Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
39. pundak


__ADS_3

pagi ini Syeril sedikit datang terlambat ke apartemen Yarga karena jalan-jalan kemarin ia kelelahan dan bangun sedikit terlambat dari biasanya


saat membuka pintu apartemen ia sudah mendapati Yarga yang sudah rapih dengan setelan jas tapi belum memakai dasinya


tatapan mata bak elang itu menatap lurus ke arah Syeril yang baru saja masuk ke dalam apartemen


' glek .. firasat aku gak enak banget hari ini !! ' batin Syeril


" kamu terlambat Syeril !!" seru Yarga


" maaf kak, aku sedikit telat bangun tadi " ucap Syeril


" pakaian ini " ucap Yarga menyodorkan dasi


" ia kak " Syeril segera mengambil dasi itu dan memasangkannya pada Yarga


mata Yarga masih tetap menatap tajam pada Syeril , Syeril yang di tatap seperti itu merasa takut dan was-was


' kak Yarga kenapa menatap aku kaya gitu ?? apa karena aku telat ?? tapi kan gak terlalu telat aku cuma lebih lima menit !! ' batin Syeril


" asik seharian main sama Jimy kemarin ?" tanya Yarga dengan tetap menatap tajam Syeril


' dari mana kak Yarga tahu ?? apa dari mba Vanya? atau dari kak Jimy ?? ' batin Syeril


" dari mana kak Yarga tahu ? kemarin tuh emang kak Jimy ngajak main keluar kita perginya sama mba Vanya juga kok" jawab Syeril


" senang ya kemarin ?" tanya Yarga


' kok aku merasa kaya lagi di interogasi sama kak Yarga ? dia marah karena gak di ajak atau gimana ?' batin Syeril


" senang sih kak, kita naik bianglala bersama kemarin " ucap Syeril


" nah dasinya sudah selesai , aku mau buat sarapan dulu ya kak, " Syeril hendak menuju dapur untuk membuat Sarapan


tapi tangannya di pegang oleh Yarga


" aku belum selesai bicara " ucapnya dengan wajah datar


" a-pa ka?" tanya Syeril sedikit kaget


" aku kan sudah pernah bilang !! jangan dekat-dekat dengan Jimy !!" ucap Yarga pelan penuh penekanan ke arah telinga Syeril


' te-terlalu dekat !! kenapa kak Yarga bisa sedekat gini ' batin Syeril


" kemarin kami bertiga kak, gak cuma berdua " ucap Syeril gugup , ia sedikit merinding merasakan hembusan nafas Yarga di telinganya ia juga dapat menghirup aroma maskulin dari parfum Yarga


" ya tetap saja !! kalian berdekatan kemarin !!" ucap Yarga


" kak Yarga tuh marah karena gak di ajak kemarin gitu ?? " tanya Syeril


" apa ?" tanya Yarga ia kembali menjauh dari Syeril


" ya itu kak Yarga kayak yang marah gitu " ucap Syeril


' kok dia malah berfikiran gitu sih , kenapa dia bisa salah menangkap maksudku sih ' batin Yarga


" sudahlah !! sana buatkan sarapan " titah Yarga


'cih , bertiga katanya ? bisa saja kan Vanya itu hanya tameng ' batin Yarga


# kemarin sore


Kevin sedang main ke apartemen Yarga bersama Revan mereka memang sesekali sering berkunjung ke apartemen Yarga


saat Yarga dan Revan sedang asik bermain game ,Kevin yang saat itu sedang memainkan ponselnya melihat postingan Vanya saat sedang naik bianglala bersama Syeril dan juga Jimy


" Yar !! ini bukannya Jimy ya ?? " tanya Kevin sembari menunjukkan ponselnya pada Yarga


"hmm" Yarga melihat Syeril juga ada di situ


" tunggu !! ini Syeril kan ?? mereka jalan bareng gitu ? apa mereka punya hubungan spesial ?" tanya Kevin

