Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
73. pengawasan khusus


__ADS_3

jam 5 subuh Rian di kagetkan dengan ketukan dari luar mobil


tuk tuk tuk


" iya nona " suara Rian serak karena baru bangun tidur


" kak, sudah subuh .. ayok kita subuh dulu " ajak Syeril


" ini sudah waktunya " Rian melihat arloji di tangan kirinya


' sudah jam segini , kenapa muka nona Syeril kelihatan lelah begitu ?' batin Rian


Rian tidak tahu kalau Syeril sudah bangun dari jam 2 pagi , apalagi yang dilakukannya jika tidak membantu ibunya di warung


dia harus masak, beres-beres juga bisa dihitung Syeril hanya tidur selama 3 jam hari ini


semalam mereka pulang cukup larut , setelah pulang dari toserba bukannya istirahat Syeril malah di suruh ibunya untuk menyetrika baju


kenapa Syeril tidak menolak sama sekali ?? hanya satu jawabannya , ia memilih untuk tidak berdebat dengan ibunya


Rian kini sudah selesai menyelesaikan tugasnya sebagai seorang muslim ia baru saja pulang dari masjid bersama Agam


" dek, apa kakak mu selalu mengerjakan tugas-tugas seperti itu ?" tanya Rian


" siapa ? kak Eril ??" tanya Agam


" iya " jawab Rian


" dari masih SMP juga yang selalu beresin rumah tuh kak Eril " ucap Agam


" semuanya ??" tanya Rian lagi


" iya , kan ibu fokus di warung " ucap Agam polos


" terus selama kakak kamu gk ada di rumah siapa yang beresin ?" tanya Rian


" kak Dian " jawab Agam


" siapa itu ?" tanya Rian


" istrinya kak Wildan " ucap Agam


' tunggu !!! jadi nona Syeril ini di Langkah sama adiknya ?? bagaimana ceritanya nona ??' batin Rian


jam menunjukkan pukul setengah 7 pagi Syeril dengan sekuat tenaga menahan kantuk


sekarang ia sedang menyapu halaman


kalau dibilang lelah ia sangat merasa lelah , ia hanya tidur 3 jam semalam , pagi ini dia juga harus beres-beres untuk menyambut kedatangan Yarga dan yang lain


' ngantuk banget .. bisa tidur dulu gak ya nantinya ' batin Syeril


" nona " Rian menyapa Syeril


" kenapa kak ?" Syeril memperlihatkan muka lelahnya


' sepertinya nona butuh istirahat .. gak !! aku harus membantu dia ' batin Rian


" nona beristirahat lah .. biar saya yang melanjutkan pekerjaan disini " ucap Rian


" tidak kak, biar aku saja " Syeril menolak bantuan Rian


" nona !! menurut anda jika tuan Daniel tahu anda melakukan hal seperti ini siapa yang akan di marahi nantinya " ucap Rian


' benar juga .. pasti kak Rian yang bakalan di marahi , bisa juga keluarga ku yang disini dapat teguran dari kak Yarga ' batin Syeril

__ADS_1


ia menimbang omongan Rian


" mereka gak bakalan tahu kalau kamu gak bilang kak " ucap Syeril


" nona anda belum tahu tuan Daniel yang sebenarnya ya " Rian mencoba meyakinkan Syeril lagi


" emangnya kenapa ?" Syeril sedikit gentar sekarang


" memangnya tuan Daniel membiarkan anda pulang dengan saya karena apa ? bukan hanya karena dia percaya pada saya nona .. tapi beliau selalu satu langkah di depan kita " ucap Rian


" hah? apa sih ?? yang jelas kak !!!" Syeril kesal sekarang


" apa anda melihat tukang bubur yang di depan sana ? " tanya Rian


' gak ada yang salah .. cuman ya .. kayaknya dia baru jualan disini deh' batin Syeril


" iya terus kenapa ? dia kan lagi jualan " ucap Syeril


" nona apa anda tidak merasa jika dia baru jualan di sini ? " ucap Rian


" ya biasalah kan namanya juga yang lagi usaha " ucap Syeril


" lalu kalau yang kontrak di pinggir rumah mu nona ? yang katanya orang jawa ?" ucap Rian


' kata agam mereka yang kerja di proyek' batin Syeril


" mereka tuh yang kerja di proyek , mereka tuh merantau " Syeril kesal di berikan pertanyaan yang ambigu


" nona mereka sedang melakukan misi dari tuan Daniel " ucap Rian


" jangan mengada-ada kak, ini masih pagi " Syeril menolak mentah-mentah apa yang di ucapkan Rian


