tuan itu hal yang wajar " ucap Pramugari
" ini kartu nama saya , jika nona membutuhkan bantuan bisa menghubungi saya " ucap Yarga sembari menyodorkan kartu namanya
" ia tuan , baiklah tuan kita berpisah disini , sampaikan salam saya kepada adik anda" ucap pramugari ia pun pamit kepada Yarga
kini Yarga dan Syeril sudah di dalam mobil menuju hotel tempat mereka menginap
Syeril yang semula bersandar di kursi kini menggeliat dan memeluk badan Yarga dari samping , mungkin ia merasa sedang memeluk guling sekarang
' dasar gadis ceroboh .. untung kamu melakukan hal bodoh hanya di depan ku .. entah ini cobaan atau anugerah namanya .. kamu pikir saya bukan lelaki normal apa ??' batin Yarga
ia mengelus pipi Syeril yang mulus itu senyuman selalu mengembang di bibirnya
' cantik !! saat tidur pun tetap terlihat cantik .. aku berharap waktu jangan cepat berlalu ' batin Yarga
setelah beberapa saat mereka sudah sampai di hotel
" kak, kita dimana ?" tanya Syeril yang baru saja bangun
" kita baru sampai di hotel " ucap Yarga
" bukankah kita masih di pesawat tadi ?" tanya Syeril bingung
" kita sudah turun, sekarang kita juga sudah sampai di hotel " ucap Yarga
" bagaimana aku keluar dari pesawat kak ? " tanya Syeril
" aku gendong !! kamu harus tanggung jawab tangan ku pegel semua" ucap Yarga
' gendong katanya ?? duh Syeril kamu jadi nyusahin kak Yarga kan' batin Syeril
"ayok kita ke kamar , kita istirahat sebentar persiapan untuk meeting nanti besok " ucap Yarga sembari menyodorkan kunci akses kamar hotel
__ADS_1
mereka pun berjalan menuju kamar masing-masing