Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
35. kado


__ADS_3

Suasana persta sangat meriah banyak teman-teman Revan yang sebayanya bersorak senang saat acara peniupan lilin di mulai


Syeril menjadi sorotan utama dari beberapa pasang mata yang menatap heran dan penasaran akan dirinya


Suci dan Kevin pun sangat senang melihat Revan yang terlihat bahagia hari ini ,


tangan Revan masih menggandeng Syeril saat anak-anak mulai menyanyikan lagi selamat ulangtahun , Senyuman manis selalu mengembang di pipinya yang chubby


saat Revan akan meniup lilin dia dengan manja meminta Syeril untuk ikut meniup juga


" kakak cantik , ayok kita tiup bersama ya !!!" seru Revan dan Syeril hanya menurut saja


saat pemotongan kue orang pertama yang mendapatkan kue adalah Syeril , hal itu membuat Syeril merasa tidak enak kepada keluarga Revan terutama pada ayah dan ibunya Revan


" kue pertama untuk kakak cantik !! buka mulutnya kak biar Revan suapi " ucap Revan


sedangkan Syeril melirii ke arah Kevin dan Suci untuk meminta izin dan mereka pun hanya menganggukkan kepalanya


" terimakasih sayang " ucap Syeril ia menerima kue yang di berikan oleh Revan


sepanjang acara Syeril selalu di sisi Revan , sebenarnya ia merasa sangat tidak enak kepada kedua orang tua Revan , apalagi ia merasa sangat Risih kerena melihat banyak mata yang menatapnya apalagi tatapan Yarga yang seperti menusuk seakan menguliti Syeril


sebisa mungkin ia selalu mempertahankan senyuman di wajahnya dia tidak ingin merusak momen kebahagiaan Revan


' Revan kok malah nempel ke aku sih !! aku jadi gak enak sama bu Suci dan Pak Kevin ,, gak enak tahu jadi bahan gibah kayak gini , kenapa juga kak Yarga natap aki kaya gitu ? ' batin Syeril


acara inti sudah selesai dan mereka kini sedang mengobrol santai


Syeril duduk bersama Revan yang saat ini tengah memeluk kado dari Syeril , saat mendapat kado dari Syeril ia langsung antusias membukanya ia merasa puas dengan kado pemberian Syeril yang berupa tempat pensil dan botol minum berkarakter kartun kesukaannya


" Revan suka dengan kado dari kakak ?" tanya Syeril , melihat Revan yang memeluk kado pemberian darinya


" iya kakak cantik !! ini Kartun kesukaan Revan " jawabnya


" bagus deh kalau Revan suka , kakak sempat takut kalau Revan bakalan gak suka " ucap Syeril sembari mengusap kepala Revan


" Revan suka kok kakak Cantik !!! apapun yang kakak cantik kasih Revan akan terima " ucap Revan sembari menunjukkan senyum termanis


obrolan mereka terhenti karena Jimy


" Revan , ini om juga punya kado untuk kamu " ucap Jimy


" wah !! makasih ya om " ucap Revan antusias


" kak Jim !! kemana saja seharian ini aku belum melihat kakak ?" tanya Syeril


" aku sibuk Ril !! banyak harus aku urus tadi , kangen ya ?? " ucap Jimy , ia sedikit bercanda dengan Syeril


" ih enggak !! apaan sih kak Jimy aku cuma bertanya ,, " ucap Syeril tersenyum dan Jimy pun membalas Senyuman Syeril


Yarga yang dari tadi memperhatikan mereka merasa sangat dongkol dan kesal hatinya merasa panas sekali


' Cih !! segitu senangnya dia bertemu Jimy sampai-sampai tersenyum seperti itu ' batin Yarga


karena kesal ia memutuskan keluar dari sana


" mau kemana Yar ?" tanya Ratna yang berada di sampingnya


" keluar suntuk " ucapnya


' kenapa anak itu ?? kok mukanya kaya yang kesal gitu ,, apa jangan-jangan dia cemburu lagi melihat Syeril dan Jimy ' batin Ratna


ia pun memandang ke arah Syeril , senyuman penuh arti terukir di wajahnya


Suci dan Kevin mendekati Syeril yang sedang bersama Revan san Jimy mereka membawa anak kedua mereka yang masih 8 bulan


