
Syeril kini sedang bermain bersama Revan dan juga Rara , tingkah Rara yang menggemaskan membuat Syeril tidak bersedih lagi bahkan dia banyak tertawa sekarang
" nak kamu diam jangan banyak gerak gitu .. kasihan aunty mu " ucap Suci
" mba namanya juga bayi yang aktif .. gak apa mba " Syeril memaklumi
" iya juga sih ril , itung-itung kamu belajar .. siapa tahu nanti cepat di kasih kepercayaan " ucap Suci
" ishh mba .. dari tadi ngomongin itu mulu " muka Syeril memerah
Ratna mendekati mereka
" nak, ini Yarga menelpon katanya perlu sesuatu " Ratna menyodorkan ponselnya
* halo * Syeril sedikit gugup
* ponsel mu kemana sih ? dari tadi di telpon gak di angkat * ucap Yarga dari sebrang sana
* maaf kak, tadi lagi aku cas * Syeril mengatakan yang sebenarnya
* Vanya beberapa kali menghubungi mu , setidaknya beri kabar dia kelihatan khawatir * ucap Yarga
* ya ampun , aku lupa kak .. ya sudah nanti aku hubungi mba Vanya * ucap Syeril
* ya sudah aku tutup , baca juga pesan dari ku * ucap Yarga
* iya kak , nanti ya sekarang aku lagi main sama Revan dan Rara .. mereka akan menginap disini *
* jangan capek-capek !! cuma aku yang boleh membuat mu capek !! * ucapan Yarga membuat semburat merah di pipi Syeril
' kok aku jadi ngerti ya maksud dari ucapan kak Yarga ' batin Syeril
* su-sudah ya kak .. aku tutup * dan panggilan itu berakhir
Suci dan Ratna heran melihat Syeril yang tersipu
" ini mi , Syeril mau ke kamar dulu ya " Syeril pergi menuju kamar untuk mengecek ponselnya
" pakai lift aja ya nak , jangan pakai tangga nanti capek " Ratna sedikit berteriak
" iya mi " jawab Syeril
setelah kepergian Syeril
"mi .. tadi mami liat gak muka Syeril tersipu gitu " ucap Suci
" lucu ya liatnya " ucap Ratna dan mereka tertawa bersama
di dalam kamar
Syeril mengecek ponselnya dan benar kata Yarga terdapat banyak panggilan tak terjawab dari Vanya , Daniel dan juga Yarga
ia pun mengirimkan pesan kepada Vanya kalau dia baik-baik saja dan akan menghubunginya jika jam kantor usai
ia juga melihat pesan yang Yarga kirim untuknya
* jangan panggil aku dengan sebutan kak, rubah lah panggilan mu* isi pesan dari Yarga
__ADS_1
' terus aku harus memanggilmu apa ?? baginda gitu ??? kakanda ?? di biarkan jadi ngelunjak ih ' gerutu Syeril
* terus aku harus manggil apa kak ?* Syeril membalas
* terserah , asal jangan panggil kak * balasan Yarga
' ya apa coba .. ?? kayaknya aku bakalan cepet tua kalau begini ' gumam Syeril
tringgg ( bunyi dering ponsel )
ponsel yang lain berbunyi
' duhh pusing tahu punya 2 ponsel gini , siapa juga yang nelpon .. papi ?? ' gumam Syeril
* halo pi * Syeril menjawab panggilan dari Daniel
* kamu sudah membaik princess * Daniel menanyakan keadaan Syeril
* sudah pi * jawab Syeril jujur
* maafkan papi princess .. lusa papi akan pulang * ucap Daniel
* tidak apa-apa pi , papi hati-hati di jalannya ya * ucap Syeril
* nak , ada yang ingin papi sampaikan .. dengarkan baik-baik pernikahan kalian memang resmi tapi harus di sembunyikan .. papi melakukannya demi keselamatan kalian , ingat nak kita belum mengetahui siapa musuh kita sebenarnya .. akan lebih baik jika tidak ada yang mengetahui pernikahan kalian * jelas Daniel panjang lebar
* aku ikut bagaimana baiknya saja pi .. tapi apa aku masih di perbolehkan bekerja nanti ? * tanya Syeril
* itu biar jadi urusan papi , tapi papi hanya meminta agar kamu jangan merasa sedih karena pernikahanmu dilakukan secara sembunyi , karena jika waktunya tepat kita akan melakukan resepsi nantinya , sekaligus memperkenalkan kamu kepada kolega papi nak* ucap Daniel
* iya pi aku ga sedih kok , dengan kak Yarga bertanggung jawab juga itu sudah cukup * jawab Syeril jujur
