Cinta Yang Di Takdirkan

Cinta Yang Di Takdirkan
31. Cemburu?


__ADS_3

dua bulan kemudian


Syeril sudah di angkat menjadi karyawan tetap , dia yang memang mumpuni dalam pekerjaannya selama dua bulan ini tak pernah absen dan selalu melakukan yang terbaik untuk tugas-tugas yang diterimanya


hingga membuat Yarga merasa puas akan kinerja Syeril ,


tugas magang dari kampusnya pun dipercepat , dari tiga bulan menjadi 2 bulan


ia mulai membagi waktu antara pekerjaan dan skripsi ,ia bertekad untuk mempercepat wisudanya


hubungan antara Yarga dan Syeril masih biasa saja , Yarga yang memang dingin dan cuek masih tetap seperti itu tidak ada perubahan walaupun mereka sudah bersama selama dua bulan ini


begitupun dengan Syeril ia hanya fokus pada pekerjaan dan kuliahnya saja , justru hubungan Syeril dan Jimy yang sedikit mencair mereka bahkan sudah bicara non formal jika hanya berdua , mereka bahkan sering bertukar pesan , bahkan Jimy sering mengantar Syeril pulang ke kost barunya


ya setelah gajihan pertamanya ia memutuskan untuk pindah kost ke tempat yang lebih dekat dengan kantor maupun apartemen Yarga , harganya memang sedikit mahal tapi itu sepadan dengan fasilitas yang ia dapatkan


dengan di bantu oleh Vanya dan bu Susan ia pun pindah ke kost yang baru yang sudah 1 bulan di tinggalinya sekarang , akses kendaraannya pun dekat dari kost baru itu jadi Syeril sudah tidak hawatir untuk pulang malam lagi sekarang


hari ini ia bermaksud untuk meminta izin pada Yarga , kalau dia akan ke kampus untuk bimbingan skripsi


tok tok tok Syeril mengetuk pintu ruangan Yarga


" masuk " ucap Yarga dari dalam ruangan


" pak apa saya boleh izin hari ini ?" ucap Syeril setelah masuk keruangan Yarga


" mau kemana ?" tanya Yarga tanpa melihat ke arah Syeril ia tetap fokus pada laptop di hadapannya


" saya mau ke kampus pak, saya ada bimbingan skripsi hari ini " jelas Syeril


" apa tugasmu sudah selesai di kerjakan ?" tanya Yarga lagi


" Sudah pak " ucap Syeril ia menganggukkan kepalanya


pintu ruangan Yarga pun terbuka oleh Jimy yang masuk tanpa mengetuk dahulu untuk memberikan sebuah laporan pada Yarga


" ck, bisa ketuk dulu !!!" seru Yarga


" oh maaf aku pikir kamu hanya sendirian Yar,, ternyata ada Syeril juga di sini " ucap Jimy sembari tersenyum ke arah Syeril dan Syeril pun hanya membalas senyuman Jimy disertai anggukkan kecil


" iya kak , aku mau minta izin sama pak Yarga " ucap Syeril ,ia tidak sadar sudah memanggil Jimy dengan sebutan kak , dan hal itu membuat Yarga keheranan dan langsung melihat ke arah mereka berdua


hatinya mendadak panas melihat keduanya sama-sama tersenyum seperti itu


' kenapa mereka bisa terlihat akrab begini ?? dan lagi tadi dia memanggil Jimy apa ?? kak !!! panggilan itu kan dulunya untukku !!! kenapa juga mereka sama-sama tersenyum begitu' batin Yarga


" izin kemana ril ? " tanya Jimy lagi


' ril ?? kenapa panggilan Jimy seperti itu ?? apa mereka sudah sedekat itu sampai merubah panggilan masing-masing ??' batin Yarga


entah mengapa ia merasa hatinya terbakar , ia sangat tidak senang melihat mereka berdua jadi akrab begitu


" hari ini aku ada bimbingan skripsi kak di kampus " jelas Syeril


" oh ya !! mau aku antar ril ?? " tanya Jimy yang mana membuat Yarga semakin meradang


" memangnya kamu tidak sibuk Jim !! " ucap Yarga membuat kedua orang itu langsung menatap ke arahnya


" kalau sekedar mengantarkan Syeril tidak kok Yar !!" jawab Jimy


" tak perlu !! biar dia di antar supir perusahaan saja !!" ucap Yarga


" tidak usah pak !! saya bisa naik taksi nanti " ucao Syeril ia menolak


" tidak apa-apa Yar, aku juga ada waktu senggang sekarang meeting kita kan masih lama " ucap Jimy


