
Syeril sudah berada di rumah Susan melihat pintu yang terbuka ia pun langsung masuk ke dalamnya
" bu !!" seru Syeril
" saya di dapur Syeril , kemari bantu saya!! " ucap Susan dan Syeril pun langsung melangkah menuju dapur untuk menemui Susan
" bu emangnya siapa yang akan datang bu ?? ko bu Susan masak sebanyak ini ?? " tanya Syeril ia bingung melihat banyaknya hidangan yang ada di meja makan
" teman lama saya Syeril ,, saya ingin mengenalkan kamu padanya " ucap Susan
" memangnya berapa orang yang datang ? " tanya Syeril
" hanya dua orang , dia membawa ponakannya nanti " jawab Susan sembari menyiapkan hidangan terakhir
' hanya dua orang tapi harus menyiapkan makanan sebanyak ini ?? ' batin Syeril
" saya kira tamunya banyak bu sampai ibu masak banyak begini " ucap Syeril menggaruk lehernya yang tidak gatal
" ah , apa ini kebanyakan ya ? kan nanti kita 4 orang Syeril " ucap Susan
' ha ha ha emang empat orang sih .. tapi kalo begini mah porsi kuli namanya bu ' batin Syeril
" hehe ia ya bu " ucap Syeril
" bantu saya menata piring ya , sekalian buatkan minum " titah bu Susan
" siap bu laksanakan!! " ucap Syeril sembari membentuk posisi hormat dan Susan yang melihat tingkah Syeril hanya tersenyum
" kamu ini ril !! ada ada saja tingkahnya " ucap Susan sembari menggelengkan kepalanya
mereka pun berkutat dengan tugas mereka masing-masing
Sedangkan Jimy dan Dirwan sedang berada di dalam mobil menuju rumah Susan
" sebenarnya kita mau kemana sih om ?" tanya Jimy
" bisa tidak jangan banyak tanya !! tinggal duduk saja Jim apa susahnya !!" titah Dirwan
'hiss dasar perjaka tua !! kalau tidak ingat kalau kamu kakak ayahku sudah ku pukul kamu om ' gerutu Jimy dalam hati
" iya om iya" ucap Jimy , mulanya dia hanya diam tapi kemudian ia merasa tidak asing dengan jalan yang sedang dilaluinya
' tunggu !! jalan ini seperti tidak asing !! ini bukannya jalan yang kemarin aku lalui waktu aku mengikuti Syeril ?? ada apa sih sebenarnya ?? kenapa om Dirwan membawaku kemari ??' batin Jimy
Dirwan pun menyadari ekspresi heran dari wajah Jimy dan ia hanya tersenyum saja
setelah beberapa menit mobil mereka sudah sampai di halaman rumah Susan Jimy semakin bingung dengan keadaan yang sedang terjadi
' ini bukannya rumah perempuan itu ?? kenapa om membawaku ke sini ?? ' batin Jimy
" turun !!" titah Dirwan
" om mau apa kita di sini ?" tanya Jimy
" om mau mengenalkan seseorang padamu " ucap Dirwan
' apa om Dirwan mengenal perempuan itu ?? ' batin Jimy
" ayok turun Jim !! kamu mau tetap di dalam mobil ??" ucap Dirwan
" iya iya " Jimy pun menuruti Dirwan untuk turun dari mobil dan keduanya berjalan menuju pintu rumah Susan
Dirwan mengetuk pintu rumah Susan
tok tok tok
" permisi " ucap Dirwan
sedangkan di dalam rumah Susan dan Syeril yang sedang menyiapkan meja makan mendengar ada yang mengetuk pintu langsung menghentikan kegiatan mereka
" biar saya saja Syeril , kamu teruskan saja membuat minumannya !!" ucap Susan dan Syeril hanya menganggukkan kepalanya tanda ia setuju
Susan membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Jimy dan Dirwan untuk masuk
" silahkan masuk !! maaf sudah membuat kalian menunggu " ucap Susan
" tidak apa-apa kami juga baru datang Susan " ucap Dirwan ia tersenyum ke arah Susan
sedangkan Jimy saat ini sedang dirundung kebingungan , melihat om nya yang ternyata sangat akrab dengan perempuan di hadapannya itu
' apakah mereka saling mengenal ?? kenapa kelihatannya mereka sangat akrab ??' batin Jimy
mereka pun masuk kedalam rumah
" kita langsung makan saja ya mas ,, makanannya juga sudah siap " ucap Susan sembari menuntun mereka menuju meja makan
