Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
21. menawarkan tumpangan


__ADS_3

saat jam pulang kerja tiba , suasana perusahaan mulai sepi hanya ada beberapa karyawan yang tinggal untuk melakukan kerja lembur


Vanya ingin mengajak Syeril pulang bersama nya tapi Syeril menolaknya , ia teringat dengan tugasnya yang harus selalu menempel dengan Yarga , ia juga harus memastikan bahwa Yarga merasa puas dengan kinerjanya dan harus ikut ke apartemennya begitu bunyi tugas yang di pelajarinya


" Syeril kamu pulang ke arah mana ? ikut mobil ku saja .. aku antar yukkk " ucap Vanya sembari membereskan barang-barangnya


" Kayaknya enggak bisa deh mba , aku kan harus ke apartemen pak Yarga dulu .. bisa di bilang jam kerjaku belum selesai mba .. kalo mba mau pulang duluan aja .. " jawab Syeril


" yahh padahal aku pengen banyak ngobrol sama kamu ril .. bete tau di jalan nyetir sendiri tuh " ucap Vanya sembari memonyongkan bibirnya


" lain kali juga bisa kan mba .. besok kita kan ketemu lagi nanti kita makan siang bareng mba sekalian ngobrol" jawab Syeril tersenyum


obrolan mereka terhenti karena kedatangan Jimy


" Vanya kamu sudah mau pulang? " tanya Jimy


" iya pak , saya permisi ya .. ril aku duluan ya nanti aku kirim pesan ke kamu " ucap nya pamit kepada Syeril dan jimy


"iya mba , hati-hati di jalan ya mba " ucap Syeril sembari melambaikan tangan ke arah Vanya sedangkan Jimy hanya menganggukkan kepalanya


Setelah kepergian Vanya ia lalu memberi sedikit arahan untuk Syeril


" ini kartu karyawan kamu , simpan baik-baik .. dan simpan barang-barang yang memang kamu butuhkan di loker itu " terang Jimy .. ia menyodorkan kartu ID perusahaan untuk Syeril


" iya pak saya mengerti " ucap nya


" untuk besok kamu langsung ke apartemen Tuan Yarga saja , pastikan kamu melakukan tugas kamu dengan baik Syeril " titah Jimy


" iya pak , pak untuk pakaian yang saya gunakan harus seperti apa, apa saya boleh memakai pakaian lain atau saya harus memakai setelan hitam putih seperti ini ? " Syeril bertanya


" terserah yang penting rapih " ucap jimy


" baik pak " jawab Syeril


'datar banget jawabnya .. aku kan nanya gitu karena bingung .. huhh kayaknya kedepannya aku sama dia gak bakalan akur deh .. hufftt " gumam Syeril


" ikut saya " Jimy pergi menuju ruangan Yarga dengan Syeril yang mengikuti di belakangnya

__ADS_1


Sesampainya di Ruangan Yarga mereka mengetuk pintu nya dan langsung masuk ke dalam


" Tuan jam pulang sudah tiba , apakah anda mau pulang sekarang ? " tanya Jimy


"oh benarkah .. saya terlalu serius sampai lupa waktu " ucap Yarga sembari melihat ke arah arlojinya


" apa anda akan lembur tuan? " tanya Jimy lagi


" tidak jim saya akan pulang , sisa pekerjaan akan saya bawa pulang saja .. nanti saya kerjakan di apartemen " jawab Yarga


" baiklah tuan " ucap jimy


" oh ya Syeril hari ini kamu langsung pulang saja , tidak perlu mengantarkan saya pulang .. besok pagi kamu langsung ke apartemen saya ya .. kamu sudah tahu alamatnya kan ? " ucap Yarga


" iya pak " jawab Syeril singkat


" jim berikan kunci akses apartemen saya pada Syeril !! " ucap Yarga


" tapi tuan .. !!! " ucap jimy sedikit ragu , ia meminta penjelasan lewat matanya dari Yarga karena ucapannya tadi


" kenapa .. kalau dia tidak mempunyai kartu akses bagaimana ia bisa masuk nanti jim ? , berikan padanya!!" tanya Yarga


