
Pagi harinya Syerik sudah berada di apartemen Yarga , entah mengapa ia merasa sedikit bersemangat bertemu Yarga lagi setelah kejadian semalam
ia langsung masuk dan mendapati Yarga yang sedang duduk di kursi ruang tamu ia masih mengenakan piyamanya wajahnya masih kusut dan rambutnya juga acak-acakan tapi justru hal itu menambahkan keseksian dalam dirinya
mata elang itu bertemu dengan mata bulat milik Syeril
" selamat pagi kak Yarga !!" ucap Syeril
" kenapa kamu tidak langsung ke kantor saja ?" tanya Yarga
" kan ini juga sudah tugas aku pak " ucap Syeril
" pak ?" tanya Yarga
" he he kak maksudnya " ucap Syeril , Yarga hanya menggelengkan kepalanya
" kak Yarga mau mandi atau sarapan dulu ? " tanya Yarga
" buatkan sarapan , setelahnya kamu siapkan pakaianku , urusan mandi biar aku saja " ucap Yarga dan Syeril hanya mengangguk
ia bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Yarga , setelahnya ia langsung menyiapkan pakaian Yarga bertepatan dengan Yarga yang selesai mandi , beruntung sekarang Yarga mengenakan handuk yang seperti jubah
Syeril pun keluar dari kamar Yarga dan menunggu di meja makan
seperti biasa Yarga selalu meminta Syeril untuk memasangkan dasi miliknya ,kali ini Yarga yang duduk di kursi sehingga Syeril lebih mudah memasangkannya
" kak, apa aku harus membawa kado juga untuk keponakan kakak ? " tanya Syeril sembari memasangkan dasi di leher Yarga
" terserah sih , " ucap Yarga , ia malah memandangi wajah Syeril
" memangnya dia umur berapa kak ? " tanya Syeril lagi
" aku tidak tahu pastinya , tapi dia sudah SD " ucap Yarga
" dia lelaki atau perempuan ? " tanya Syeril lagi ,ia mendongak ke atas melihat ke wajah Yarga
" laki-laki " ucap Yarga , ia mengalihkan pandangannya dari wajah Syeril
" memangnya dia mau menerima hadiah dariku kak ? takutnya nanti tidak sesuai seleranya " ucap Syeril ia sedikit pesimis karena takut ponakan Yarga tidak akan menerima kado darinya
" kalau kamu memang berniat untuk memberi ya tinggal lakukan !! soal di terima atau tidaknya itu urusan dia ,, yang penting kamu sudah ikhlas untuk memberi " ucap Yarga sembari menepuk kepala Syeril , yang mana membuat pipinya langsung merona
" terimakasih kak atas sarannya " ucap Syeril tersenyum dengan pipinya yang merona
" ayok sarapan bersama , temani aku !!" titah Yarga
" kak Yarga tidak menunggu kak Jimy ? " tanya Syeril
" dia langsung ke kantor " ucap Yarga , moodnya mendadak hilang karena Syeril menyebut nama Jimy
" oh, jadi kak Yarga bawa mobil sendiri ? " tanya Syeril lagi
" iya " singkat dan datar , ia pun langsung duduk di kursi untuk memakan sarapannya
' kok aku merasa kak Yarga jadi dingin lagi ya !! apa aku salah bicara tadi ??' batin Syeril
mereka pun menyantap sarapan mereka dengan diam hingga Yarga bersuara
" lain kali jangan sebut nama Jimy jika sedang bersamaku !!!" titah Yarga
" hah ? kenapa kak ? " tanya Syeril, menguyah sarapannya
" aku hanya tidak suka " ucap Yarga
mendengar itu Syeril tersedak
" uhuk uhuk " Yarga langsung menyodorkan air minum untuk Syeril
' jatuhnya tuh kayak yang dicemburui , di posesif in juga tapi tanpa hubungan gitu !! sebenarnya aku ini siapanya dia sih ?? ' batin Syeril
