
mereka berjalan di mal
" mau makan apa ?" tanya Yarga
" nanti saja pak , saya makannya dikosan saya saja " ucap Syeril
" apa kamu tidak mau makan bersama saya Syeril ? " tanya Yarga
" bu-bukan begitu maksud saya pak " jawab Syeril sembari menggoyangkan telapak tangannya
" kenapa ? kamu lebih suka makan dengan Jimy ?? " tanya Yarga , membuat Syeril keheranan
' kenapa bawa-bawa kak Jimy sih ?? aku cuma takut mengganggu waktu istirahatnya karena ini sudah malam ' batin Syeril
" bukan pak !! saya bahkan belum pernah makan bersama kak Jimy " ucap Syeril
" lalu kenapa ? " tanya Yarga
" ini kan sudah malam pak , saya hanya takut mengganggu waktu istirahat bapak " jelas Syeril mendengar itu Yarga merasa sangat senang
" saya tidak merasa terganggu " ucap Yarga
" apa ?? bagus kalau pak Yarga tidak merasa terganggu , sebenarnya saya sedang ingin makan nasi goreng yang di dekat kosan saya pak " ucap Syeril
" ayo kita ke sana " ajak Yarga
" ya-yang bener pak ? " tanya Syeril
" ia !! saya juga lapar lagi " ucap Yarga
" tapi ini sudah malam pak , bapak tidak mau istirahat ??" tanya Syeril
" tidak , saya lapar Syeril ayo kita ke sana sekalian mengantar kamu pulang" ajak Yarga
Syeril pun hanya menurut dan mengikuti Yarga di belakangnya
keduanya masuk ke dalamnya mobil dan Yarga mengemudikan mobilnya ,
saat di dalam mobil
" lain kali jangan nonton dengan lelaki lain selain saya !!" ucap Yarga tiba-tiba
" apa ?" tanya Syeril ia bingung kenapa Yarga bicara seperti itu
" jangan nonton dengan lelaki lain !! dan jangan sampai ketiduran lagi kalau sedang nonton !! " ucap Yarga
" iya pak " ucap Syeril menganggukkan kepalanya
" cukup bahu saya yang jadi sandaran kamu !!!" ucap Yarga , Syeril membelalakkan matanya
' apa ?? jadi tadi aku tidur dengan kepalaku bersandar dibahu nya ?? aduhh Syeril !! ko bisa kayak gitu sih ' batin Syeril
blush pipinya memerah karena malu
" iya pak " ucap Syeril sangat pelan
melihat itu Yarga tersenyum
' rupanya asik juga mengerjai dia seperti ini ,, ' batin Yarga
mobil mereka sudah sampai di penjual nasi goreng namun sayangnya sudah habis karena ada yang memborong tadi
" yah gimana ini pak , sepertinya kita terlalu malam pak " ucap Syeril
" lalu kamu mau makan apa ? " tanya Yarga
" saya mau pulang saja pak , nanti biar saya masak mie rebus saja , bapak gimana ? " tanya Syeril
" boleh saya ikut ke kosan kamu ?" tanya Yarga
" a-apa ? " tanya Syeril
" saya juga lapar Syeril , saya malas memesan makanan atau menghangatkannya " ucap Yarga
' aduh gimana ini ?? kok dilema gini sih !! aku harus menerima pak Yarga atau menyuruhnya pulang ??' batin Syeril
" tapi ini sudah malam pak " ucap Syeril
" saya sudah keroncongan Syeril " ucap Yarga sedikit memaksa , sebenarnya ia belum mau berpisah dengan Syeril
" ya sudah pak mari kita ke kosan saya " ucap Syeril memilih membawa Yarga ke kosannya
ia kasihan karena Yarga bilang keroncongan tadi ini juga sebagai bentuk terimakasih kepada Yarga karena sudah mengantarnya pulang
mereka meneruskan perjalanan menuju kosan Syeril
__ADS_1
Sesampainya di kosan Syeril mempersilakan Yarga untuk masuk kedalam
ia menaruh tasnya dan bergegas ke dapur untuk membuat kopi , sedangkan Yarga langsung duduk di ranjang karena tidak ada kursi di situ
kosan Syeril yang sekarang terkesan sedikit mewah dengan fasilitas dapur kecil dan kamar mandi di dalam , belum lagi di lengkapi dengan AC walaupun tidak ada ruang tamu
"maaf ya pak , bapak minum ini dulu , saya mau buat mie di dapur " ucap Syeril menyodorkan kopi yang tadi di buatnya
