Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
72. perlakuan berbeda


__ADS_3

Hari ini Syeril akan pulang ke desa , sebenarnya dia harus menyiapkan mental yang sangat besar untuk menghadapi ibunya nanti


ibunya pasti akan banyak mengintrogasi dirinya dengan banyak pertanyaan dan juga kata-kata yang akan menyakiti hati


seperti saat awal Syeril memberi tahu kalau ada yang akan melamar juga ibunya malah berpikir negatif padanya


sepanjang jalan dia gugup , bahkan sering minum hal itu membuat Rian menjadi hawatir


' nona baik-baik saja kan ?? kenapa kelihatannya dia gugup sekali ??' batin Rian


karena kebanyakan minum di tambah dinginnya ac mobil membuat Syeril merasakan ingin buang air kecil


" bisa cari pom bensin atau masjid .. " ucap Syeril dan Rian pun langsung paham maksud dari Syeril


" baik nona " Rian langsung mencari bom bensin terdekat


setelah dapat ia mempersilakan Syeril untuk menuntaskan hajatnya


" sudah nona ?" tanya Rian setelah Syeril kembali ke mobil


" iya , maaf ya .. soalnya tadi aku kebanyakan minum " ucap Syeril


" tidak apa-apa nona " ucap Rian


sebenarnya Syeril tidak tahu pasti arah jalan karena ia yang jarang pulang ke desa hanya bisa mengandalkan jasa travel dan itupun berangkatnya malam hari dan pastinya ia terditur diperjalanan


" ini masih daerah mana kak Rian ?" tanya Syeril


" ini masih di kota C nona " ucap Rian


" ohh , nanti kita mampir di tempat oleh-oleh ya kak " ucap Syeril


dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka lagi


sebenarnya Yarga tidak tahu Syeril pulang hari ini , ia sengaja meminta Ratna dan Suci untuk menyembunyikannya


setelah menempuh 3 jam perjalanan Syeril sudah sampai di desanya , perasaan gugupnya mulai terasa lagi sekarang bahkan mukanya sampai pucat


' huhhh tenang Syeril !! kamu pasti bisa melewati semua ini ' Syeril menguatkan tekadnya lalu keluar dari mobil dengan percaya dirinya


" assalamualaikum , bu .. Syeril pulang " Syeril masuk ke dalam rumahnya


" kak Eril !!" seru Agam yang baru keluar dari kamarnya


" dek , ibu sama bapak kemana? ko rumah kosong gini ?" tanya Syeril


" mereka lagi ke pasar kak, belanja buat kebutuhan warung " ucap Agam


" ohh gitu " kepala Syeril manggut-manggut


" kak Eril gak bilang dulu sih kalau mau pulang sekarang .. kirain kakak juga besok baru datang " ucap Agam


" kakak kan pengen bantuin juga dek " ucap Syeril


" pengantin mah tinggal diem aja kali kak, jangan ikutan " ucap Agam


" kamu ini emang tahu pengantin tuh yang kayak gimana ?" tanya Syeril


" yaaa gitu hehehe .. kak Eril ke sininya sama siapa ?" Agam bertanya karena melihat sosok Rian diluar rumah


" ohh , kakak di antar sopir dari keluarga mas Yarga " ucap Syeril


" Agam kira itu tuh kak Yarga " ucap Agam

__ADS_1


" bukan dek, itu tuh apa ya .. mmm semacam tangan kanan gitu dek ngerti kan ? " Syeril memberikan penjelasan sedetil mungkin


" enggak hehehe " Agam cengengesan


" hah ? ya pokoknya gitu deh .. kamu suruh duduk dulu ya dek , kakak mau pinjem kamar kamu boleh ya " Syeril berjalan menuju kamar Agam yang dulunya menjadi kamarnya


" kak, masih berantakan " ucap Agam sedikit berteriak


" gak apa-apa , nanti kakak yang beresin, sekalian tolong buatin minum untuk dia ya dek !!! nanti kakak kasih jajan " Syeril sedikit mengimingi Agam dengan uang


" siap bos !!" Agam memberikan hormat pada Syeril , Anak yang kini duduk di bangku SMP itu selalu membuat Syeril merasa gemas dengan tingkah absrud nya


Syeril memasuki kamar yang dulunya kamarnya , tempat yang menjadi saksi jika malam tiba disinilah tangisan yang selalu ia tahan tumpah seketika , tempat dimana ia tumbuh menjadi wanita kuat seperti sekarang


sejujurnya banyak kenangan di kamar itu ,


' hah ? ini namanya kapal pecah !!! dek dek .. untung kamu anak emas , kalau kakak yang berantakin udah di pukul sama lidi nanti ' gumam Syeril


ia langsung membereskan kamar dan menata barang miliknya juga di sana


diluar rumah Wati dan Suaminya baru datang , mereka melihat mobil yang terparkir di halaman rumah