" ini Syeril " ia akhirnya mengalah dan memberikan kartu akses apartemen Yarga pada syeril .. dan Syeril segera menerimanya


"baiklah Syeril silahkan kamu pulang dan istirahat , jangan lupa pelajari semua tugas-tugas mu .. dan saya harap besok kamu jangan terlambat ,saya takut terlambat bangun pagi nanti " titah Yarga


" baik pak , kalau begitu saya pamit mau pulang .. " syeril pamit kepada keduanya


" apa mau saya antar Syeril " ucap nya dengan wajah datar


' what .. sejak kapan Yarga berani mengajak seorang gadis begitu , dulu juga pada Sonya dia tidak seperti itu , kayaknya ada yang tidak beres dengan Yarga ' gumam Jimy


" tidak pak terima kasih , saya mau mampir ke suatu tempat dulu nanti .. mau membeli sesuatu dulu " ucap Syeril


'sebenernya dia niat nawarin tumpangan nggak sih , mukanya datar gitu .. kesannya kaya gak ikhlas tau ' gumam Syeril dalam hati


Syeril pun segera pergi dari ruangan Yarga setelah pamit kepada keduanya .. sedangkan di dalam ruangan itu Jimy segera menyerbu Yarga dengan rentetan pertanyaan

__ADS_1


" Bisa jelaskan tuan Yarga Antonio Sanjaya mengapa kamu harus susah-susah menawarkan tumpangan kepada gadis itu !!!! " tanya Jimy


" aku hanya menawarkan saja , apa salah? " jawab Yarga


" Jelas salah .. kamu tau kan niat kita menjadikannya asisten mu ? tanya jimy lagi


" agar kita bisa mengawasinya kan , begitu maksud mu jim " ucap Yarga


" ya kau benar ,, lalu kenapa kau juga malah memberikan kartu akses apartemen mu padanya Yar .. kalau dia melakukan sesuatu disaat aku tidak bersama mu bagaimana " tanya jimy


" kalau aku tak memberikan kartu akses itu bagaimana dia bisa masuk jim .. bagaimana juga ia akan melakukan tugas-tugasnya nanti .. kau itu terlalu mencurigainya " jawab Yarga


" aneh saja rasanya , biasanya kamu tak pernah mengajak perempuan mana pun untuk satu mobil dengan mu , dulu juga Sonya sampai harus merengek baru bisa ikut satu mobil dengan mu " ucap jimy


" kenapa jadi bawa-bawa Sonya sih .. aku hanya menawarkan tumpangan saja tidak ada maksud lain ,, kamu saja yang terlalu berlebihan Jim " elak Yarga .. padahal di dalam hatinya ia ingin tahu dimana tempat tinggal Syeril


" yakin hanya karena hal itu , kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari ku kan Yar ?" cecar jimy


" haaaahh terserah kamu saja lah jim .. susah menjelaskan pada orang yang selalu curigaan seperti kamu " ucap Yarga


" aku hanya mengantisipasi Yar .. aku tidak bermaksud mencurigai mu " .. jawab jimy


" hmmm " yarga hanya menjawabnya dengan deheman


" haahhh baiklah maafkan aku Yar , mungkin aku yang terlalu sensitif tadi .. tapi sungguh aku melakukan ini karena aku menghawatirkan mu , aku hanya tidak ingin kamu di manfaatkan oleh orang lain .. maafkan aku .. aku sungguh minta maaf " jelas jimy panjang lebar


" iya tidak apa-apa , aku mengerti maksud mu " ucap Yarga


Mereka pun memutuskan untuk pulang ke apartemen masing-masing untuk beristirahat


*catatan author :


* mencurigai sesuatu itu boleh ,, tapi sewajarnya saja ,, karena kita tidak tahu , apa yang kita anggap tidak baik belum benar .. begitupun sebaliknya *


terima kasih bagi yang sudah mampir untuk membaca karya saya .. tetap berikan support fan dukungan untuk saya agar saya bisa lebih semangat untuk memberikan karya yang lebih baik lagi ..


terima kasih🙏🙏🙏😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2