
jam sudah menunjukan pukul setengah delapan pagi
mata gadis cantik itu mengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang menerobos masuk
" enggggg " Syeril pun terbangun
" Syeril, nak untung kamu sudah bangun sayang " Ratna sangat senang karena Syeril kini sudah siuman
" mami .. ini jam berapa mi ?" tanya Syeril
" ini masih setengah delapan sayang " jawab Ratna
" mami kok tangan aku ? mami tolong lepas " Syeril meringis melihat infus di tangannya
" sebentar ya sayang mami panggil Kevin dulu " ucap Ratna
Ratna pun berlalu pergi untuk memanggil Kevin
" kamu sudah bangun Syeril " ucap Kevin yang memasuki kamar bersama Ratna dan Yarga
" maaf pak, saya jadi merepotkan " Syeril merasa bersalah kepada mereka
" tidak sayang .. justru kami sangat khawatir pada kamu nak " ucap Ratna
" kondisi kamu sudah lebih baik , tapi masih harus istirahat .. lain kali jangan telat makan ya .. jangan stress juga , apa ada sesuatu yang menganggu pikiran kamu? " ucap Kevin setelah memeriksa Syeril kembali
" tidak pak, mungkin karena kecapekan aja .. ininya tolong bisa di lepas pak " Syeril menyodorkan tangannya
" tunggu dulu ya , sampai habis biar kamu cepat sehat lagi " ucap Kevin
" tapi saya sudah tidak apa-apa .. bisa tolong di cabut saja " ucap Syeril sedikit memohon
Kevin pun memandang ke arah Ratna
" dengar apa kata dokter !! dokter lebih tahu tentang kondisi tubuh kamu .. jangan membantah !!" titah Yarga dengan nada tinggi
" ba-baik pak " Syeril akhirnya mengalah
' what .. kalau kaya gini yang ada dia malah benci kamu Yar .. ngadepin cewe tuh harus lemah lembut bukan dengan bentakan kaya gini ' batin Kevin
' anak bodoh !! kalau sikapnya kayak ini mana mau Syeril sama kamu ' batin Ratna
" Yarga ikut mami !!!" titah bunda Ratu pun keluar
Ratna dan Yarga pun keluar dari kamar meninggalkan Kevin dan Syeril
" kamu istirahat saja ya " ucap Kevin
" iya pak , makasih ya pak.. maaf juga aku merepotkan " Syeril mengungkapkan penyesalannya
" tidak apa-apa .. sudah tugas aku Syeril .. oh ya apa kamu merasa mual atau sakit kepala ? " tanya Kevin
" tidak pak .. tapi kalau lapar iya hehe " ucap Syeril dengan sedikit senyum
" hahaha ya sudah tunggu ya , nanti aku suruh bi inah buatkan bubur untuk kamu " ucap Kevin
__ADS_1
" iya pak .. sekali lagi makasih ya pak " Syeril sangat berterimakasih pada Kevin
" iya Syeril ..bosan aku mendengar nya , lagi pula nanti kamu jangan panggil aku pak .. yang ada aku yang manggil kamu kakak ipar " Kevin mengerjai Syeril
" pak Kevin apa-apaan sih " ucap Syeril dengan wajah yang merona
" kamu harus sabar ya dengan sikap Yarga .. dia itu emang labil , dia juga sangat posesif loh orangnya " ucap Kevin
" pak Kevin apaan sih .. kami tuh gak ada hubungan apa-apa pak , kami hanya sekedar atasan dan bawahan " terang Syeril
" loh bukannya tadi kata mami kamu itu calon mantu '' ucap Kevin
" mungkin mami hanya iseng pak , ngomong gitu " elak Syeril
" Yarga belum pernah mengungkapkan perasaannya padamu ?" tanya Kevin
" pak Yarga mana mau sama saya pak hahaha " Syeril tertawa di buat-buat
" aduh sudahlah pak Kevin .. jangan membuat aku jadi GR .. nanti aku mikirnya pak Yarga suka padaku , mending kalau bener pak kalau salah saya yang malu nanti hahahah " Syeril tertawa garing
' what .. unik banget Yarga .. ni cewe di posesifin , di larang-larang tapi belum ada status .. parah sih ' batin Kevin
" ya sudah kamu istirahat ya .. nanti bi inah ke sini nganterin sarapan untuk kamu " ucap Kevin
" No !! jangan bilang makasih lagi " Kevin mencegah Syeril bicara dan keduanya tertawa