" siapa yang datang pak ?" tanya Wati pada suaminya


" mungkin Syeril bu , " Edi menduga


" anak itu kebiasaan !! kenapa gak pernah ngasih tahu dulu " raut muka Wati menunjukkan ia kesal sekarang


"mungkin mau memberikan kejutan bu " Edi menenangkan


mereka melihat lelaki yang memakai jas itu sedang duduk bersama Agam


" ibu !! ayah !! " seru Agam


" bukan pak , dia itu... mmm apa ya " Agam bingung untuk menjelaskannya


" permisi tuan, Nyonya .. saya orang suruhan tuan Daniel .. saya pengawal pribadi nona Syeril " Rian menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan mereka


" saya bapaknya Syeril , dan ini ibunya " Edi menerima uluran tangan Rian


sedangkan Wati langsung menuju ke dalam rumah untuk melihat Syeril


" kenapa gak bilang dulu kalau mau ke sini ?, " Wati langsung memberikan pertanyaan pada Syeril


" Syeril lupa bu , ponselnya juga mati " Syeril menunjukkan ponselnya yang sedang di charge


" jarang pulang .. sekalinya pulang minta dinikahkan .. nyusahin aja bisa nya , sana masak !! " Wati langsung melangkah pergi ke kamarnya


' haaaah .. sabar Syeril , lusa juga kamu pergi lagi .. anggap ini bakti terakhir kamu kepada mereka ' gumam Syeril


ia langsung menuju dapur dan memasak untuk mereka semua


sedangkan Wati kini sedang merapikan belanjaan untuk warungnya


Rian melihat dengan jelas bagaimana perlakuan keluarga Syeril yang sedikit janggung padanya


" pak , boleh saya ikut ke kamar mandi ?" tanya Rian


" oh boleh nak, Agam antar ya " Edi menyuruh Agam untuk mengantar


" iya pak " Agam menyetujui


mereka pun berjalan beriringan menuju kamar mandi ,

__ADS_1


" non Syeril ?" Rian melihat Syeril sedang memotong sayuran di dapur


' kenapa dia disini ?? bukankah harusnya dia beristirahat di kamar ?? dimana-mana kalau anak yang pulang merantau biasanya juga tak diperbolehkan melakukan apa-apa ?? ini kenapa perlakuan mereka berbeda padamu nona ?' batin Rian


" kenapa kak Rian ? mau ke kamar mandi ??" tanya Syeril


" iya nona " jawab Rian


" itu pintunya disana " Syeril menunjukkan pintu kamar mandi


" sebentar lagi kita makan , makanannya juga sebentar lagi matang" sambung Syeril


' a-apa ?? jadi dia memasak untuk ku ?? aduh aku jadi merasa tidak enak ' batin Rian


" baik nona " Rian langsung menuntaskan hajatnya


" dek, bantu kakak yok , habis ini kita ke toserba belanja buat besok " ucap Syeril pada Agam


" beneran kak ? " tanya Agam


" iya , kan ada mobil kak Rian , ayok bantu kakak biar cepat selesai " titah Syeril


" siap bos " Agam memberikan hormat pada Syeril


" nona biarkan saya membantu anda " Rian menawarkan bantuan


" gak perlu nak Rian , itu memang sudah tugas Syeril .. kamu lebih baik kembali ke depan " Wati mencegah Rian


Rian meminta jawaban dari Syeril , dan Syeril mengangguk


dengan berat hati ia melangkahkan kaki ke depan


makanan kini sudah matang , dan semuanya sudah berada di teras untuk makan bersama


entah karena lapar atau karena makanannya enak , Agam dan Rian sangat semangat memakannya


" kak, kita jadi ke toserba ?" tanya Agam dengan mulut penuh


" iya jadi , nanti habis ini ya " ucap Syeril


" asik , nanti kita main di Timezone ya " Agam terlihat sangat antusias


" nak , kasihan kakak mu harus istirahat " ucap Edi


" gak apa-apa , biar sekalian dia jemput Wildan dan putri nanti " ucap Wati


" iya pak, gak apa-apa .. ibu buat catatan aja apa yang kita butuhkan buat besok " Syeril menengahi takut jika mereka akan tetap beradu argumen di depan Rian


" iya , jangan lupa nanti cuci piringnya " ucap Wati


" iya bu " ucap Syeril


Rian melihat jelas bagaimana perlakuan Wati pada Syeril


' apa perlakuan mereka selalu seperti ini padamu nona ?? ' batin Rian


setelah selesai mencuci piring , Syeril langsung mengajak Agam ke toserba


" kak, nanti kita jemput Wildan dan istrinya dulu ya " ucap Syeril


" tunjukkan saja jalannya nona " ucap Rian


mereka pun bergegas karena hari sudah malam

__ADS_1


__ADS_2