" hati-hati " ucap Yarga dan Syeril hanya mengangguk dan kembali melanjutkan sarapannya
mereka kini sudah berada di perusahaan ,Yarga langsung menuju ruangannya dan Syeril langsung menempati meja kerjanya dsn mengobrol dengan Vanya
__ADS_1
" pagi mba Vanya !!" ucap Syeril
" pagi ril, gimana kemarin bimbingan skripsi kamu ? ada kendala nggak ril?" tanya Vanya
" baik sih mba , kan berkat bantuan mba juga makasih ya mba " ucap Syeril
" gak apa-apa ril , kita kan harus saling membantu " balas Vanya
" mba nanti sore mba mau ke acara ulang tahun keponakan pak Yarga nggak ? " tanya Syeril
" gak tau ril, kayaknya enggak deh mamah aku baru pulang dari luar kota soalnya " jawab Vanya
" yahh , nanti aku gak ada temennya dong mba , " ucap Syeril menjebikkan bibirnya
" kan ada pak Yarga dan Pak Jimy ril " ucap Vanya
" ihh mba kan beda mba " ucap Syeril
" ya mau gimana lagi ril, mamah aku tuh jarang ada di rumah , sekarang dia ada pulang jadi ini waktu buat aku kangen-kangenan sama mamah aku ril" jelas Vanya
" iya juga sih, tapi mba bisa kan nanti siang antar aku buat beli kado untuk keponakan pak Yarga " ucap Syeril
" tenang !! nanti aku antar " ucap Vanya
mereka pun memulai pekerjaan mereka masing-masing
saat jam makan siang Syeril dan Vanya pun peegi untuk membeli kado
" kamu mau ngasih kado apa ril ? " tanya Vanya
" aku belum tahu mba , aku bingung mau ngasih kado apa , takutnya gak sesuai seleranya mba" ucap Syeril
" ya seikhlas kamu aja sih ril !! yang penting bermakna gitu , atau mungkin yang bermanfaat " usul Vanya
" aku tuh masih bingung mba , mau ngasih mainan atau alat tulis ya ?? " ucap Syeril
" kalau menurutku sih mending alat tulis aja deh ril , biar bermanfaat gitu kalau mainan mah aku yakin anak orang kaya seperti itu pasti punya seabrek " usul Vanya lagi
" cari yang ada karakter lucunya tuh ril ,, " ucap Vanya dan Syeril pun mengangguk
setelah mendapatkan kado mereka pun makan siang bersama , setelah selesai mereka langsung kembali ke kantor
sore hari Yarga dan Syeril sedang berada di dalam mobil menuju ke acara ulang tahun keponakannya
" kak Yarga kak Jimy kemana ?" tanya Syeril ia merasa hari ini belum bertemu dengan Jimy
" apa segitu kangennya kamu sama Jimy ? " tanya Jimy sedikit sarkastik
' kenapa dia selalu menanyakan Jimy sih !! apa segitu dekatnya mereka ??' batin Yarga
" bu-kan kak, maksud aku tuh hari ini aku belum melihat kak Jimy " jelas Syeril
" memangnya kamu harus selalu bertemu dengan Jimy ?? Jimy juga sibuk !! dia punya pekerjaan !!" ucap Yarga yang terdengar sedikit menusuk hati Syeril
" aku hanya bertanya kak, tidak ada maksud lain " ucap Syeril menundukkan kepalanya
' gak harus sarkas gitu kan !! entah mengapa hatiku jadi sakit di perlakukan kaya gini , mulai sekarang aku harus berhati-hati kalau membahas Kak Jimy di depan Kak Yarga ' batin Syeril
mereka pun hanya saling diam di sepanjang perjalanan
mobil Yarga sudah memasuki pekarangan rumah yang megah dan mewah , ia langsung memarkirkan mobilnya di halaman
setelahnya ia langsung pergi meninggalkan Syeril sendiri di mobil
' kak Yarga kenapa sih ?? kenapa coba dia marah-marah gak jelas kaya gitu ' batin Syeril
Syeril turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah itu dengan menenteng kado di tangannya