" nggak usah kak Jim !! beneran aku gak mau merepotkan kakak " ucap Syeril


" iya Tidak usah Jim !! biar sopir perusahaan yang mengantarkan Syeril " ucap Yarga


" ti-dak pak ..." ucap Syeril terpotong karena ucapan Yarga


" jangan membantah !! cepat bereskan barang-barang mu !! dan jangan lupa nanti malam kamu harus ke apartemen saya !!" titah Yarga


" iya pak " ucap Syeril dan dia pun undur diri ke mejanya lagi dan langsung pergi menuju kampus


sepeninggal Syeril

__ADS_1


" kenapa sih harus di antar sopir Yar, kan aku bilang aku senggang !! aku bisa mengantarkan dia " ucap Jimy mencoba untuk protes


" aku hanya mencoba menjadi atasan yang baik , aku tahu kamu sibuk Jim !! " ucap Yarga


' enak aja kamu Jim !! kamu pasti berduaan sama dia kan ?? kamu pasti mau modusin Syeril nanti !! gak akan aku biarkan !!' batin Yarga


" haaah ya baiklah, oh iya apa kamu ingat besok sore adalah pesta ulang tahun Revan ? " ucap Jimy


" ck, bocah gembul itu !! kenapa aku bisa melupakannya .. perintahkan Vanya untuk mengosongkan jadwal ku besok sore !!" ucap Yarga dan di angguki oleh Jimy


" oke akan aku urus !! " ucapnya dan ia langsung pergi dari ruangan Yarga


Yarga pun melanjutkan pekerjaannya kembali


"Van !! apa besok sore tuan Yarga punya jadwal mendesak ??" tanya Jimy pada Vanya


" tidak pak ,, hanya siangnya saja beliau ada pertemuan dengan perusahaan K di alamat x " jelas Vanya


" ya sudah bagus !! pastikan untuk tidak menerima pertemuan lagi besok sore , tuan Yarga akan menghadiri pesta ulang tahun keponakannya " ucap Jimy


" baik pak " jawab Vanya


dan mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing


jam 6 sore Syeril baru selesai dengan urusan skripsinya di kampus ,ia langsung menuju apartemen Yarga menggunakan ojek online


setelah sampai Syeril langsung masuk ke dalam apartemen menggunakan kartu akses yang ia miliki , ia mencari keberadaan Yarga tapi tidak ditemukan


rupanya Yarga masih lembur di kantornya


Syeril memutuskan untuk mengerjakan tugasnya sore ini di apartemen


ia memulainya dari kamar Yarga , sedikit merapikan kasur lalu ke walk incloset untuk merapikannnya


setelah selesai ia langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk Yarga , Syeril langsung memakai celemek dan berkutat dengan bahan makanan ia sedikit bersenandung untuk menghilangkan sepi


la la la la la


Yarga dan Jimy masuk ke apartemen


dilihatnya Syeril yang sedang menggunakan celemek tangannya dengan lihai sedang memotong sayuran di iringi senandung yang sangat merdu


' dia sangat cantik !! aku tidak menyangka kalau dia bisa bernyanyi ' batin Yarga


ia menyandarkan badannya di pintu dapur dan tersenyum memperhatikan Syeril


Jimy yang menyadari Yarga yang belum kembali dari dapur memutuskan untuk menyusulnya


dia melihat Yarga yang tersenyum sendiri


lalu ia mengikuti arah pandang Yarga , Jimy langsung terkesima melihat Syeril yg menggunakan celemek


' cantik !! seperti istri idaman !! ' batin Jimy


keduanya pun saling memandang Syeril dan sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing , hingga keduanya menyadari keberadaan masing-masing


keduanya langsung saling pandang


' kenapa dia ada di sini sih ?? apa dia memperhatikan Syeril dari tadi ??' batin Yarga


senyum Yarga luntur seketika


' kenapa aku malah ada di sisi Yarga sih ?? dia bisa berpikir yang aneh-aneh tentang aku nanti ' batin Jimy


