Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
14. Pesta


__ADS_3

Kantor Sanjaya Group


Setelah makan siang tadi Yarga langsung kembali ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda ..


tok tok tok .. ketukan pintu


" masuk" ucap Yarga yang tetap fokus mengerjakan pekerjaannya


" tuan ini kartu kredit dan surat-surat mu .. semuanya baru selesai saya urus tuan " jawab Jimy


" terima kasih jim " Yarga tetap fokus dengan pekerjaannya , Jimy pun menganggukkan kepalanya dan pamit ke ruangannya kembali


Tak terasa hari pun sudah sore , kantor Sanjaya Group sudah mulai sepi .. hanya beberapa karyawan yang lembur saja yang masih menekuni pekerjaan mereka begitu pun dengan Yarga yang masih bergelut dengan tumpukan dokumen yang membutuhkan tanda tangannya .. kegiatannya harus terhenti karena panggilan telepon dari maminya


kringgggggg


" halo mi " jawab Yarga


" nak kamu akan pulang cepat kan , malam ini kan ada pesta sayang" jawab Ratna di seberang sana


" Yarga kan sudah bilang kalau Yarga sibuk mi " elak Yarga


"jangan gitu dong nak .. kamu kan anak mami dan papi mu , apa kata orang nanti kalau kamu gak ada sayang .. mami harus jawab apa nanti nak " jelas Ratna panjang lebar


" pekerjaan Yarga banyak sekali mi" jawab Yarga


" itu kan bisa di tunda nak .. tolong mami lah nak " pinta Ratna


" iya iya .. nanti Yarga usahakan datang "


' heh .. kalau bukan karena mamiaku gak mau menghadirinya pasti bakalan membosankan nanti ' batin Yarga


panggilan pun berakhir


Yarga pun memutuskan untuk membawa pekerjaannya ke apartemen .. dan menghubungi Jimy untuk mempersiapkan baju dan hadiah yang akan dia beri pada Daniel


" tuan anda akan menghadiri pesta di mansion utama ? " Jimy masuk keruangan Yarga

__ADS_1


" iya Jim .. carikan hadiah untuk pak tua itu " titah Yarga


" baik tuan " jawab Jimy


sekarang mereka sedang bersiap-siap untuk menghadiri pesta di mansion Wijaya


Mereka pun meninggalkan kantor dan mampir sebentar untuk membeli hadiah sebagai ucapan selamat untuk Daniel


Mansion Wijaya


Suasana di mansion mulai ramai karena tamu undangan mulai berdatangan .. Ratna dan Daniel pun sudah rapih dengan pakaian mereka .. keduanya sedang sibuk menyambut para tamu undangan yang ingin berbasa-basi untuk mengobrol atau sekedar mengucapkan selamat .. hingga kedatangan seseorang mengalihkan perhatian mereka


Yarga dan Jimy berjalan memasuki mansion dengan membawa sebuket bunga di tangan kirinya keduanya sangat mempesona dengan setelan jas yang melekat indah di tubuh atletis mereka ..


banyak orang yang berbisik-bisik , bahkan ada yang secara terang- terangan menunjukkan kekaguman mereka ..


suasana yang tadinya ramai mendadak senyap saat mereka datang ..


semua mata tertuju pada keduanya mereka terkesima akan aura dan kharisma yang dimiliki keduanya.. yang satu tinggi, tampan dan berwibawa dan yang satunya lagi sangat good looking ..


mereka tak menghiraukan tatapan orang-orang dan hanya fokus berjalan untuk menemui yang punya acara ..


