
jam 5 subuh Rian di kagetkan dengan ketukan dari luar mobil
tuk tuk tuk
" iya nona " suara Rian serak karena baru bangun tidur
" kak, sudah subuh .. ayok kita subuh dulu " ajak Syeril
" ini sudah waktunya " Rian melihat arloji di tangan kirinya
' sudah jam segini , kenapa muka nona Syeril kelihatan lelah begitu ?' batin Rian
Rian tidak tahu kalau Syeril sudah bangun dari jam 2 pagi , apalagi yang dilakukannya jika tidak membantu ibunya di warung
dia harus masak, beres-beres juga bisa dihitung Syeril hanya tidur selama 3 jam hari ini
semalam mereka pulang cukup larut , setelah pulang dari toserba bukannya istirahat Syeril malah di suruh ibunya untuk menyetrika baju
kenapa Syeril tidak menolak sama sekali ?? hanya satu jawabannya , ia memilih untuk tidak berdebat dengan ibunya
Rian kini sudah selesai menyelesaikan tugasnya sebagai seorang muslim ia baru saja pulang dari masjid bersama Agam
" dek, apa kakak mu selalu mengerjakan tugas-tugas seperti itu ?" tanya Rian
" siapa ? kak Eril ??" tanya Agam
" iya " jawab Rian
" dari masih SMP juga yang selalu beresin rumah tuh kak Eril " ucap Agam
" semuanya ??" tanya Rian lagi
" iya , kan ibu fokus di warung " ucap Agam polos
" terus selama kakak kamu gk ada di rumah siapa yang beresin ?" tanya Rian
" kak Dian " jawab Agam
" siapa itu ?" tanya Rian
" istrinya kak Wildan " ucap Agam
' tunggu !!! jadi nona Syeril ini di Langkah sama adiknya ?? bagaimana ceritanya nona ??' batin Rian
jam menunjukkan pukul setengah 7 pagi Syeril dengan sekuat tenaga menahan kantuk
sekarang ia sedang menyapu halaman
kalau dibilang lelah ia sangat merasa lelah , ia hanya tidur 3 jam semalam , pagi ini dia juga harus beres-beres untuk menyambut kedatangan Yarga dan yang lain
' ngantuk banget .. bisa tidur dulu gak ya nantinya ' batin Syeril
" nona " Rian menyapa Syeril
" kenapa kak ?" Syeril memperlihatkan muka lelahnya
' sepertinya nona butuh istirahat .. gak !! aku harus membantu dia ' batin Rian
" nona beristirahat lah .. biar saya yang melanjutkan pekerjaan disini " ucap Rian
" tidak kak, biar aku saja " Syeril menolak bantuan Rian
" nona !! menurut anda jika tuan Daniel tahu anda melakukan hal seperti ini siapa yang akan di marahi nantinya " ucap Rian
' benar juga .. pasti kak Rian yang bakalan di marahi , bisa juga keluarga ku yang disini dapat teguran dari kak Yarga ' batin Syeril
__ADS_1
ia menimbang omongan Rian
" mereka gak bakalan tahu kalau kamu gak bilang kak " ucap Syeril
" nona anda belum tahu tuan Daniel yang sebenarnya ya " Rian mencoba meyakinkan Syeril lagi
" emangnya kenapa ?" Syeril sedikit gentar sekarang
" memangnya tuan Daniel membiarkan anda pulang dengan saya karena apa ? bukan hanya karena dia percaya pada saya nona .. tapi beliau selalu satu langkah di depan kita " ucap Rian
" hah? apa sih ?? yang jelas kak !!!" Syeril kesal sekarang
" apa anda melihat tukang bubur yang di depan sana ? " tanya Rian
' gak ada yang salah .. cuman ya .. kayaknya dia baru jualan disini deh' batin Syeril
" iya terus kenapa ? dia kan lagi jualan " ucap Syeril
" nona apa anda tidak merasa jika dia baru jualan di sini ? " ucap Rian
" ya biasalah kan namanya juga yang lagi usaha " ucap Syeril
" lalu kalau yang kontrak di pinggir rumah mu nona ? yang katanya orang jawa ?" ucap Rian
' kata agam mereka yang kerja di proyek' batin Syeril
" mereka tuh yang kerja di proyek , mereka tuh merantau " Syeril kesal di berikan pertanyaan yang ambigu
" nona mereka sedang melakukan misi dari tuan Daniel " ucap Rian
" jangan mengada-ada kak, ini masih pagi " Syeril menolak mentah-mentah apa yang di ucapkan Rian