" bagaimana baiknya sajalah ,, aku ikut saja ,, apa dia sudah datang ?? " ucap Dirwan ia menanyakan keberadaan Syeril
" sudah mas dia sedang menyiapkan minuman untuk kita " ucap Susan
' dia ?? apa ada orang lain di sini selain kami ??' batin Jimy
mereka berjalan menuju meja makan
" Syeril tamu kita sudah datang " ucap Susan
' Syeril ?? dia ada si sini ?? batin Jimy ia kaget mendengar Susan menyebut nama Syeril dan langsung mencari keberadaannya
sedangkan Syeril yang sedang mengaduk minuman mendengar ucapan Susan langsung menegok ke arah Susan dan langsung kaget melihat keberadaan Jimy di hadapannya hingga ia menjatuhkan sendok yang sedang ia pegang
__ADS_1
' pak Jimy ?? mengapa dia di sini ? " batin Syeril
" kamu !!!" ucap Jimy dan Syeril bersamaan
Susan dan Dirwan yang melihatnya hanya saling pandang dan menggelengkan kepala mereka
" nanti saja ya ngobrolnya , lebih baik kita makan dulu makanannya sudah siap soalnya " ucap Susan
" iya , saya juga sudah lapar kita makan dulu ya " ucap Dirwan , sedangkan Jimy hanya mengangguk menyetujui
mereka semua duduk dan menikmati makan malam mereka , pandangan Jimy terus menatap ke arah Syeril ia seakan meminta jawaban kenapa dia bisa berada di sini
Syeril yang di tatap seperti itu merasa tidak enak , ia bahkan langsung kehilangan ***** makannya sebenarnya ia juga kesal kenapa harus bertemu dengan Jimy di sini
' kenapa harus bertemu dengan pak Jimy sih !! ***** makanku jadi hilang ' batin Syeril
ia sedikit menyesal telah menerima undangan dari Susan
Setelah selesai makan malam Dirwan dan Jimy duduk di ruang tamu mereka menunggu Susan dan Syeril membereskan meja makan dan membuatkan camilan untuk mereka mengobrol nanti
" om kenapa gadis itu ada di sini ?? kenapa juga om membawa ku kesini ?? jelaskan om !!! " ucap Jimy
" ck, bersabarlah !! nanti juga kamu akan tahu sendiri " ucap Dirwan ia kesal melihat tingkah keponakannya yang tidak sabaran
Susan pun memasuki ruang tamu dengan membawa camilan di tangannya di ikuti oleh Syeril yang membawa teh untuk mereka berempat
" bisa kita mulai kan mas ?" tanya Susan pada Dirwan sembari menaruh camilan yang dia bawa dan mendudukkan bokongnya di kursi
" iya , karena sepertinya keponakan ku sudah tidak sabar " ucap Dirwan sembari melirik ke arah Jimy
' po- nakan ? jadi tuan ini omnya pak Jimy!! kenapa mereka bisa jadi tamu bu Susan ?? ' batin Syeril
" Saya hanya bingung dengan situasi ini ,, kenapa saya di bawa ke sini " ucap Jimy
" sebelumnya perkenalkan ini adalah Susan dia dulunya pernah bekerja di PT Sanjaya menjadi manager keuangan " ucap Dirwan
' manager ?? kapan ?? aku tidak pernah melihat riwayatnya ?? ' batin Jimy
" dan Juga Syeril kenalkan saya om nya Jimy Dirwan !!" ucap Dirwan memperkenalkan dirinya pada Syeril dan hanya dibalas dengan anggukan oleh Syeril
Dirwan dan Susan pun menjelaskan semua kejadian tiga puluh tahun dari awal di mulai kejadian yang menimpa keluarga Yarga , penggelapan dana , sabotase mobil Atma ayah kandung Yarga hingga pertemuannya dengan Syeril semuanya di ceritakan tanpa ada yang terlewat
setelah dua jam lamanya Dirwan dan Susan bercerita mereka pun mengakhiri ceritanya
terlihat ekspresi Syeril dan Jimy yang sulit di baca
' aku tak tahu kalau pak Yarga mengalami masa yang sulit sedari kecil , kasihan sekali dia harus kehilangan kedua orang tuanya di usia yang masih sangat kecil hiks hiks ' batin Syeril
ia sangat merasa kasihan mendengar cerita yang baru ia dengar tentang Yarga
' a-apa ?? jadi Yarga memiliki masa lalu yang seperti itu ?? sahabat macam apa aku ini tentang masa lalunya saja aku tidak tahu !!!' batin Jimy
