Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
20. Teman baru


__ADS_3

Setelah penandatanganan kontrak Syeril di antar menuju meja kerjanya di samping Vanya


" silahkan Syeril meja kerjamu disini " Jimy menunjuk meja kerja untuk Syeril , dan Syeril hanya mengangguk


" ini Vanya , dia sekretaris Tuan Yarga .. dan Vanya ini Syeril dia Asisten Tuan Yarga yang baru , saya harap kalian bisa akur kedepannya " jimy mengenalkan mereka


" Saya Syeril mba " sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman


"Saya Vanya " menyambut uluran tangan Syeril


" baiklah Syeril silahkan kamu bereskan barang-barang kamu , saya akan melanjutkan pekerjaan saya " ucap Jimy dan ia pun kembali menuju ruangannya


" ia pak terimakasih " Syeril menundukkan kepalanya tanda ia berterima kasih


Syeril segera menata barang-barangnya ia juga mulai mempelajari berkas yang tadi di terimanya


ia membaca satu persatu apa saja tugasnya dari mulai a sampai z .. ia mengernyit heran


' tunggu ini maksudnya apa sih , kok jatuhnya aku kaya baby sitter Kak Yarga aja .. masa make baju aja harus di bantuin sih udah gede juga .. ini juga ribet banget kenapa makanan kesukaannya banyak embel-embelnya sih .. padahal kelihatannya kak Yarga orangnya lempeng gitu ko di sini banyak maunya .. ' gumam Syeril dalam hati


ia sedikit menyesali keputusannya karena menandatangani kontrak kerjanya .. katakanlah Syeril mata duitan karena tergiur dengan jumlah gaji yang di tawarkan ..


tapi ia tidak menampik kalo ia membutuhkan uang untuk dirinya sendiri , apalagi tadi Yarga mengatakan akan menjadikan ia karyawan tetap jika memang ia mumpuni ..


jelas itu kesempatan emas untuk Syeril dengan uang itu ia bisa mengirim uang pada ibunya di desa mungkin saja sang ibu bisa sedikit lunak padanya begitu pikirnya


' siapa orangnya yang nggak tergiur di iming-imingi uang segitu .. baiklah Syeril semangat .. mungkin ini sudah rezeki mu .. dengan uang itu kamu kan bisa mengirim untuk ibu di desa , mungkin aja dengan begitu ibu lebih lunak padamu " gumam Syeril ia tersenyum mencoba menyemangati dirinya sendiri


Syeril mengedarkan pandangannya di lihatnya Vanya yang sedang sibuk dengan komputer dihadapannya .. ia bingung karena tidak melakukan apa-apa , ia pun berinisiatif untuk membantu Vanya


" mba Vanya " seru Syeril pelan


" iya " Vanya sedikit menengok


" ada yang bisa saya bantu mba , saya bosan tidak mengerjakan apa-apa mba? " tanya Syeril

__ADS_1


Vanya heran dengan gadis yang di hadapannya itu bukanlah tadi dia diberi berkas oleh Jimy kenapa tidak ia manfaatkan untuk mempelajarinya dan dia bilang tidak ada kerjaan katanya


' tadi kan dia di kasih berkas sama pak Jimy , kenapa gak di pelajari ' gumam Vanya dalam hati


" kenapa kamu tidak pelajari saja dulu berkas yang tadi kamu terima Syeril " saran Vanya


" ini kan bisa saya pelajari di rumah mba , lagian saya juga sudah hapal poin-poin besarnya mba " jawab Syeril memberi alasan , karena sebenarnya Syeril sudah menghapal semuanya tadi ..


Vanya tidak tahu saja bagi Syeril yang memiliki otak yang cerdas hal itu sangat mudah untuknya , Otaknya bagaikan mesin komputer yang seperti sudah terprogram cepat untuk mengingat segala sesuatu yang di lihatnya ..