Saat Syeril memasuki ruang acara ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang mungkin dikenalnya
ia kaget karena melihat sosok anak kecil yang berlari ke arahnya
" kakak cantik !!!" seru Revan sembari memeluk Syeril
__ADS_1
" Revan ? kok kamu ada disini sayang ? " tanya Syeril ia membungkuk untuk membalas pelukan Revan
" ini pesta ulang tahun Revan kakak cantik !! justru Revan yang harusnya bertanya kenapa kakak cantik ada di sini ?? kakak cantik tahu rumah Revan dari mana ??" tanya Revan
percakapan mereka terhenti karena kedatangan Yarga
" heh bocah gembul !!" seru Yarga pada Revan
" om Yarga !!" Revan mendekat ke arah Yarga
' om ?? jadi keponakan kak Yarga itu Revan ?? dan yang sedang ulang tahun pun Revan gitu ?? kebetulan macam apa ini ?? ' batin Syeril
" kamu kemana saja kenapa tidak mengikutiku dari belakang ??" tanya Yarga pada Syeril wajahnya sungguh tidak bersahabat
' dia sendiri yang tidak menungguku dia sendiri yang marah haahh sabar Syeril !!!' batin Syeril
" maaf pak , tadi saya sedikit merapikan riasan saya " bohong Syeril ,
' dia memanggilku pak lagi ' batin Yarga
" om Yarga kenal dengan kakak cantik ??" tanya Revan
" dia bekerja pada om " ucapnya sembari menggendong Revan
" kemari !!!" titahnya pada Syeril, dan Syeril langsung mengekor di belakangnya
mereka sampai di kumpulan keluarga besar Suci dan Kevin yang melihat kehadiran Syeril langsung menyapa
" mba Syeril !! kenapa mba bisa di sini ? " tanya Suci
" bu Suci , saya datang bersama pak Yarga " jelas Syeril
" kalian saling mengenal ??" tanya Kevin ia melihat ke arah Yarga
" Justru aku yang harus bertanya , kenapa kalian bisa kenal dengan Syeril ?? dia asisten ku" ucap Yarga datar
" sejak kapan ?? " tanya Suci dan Kevin bersamaan
" sudah 2 bulan ini bu , pak " ucap Syeril menjawab pertanyaan Suci dan Kevin
"kakak cantik ayok ikut dengan Revan !! sebentar lagi acaranya di mulai " ucap Revan sembari menarik tangan Revan untuk mengikutinya dan Syeril hanya menurut tanpa membantah
Syeril di bawa ke tengah-tengah pesta , kehadirannya membuat banyak orang bertanya-tanya siapa dia sebenarnya termasuk Ratna yang sedari tadi melihat interaksi antara Syeril Yarga, Suci , Kevin dan Revan
' siapa sebenarnya gadis ini ?? kenapa Revan yang anaknya susah di dekati bisa seakrab itu dengannya ?? kenapa juga sepertinya Suci dan Kevin mengenal dia ?? ' gumam Ratna
ia mendekat ke arah Yarga untuk menanyakan tentang Syeril
" Yar " ucap Ratna menghampiri Yarga
" mami " ucap Yarga ia langsung menyalami tagan Ratna
" siapa gadis yang tadi mengobrol dengan kalian ?" tanya Ratna
" dia asisten Yarga mi " ucap Yarga
' asisten ?? Yarga mau menerima perempuan untuk jadi asistennya ?? oh Tuhan ini kabar baik ' batin Ratna
" oh , siapa namanya ? " tanya Ratna
" Syeril " ucap Yarga Singkat
obrolan mereka terhenti karena kedatangan Jimy
" mami " ucapnya ia langsung memeluk Ratna
" Jimy !! kenapa kami baru datang nak ??" tanya Ratna
" Jimy harus ke suatu tempat dulu mi ,apa pestanya sudah di mulai " jelas Jimy
" belum " ucap Yarga datar wajahnya sudah sangat suram karey kedatangan Jimy
' kenapa dia ?? kelihatannya dia dalam keadaan yang tidak baik ' batin Jimy
__ADS_1