Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
52. pengakuan


__ADS_3

jam sudah menunjukan pukul setengah delapan pagi


mata gadis cantik itu mengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang menerobos masuk


" enggggg " Syeril pun terbangun


" Syeril, nak untung kamu sudah bangun sayang " Ratna sangat senang karena Syeril kini sudah siuman


" mami .. ini jam berapa mi ?" tanya Syeril


" ini masih setengah delapan sayang " jawab Ratna


" mami kok tangan aku ? mami tolong lepas " Syeril meringis melihat infus di tangannya


" sebentar ya sayang mami panggil Kevin dulu " ucap Ratna


Ratna pun berlalu pergi untuk memanggil Kevin


" kamu sudah bangun Syeril " ucap Kevin yang memasuki kamar bersama Ratna dan Yarga


" maaf pak, saya jadi merepotkan " Syeril merasa bersalah kepada mereka


" tidak sayang .. justru kami sangat khawatir pada kamu nak " ucap Ratna


" kondisi kamu sudah lebih baik , tapi masih harus istirahat .. lain kali jangan telat makan ya .. jangan stress juga , apa ada sesuatu yang menganggu pikiran kamu? " ucap Kevin setelah memeriksa Syeril kembali


" tidak pak, mungkin karena kecapekan aja .. ininya tolong bisa di lepas pak " Syeril menyodorkan tangannya


" tunggu dulu ya , sampai habis biar kamu cepat sehat lagi " ucap Kevin


" tapi saya sudah tidak apa-apa .. bisa tolong di cabut saja " ucap Syeril sedikit memohon


Kevin pun memandang ke arah Ratna


" dengar apa kata dokter !! dokter lebih tahu tentang kondisi tubuh kamu .. jangan membantah !!" titah Yarga dengan nada tinggi


" ba-baik pak " Syeril akhirnya mengalah


' what .. kalau kaya gini yang ada dia malah benci kamu Yar .. ngadepin cewe tuh harus lemah lembut bukan dengan bentakan kaya gini ' batin Kevin


' anak bodoh !! kalau sikapnya kayak ini mana mau Syeril sama kamu ' batin Ratna


" Yarga ikut mami !!!" titah bunda Ratu pun keluar


Ratna dan Yarga pun keluar dari kamar meninggalkan Kevin dan Syeril


" kamu istirahat saja ya " ucap Kevin


" iya pak , makasih ya pak.. maaf juga aku merepotkan " Syeril mengungkapkan penyesalannya


" tidak apa-apa .. sudah tugas aku Syeril .. oh ya apa kamu merasa mual atau sakit kepala ? " tanya Kevin


" tidak pak .. tapi kalau lapar iya hehe " ucap Syeril dengan sedikit senyum


" hahaha ya sudah tunggu ya , nanti aku suruh bi inah buatkan bubur untuk kamu " ucap Kevin

__ADS_1


" iya pak .. sekali lagi makasih ya pak " Syeril sangat berterimakasih pada Kevin


" iya Syeril ..bosan aku mendengar nya , lagi pula nanti kamu jangan panggil aku pak .. yang ada aku yang manggil kamu kakak ipar " Kevin mengerjai Syeril


" pak Kevin apa-apaan sih " ucap Syeril dengan wajah yang merona


" kamu harus sabar ya dengan sikap Yarga .. dia itu emang labil , dia juga sangat posesif loh orangnya " ucap Kevin


" pak Kevin apaan sih .. kami tuh gak ada hubungan apa-apa pak , kami hanya sekedar atasan dan bawahan " terang Syeril


" loh bukannya tadi kata mami kamu itu calon mantu '' ucap Kevin


" mungkin mami hanya iseng pak , ngomong gitu " elak Syeril


" Yarga belum pernah mengungkapkan perasaannya padamu ?" tanya Kevin


" pak Yarga mana mau sama saya pak hahaha " Syeril tertawa di buat-buat


" aduh sudahlah pak Kevin .. jangan membuat aku jadi GR .. nanti aku mikirnya pak Yarga suka padaku , mending kalau bener pak kalau salah saya yang malu nanti hahahah " Syeril tertawa garing


' what .. unik banget Yarga .. ni cewe di posesifin , di larang-larang tapi belum ada status .. parah sih ' batin Kevin


" ya sudah kamu istirahat ya .. nanti bi inah ke sini nganterin sarapan untuk kamu " ucap Kevin


" No !! jangan bilang makasih lagi " Kevin mencegah Syeril bicara dan keduanya tertawa