" iya terimakasih" ucap Yarga , Syeril pun kembali ke dapur
Yarga bangun dari duduknya ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar rapih dan bersih itu , maklum Syeril memang sangat peduli akan kebersihan
' rapih !! bersih juga !! kalau di pikir-pikir baru sekarang aku memasuki kamar seorang gadis, dia termasuk orang yang disiplin akan kebersihan , barang-barangnya pun cuma seadanya hmmm gadis yang unik sepertinya dia termasuk tipikal orang yang tidak suka mengoleksi barang' batin Yarga
ia meminum kopi yang di suguhkan untuknya karena sedikit bosan ia pun memutuskan untuk menyusul Syeril ke dapur
Syeril sendiri sedang membuat mie rebus untuk mereka saat ini ia sedang memotong sayur untuk di rebus bersama mie
ia bermaksud mengambil telur mentah di kulkas namun saat berbalik ia malah menabrak dada Yarga yang juga sedang mengarah ke dekatnya
duk mereka bertabrakan
pandangan mereka bertemu
' kok pak Yarga bisa di sini sih ?? aduh kenigku sakit ' batin Syeril ia memegang keningnya
" kamu tidak apa-apa ?" tanya Yarga
' kenapa dia harus berbalik mendadak sih , kita kan jadi tabrakan begini ' batin Yarga
" tidak pak, bapak kenapa ada di sini ? " tanya Syeril
" sa-saya mau ke kamar mandi " ucapnya , padahal ia hanya bosan di tinggal sendiri di sana
" oh begitu , silahkan pak itu kamar mandinya di sana !!" ucap Syeril menunjukkan arah kamar mandi
Yarga pun mengangguk dan berjalan menuju ke kamar mandi sedangkan Syeril mengambil telur
saat Yarga membuka pintu kamar mandi ia langsung kaget melihat bra dan ****** ***** yang berwarna merah milik Syeril yang tergantung di sana , pipinya langsung merona dan hawa panas mulai terasa di sekelilingnya
pikirannya langsung traveling entah kemana
ia sedikit ragu untuk masuk ke dalam
ia menggelengkan kepalanya mencoba untuk menghilangkan pikiran kotor dari kepalanya
Syeril sudah kembali ke tempat semula dan mendapati Yarga yang belum masuk ke kamar mandi
" kenapa pak ? " tanya Syeril , Yarga pun menoleh ke arahnya
" a-anu !!" Yarga terbata , ia malu untuk mengutarakan maksudnya
" pak Yarga membutuhkan sesuatu ? " tanya Syeril lagi , ia mendekati Yarga
" itu !! " Yarga menunjuk ke dalam kamar mandi dan Syeril mengikuti arah yang di tunjuk Yarga
' Astaga !! aku lupa kalau pagi tadi aku habis nyuci ,, aduhh pak Yarga pasti sudah melihatnya ya .. haaaah mau di kemanakan mukaku .. hiks pasti di berpikir yang tidak-tidak tentang aku , ahhhhh rasanya aku pengen sembunyi aja , aku udah gak punya muka lagi di hadapan pak Yarga ' batin Syeril
pipinya sudah semerah tomat ia sangat menyesal telah melupakan sesuatu yang penting seperti ini
ia langsung masuk ke dalam dan mengambilnya ia juga langsung keluar dari situ dan meninggalkan Yarga di sana
Sedangkan Yarga tidak bisa menahan tawanya , seketika tertawa di tempat tapi tidak keras karena walau bagaimanapun ia masih mementingkan gengsinya yang setinggi langit ,
' ha ha ha ah , dia pasti sangat malu sekarang , huhh aku harus bisa menahan tertawaku , aku tidak mau membuatnya semakin malu ' batin Yarga
ia mematikan kompor yang belum sempat di matikan oleh Syeril dan bergegas menemui Syeril
" Syeril apa mie nya sudah siap ? " tanya Yarga , ia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa tadi
" be-belum pak " ucap Syeril ia memunggungi Yarga
' lihatlah sikapnya !! lucunya !!' batin Yarga
" lalu kapan selesainya ?? saya lapar Syeril " ucap Yarga ia mencoba menahan tawanya