' dia gak percaya ?? ' batin Rian


" salam dari kami untuk nona muda " semua pengawal itu membungkuk


kantuk yang sedari tadi Syeril rasakan hilang seketika


' jadi ini beneran ??? kok bisa ?? papi Daniel menyiapkan semuanya ?? dia mengawasi sampai ke sini ??' gumam Syeril


" ka-kak ?" Syeril tergagap


" sekarang anda percaya nona ?" tanya Rian


Syeril melihat sekeliling beruntung sedang tidak ada orang di sana semua keluarga sedang ada urusan masing-masing jadi tidak ada di rumah pagi ini


" iya iya percaya .. sekarang bubarkan semuanya !! nanti kalau ada yang lihat gimana ??" titah Syeril


Rian pun mengangkat tangan dan para pengawal itu bubar dengan sendirinya


" baiklah nona , saya harap anda lebih baik istirahat sekarang biar kami yang mengerjakan tugas ini " ucap Rian


" tapi .." Syeril hendak menolak


" saya mohon nona !!! " Rian sedikit memaksa


Syeril pun menyerahkan sapu lidi pada Rian dan ia langsung kembali ke kamarnya untuk istirahat


sementara mansion utama Wijaya


" pi , mana Kevin kenapa dia belum datang juga ?" Ratna heboh sendiri karena mempersiapkan untuk lamaran


" tanya Suci lah mi .. dia kan suaminya Suci " ucap Daniel


" di jalan mi .. kan mas Kevin sekalian ngambil buket bunga mi " ucap Suci yang sedang menggendong Rara

__ADS_1


" cincinnya jangan sampai ketinggalan ya nak, " ucap Ratna


" iya mi tenang aja , tadi udah aku siapin mi " ucap Suci


" mi .. biarkan yang lain yang ngerjain mi .. nanti mami capek loh " ucap Daniel


" gak mau pi .. ini untuk putri kita loh pi .. mami gak mau kalau ada yang kurang " bantah Ratna


" mami .. anak mami tuh Yarga mi , bukan dia " Yarga datang dengan membawa bunga mawar untuk Syeril


" cih, sebentar lagi juga Syeril bakal jadi anak kami " cibir Daniel


" diam pak tua !!! " Yarga memasang wajah dingin


" Syeril dimana mi ? kenapa dia belum turun ?" tanya Yarga


mendengar pertanyaan Yarga semuanya saling pandang


" dia udah duluan pulang kemarin " ucap Daniel


" apa ??? siapa yang memberi di izin ? kenapa gak minta izin dulu dari Yarga ? " ucap Yarga


" aku !!" ucap Daniel lantang


" nak , ini keinginan Syeril .. hormati keputusannya " ucap Ratna


" tapi dia harusnya izin dulu sama Yarga mi !! " ucap Yarga


" dia belum sah menjadi istri mu .. dia masih hak orang tuanya " ucap Daniel


mendengar itu ego Yarga tersentil dengan kesal berjalan ke kamarnya ia bahkan melupakan bunga yang tadi dibelinya


" cih lihat tuh anak mami .. umur kepala 3 kelakuan kaya bocah " ucap Daniel


" anak papi juga " ucap Ratna tak mau kalah


" mi .. ini bunganya " Kevin datang dengan membawa bunga


" loh ini kok ada bunga juga disini ??" Kevin melihat bunga yang tergeletak di sofa


" oh itu tadi Yarga yang beli nak " ucap Ratna


" semuanya pada lupa sama aku ya " ucap Jimy yang baru masuk sembari membawa bunga juga


" oh nak .. maafkan mami ya , mami lupa sana kamu " Ratna langsung merentangkan tangannya untuk Jimy


dan dengan refleks Jimy memeluk Ratna


"mami lupa sama anak ganteng kaya aku " Jimy mengeluarkan tingkah manjanya pada Ratna


" bocah edan !!" cibir Daniel


" kamu ngapain sih Jim !! " ucap Kevin ia kesal melihat tingkah manja Jimy


" apa sih sirik aja .. aku lagi kangen sama mami aku " Jimy mencium pipi Ratna


" sinting kamu !!! " Daniel kesal karena Jimy mencium pipi Ratna


" udah nak , jangan dengarkan mereka .. kamu akan ikut kan ?" ucap Ratna


" ikut mami .. makanya aku kesini , jam berapa kita berangkat ?" tanya Jimy


" jam 3 sore nak .. " ucap Ratna


mereka pun berbincang sembari menyiapkan apa yang harus di bawa untuk lamaran

__ADS_1


__ADS_2