Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
68. teman laknat


__ADS_3

Seperti janji Ratna kemarin pada Syeril, kini Revan datang berkunjung bersama ibu dan adiknya Rara


" kakak Cantik " Revan berlari untuk memeluk Syeril


" Revan hati-hati , Aunty mu masih belum sehat " Ratna memperingati Revan


" gak apa-apa mi , Syeril sudah lebih baik kok , sini sayang kakak juga kangen sama kamu " Syeril membalas pelukan Revan


" memangnya kak Syeril sakit kenapa omah ? " tanya Revan


" ya itu karena Uncle kamu " ucap Ratna


" mami ih , Revan tuh masih kecil .. ngomongnya jangan aneh-aneh gitu mi ..


masih sakit ya ril ?" tanya Suci pada Syeril


' katanya jangan ngomong aneh-aneh sendirinya juga sama .. nanyain yang begituan di depan anak kecil , gak habis pikir aku " batin Syeril


" kamu juga sama aja , ngapain nanya begitu di depan anak kecil " ucap Ratna pada Suci


" hehe penasan habisnya mi .. gimana ril ? sakit nggak ?" pertanyaan Suci semakin menjadi


Syeril dengan sigap menutup telinga Revan


" mba .. nanti saja ya ngomongnya ada anak kecil " ucap Syeril


" Revan sudah besar kak, sudah punya adik " ucap Revan membuat semua mata tertuju padanya


ketiga orang itu saling pandang dan tertawa secara bersamaan


" mana yang sudah besar ? makan aja masih di suapi kamu nak nak " Suci menggeleng melihat tingkah anaknya


" iya cucu omah emang sudah besar ya , perutnya juga gede gini " Ratna menyentuh perut Revan


" kak kita main yuk , " Revan mengajak Syeril bermain


" ayok sayang , sama Rara juga ya .. mba biar Rara sama aku ya " Syeril meminta Rara dari gendongan Syeril


" yakin kamu .. dia mulai aktif merangkak loh , nanti kamu capek ngejarnya .. jalan masih tertatih gitu juga " ucap Suci


" ihh mba .. bisa ko .. gak apa-apa ya Rara sama aku " bujuk Syeril


" ya udah ia .. mba gak tanggung jawab ya kalau nanti kamu capek " ucap Suci


" iya mba " Rara kini beralih di gendongan Syeril


" nak pokoknya nanti jangan di KB !! harus langsung jadi " Ratna menegaskan kata-katanya


" ih mami .. apaan sih " Syeril tersipu lalu melangkah menggandeng Revan untuk bermain


setelah kepergian Syeril


" mi .. dia itu orang baik mi .. apa yang dilakukan dia itu tulus " ucap Suci


" mami tahu nak " jawab Ratna " mulai besok kamu nginep disini ya , temenin dia mami gak mau dia sedih lagi " pinta Ratna


" siap mamiku sayang , kalau perlu hari ini kita main ke mall beliin tas dan perhiasan untuk dia mi " Suci memeluk Ratna


" besok aja nak , kamu gak liat jalan nya masih gitu " ucap Ratna

__ADS_1


" iya ya mi .. kalau dipikir-pikir lucu juga ya mi .. orang lempeng kaya kak Yarga bisa berbuat kaya gitu " ucap Suci


" husssshh kalau ada orangnya bisa di seneni kamu ngomong gitu " ucap Ratna


" hehehe kan aku berani bilang karena dia gak ada mi ,, papi terbang lagi mi ?" tanya Suci


" iya .. besok baru pulang " ucap Ratna


mereka pun mengobrol lagi sambil berjalan menuju Syeril dan Revan


di perusahaan Sanjaya


" Jim " Yarga memanggil Jimy yang sedang memakan makan siangnya


" iya , kenapa Yar " jawab Jimy


" aku mau menikah " ucap Yarga tanpa ragu


"uhuk " Jimy tersedak " yang benar kamu Yar ?" Jimy sangat tidak percaya


" aku serius !!" Yarga berkata jujur


' aku yang ketinggalan berita atau gimana ? apa Yarga cuman iseng ngomong gitu ?? ah mungkin dia cuma lagi mengerjaiku " batin Jimy


" iya .. sama siapa nikahnya Yar ?" Jimy mencoba mengikuti permainan Yarga tapi dia salah paham


" Syeril " Yarga berkata jujur


" ahahah yang bener kamu Yar .. kalau bercanda jangan kelewatan dong " Jimy masih menganggap kalau Yarga sedang mengerjainya


" aku serius Jimy !! minggu depan kami akan menikah" ucap Yarga dengan raut muka yang serius