' hapal katanya ? berkas sebanyak itu .. ' batin Vanya


Ia pun berpikir sejenak ada benarnya yang dikatakan Syeril .. ia pun memberikan setumpuk map pada Syeril


" beneran kamu mau bantu saya Syeril ? " Vanya bertanya meyakinkan


" ia mba .. lagian saya kan belum mendapat tugas dari pak Yarga jadi waktu saya senggang " jawab Syeril


" ya sudah bantu saya mengcopy ini ya .. buat rangkap 3 , setelah itu susun sesuai tanggalnya kalau bisa sekalian buat rangkuman dalam kertas ini " Vanya tersenyum memberikan setumpuk map kepada Syeril .. Vanya juga menunjukkan mesin fotocopy di sana


Selang 30 menit tugas itu sudah selesai di kerjakan .. sangat rapih , Syeril mengerjakannya dengan cepat dan tidak ada yang salah sama sekali .. ia pun memberikan kembali map itu pada Vanya


" mba ini sudah selesai " Syeril menaruh map-map itu di meja Vanya


' loh ko cepat selesai sih .. kan itu banyak gimana dia ngerjainnya , jangan-jangan dia ngerjainnya ngasal lagi .. aduhh bisa kerja 2 x aku ' gumam Vanya


Ia pun segera mengecek hasil kerja Syeril , setelahnya ia heran ,kaget dan kagum sekaligus karena hasil kerja Syeril sangat rapih dan tidak ada kesalahan


' loh loh padahal dia ngerjainnya sekali ko bisa rapih gini ' gumamnya


Syeril duduk lagi di kursinya ia melihat gerak gerik Vanya dan melihat penampilan Vanya dari atas sampai bawah .. ada rasa iri di benaknya melihat tinggi badan Vanya yang sangat proporsional berbeda dengan dirinya yang sangat mungil itu


' duhh coba aja kalo aku punya tinggi seperti itu mungkin aku bakalan gampang cari kerja huffftt ' batin Syeril


Sedangkan Vanya menjadi penasaran pada sosok Syeril .. ia memutuskan untuk menjadi lebih dekat dengannya akan asik pikirnya jika mereka bisa berteman kedepannya , terbersit ide untuk mengerjai Syeril supaya menjadi lebih akrab

__ADS_1


" Syeril kamu melakukan ini bukan karena lagi pencitraan kan ?" tanya Vanya dengan muka yang dibuat se jutek mungkin


" maksud mba Vanya apa ?" Syeril heran mengapa Vanya bicara begitu apa yang dia lakukan salah


" jawab jujur deh " Vanya sedikit berteriak


" maaf mba saya tidak ada maksud apa-apa , sungguh saya hanya ingin membantu mba " ucap Syeril sembari menundukkan kepalanya


Vanya yang melihat reaksi Syeril seketika langsung tertawa .. ia memutuskan untuk mengakhiri rencananya untuk menjahili Syeril


" hahahha .. kenapa kamu serius gitu sih Syeril " ucap Vanya sambil tertawa


Syeril mengangkat kepalanya ia semakin heran melihat Vanya yang tadi marah-marah sekarang malah tertawa


' mba Vanya kenapa ya .. tadi marah-marah sekarang malah ketawa .. tunggu apa aku lagi di kerjain sama dia ' batin Syeril


" udah yang tadi jangan di anggap serius ya Syeril , aku cuka ngetes aja kok .. kamu orangnya baperan atau gimana .. semoga kedepannya kita bisa lebih dekat ya " Vanya tersenyum


' ngetes katanya ??? aku hampir berburuk sangka loh mba padamu .. aku kira kamu tuh gak suka dengan keberadaan ku ' gumam Syeril


tapi ia senang mendengar jiga Vanya ingin lebih akrab dengannya berarti ia mendapatkan teman baru lagi ..


" ih mba saya kira kenapa .. ia mba semoga kita akur ya ke depannya " Syeril tersenyum


" nanti aku minta no kontak kamu ya ril , jangan terlalu formal juga kalo bicara sama aku kaya yang canggung tau " ucap Vanya


" ia mba nanti aku kasih no kontak aku , tapi mba di lantai ini apa cuma ada kita aja ? " Syeril bertanya karena sudah hampir 3 jam mereka di sana tapi tidak ada orang lain selain mereka


" ia ril, di lantai ini hanya 3 orang dan 1 orang OB .. seperti yang kamu lihat cuma ada Pak Yarga, Jimy ,dan aku ril .. biasanya aku selalu sendiri disini tapi sekarang aku seneng ada kamu yang nemenin aku " ucapnya panjang lebar


mereka pun berbincang dengan akrab sambil menunggu jam pulang tiba


* catatan author :


terimakasih sudah mampir 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2