Setelah berkutat dengan bahan makanan Syeril pun menyelesaikan ritual masaknya ,ia pun melepaskan celemek yang ia kenakan dan menata makanan di atas meja


saat ia berbalik ia kaget melihat Yarga dan Jimy yang sudah ada di apartemen


' kapak mereka sampai ?? kok aku tidak tahu ya ' gumam Syeril


" pak Yarga , kak Jim , kalian sudah sampai ??" tanya Syeril dan hanya di balas anggukan saja oleh keduanya


" maaf saya tidak sadar , makan malamnya sudah siap pak , pak Yarga mau langsung makan atau mandi dulu ?" tanya Syeril


" makan " ucap Yarga singkat , ia pun langsung duduk di kursi dan mengambil makanan ke piring miliknya


" kak Jimy mau ikut makan ?" tanya Syeril pada Jimy

__ADS_1


" tidak ril, aku mau pulang saja aku ada janji dengan om ku " ucap Jimy


"pak Dirwan maksudnya kak ? " tanya Syeril lagi


" bukan!! tapi om ku yang lain , saya pulang duluan ya ril !! maaf hari ini tidak bisa mengantarkan kamu " ucap Jimy


" ia kak tidak apa-apa , hati-hati di jalan ya kak!!" ucap Syeril


" ia , nanti aku kirim pesan ke kamu ya !! aku pulang ya Yar " ia juga pamit pada Yarga , dan Yarga hanya mengangguk saja


Jimy pun keluar dari apartemen Yarga


Syeril pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air panas untuk Yarga mandi , dengan bantuan senter dari ponselnya ia menyiapkan segala keperluan mandi Yarga


setelah selesai dia kembali lagi ke dapur bermaksud untuk mencuci piring dan merapikan dapur yang tadi digunakannya


saat hendak memakai celemek lagi gerakannya terhenti karena seruan Yarga


" apa kalian selalu seakrab itu ??" tanya Yarga


" maaf pak ?" tanya Syeril ia tidak mengerti maksud dari Yarga dan langsung memakai celemek


" sejak kapan kalian saling dekat ?" tanya Yarga lagi


" maksud pak Yarga apa ? " tanya Syeril lagi yang masih kebingungan


" apa kamu dan Jimy punya hubungan yang spesial ?" tanya Yarga untuk kesekian kalinya


" saya dan kak Jimy ?? tidak pak kami tidak punya hubungan yang seperti itu ,, kami hanya berteman " jelas Syeril


mendengar ucapan Syeril entah mengapa hati Yarga jadi sangat senang ia tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya


" baguslah " ucap Yarga , ia pun bangkit dari kursi dan melangkah ke kamar mandi


Sedangkan Syeril menjadi bingung karena mendengar ucapan Yarga tadi


' kok aku merasa pak Yarga kayak yang sedang cemburu ya !! ah tapi gak mungkinlah ha ha ha jangan kepedean kamu Ril !!' batin Syeril


ia pun melanjutkan mencuci piring dan merapikan dapur kembali


setelah selesai ia pun membereskan barang-barang miliknya bermaksud untuk pulang


" kami sudah makan " tanya Yarga yang baru keluar dari kamar


" nanti saja pak di kost , saya masih kenyang " ucap Syeril


" kamu sudah mau pulang ?" tanya Yarga , ia melihat Syeril yang memakai tasnya


" iya pak , kan tugas saya sudah selesai" ucap Syeril


" tunggu !! saya ambil kunci " ucap Yarga


" saya bisa pulang sendiri pak ," ucap Syeril


" di antar Jimy kamu mau , kalau di antar saya kamu tidak mau " ucap Yarga


" bukan begitu pak , saya hanya takut merepotkan bapak saja " ucap Syeril sambil menunduk


" tunggu sebentar !!" titah Yarga , dan Syeril hanya mengangguk saja


setelah mendapatkan kunci mobil keduanya turun menuju mobil Yarga , setelah keduanya masuk Yarga pun melajukan mobilnya


di perjalanan hanya ada keheningan dari keduanya


" apa Jimy sering mengantarkan kamu pulang ?" tanya Yarga membuat Syeril sedikit tersentak


" hanya sesekali pak , tidak sering itu juga kalau terlalu malam saja " ucap Syeril


" apa kamu punya waktu luang ? " tanya Yarga


" bapak ingin pergi ke suatu tempat ?? atay bapak ada perlu ?? saya turun di sini saja kalau gitu pak " ucap Syeril


" saya ingin mengajak kamu keluar " ucap Yarga singkat


" a-apa ? " ucap Syeril kaget


keduanya kini saling pandang

__ADS_1


__ADS_2