" maaf ya Syeril kami merepotkan kamu !! Revan maunya di temenin kamu terus " ucap Suci


" enggak apa-apa bu ,, justru saya yang merasa tidak enak sama kalian " ucap Syeril sembari menundukkan kepalanya


" enggak apa-apa , justru kita yang berterima kasih " ucap Kevin


" bagaimana kalian bisa kenal dengan Syeril ? " tanya Jimy

__ADS_1


" ceritanya panjang ,, nanti kapan-kapan aku ceritain " ucap Kevin


Syeril memperhatikan bayi yang sedang di gendong Suci ,dan ternyata bayi itu juga memperhatikannya


Syeril mencoba mengarahkan tangannya untuk menggendong bayi itu dan bayi itu pun ikut mengangkat tangannya meminta di gendong oleh Syeril


dengan sigap Suci memberikan Anaknya kepada Syeril


" siapa namanya bu ?" tanya Syeril yang kini menggendongnya dan menoel-noel pipinya yang chubby


" Rara , dia anak kedua aku Syeril " ucap Suci


" lucunya !! berapa usianya bu ?" tanya Syeril lagi


" dia baru 8 bulan " ucap Suci tersenyum


" hey Rara cantik ,, kok kamu gemesin banget sih " ucap Syeril ia menciumi pipi Rara, dan bayi itu tertawa menanggapi


" wah wah ternyata anak-anak saya pada dekat ke kamu ya Syeril " ucap Kevin


" iya tuh , udah cocok jadi ibu kamu Syeril " ucap Suci


" ah ibu , pacar aja belum punya gimana mau jadi ibu " ucap Syeril asal


' memangnya ada yang mau menerima perempuan cacat kaya aku ' batin Syeril


ia menjadi murung seketika , bayi yang ada dalam gendongannya seakan merasakan kesedihan yang di alami Syeril ia merengek memeluk Syeril


" kenapa cantik ? tadi kamu anteng ko sekarang nangis " ucap Syeril mencoba menenangkan Rara dalam gendongannya


Suci mencoba untuk mengajak Rara tapi rara menolak dan malah memeluk Syeril lebih kencang


" bawa dia keluar nak ! mungkin dia tidak nyaman karena banyak orang gini " ucap Ratna yang mendekat ke mereka


" iya ril , bawa dia tenangin dulu , kelihatannya dia juga maunya sama kamu aja " ucap Jimy


" boleh bu , saya bawa Rara keluar ?" tanya Syeril pada Suci


" iya boleh , maaf ya Syeril aku merepotkan kamu " ucap Suci


" pergilah ke taman samping , disana ada kolam renang hati-hati ya " ucap Ratna


" ia bu, saya permisi dulu ya " ucap Syeril sambil berlalu pergi


sepeninggal Syeril Jimy langsung menuntut jawaban pada Kevin dan Suci


" bisa jelasin gimana kalian bisa kenal dengan Syeril ?" tanya Jimy


" iya mami juga penasaran coba kalian cetitakan " ucap Ratna


Kevin dan Suci pun saling pandang , dan mereka mulai menceritakan awal mula pertemuan mereka dengan Syeril


' dia anak yang sangat baik , sifatnya juga lemah lembut , dia memang mantu idaman untukku , aku harus mengabari papi secepatnya ' batin Ratna


" oh jadi begitu " ucap Jimy


" ia ,sejak itu Revan selalu menceritakan Syeril " ucap Kevin


" oh ya mami papi kemana ?" tanya Suci


" dia masih di Jerman , besok baru pulang " jawab Ratna


" Revan kamu main sama teman-teman kamu ya nak, jangan lari-larian tapi " ucap Kevin