* sudah pi , aku juga sudah mengirimkan uang untuk persiapan mereka menyambut tamu nanti * jawab Syeril
* apa jumlahnya kurang? berikan nomor rekeningnya pada papi , biar papi yang mengurusnya nanti * saran Daniel
* no! segitu juga cukup pi .. toh juga kita gak banyak orang kan nanti , cuma acara lamaran biasa kan * Syeril menolak dengan tegas
* iya nak , nanti nikahnya tetap di mansion ya * ucap Daniel
* iya pi * Syeril melihat Yarga memanggil di ponsel satunya
* pi kak Yarga menelpon pi , aku tutup dulu ya * ucap Syeril
*cih , dasar bocah itu .. ya sudah kamu jangan sedih lagi ya princess .. kalau dia berani macam-macam lagi bilang pada papi , biar nanti kamu papi umpetin di kutub Utara .. biar jadi gila sekalian bocah itu * ucap Daniel
* iya papi iya .. dah papi * Syeril berpamitan
* iya dah princess * dan panggilan dari Daniel berakhir
' huhh kenapa juga kak Yarga menelpon ' gumam Syeril
* halo kak * Syeril menjawab
* kamu kemana aja sih ? lama sekali jawabnya * Yarga sedikit marah
* kalau cuma mau marahin , aku matiin ya * entah dapat keberanian dari mana Syeril mengucapkan itu
__ADS_1
* berani kamu matiin telponnya sekarang juga aku akan ke mansion , persetan dengan pingit atau apa itu namanya aku kurang kamu di kamar !! " ancam Yarga
deg Syeril merinding ia sangat menyesal mengucapkan kata-kata itu
* kak Yarga ada perlu apa ?* Syeril mencoba menutupi kegugupannya
* kenapa masih memanggilku dengan sebutan kak ?* tanya Yarga
* terus kak Yarga mau di panggil apa ?* tanya Syeril
* ck , rubah panggilan itu aku tidak suka * Yarga terdengar kesal sekarang
' ya apa ??? aku harus panggil apa ?? kan aku yang jadi bingung ' batin Syeril
*m-mas * Syeril mencoba memanggil Yarga dengan sebutan itu
* hmm tidak buruk * ucap Yarga ,Syeri tidak tahu saja kalau diseberang sana Yarga sedang tersenyum dengan sangat manis
* boleh aku panggil mas ?* tanya Syeril
* iya , kalau kamu memaksa aku tidak bisa menolak * ucap Yarga yang mana membuat Syeril merasa dongkol
' ha ha ha ha aku yang memaksa katanya ?? dia sendiri kan tadi yang meminta agar panggilannya di ganti .. uhh ingin sekali rasanya aku meninju mukanya .. sabar Syeril sabar' gerutu Syeril dalam hati
* apa ada yang ingin di bicarakan lagi kak ?* Syeril bermaksud mengakhiri panggilan
* apa kamu sedang sibuk ?* tanya Yarga
* iya , aku sedang bermain dengan Revan dan Rara * ucap Syeril
* kan aku bilang jangan capek-capek !! kamu hanya boleh capek olehku saja !! * ucap Yarga
karena kesal mendengar ucapan Yarga Syeril langsung mematikannya
tapi ia teringat akan ancaman Yarga tadi , ia pun langsung memanggil kembali nomor Yarga
* kak maaf , tadi kepencet * Syeril memberi alasan
* kamu sudah berani ya sekarang * ucapan Yarga terdengar seperti ancaman untuk Syeril
* aku tidak berbohong kak , tadi kepencet * Syeril menjelaskan
* cih , alasan mu tidak mempan untuk ku Syeril !! tunggu saja aku akan pergi ke mansion sekarang juga * ancam Yarga
' aduh putar otak Syeril .. cepat berpikir .. oh ya ' batin Syeril
* maaassss * Syeril sedikit melembutkan suaranya
* aku mohon mas maafkan aku , aku gak berbohong .. tadi tuh kepencet mas * Syeril berharap cara ini berhasil
Syeril tidak tahu saja kalau sekarang Yarga sedang tersenyum penuh kemenangan di sebrang sana
* ya sudah aku maafkan , sudah dulu ya .. aku masih banyak pekerjaan * ucap Yarga
* iya mas , yang semangat kerjanya .. jangan telat makan ya * Syeril merasa geli sendiri mengucapkan kata-kata itu
* iya * tut .. panggilan itu berakhir
__ADS_1
'haaa kok rasanya kaya harga diri ancur gak tersisa ya ' gumam Syeril