Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
57. banyak pekerjaan


__ADS_3

sudah 2 hari Syeril cuti , kini ia sedang bersiap untuk berangkat ke kantor


" pakaian udah rapi , makeup juga oke .. ponselku .. " Syeril menyambar ponselnya yang sedang di charge


ia sebenarnya merasa cemas untuk berangkat kerja hari ini , karena ia pasti akan mendapat kemarahan Yarga


kemarin sore ia menghidupkan ponselnya dan terdapat banyak sekali pesan dan juga panggilan yang tidak terjawab dari Yarga nyalinya sedikit menciut kalau harus bertatap muka dengan Yarga nanti


' bisa Syeril kamu bisa !! bersikap seolah gak terjadi apa-apa .. lagian dia cuma bos kamu , ya ... walaupun nantinya dia bakalan jadi suami kamu , kalau dipikir-pikir apes banget sih aku haaaaaaa ' Syeril mencoba menyemangati dirinya sendiri


ia langsung berangkat menuju kantor dengan menggunakan ojek online


sesampainya di kantor seperti biasa ia menyapa siapa saja yang ia temui , itu sudah menjadi kebiasaan Syeril


" mba Vanya belum datang jam segini ?" Syeril mencari keberadaan Vanya


' duhh dag dig dug !!! pasti aku kena marah kak Yarga harus siapin kuping ' Syeril meringis


" neng !!! Syeril kamu udah masuk kerja lagi " Vanya langsung berhambur memeluk Syeril


" mba ih kenapa sih kaya aku libur 1 bulan aja ,cuma 2 hari aku gak masuk mba " Syeril mencoba melepaskan pelukan Vanya


" ril, kamu gak tahu aja 2 hari tanpa kamu tuh serasa 2 tahun huuu huuuu " Vanya mengeluarkan keluh kesahnya


" masa ? lebay banget mba !!!" Syeril menggelengkan kepalanya


" Neng !! kamu gak tahu aja dua hari kemarin tuh mood pak Yarga jelek banget , semua karyawan kena marah dia neng .. termasuk aku huuu huuu " Vanya sedikit merengek


' waduh , kamu pasti habis nanti Syeril ' glek Syeril menelan ludahnya dengan susah


" mba nya bikin salah kali , kerja nya gak bener " ucap Syeril bagaikan mengguyur bensin di atas api


" No!! aku kerja udah bener kok , emang dianya aja yang gak jelas neng , kayak yang kehilangan pawang tuh .. " ucap Vanya menggebu


" ya kali pak Yarga itu hewan liar pake pawang segala " celetuk Syeril


" ya intinya kaya gitu lah !!! gara-garanya kamu cuti " ucap Vanya


" yee kan aku cuti karena sakit mba , kemarin lusa aku pingsan dan kata dokternya harus bedrest " jelas Syeril


" kamu kok bisa pingsan neng ? kenapa ?" tanya Vanya


" tuh kan kepo nya keluar ... kecapekan aja mba " jelas Syeril


" uhhh kasihan banget sayangku ini , sini sini aku peluk" Vanya merentangkan tangannya ingin memeluk Syeril lagi


" ih gak mau , takutnya nanti pak Yarg datang kita di sangka yang enggak-enggak lagi " Syeril menolak pelukan Vanya


" pak Yarga meeting di luar , jadwal hari ini beliau gak ke kantor .. nanti malam juga dia akan menghadiri pesta di salah satu klien .. kamu gak liat schedule gitu " terang Vanya


' what , aku lupa liat jadwal .. asik !!! gak perlu bertemu hari ini kan hehehe senang sekali rasanya ' batin Syeril


" lupa mba , kan kemarin aku cuti " ucap Syeril

__ADS_1


" ya sudah sekarang kita kerja ya , beresin yang kemarin banyak yang belum kelar neng " ucap Vanya


" iya mba ayok , aku bantu sampai selesai " Syeril mengiyakan


mereka bergelut dengan pekerjaan masing-masing sampai waktu menunjukkan jam makan siang perut mereka berbunyi tanda ingin di isi


kryuuukk ( suara perut Vanya )