" sebentar pak , saya siapkan dulu " Syeril langsung melanjutkan merebus mie
setelah selesai Syeril langsung menghidangkan mie yang tadi di buatnya untuk Yarga dan juga dirinya
Yarga dan Syeril pun menyantap mie itu , Syeril hanya diam dan fokus pada mie nya
' duhh gimana ini ?? canggung sekali ,, aku juga sangat malu ' batin Syeril
" pak !! " seru Syeril
__ADS_1
" hmmm " balas Yarga
" pak .. anu .. soal yang tadi .." ucap Syeril ragu
" lupakan !! bukankah kita impas !! " ucap Yarga
' impas ?? oh ya benar dulu kan aku pernah melihatnya dalam keadaan bugil ' batin Syeril
" terimakasih pak " ucap Syeril
" bisa kita lebih santai Syeril " ucap Yarga
" maksud bapak ??" tanya Syeril bingung
" jangan panggil saya dengan sebutan pak jika hanya berdua " ucap Yarga menatap wajah Syeril
" terus saya harus memanggil apa ? " tanya Syeril
" panggil saya seperti pertama kamu mamanggil saya !!" titah Yarga
" kak ?" ucap Syeril yang seperti pertanyaan , dan Yarga menganggukkan kepalanya
mereka fokus lagi untuk makan , hingga Yarga mencoba untuk menjahili Syeril
" jadi kamu suka pakai warna merah ya " ucap Yarga
mendengar ucapan Yarga Syeril langsung tersedak dan Yarga dengan sigap memberikan air minum miliknya
" uhuk uhuk " Syeril langsung meminum air yang disodorkan Yarga , pipinya merah karena malu
" pelan-pelan saja , kamu jadi tersedak kan " ucap Yarga dengan wajah sok polos
' apa-apaan wajah sok polosnya itu !! aku yakin dia pasti sengaja bilang begitu ' batin Syeril
" Kak Yarga sengaja kan ?? " ucap Syeril
" apa ? " tanya Yarga dengan muka datar seolah dia tidak perbuat salah
" Kak Yarga pasti sengaja kan!! kenapa kakak mengungkit kejadian tadi " ucap Syeril dengan wajah yang memerah
mendengar hal itu Yarga sudah tidak bisa menahan tawanya
" ha-ha-ha ,, hahahah " tawa Yarga sungguh lepas
' baru sekarang aku melihat kak Yarga tertawa lepas seperti ini , biasanya dia selalu memasang wajah datar , senyum juga seperlunya saja ' batin Syeril
" kenapa kakak malah tertawa ? "tanya Syeril menggembungkan pipinya yang merah
" hahaha maaf , aku hanya merasa lucu melihat ekspresi mu " ucap Yarga yang masih tertawa
' aku ?? serius dia merubah panggilan untuk dirinya sendiri dari saya menjadi aku ?? kuping tidak salh dengar kan ??' batin Syeril
" apanya yang lucu kak ? yang ada malu " ucap Syeril
" sudahlah lupakan !! jangan di ungkit lagi ,, selesaikan makanmu !!" titah Yarga , dan Syeril pun hanya menganggukkan kepalanya
" besok sore luangkan waktumu , kita akan keacara ulang tahun keponakan ku " ucap Yarga
" kak Yarga punya ponakan ?" tanya Syeril
" iya dia anak sepupuku " jawab Yarga ,Syeril pun hanya mengangguk
" besok apa kamu ada bimbingan skripsi lagi ?? " tanya Yarga
" tidak ada kak " jawab Syeril
" bagus kalau begitu " ucap Yarga
mereka pun sudah menghabiskan mie mereka masing-masing ,
Yarga bermaksud untuk pulang karena malam sudah larut
" terimakasih makanannya , aku pulang dulu ya " ucap Yarga ia berdiri
" ia kak, sama-sama terimakasih juga sudah mengantarkan aku malam ini " ucap Syeril sembari mengantarkan Yarga kedepan pintu
" istirahatlah , jika kamu lelah besok pagi langsung ke kantor saja tidak perlu ke apartemen dulu " ucap Yarga ia menepuk kepala Syeril
Syeril yang mendapat perlakuan itu pipinya merona
" i-iya pak " ucap Syeril
" aku pamit ya !!" ucao Yarga melangkah menuju mobilnya
" ia kak , hati-hati , kalau sempat kasih kabar jika sudah sampai di apartemen " ucap Syeril melambaikan tangannya
__ADS_1