
pagi hari yang cerah berbanding terbalik dengan keadaan yang sedang dialami Syeril pasalnya ia sedang mengalami menstruasi dan hari ini adalah hari pertamanya
sedari subuh perutnya sudah terasa sangat sakit wajahnya juga sudah terlihat sangat pucat
' gak biasanya sesakit ini huhu .. bakalan gak konsen kerja kalau gini ' batin Syeril
kebetulan pagi ini Yarga langsung menyuruhnya untuk ke kantor tanpa harus ke apartemennya
dengan jalan yang perlahan Syeril memasuki lobi perusahaan , Syeril yang memang ramah orangnya selalu menyapa jika bertemu dengan karyawan-karyawan yang sekiranya dekat dengannya
" pagi mba " sapa Syeril
" pagi .. kamu kenapa ril ? ko pucat gitu mukanya ?" tanya salah satu karyawan
" mungkin karena belum pakai makeup mba , saya permisi ya mba " ucap Syeril ia langsung pergi menuju meja kerjanya
setibanya di meja ia langsung meletakkan kepalanya di meja dengan beralaskan tangan sebagai bantal
' sakit .. huhuhu harus minum obat ini mah , tapi minta tolong siapa coba ' batin Syeril
Vanya datang dan langsung duduk di meja kerjanya
" kenapa kamu Neng ? " tanya Vanya
" mba punya obat nyeri haid enggak ?" Syeril bertanya tanpa bangun dari posisinya
" enggak " jawab Vanya singkat
" huh " Syeril membalikkan wajahnya membelakangi Vanya
" neng ceritain dong pas kemarin ke bali !! pasti seru ya ??" sifat kepo Vanya mulai keluar
" apaan sih mba kepo banget " Syeril kembali membalikkan wajahnya
" ya gak apa-apa kan .. ayo dong cerita !!! penasaran tahu " Vanya sedikit mendesak
" gak ! gak mau .. aku lagi gak mood " Syeril malah memejamkan matanya
" huh .. dasar mood swing !! " Vanya sedikit kesal
" huhuhu sakit mba , sakit banget ini carikan obat dong mba huhuhu " Syeril sedikit memohon ke Vanya
" kalau kamu sakit kenapa gak ke klinik aja ril ,, kenapa maksain kerja sih .. kan kamu bisa cuti haid " ucap Vanya
" ya mau gimana lagi mba ,, aku tuh ingat sama tanggung jawab aku mba " Syeril menjebih
Obrolan mereka teropong karena kedatangan Yarga dan Jimy
" pagi pak Yarga pagi pak Jimy " sapa Vanya
Syeril yang mendengar Vanya berucap langsung bangun dari posisinya dan langsung menyapa keduanya
" pagi pak Yarga, pagi pak Jimy " sapa Syeril dengan wajah pucat karena menahan sakit
naasnya sapaan mereka hanya mendapatkan anggukan saja dari Yarga dan Jimy
setelah Yarga dan Jimy masuk ke ruangan Yarga , Syeril kembali duduk dan menaruh kembali kepalanya di meja
" ke klinik aja gih neng .. kalau perlu ke rumah sakit yuk " ucap Vanya sedikit hawatir
" lebay banget mba .. aku cuma butuh obat mba tolong dong carikan " ucap Syeril
" ya sudah tunggu di sini ya !! mba mau ke klinik kantor dulu " ucap Vanya
" iya .. makasih ya mba " ucap Syeril
__ADS_1
" tapi gak gratis ya !! kamu harus ceritain pengalaman kemarin kamu waktu di bali " ucap Vanya
" idih !! nolong orang kok pamrih gitu sih mba " ucap Syeril kesal
dan Vanya hanya memutar bola matanya lalu berlalu meninggalkan Syeril
" kamu kenapa ril ? mukanya kok pucat .. lagi sakit ?" tanya Jimy yang baru saja keluar dari ruangan Yarga
" eh kak Jim .. enggak kak cuma sakit perut aja " Syeril menjawab seadanya
" sudah minum obat ?" tanya Jimy lagi
" lagi di cariin obatnya sama mba Vanya kak " jawab Syeril
" cepat sembuh ya , kalau masih sakit nanti hubungi aku " Syeril hanya mengangguk mendengar ucapan Jimy
lalu Jimy berlalu pergi kembali ke ruangan kerjanya .