" boleh saya mandi pak ? " tanya Syeril


" boleh pakai air hangat ya " Kevin pun keluar dari kamar dan langsung mencari bi inah


" kamu tuh gimana Syeril mau suka sama kamu , kalau kamu memperlakukan dia kayak gitu .. perempuan tuh harus di lembutin nak jangan di bentak " oceh Ratna


" dianya juga yang keras kepala mi , bukan salah Yarga sepenuhnya dong" Yarga mebela dirinya


" ya tapi kamu gak perlu menbentak dia kayak gitu nak .. " ucap Ratna


" Yarga tidak membentak mi .. Yarga cuma sedikit meninggikan suara Yarga , tapi Yarga tidak membentak " Yarga tetap teguh pada pendiriannya


" haah terserah kamu lah " Ratna jadi kesal sendiri


" tapi mami gak bakalan bantu kamu kalau nanti Syeril jadi benci sama kamu " Ratna berlalu pergi meninggalkan Yarga


' apa aku sudah keterlaluan ?? bagaimana mana kalau yang di bilang mami benar ?? apa aku bisa memerima kalau Syeril membenciku ??' batin Yarga


" Yar ! Yarga " Kevin menyadarkan Yarga yang sedang melamun


" iya " Yarga melirik ke arah Kevin


" jujur deh !! kamu itu suka enggak sih sama Syeril ? " tanya Kevin to the poin


" tidak " jawab Yarga


" yang bener kamu Yar ?? jangan sampai nyesel nantinya sekarang bilang enggak kalau nanti Syeril di ambil yang lain kamu malah marah-marah gak jelas " ucap Kevin


" apa-apaan sih " Yarga merasa risih mendengar ucapan Kevin

__ADS_1


" makanya tuan muda gengsi tuh jangan di gedein !! yang namanya perempuan itu butuh yang namanya pengakuan " ucap Kevin


" ya seharusnya dia juga mengerti lah gimana cara aku memperlakukan dia selama ini , seharusnya dia paham maksud ku " ucap Yarga


' yeeee emang Syeril itu peramal .. hadeuh susah sih kalo ngomong sama bujang yang kelamaan jomblo ' batin Kevin


" kalau kamu memang suka bilang terus terang , ungkapin perasaan kamu .. kamu mau keduluan ama Jimy ?" tanya Kevin


" kenapa jadi bawa-bawa Jimy? " tanya Yarga


" keliatan kali Jimy juga kayaknya suka tuh sama Syeril" Kevin mencoba memanasi


Yarga hanya diam dan mengepalkan tangannya kuat


' apa benar yang dikatakan Kevin ? ' batin Yarga


Yarga pun pergi ke kamarnya dan meninggalkan Kevin sendirian di ruang tv


" Revan dimana ya apa dia masih berenang " Kevin bergumam dan pergi mencari Revan ke kolam renang


di kamar tamu


" Syeril nak , kamu sudah baikan ?" Ratna tanya


" sudah mami .. maaf ya aku jadi merepotkan mami " sesal Syeril


" tidak sayang .. sudah ya jangan berfikir seperti itu , mami justru takut kamu kenapa-napa karena mami " ucap Ratna


tok tok tok


" masuk " ucap Ratna


" nyah ini sarapan untuk non Syeril " bi Inah membawa semangkuk bubur untuk Syeril


" bawa sini bi .. biar langsung saya suapin " ucap Ratna


" gak apa-apa mami .. biar aku makan sendiri aja " Syeril menolak ia merasa kalau dia sangat menyusahkan Ratna


" sudah kamu diam saja nak .. mami yang suapin ya , kan tangan kamu lagi di infus " ucap Ratna


" tapi mi .."Syeril hendak menolak lagi


" boleh ya sayang .. mami mohon ya " Ratna sedikit memohon


" tidak mami .. mami gak perlu sampai memohon maafkan Syeril ya mami .. Syeril cuma takut kalau nanti akan merepotkan mami " Syeril menunduk


" tidak apa-apa sayang .. kamu kan sudah mami anggap anak mami sendiri" Ratna mendekat dan memegang pundak Syeril


seketika itu juga air mata Syeril jatuh dan tidak bisa di bendung lagi


' kalian ini terlalu baik , semoga aku bisa menjaga Amanah kalian kedepannya .. hiks hiks ' batin Syeril


Ratna pun langsung memberikannya pelukan


" sudah sayang .. mulai kedepannya kalau kamu ada masalah kami ceritakan sama mami ya " ucap Ratna dan Syeril hanya mengangguk tanda ia menurut

__ADS_1


__ADS_2