" mba ini sudah jam makan siang " ucap Syeril


" delive aja ya neng , tanggung banget loh ini .. bentar lagi selesai " saran Vanya


" ya udah iya , aku yang pesenin ya mba .. mba mau makan apa ?" tanya Syeril


" apa aja yang penting kenyang " jawab Vanya


" okeee gimana aku ya " ucap Syeril dan Vanya hanya mengangguk karena ia sedang fokus pada laptopnya


setelah 10 menit makan mereka sampai di antar oleh OB


"mba makan dulu yuk !! aku udah laper banget sumpah " ucap Syeril ia langsung membuka bungkusan makan yang tadi ia pesan


" iya neng mba juga laper " Vanya pun bergabung dengan Syeril


mereka menyantap makan siang mereka dengan sedikit tergesa karena pekerjaan mereka masih belum selesai


" uhuk " Vanya tersedak


" hati-hati mba ini minum !!" Syeril menyodorkan air minum untuk Vanya


" kan ini juga aku bantu mba .. kalau perlu nanti kita lembur di bawa pulang juga boleh " ucap Syeril


" uhhh makasih ya sayang ku " Vanya menoel pipi Syeril dengan tangan yang kotor


" mba !!! ihh pipinya kotor kan " Syeril langsung mengambil tisu untuk membersihkan pipinya


" eh maaf ril .. mba lupa kalau lagi makan " sesal Vanya


' mba Vanya ini otaknya geser apa gimana sih , untung aku sabar menghadapi mu mba ' batin Syeril


acara makan siang mereka terganggu karena suara dering ponsel Syeril


tringggg( bunyi ponsel)


' tunggu ini dari ponsel yang baru ? siapa yang telpon ??' batin Syeril


ia bergegas mengambil ponsel yang ada di tas nya


'papi?' gumam Syeril


" halo " Syeril menjawab panggilan


" kamu masuk kerja hari ini ?" tanya Daniel di sebrang

__ADS_1


" iya , ini sedang makan siang" jawab Syeril


" bersiap !! Rian akan menjemput kamu" titah Daniel


" mau kemana ?" tanya Syeril


" tinggal ikuti Rian !! tut ....." panggilan itu berakhir


' gak jelas !!! orang lagi makan siang di suruh siap-siap .. mau dibawa kemana nantinya ' batin Syeril


" neng kamu punya ponsel baru ?" tanya Vanya


' aduh aku lupa kalau disini ada mba Vanya , nanti aku di interogasi lagi ' batin Syeril


"hasil kerja keras mba .. boleh dong " Syeril memberikan alasan yang sedikit logis


" ohh ya boleh lah .. kan itu uang kamu " ucap Vanya


' mba gak tahu aja kalo aku dapat ponsel ini gratis mba ' batin Syeril


" cepetan yuk makannya kan banyak yang belum selesai " ucap Vanya


' kasihan kamu mba .. bentar lagi aku bakalan pergi kayaknya hehehe' batin Syeril


dan benar saja Rian datang untuk menjemput Syeril


" permisi nona " ucap Rian


" iya pak ada apa ?" tanya Vanya


" saya kesini untuk menjemput nona Syeril pak Yarga sudah menunggu " ucap Rian


" oh .. " Vanya melihat ke arah Syeril dengan ekspresi sedih


" maaf ya mba , aku gak bisa bantu kamu mba " sesal Syeril ia langsung membereskan perlengkapan miliknya


" huhuhu gak apa-apa .. " Vanya hanya bisa pasrah


"mari nona " Rian mempersilahkan dan hanya di balas anggukan oleh Syeril


kini Syeril tengah berada di mobil bersama Rian


" kita mau kemana ?" tanya Syeril


" nanti anda juga tahu nona " jawab Rian


setelah 20 menit mereka sudah sampai di sebuah salon dan spa terkenal di kota itu


" kenapa kita di sini ?" tanya Syeril


" ini perintah tuan Besar nona " ucap Rian


" papi tuh apa maksudnya sih " ucap Syeril

__ADS_1


Rian mempersilahkan Syeril untuk masuk dan mereka langsung disambut oleh manager disitu


__ADS_2