__ADS_1


dan Yarga hanya diam dan menatap tajam ke arah ponsel Kevin


' rupanya peringatan dariku tidak kamu dengar Syeril !! bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak suka jika kamu dekat dengan Jimy ' batin Yarga


hatinya merasa kesal melihat postingan Vanya


# kembali sekarang


' cih, mengingatnya saja membuatku kesal !! apalagi harus membayangkan jika kemarin mereka tertawa bersama , satu mobil bersama ' gerutu Yarga


" kak, sarapan sudah siap" ucap Syeril


" ayok temani aku makan " ucap Yarga dan Syeril hanya menurut


setelah sarapan keduanya langsung berangkat menuju kantor menggunakan mobil Yarga


sesampainya di kantor Syeril langsung menduduki kursi kerjanya, dilihatnya meja Vanya yang masih kosong


' kemana mba Vanya ?? tumben jam segini belum datang ' batin Syeril


ia juga melihat Jimy yang berjalan cepat menuju ruangan Yarga tanpa berniat menyapanya


' kok kak Jimy buru-buru kaya gitu ?? kenapa ya ??' batin Syeril


belum selesai dengan rasa herannya Syeril di buat tambah heran karena keluhan Vanya yang baru datang


" aduhh Syeril !! gawat ini neng !! gawat gawat gawat " cerocos Vanya


" mba kenapa sih ?? datang-datang langsung ngoceh kaya gitu ??" tanya Syeril


" Syeril mati aku ril !! pasti aku kena marah pak Yarga " ucap Vanya dengan wajah cemas


" mba ngomong pelan-pelan mba !! coba jelasin perlahan " ucap Syeril


" jadi kemarin kan ada salah satu klien dari bali yang minta di majukan jadwal temunya , nah aku langsung iyakan aja , tapi ternyata jadwalnya bentrok ril !! aduh gimana ini neng !!! aku pasti kena omel sama pak Jimy dan pak Yarga " jelas Vanya


" gimana ya mba , aku gak bisa bantu kalau kaya gitu masalahnya " ucap Syeril menggaruk lehernya yang tidak gatal


mereka berdua dikagetkan oleh suara interkom dari telepon Vanya


' kayaknya hari ini emang bakalan susah deh , duh dasar mba Vanya ada-ada aja , gara-gara kamu aku jadi ikut kena marah nih mba ' batin Syeril


' habislah kamu Vanya !!! pasti kamu kena omel dua jomblo lapuk itu huuuuhhh' batin Vanya


mereka berdua langsung masuk ke ruangan Yarga


" Syeril selama dua hari kedepan apa kamu ada jadwal bimbingan skripsi ? " tanya Yarga


" seminggu ini saya tidak ada perkuliahan pak, dosen pembimbing saya sedang ada urusan katanya mau menikahkan anaknya " jawab Syeril


" bagus kalau begitu , kamu akan menemani saya untuk perjalanan keluar kota " ucap Yarga


" dan saya harap kejadian ini tidak terulang lagi ya Vanya !!" ucap Jimy penuh penekanan


" maaf pak, maafkan kecerobohan saya " sesal Vanya


" sudah tidak apa-apa , saya mohon bantuannya Vanya agar kamu menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan meeting di sini , saya percayakan pada kamu dan Jimy " ucap Yarga


" iya pak saya mengerti " ucap Vanya


" ya sudah kembali ke meja kalian , kecuali Syeril ada yang harus kita diskusikan " ucap Yarga


Vanya dan Jimy kembali ke tempat kerja mereka masing-masing


" siapkan perlengkapan aku dan kamu untuk perjalanan , nanti sore kita berangkat " ucap Yarga


" untuk berapa hari kak ?" tanya Syeril


" 2 hari " ucap Yarga " dan bantu saya menyiapkan berkas yang akan kita bawa untuk ke sana" tambah Yarga


" memangnya kita mau kemana kak? " tanya Syeril

__ADS_1


" ke bali " jawab Yarga


" ba-bali !!! berarti naik pesawat dong kak!!" ucao Syeril


" iya" ucap Yarga " kenapa" tanya Yarga


' mati aku !! aku kan belum pernah naik pesawat seumur hidup aku .. aduh aku takut malu-maluin nantinya .. ini karena mba Vanya ' batin Syeril