Jimy memang tidak tahu tentang kejadian di masa lalu Daniel dan Dirwan menutupi semua dari dirinya
ia pun melirik ke arah Syeril yang juga melihat ke arahnya , perasaannya sungguh campur aduk antara malu dan merasa sangat bersalah karena telah menuduh Syeril dan mencurigainya tanpa mencari tahu dulu kebenarannya
' aduhh !! malu sekali rasanya , apa yang harus kulakukan untuk membuatnya memaafkan semua yang sudah aku lakukan padanya ??' batin Jimy
" iya nak Syeril !! maafkan keponakan om yang bodoh ini ya !! dia memang selalu seenaknya sendiri " ucap Dirwan
' dasar perjaka tua bukannya membantu kenapa malah membuat ku menjadi tambah malu di depan Syeril dan bu Susan sih ' gerutu Jimy
" iya pak !! saya memakluminya kok" ucap Syeril
" selain cantik kamu juga bijaksana ya nak " ucap Dirwan ,dan Syeril hanya menanggapi dengan senyuman
" hmmm bu , pak apa ada yang mau di bicarakan lagi ?? ini sudah malam saya harus pulang " ucap Syeril bermaksud pamit untuk pulang ke kontrakannya
" kamu pulang naik apa nak ?? ini sudah larut " ucap Susan
" saya bisa naik taksi bu " ucap Syeril
" biar kamu di antar Jimy saja ya nak !! om hawatir melihat anak gadis naik taksi malam-malam begini" ucap Dirwan dan di angguki oleh Susan
" tidak usah pak !! saya tidak mau merepotkan pak Jimy , nanti pak Dirwan pulang sama siapa kalau pak Jimy mengantarkan saya? " cegah Syeril ,ia merasa pasti akan sangat canggung jika satu mobil dengan Jimy nanti
" tidak apa nak !! Jimy pasti tidak merasa di repotkan ,, nanti om akan menyuruh seseorang untuk menjemput om " bujuk Dirwan
" tidak usah pak sungguh " tolak Syeril lagi
" Tidak apa-apa biar saya antar !! saya juga tidak merasa direpotkan !!" Jimy yang dari tadi diam saja langsung membuka mulut
mendengar itu Susan dan Dirwan saling pandang dan sama-sama mengangguk
" kalau begitu saya pamit pulang ya bu , pak " ucap Syeril , ia akhirnya mengalah dan pamit pulang kepada keduanya dan melangkah keluar rumah menunggu Jimy didekat mobil
" saya juga pamit ya bu .. dan maafkan saya yang sempat mencurigai anda !! " ucap Jimy menundukkan kepalanya
" ia nak tidak apa-apa ibu juga memakluminya " ucap Susan tersenyum
Jimy pun keluar dan memasuki mobilnya di ikuti Syeril yang juga duduk di kursi depan
sepanjang perjalanan keduanya saling diam , Jimy yang fokus menyetir sesekali melirik ke arah Syeril yang sedang melihat ke arah jendela
ia merasa suasananya sangat canggung dan memutuskan untuk memulai obrolan
" ahmmm !! aku minta maaf " ucap Jimy , Syeril pun langsung menengok ke arahnya
" minta maaf untuk apa pak ?" tanya Syeril
__ADS_1
" karena telah menuduh dan mencurigaimu " ucap Jimy yang masih fokus pada mobil yang sedang di kemudikannya
" ohh yang itu , iya aku paham kok pak bapak kan melakukannya karena rasa cinta bapak sama pak Yarga kan !!" ucap Syeril
" iya.. "
" A-APA ??!!!!" ucap Jimy yang langsung mengerem mendadak karena mendengar ucapan Syeril
aksi Jimy yang menginjak rem secara mendadak itu membuat Syeril terjeduk ke dasbor mobil dan membuat ia meringis
" aduhh pak Jim !! bapak niat gak sih minta maaf ke saya !! sengaja ya ngerem mendadak begitu ?? jidat saya sakit pak " ucap Syeril ia memegangi keningnya yang terasa sakit
" ma- af saya tidak bermaksud , sini saya lihat" ucap Jimy ,ia mendekat ke arah Syeril untuk melihat keningnya tapi langsung di tepis oleh Syeril
" bapak mau ngapain ??" ucap Syeril
" saya cuma mau melihat kening kamu " ucap Jimy
" tidak usah !! ini cuma memar kok " ucap Syeril , sebenarnya ia takut traumanya kambuh jika di sentuh Jimy nanti