" boleh saya mandi pak ? " tanya Syeril
" boleh pakai air hangat ya " Kevin pun keluar dari kamar dan langsung mencari bi inah
" kamu tuh gimana Syeril mau suka sama kamu , kalau kamu memperlakukan dia kayak gitu .. perempuan tuh harus di lembutin nak jangan di bentak " oceh Ratna
" dianya juga yang keras kepala mi , bukan salah Yarga sepenuhnya dong" Yarga mebela dirinya
" ya tapi kamu gak perlu menbentak dia kayak gitu nak .. " ucap Ratna
" Yarga tidak membentak mi .. Yarga cuma sedikit meninggikan suara Yarga , tapi Yarga tidak membentak " Yarga tetap teguh pada pendiriannya
" haah terserah kamu lah " Ratna jadi kesal sendiri
" tapi mami gak bakalan bantu kamu kalau nanti Syeril jadi benci sama kamu " Ratna berlalu pergi meninggalkan Yarga
' apa aku sudah keterlaluan ?? bagaimana mana kalau yang di bilang mami benar ?? apa aku bisa memerima kalau Syeril membenciku ??' batin Yarga
" Yar ! Yarga " Kevin menyadarkan Yarga yang sedang melamun
" iya " Yarga melirik ke arah Kevin
" jujur deh !! kamu itu suka enggak sih sama Syeril ? " tanya Kevin to the poin
" tidak " jawab Yarga
" yang bener kamu Yar ?? jangan sampai nyesel nantinya sekarang bilang enggak kalau nanti Syeril di ambil yang lain kamu malah marah-marah gak jelas " ucap Kevin
" apa-apaan sih " Yarga merasa risih mendengar ucapan Kevin
__ADS_1
" makanya tuan muda gengsi tuh jangan di gedein !! yang namanya perempuan itu butuh yang namanya pengakuan " ucap Kevin
" ya seharusnya dia juga mengerti lah gimana cara aku memperlakukan dia selama ini , seharusnya dia paham maksud ku " ucap Yarga
' yeeee emang Syeril itu peramal .. hadeuh susah sih kalo ngomong sama bujang yang kelamaan jomblo ' batin Kevin
" kalau kamu memang suka bilang terus terang , ungkapin perasaan kamu .. kamu mau keduluan ama Jimy ?" tanya Kevin
" kenapa jadi bawa-bawa Jimy? " tanya Yarga
" keliatan kali Jimy juga kayaknya suka tuh sama Syeril" Kevin mencoba memanasi
Yarga hanya diam dan mengepalkan tangannya kuat
' apa benar yang dikatakan Kevin ? ' batin Yarga
Yarga pun pergi ke kamarnya dan meninggalkan Kevin sendirian di ruang tv
" Revan dimana ya apa dia masih berenang " Kevin bergumam dan pergi mencari Revan ke kolam renang
di kamar tamu
" Syeril nak , kamu sudah baikan ?" Ratna tanya
" sudah mami .. maaf ya aku jadi merepotkan mami " sesal Syeril
" tidak sayang .. sudah ya jangan berfikir seperti itu , mami justru takut kamu kenapa-napa karena mami " ucap Ratna
tok tok tok
" masuk " ucap Ratna
" nyah ini sarapan untuk non Syeril " bi Inah membawa semangkuk bubur untuk Syeril
" bawa sini bi .. biar langsung saya suapin " ucap Ratna
" gak apa-apa mami .. biar aku makan sendiri aja " Syeril menolak ia merasa kalau dia sangat menyusahkan Ratna
" sudah kamu diam saja nak .. mami yang suapin ya , kan tangan kamu lagi di infus " ucap Ratna
" tapi mi .."Syeril hendak menolak lagi
" boleh ya sayang .. mami mohon ya " Ratna sedikit memohon
" tidak mami .. mami gak perlu sampai memohon maafkan Syeril ya mami .. Syeril cuma takut kalau nanti akan merepotkan mami " Syeril menunduk
" tidak apa-apa sayang .. kamu kan sudah mami anggap anak mami sendiri" Ratna mendekat dan memegang pundak Syeril
seketika itu juga air mata Syeril jatuh dan tidak bisa di bendung lagi
' kalian ini terlalu baik , semoga aku bisa menjaga Amanah kalian kedepannya .. hiks hiks ' batin Syeril
Ratna pun langsung memberikannya pelukan
" sudah sayang .. mulai kedepannya kalau kamu ada masalah kami ceritakan sama mami ya " ucap Ratna dan Syeril hanya mengangguk tanda ia menurut
__ADS_1