" iya ayah " ucap Revan ia berlari mendekati temannya


Sedangkan Syeril sudah berada di dekat kolam renang ia bermaksud duduk di ayunan yang ada di sana untuk menenangkan Rara tapi ia urungkan karena melihat Yarga di sana


saat hendak pergi langkahnya terhenti karena seruan Yarga


" mau kemana ?" tanya Yarga


" mau kembali lagi ke dalam " ucap Syeril , namun Rara malah menunjuk ke arah Yarga dan ingin di gendong olehnya

__ADS_1


" kemari !!" titahnya pada Syeril


' duhh aku tuh lebih suka gak berdekatan dengannya ' batin Syeril


ia terpaksa menuruti kemauan Rara


setelah dekat dengan ayunan ia menyerahkan Rara pada pangkuan Yarga


" kenapa kamu masih berdiri ? duduk !!" ucap Yarga dan Syeril hanya menurut


' bodohnya aku tuh kenapa gak bisa nolak semua yang dia perintahkan" batin Syeril


Rara berada dalam pangkuan Yarga pun berceloteh sehingga mencairkan suasana yang ada sedikit tegang di antara keduanya


" bla bala ma ma ama ta that tat ta " oceh Rara


" ngomong apa sih kamu anak manis " Syeril yang gemas langsung mencium pipi Rara dan membuat Rara tertawa


Yarga yang melihat interaksi antara Syeril dan Rara pun ikut tertawa


dari balik pintu Ratna melihat semuanya dengan jelas , senyuman terukir di wajahnya yang keriput


' matamu tidak bisa bohong nak !! kamu pasti mempunyai rasa pada gadis itu kan ' batin Ratna


" jelaskan bagaimana kamu bisa kenal dengan keluarga bocah ini " tanya Yarga


Syerik pun menjelaskan sejelas mungkin secara garis besarnya awal mula ia bisa kenal dengan mereka


" apa duku bocah gembul itu merepotkan mu ?" tanya Yarga lagi


" bocah gembul ?" tanya Syeril


" Revan '' jawab Yarga


" tidak , justru menurutku dia anak yang pintar " ucap Syeril


" baguslah " ucap Yarga ia menoel pipi Rara


" kak apa aku sudah boleh pulang ? " tanya Syeril


" ini masih jam 8 makan malamnya juga belum di mulai " ucapnya sembari melihat arloji di tangan kirinya


" tapi aku .. " ucapan Syeril terhenti


" kita pulang setelah makan malam!! aku antar " ucap Yarga


" aku bisa pulang sendiri kak " ucap Syeril


" aku antar tidak ada penolakan !! dan jangan terima tawaran Jimy !!!" ucap Yarga tidak mau di bantah


" haaahh iya " Syeril mengalah


mereka kini sedang berkumpul di meja makan untuk makan malam hanya ada beberapa orang yang ikut makan malam itu pun hanya keluarga inti saja


" Syeril terimakasih ya sudah membantu saya menjaga Rara tadi " ucap Suci


" iya bu , tidak apa-apa " balas Syeril


" oh ya mami dengar kamu asisten Yarga ya " tanya Ratna


" ia nyonya , sudah dua bulan ini saya bekerja dengan beliau " ucap Syeril sopan


" panggil mami saja , jangan terlalu formal " ucap Ratna , dan Syeril hanya mengangguk


" kamu sudah punya pacar belum Syeril ? " tanya Ratna


" mami !! jangan mengurusi privasi orang " ucap Yarga


" mami cuma bertanya , kenapa kamu yang jawab sih " ucap Ratna pada Yarga


" saya belum berpikir ke sana nyonya , saya masih kuliah soalnya" ucap Syeril


" bagus dong " ucap Ratna tersenyum penuh arti

__ADS_1


' mami pasti sedang merencanakan sesuatu ' batib Yarga


setelah selesai makan malam sesuai janjinya Yarga pun mengantar Syeril pulang , sedangkan Jimy membantu membereskan kado milik Revan


__ADS_2