" ya sudah nanti kita beli obat memar dulu untuk keningmu " ucap Jimy
Jimy pun melanjukan kembali mobilnya mencari apotek terdekat untuk membeli obat memar untuk Syeril ,ia sudah mencoba mencegah tapi Jimy memaksa
setelah sampai ia langsung turun dan masuk ke dalam apotek
sedangkan Syeril yang merasa bosan pun ikut turun untuk mencari udara segar
Jimy pun keluar dengan menenteng kresek yang di dalamnya ada obat memar dan air minum untuk Syeril
ia langsung mendekat ke arah Syeril dan menyuruhnya untuk duduk
" duduk !! " titahnya , dan Syeril pun langsung duduk
" bapak mau ngapain ?? " tanya Syeril
" saya mau mengoleskan ini" ucap Jimy sembari menyodorkan salep untuk memar
" tidak usah biar saya saja " ucap Syeril ia mengambil salep itu dari tangan Jimy lalu merogoh cermin kecil di tasnya ,lalu mengoleskan salep itu ke keningnya yang memar
Jimy pun ikut duduk di samping Syeril
" apa sakit ?" tanya Jimy
' udah tahu memar biru gini masih di tanya !!! dasar sinting ' batin Syeril
" sedikit sih pak " ucap Syeril
" maaf , saya tidak bermaksud ,, saya hanya kaget mendengar ucapan kamu tadi ... kenapa kamu bisa berpikir seperti itu tentang saya ?? " tanya Jimy
" ucapan yang mana pak ?" ucap Syeril
" kenapa kamu bilang kalau saya mencintai Yarga ?? kamu pikir saya penyuka sesama jenis begitu ?? sama masih normal Syeril !!" ucap Jimy matanya menatap tajam ke arah Syeril
" kelihatan dari cara posesif bapak kalau menyangkut urusan pak Yarga pak " ucap Syeril
" apa ?? hanya karena alasan itu !!! itu tidak masuk akal ,,, saya melakukannya hanya karena saya sahabatnya dari kecil kita sudah seperti saudara jadi sudah sepantasnya saya menghawatirkan semua tentang Yarga " ucap Jimy mengebu-gebu
" tapi kalian seperti saling mencintai pak !!!" ucap Syeril
" saya tekankan lagi saya masih normal Syeril !! kamu jangan menuduh saya Gay ya !! " ucap Jimy cukup keras hingga membuat orang yang lewat menolehkan pandangannya
" ya memang begitu yang saya lihat pak " ucap Syeril
" harus dengan kata apa saya membuktikan kalau saya tidak Gay ??" ucap Jimy
mendengar ucapan Jimy Syeril pun tertawa terbahak-bahak
" hahahaha hahahaha " Syeril tertawa sebenarnya Syeril sudah mengerti maksud Jimy menuduh Syeril , dia bukan orang bodoh yang tidak langsung tahu da paham saat di rumah bu Susan
dia hanya ingin sedikit membalas dendam dan mengerjai Jimy saja
' sedikit pelajaran gak papa kan heheh' batin Syeril
Sedangkan Jimy menatap heran ke arah Syeril yang tertawa terbahak-bahak
' kenapa dia tertawa ?? apa ada yang aneh dari ucapan ku tadi ??' batin Jimy
" bagaimana rasanya dituduh dan di curigai pak Jim ?? " ucap Syeril ia menghentikan tawanya dan tersenyum jahil ke arah Jimy
' tunggu !!! jadi aku di kerjai olehnya ?? ' batin Jimy
" haahh aku tidak menyangka kalau kamu orang yang pendendam !!" ucap Jimy
" biar kita impas pak " ucap Syeril
" baiklah maafkan saya yang telah menuduhmu yang tidak-tidak , saya berharap kedepannya kita bisa bekerjasama untuk memajukan perusahaan " ucap Jimy
" iya pak saya juga meminta bimbingan dari anda " ucap Syeril tersenyum
' ma- nis !!! senyumnya sangat manis !!' batin Jimy
is merasakan ada gelarnya aneh yang menyusup ke relung hatinya dan jantungnya pun berdegup
' a-apa ini ?? kenapa jantungku deg degan ? batin Jimy
" apa masih sakit ? " tanya Jimy , ia melihat ke arah kening Syeril
" nanti juga sembuh pak " ucap Syeril sembari mengusap keningnya
__ADS_1
" kita pulang sekarang ?" tanya Jimy dan Syeril pun mengangguk saja
mereka pun masuk kembali ke dalam mobil dan dan melanjutkan perjalanan