" Neng .. obatnya gak ada , aku malah di kasih minyak angin sama dokter yang jaganya " Vanya kembali dengan membawa minyak angin
" gak apa-apa lah mba .. makasih ya mba " Syeril langsung memakai minyak angin yang di bawa Vanya di perutnya supaya sedikit hangat
" masih kuat nggak ? kalau gak kuat izin pulang aja ril " saran Vanya
" kuat mba tenang aja " ucap Syeril
Suara interkom meja Syeril berbunyi , dan Syeril langsung bergegas masuk keruangan Yarga
tok tok tok
" masuk " Yarga mempersilahkan
" pak Yarga memanggil saya ?" Syeril mendekati meja kerja Yarga
" kita hanya berdua Syeril " ucap Yarga
' ribet sekali sih kamu kak , aduh mana mood aku lagi ancur banget .. bisa-bisa pekerjaan aku gak beres ini ' batin Syeril
" kamu lagi gak enak badan ?" tanya Yarga
" hah ? enggak kak, aku gak apa-apa" jawaban Syeril membuat Yarga merasa kurang puas
ia bangun dari kursi dan mendekati Syeril , menyentuh keningnya dengan telapak tangan
" nggak panas .. tapi kenapa muka kamu pucat sekali " jarak Yarga sangat dekat sekarang
" eh ? gak apa-apa kak, cuma sakit perut kok .. " jawab Syeril ia mencoba menjauh dari Yarga
" kamu salah makan?" tanya Yarga
" bukan .. duh bingung kak di jelaskan juga " Syeril menggaruk lehernya yang tidak gatal
" apa ? kenapa ? " Yarga menuntut jawaban
' maksa banget lagi .. ini kan bukan masalah yang lelaki harus tahu ' batin Syeril
" mmm anu kak , ini karena tamu bulanan " ucap Syeril
" tamu bulanan ?" Yarga bingung karena tidak tahu apa maksud Syeril
" hmm ini hanya terjadi pada perempuan kak he he he " Syeril tersenyum canggung
' sepertinya sangat sakit .. mukanya pucat sekali .. terlihat sekali kalau dia sedang menahan sakit ' batin Yarga
" kalau memang kmau merasa kurang enak badan kamu bisa istirahat saja di sana " Yarga menunjuk sebuah pintu di mana didalamnya ada tempat istirahat yang biasa ia gunakan jikalau ia lelah atau jika ia malas pulang ke apartemen atau ke mansion
__ADS_1
" gak apa-apa kak, kita kan nanti ada meeting jam 10 " tolak Syeril .. bukan apa-apa akan sangat tidak etis jika dia menerima tawaran dari Yarga
" meeting nya di undur .. jadi minggu depan , dan jadwal hari ini kita hanya di kantor " ucap Yarga
sebenarnya bukan mengada-ada tapi memang kemarin klien meminta pertemuan di undur jadi minggu depan
" oh ya , kenapa mereka tidak mengabari aku atau mba Vanya ka ?" Syeril merasa tidak menerima pemberitahuan sama sekali
" Vanya sudah mengkonfirmasi " jawab Yarga
' dasar mba Vanya !!! awas aja kamu mba , tahu gitu aku bakalan izin gak masuk kerja ' batin Syeril
" sekarang lebih baik kamu istirahat saja di sana " Yarga kembali menunjuk pintu itu
" kalau aku mau izin pulang aja gimana kak ?" tanya Syeril hati-hati
" NO !!! " Yarga reflek menjawab dan Syeril langsung kaget
" ma-maksud aku .. kamu lebih baik istirahat di sana , akan aneh kalau nanti ada karyawan yang bertanya kenapa kamu pulang awal " Yarga mencari alasan
' aneh ?? lebih aneh mana coba kalau ada yang tahu kalau aku tidur di ruang istirahat pribadi CEO ?? bisa-bisa aku di katain gatel lagi ' batin Syeril
" tapi kak ..." Ucapan Syeril terpotong
" ini perintah !! dan saya tidak mau ada penolakan !!" titah ultimatum Yarga pun keluar
" haaahh ia kak ,, " dengan langkah gontai Syeril menuruti perintah Yarga
setelah Syeril masuk ke ruang istirahat Yarga langsung membuka ponselnya dan berselancar di dunia maya guna mencari jawaban atas rasa penasarannya
" menstruasi ?? jadi maksudnya tamu bulanan itu menstruasi .. " setelah membaca sebuah artikel
ia juga mencari obat pereda nyeri untuk Syeril dan membelinya via online
setelah beberapa menit pesanan obatnya datang di antar seorang OB
tok tok tok
" masuk " Yarga mempersilahkan
" pak, ini ada titipan dari kurir ,, dan ini juga untuk ibu Syeril " ucap OB
' apa dia sudah membeli obat sendiri ?? sia-siakah usahaku ?? ' batin Yarga
Yarga langsung membuka plastik yang ditunjukkan untuk Syeril
' obatnya sama ' gumam Yarga
" Syeril " Yarga memanggil Syeril
" ia pak " ucap Syeril
" apa kamu memesan obat lewat kurir ?" tanya Yarga
" enggak pak " Syeril menggeleng
" tapi ini .. " yarga menunjuk ke kantong plastik yang di bawa OB
" anu pak, bu , kata kurirnya ini atas pesanan pak Jimy .. tapi untuk diberikan kepada bu Syeril " jelas OB
" oh ia .. makasih ya mas " Syeril memilih untuk berterima kasih
" ia bu , saya permisi dulu pak, bu " pamit OB
" iya terimakasih " ucap Yarga
__ADS_1
Yarga langsung menatap tajam kearah Syeril