" cih , bocah tengik bisa tidak kau sedikit sopan memanggil ku " ucap Daniel sedikit berbisik


" apa kau mau aku memanggil mu papi ku sayang begitu pak tua ? kau juga ingin aku mencium mu di depan banyak orang pak tua" sedikit menekan kata-kata nya


" dasar bocah edan " Daniel pun hanya mendengus ia sebal karena kelakuan anaknya itu


Melihat perdebatan antar suami dan anaknya Ratna hanya menggeleng- gelengkan kepalanya , mereka memang selalu seperti itu jika bertemu .. jarang akur tapi ia tahu kalau mereka saling menyayangi hanya saja gengsi mereka sebagai lelaki yang terlalu besar , terbukti dengan Daniel yang selama ini selalu membantu Yarga diam-diam , ia juga selalu menyokong Yarga di belakangnya


" Yarga kamu datang nak " ucap Ratna sembari memeluk Yarga


" Yarga selalu menempati janji bukan mi " ucap Yarga dengan sedikit tersenyum


" iya mami tau , terima kasih sayang bunga nya cantik sekali .. mami menyukainya" ucap Ratna sembari mengambil bunga dari Daniel


Obrolan mereka terhenti karena kedatangan kolega yang ingin menyapa sang punya acara

__ADS_1


" maaf mengganggu keharmonisan keluarga kalian , saya hanya ingin menyapa " ucapnya


" oh ia pak tidak apa-apa .. terima kasih sudah datang , " ucap Daniel sembari menyalami tangannya .. mereka pun bercakap-cakap santai soal pekerjaan mereka dan membicarakan bisnis-bisnis mereka .. Yarga yang bosan memutus untuk keluar dari pesta itu dan memerintahkan Jimy untuk menggantikannya , ia merasa suntuk dan memutuskan ke kamarnya


Sesampainya di kamar dia melihat ponselnya .. ada rasa penasaran akan keadaan Syeril , ia berfikir


' aneh gak sih kalau aku menghubunginya lagi .. tapi aku harus membahas apa nanti .. dia tidak akan menganggap aku aneh kan .. tapi aku penasaran pada nya " gumam nya dalam hati


setelah lama berfikir ia memutuskan untuk mengirim pesan pada Syeril, ia takut jika Syeril sedang sibuk jika langsung menghubunginya lewat panggilan telepon


*hai bagaimana keadaan mu apa kamu pulang dengan selamat * Yarga


lama ia menunggu tapi belum ada balasan dari Syeril , ia berfikiran mungkin Syeril sibuk atau sudah tidur ..


ada sedikit rasa kesal karena pesannya tak di balas tapi Yarga mencoba untuk tidak menghiraukannya


Yarga pun memilih membereskan barang-barang yang ia bawanya .. Besok ia akan kembali ke apartemennya , memang selama ini Yarga tinggal di apartemen, seminggu sekali Ratna akan mengunjunginya untuk memeriksa keperluan kulkas di apartemen Yarga .. tapi karena kecopetan kemarin ia kehilangan kartu akses apartemen nya dan memutuskan untuk pulang ke mansion .. dan sekarang ia sudah mempunyai kartu akses nya lagi


setelah nya ia memilih untuk untuk mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda


setelah selesai ia memutuskan untuk beristirahat badan nya terasa sangat lelah hari ini


sedangkan di acara pesta Daniel dan Ratna sedang berbincang dengan kolega- kolega bisnis mereka


" selamat ya Tuan Daniel atas pembukaan perusahaan cabang anda yang baru " ucap nya sembari mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Daniel


" terima kasih Tuan Arif, terima kasih anda juga sudah menyempatkan untuk menghadiri undangan dari saya " ucap Daniel sopan menerima uluran tangan dari nya


" bukan kah itu sudah seharusnya tuan ,, jika saya tidak datang anda bisa saja membatalkan kerja sama kit nanti hahahaha " ucap nya sembari tertawa.. dan Daniel pun ikut tertawa menanggapi ucapan nya


" Tuan saya tidak melihat putra anda .. kemana dia ?" tanya tuan Arif nya


" dia tadi pamit untuk istirahat tuan .. dia merasa lelah kata nya maklum lah perusahaan nya sedang berkembang pesat jadi dia banyak pekerjaan akhir-akhir ini" jelas Daniel


" ohh ya saya juga mengerti tuan " jawabnya


mereka pun meneruskan berbincang hingga acara pesta itu berakhir

__ADS_1


*catatan author :


terimakasih sudah mampir tetap dukung author agar author lebih semangat untuk memberikan karya yang lebih baik lagi😘😘😘


__ADS_2