' dia gak percaya ?? ' batin Rian
" salam dari kami untuk nona muda " semua pengawal itu membungkuk
kantuk yang sedari tadi Syeril rasakan hilang seketika
' jadi ini beneran ??? kok bisa ?? papi Daniel menyiapkan semuanya ?? dia mengawasi sampai ke sini ??' gumam Syeril
" ka-kak ?" Syeril tergagap
" sekarang anda percaya nona ?" tanya Rian
Syeril melihat sekeliling beruntung sedang tidak ada orang di sana semua keluarga sedang ada urusan masing-masing jadi tidak ada di rumah pagi ini
" iya iya percaya .. sekarang bubarkan semuanya !! nanti kalau ada yang lihat gimana ??" titah Syeril
Rian pun mengangkat tangan dan para pengawal itu bubar dengan sendirinya
" baiklah nona , saya harap anda lebih baik istirahat sekarang biar kami yang mengerjakan tugas ini " ucap Rian
" tapi .." Syeril hendak menolak
" saya mohon nona !!! " Rian sedikit memaksa
Syeril pun menyerahkan sapu lidi pada Rian dan ia langsung kembali ke kamarnya untuk istirahat
sementara mansion utama Wijaya
" pi , mana Kevin kenapa dia belum datang juga ?" Ratna heboh sendiri karena mempersiapkan untuk lamaran
" tanya Suci lah mi .. dia kan suaminya Suci " ucap Daniel
" di jalan mi .. kan mas Kevin sekalian ngambil buket bunga mi " ucap Suci yang sedang menggendong Rara
__ADS_1
" cincinnya jangan sampai ketinggalan ya nak, " ucap Ratna
" iya mi tenang aja , tadi udah aku siapin mi " ucap Suci
" mi .. biarkan yang lain yang ngerjain mi .. nanti mami capek loh " ucap Daniel
" gak mau pi .. ini untuk putri kita loh pi .. mami gak mau kalau ada yang kurang " bantah Ratna
" mami .. anak mami tuh Yarga mi , bukan dia " Yarga datang dengan membawa bunga mawar untuk Syeril
" cih, sebentar lagi juga Syeril bakal jadi anak kami " cibir Daniel
" diam pak tua !!! " Yarga memasang wajah dingin
" Syeril dimana mi ? kenapa dia belum turun ?" tanya Yarga
mendengar pertanyaan Yarga semuanya saling pandang
" dia udah duluan pulang kemarin " ucap Daniel
" apa ??? siapa yang memberi di izin ? kenapa gak minta izin dulu dari Yarga ? " ucap Yarga
" aku !!" ucap Daniel lantang
" nak , ini keinginan Syeril .. hormati keputusannya " ucap Ratna
" tapi dia harusnya izin dulu sama Yarga mi !! " ucap Yarga
" dia belum sah menjadi istri mu .. dia masih hak orang tuanya " ucap Daniel
mendengar itu ego Yarga tersentil dengan kesal berjalan ke kamarnya ia bahkan melupakan bunga yang tadi dibelinya
" cih lihat tuh anak mami .. umur kepala 3 kelakuan kaya bocah " ucap Daniel
" anak papi juga " ucap Ratna tak mau kalah
" mi .. ini bunganya " Kevin datang dengan membawa bunga
" loh ini kok ada bunga juga disini ??" Kevin melihat bunga yang tergeletak di sofa
" oh itu tadi Yarga yang beli nak " ucap Ratna
" semuanya pada lupa sama aku ya " ucap Jimy yang baru masuk sembari membawa bunga juga
" oh nak .. maafkan mami ya , mami lupa sana kamu " Ratna langsung merentangkan tangannya untuk Jimy
dan dengan refleks Jimy memeluk Ratna
"mami lupa sama anak ganteng kaya aku " Jimy mengeluarkan tingkah manjanya pada Ratna
" bocah edan !!" cibir Daniel
" kamu ngapain sih Jim !! " ucap Kevin ia kesal melihat tingkah manja Jimy
" apa sih sirik aja .. aku lagi kangen sama mami aku " Jimy mencium pipi Ratna
" sinting kamu !!! " Daniel kesal karena Jimy mencium pipi Ratna
" udah nak , jangan dengarkan mereka .. kamu akan ikut kan ?" ucap Ratna
" ikut mami .. makanya aku kesini , jam berapa kita berangkat ?" tanya Jimy
" jam 3 sore nak .. " ucap Ratna
mereka pun berbincang sembari menyiapkan apa yang harus di bawa untuk lamaran
__ADS_1