" enggak kak he he he " ucap Syeril ia tersenyum hambar


" ayok bantu aku , banyak yang harus kita siapkan !! " ucap Yarga dan mereka pun sibuk dengan pekerjaan masing-masing


setelah beberapa jam berkas yang dibutuhkan untuk ke bali sudah siap


" kak, aku ke kosan ku dulu ya " ucap Syeril


" iya , biar kamu di antar supir perusahaan saja jangan naik ojek !! setelah itu tunggu di apartemen kita berangkat dari sana " ucap Yarga


" iya kak, aku pergi ya " pamit Syeril dan Yarga hanya mengangguk


Syeril mengambil tasnya dan sedikit mengomel ke Vanya


" mba !!! kalau aja mba nggak teledor aku pasti gak bakalan ikut repot kaya gini , awas aja kamu mba " omel Syeril


" loh bukannya asik neng !! kamu bisa liburan gratis tanpa bayar loh .. lagian ini bali loh neng bali !!! banyak bule di sana " ucap Vanya


" tapi aku gak pernah naik pesawat sebelumnya mba !!! aku takut tahu " ucap Syeril kesal


" neng kamu tinggal tidur aja nanti juga nyampe kok" ucap Vanya asal


" tau ah !! aku pergi dadah " pamit Syeril


" hati-hati di jalannya cantik !! selamat berlibur ya !!" uca Vanya


Syeril sudah berada di dalam mobil ia menuruti apa yang diperintahkan oleh Yaga setelah sampai di kosan ia langsung mengemas barang-barang yang hendak ia bawa dengan secepat mungkin ia tidak ingin membuat pak supir lama menunggu


" kita langsung ke apartemen pak Yarga aja ya pak " ucap Syeril


" iya neng " ucap pak supir


setelah beberapa saat Syeril sudah berada di apartemen Yarga ia langsung mengemas barang-barang Yarga untuk dua hari kedepan


setelah selesai ia merasa badannya sedikit lengket dan memutuskan untuk menumpang mandi di situ


' gak apa-apa kan ya .. kan kak Yarga juga belum datang ' batin Syeril


ia langsung masuk ke kamar mandi dan menghidupkan senter


' aku harus cepat mandinya ,, takutnya kak Yarga keburu datang ' batin Syeril


setelah selesai ia langsung mengenakan handuk , pundak mulusnya terekspos karena handuk yang ia kenakan hanya sebatas dada sampai paha


ia bermaksud memakai baju di kamar tamu tapi belum sempat ia masuk ke kamar tamu ia kaget mendapati Yarga yang baru masuk ke apartemen


' hah !!! kak Yarga udah di sini sejak kapan ??' batin Syeril


ia menyentuh kedua bahunya yang terekspos dan langsung berlari ke kamar tamu untuk memakai pakaian


Jimy yang hendak masuk ke apartemen langsung di halangi oleh Yarga karena pintunya langsung ditutup oleh Yarga


" Yar !! kok di tutup kenapa hey ?" tanya Jimy dari luar dia sedikit menggedor pintu apartemen Yarga


" aku kebelet !! kamu pulang saja Jim !! hati-hati di jalan " ucap Yarga sedikit berteriak


" hiiss aneh banget sih Yarga !! ya sudah aku pulang ya " ucap Jimy tapi tidak ada jawaban dari Yarga


Sedangkan Yarga sedang terpaku di tempat


' putih !!! ternyata dia punya tanda lahir di bahunya , untung hanya aku yang melihat dasar gadis ceroboh ' ucap Yarga


pipinya memerah dan udara di sekitarnya mulai terasa panas

__ADS_1


sedangkan Syeril merasa ingin bersembunyi di lubang yang dalam ia sangat malu untuk menampakkan wajahnya di depan Yarga


' aaaaaahhhh bisa-bisa kak Yarga menganggap aku wanita penggoda lagi !! aduh malu sekali ' batin Syeril


__ADS_2