" ka-kamu serius Yar ?? " tanya Jimy


" iya .. 3 hari lagi kita akan ke desa untuk melakukan lamaran resmi " ucap Yarga


" kok bisa Yar ?" karena terkejut Jimy pun minum


" aku khilaf Jim " ucap Yarga , dan Jimy langsung menyemburkan air yang hendak ia minum


" bagaimana ceritanya Yar ?" Jimy meminta penjelasan


" kurang ajar kamu Jim !! mukaku basah karena semburan mu " Yarga kesak karena kelakuan Jimy


" itu tidak penting , sekarang jelaskan apa yang sudah terjadi di antara kalian !!" desak Jimy


' dasar teman laknat !!' batin Yarga


ia pun menceritakan awal mula kejadian yang mengakibatkan dirinya dan Syeril harus menikah


setelah mendengar itu tangan Jimy mengepal kuat


" kita harus memberikan pelajaran pada Yopi Yar , " ucap Jimy .. kilatan amarah terpancar dari bola matanya


" kamu marah karena Syeril menikah dengan ku atau karena apa ?" tanya Yarga ia masih berpikir kalau Jimy menyukai Syeril


" hah ?" Jimy bingung


" apa selama ini kamu berfikir kalau aku menyukai Syeril Yar ?" tanya Jimy

__ADS_1


dengan canggung Yarga mengangguk


" hahaha tidak Yar, aku menganggapnya seperti adikku " ucap Jimy jujur


mendengar ucapan Jimy , Yarga merasa lega


"tunggu jadi selama ini kamu .. " Jimy tidak meneruskan ucapannya , sekarang ia paham mengapa dulu Yarga selalu melarang dirinya untuk mengantar Syeril pulang jadi sedari awal sahabatnya ini sudah jatuh hati pada perempuan itu


' urusan cinta memang unik , aku tak menyangka kamu yang dingin bisa luluh oleh Syeril yang baru dekat dengan mu .. itupun secara tidak sengaja , Sonya yang dari dulu suka padamu tidak kamu lirik sedikit pun Yar ' batin Jimy


" hahaha aku tak menyangka Yarga Antonio Sanjaya bisa jatuh cinta juga ya , dengan yang 10 tahun lebih muda lagi " Jimy mencibir Yarga


" diam kamu teman laknat !! pergi dari ruangan ku ??" Yarga kesal karena Jimy mengolok dirinya


" ayolah Yar , tidak ada yang salah dengan jatuh cinta " ucap Jimy


" diam !! kerja sana !! atau aku potong gajimu !! " Yarga kesal sekarang


" oh ya Syeril sekarang dimana ?" tanya Jimy


" di mansion bersama mami " ucap Yarga


" jaga baik-baik calon istrimu Yar .. atau aku akan merebutnya dari mu " Jimy sengaja mengerjai Yarga


" awas saja kalau kamu berani Jim , kmu hani tinggal nama nanti " ucap Yarga serius


" uhhhh takut .. " Jimy keluar dari ruangan Yarga dan menutup pintunya


" dasar Jimy gila !!!" Yarga benar-benar kesal sekarang


" bahagiakan dia , selamat atas pernikahan mu Yar " kepala Jimy menyembul di pintu dan menutupnya kembali


" cih , kekanakan ??" tapi senyuman terukir di wajah Yarga


mendengar pintu terbuka lagi Yarga langsung membentak tanpa tahu siapa yang masuk


" apa lagi ?" Yarga sedikit membentak


" pak, saya baru masuk loh "Vanya kaget


" oh maaf .. aku pikir tadi Jimy .. ada apa Vanya ?" Yarga mendadak keki sekarang karena salah membentak orang


' ini semua gara-gara Jimy !! dasar teman gak punya akhlak ' batin Yarga


" saya mau menyerahkan laporan pak, sekaligus ada yang harus anda tanda tangani" ucap Vanya


" taruh disini " titah Yarga


" baik pak , mm anu pak " Vanya merasa ragu untuk bertanya


" apa ? " sekarang Yarga yang bertanya


" apa pak Yarga tahu keberadaan Syeril ? kemarin aku ke kost nya dia gak ada pak , bahkan kata pemilik kost Syeril sudah tidak kost di situ lagi " tanya Vanya


" apa kamu sudah mencoba menghubunginya ?" tanya Yarga


" sudah pak, tapi gak di angkat ..apa sakitnya parah pak ? " Vanya terlihat sangat khawatir


" itu biar jadi urusan saya , kamu sebaiknya kembali ke meja kamu " titah Yarga

__ADS_1


" baik pak " Vanya kembali ke mejanya


__ADS_2