
Syeril kini sudah mandi dan sudah berganti pakaian yang di belikan oleh Ratna jangan tanyakan pasti harganya juga selangit Syeril pun sebenarnya merasa sayang untuk memakainya
infusan di tangannya juga sudah di buka oleh Kevin
" kak Syeril kenapa bisa sakit? " tanya Revan yang kini sedang berbaring di pangkuan Syeril
" kak hanya kecapekan sayang " jawab Syeril
" lain kali minta vitamin ya sama ayah Revan " usul bocah gembul itu
" iya nanti kakak minta sama ayah Revan " ucap Syeril
" kak Syeril jangan sakit lagi ya !!" ucap Revan dengan nada manja nya
"emangnya kenapa kalau kakak sakit sayang ?" tanya Syeril
" nanti Revan jadi sedih " Revan menunjukkan wajah sedihnya pada Syeril
" uhhhh kenapa kamu lucu sekali sih sayang " Syeril sedikit mencubit pipi Revan yang tembem itu
kegiatan mereka terhenti karena kedatangan Yarga
" hey bocah gembul , turun dari pangkuannya " ucap Yarga
" uncle .. " Revan sedikit protes
" kamu di panggil sama ayahmu " Yarga sedang membodohi Revan
" ayok kak Syeril kita ke dalam ya " Revan mengajak Syeril
" kamu di sini aja .. ada yang ingin aku bicarakan " ucap Yarga
" Revan ke dalam ya .. kakak ada urusan sama uncle Yarga " Syeril menepuk kepala Revan dan Revan pun menurut
setelah Revan pergi
" kak Yarga ada perlu apa ?" tanya Syeril
" apa masih sakit ? " tanya Yarga
" sudah tidak apa-apa kak .. kakak lihat sendiri kan aku sudah baikan " ucap Syeril
" kata Kevin kamu harus periksa ke rumah sakit " ucap Yarga
" untuk apa ? mau periksa apa ?" tanya Syeril
" kita harus periksa kepala kamu , kata Kevin ada indikasi gegar otak ringan " Yarga duduk di sebelah Syeril
" tapi aku yakin aku tidak apa-apa kak, kak Yarga gak perlu khawatir " Syeril tetap menolak
" haaah bisa tidak jangan pancing emosi aku Syeril !!!" sarkas Yarga
" apa aku berbuat sesuatu yang salah ?" tanya Syeril
" jangan membantah !! ikut apa kataku !!" titah Yarga
" aku juga punya hak untuk menolak bukan kak " Syeril menunduk
melihat sikap Syeril membuat Yarga sangat frustasi , pasalnya dia selalu tidak bisa menahan emosi jikalau Syeril tidak menurut padanya
__ADS_1
" terserah " Yarga berlalu meninggalkan Syeril
sedangkan Syeril sedang termenung
' aku bingung dengan jalan pikiran kak Yarga .. satu hal yang pasti aku kalah taruhan dengan tuan Daniel .. tapi apa aku bisa amanah nantinya ?? apa aku tidak akan mengecewakan nantinya ??" Syeril sibuk dengan pemikirannya sendiri
" nak, apa kamu butuh sesuatu ?" tanya Ratna yang baru keluar dari dapur
" enggak mami .. nanti juga kalau mau apa-apa bisa buay sendiri mi " ucap Syeril
" panggil bi inah aja ya nak .. kamu kan belum sehat banget " saran Ratna
" iya mami " ucap Syeril tersenyum tulus
" mami aku mau pulang " ucap Syeril hati-hati
" kenapa sayang ?? kamu gak betah ya di sini ?" tanya Ratna dengan wajah sedih
" bukan begitu mi .. besok kan hari senin .. jadi aku harus kerja " ucap Syeril
" kamu libur aja sayang .. biar mami yang bilang sama Yarga ya " Ratna hendak pergi tapi di tahan oleh Syeril
" mami ..." Syeril hati-hati
" aku .. lagi pengen sendiri mi .." ia menundukkan kepalanya
' kenapa rasanya anak ini seperti menyimpan luka yang sangat sakit di hatinya .. apa seberat itu hidup mu nak ? ' batin Ratna
" apa mami mengganggu kamu sayang? " tanya Ratna
" enggak mi .. hanya saja aku butuh ketenangan .. maaf ya mi " ungkap Syeril
" aku di antar supir aja ya mi .. " Syeril menolak
" mami baru mengizinkan kamu pulang asalkan mami yang mengantar kamu" Ratna memberikan Syeril pilihan
" apa nanti tidak merepotkan mami ?" tanya Syeril
" tidak sayang " Ratna tersenyum
" tapi mi .. " Syeril sangat merasa tidak enak untuk mengutarakan maksudnya
" apa kamu ingin Yarga tidak mengetahui kalau kamu pulang nak? " beruntunglah Ratna sangat pengertian
" ia mi .. entah mengapa Syeril sedang tidak ingin bertemu dengan pak Yarga ..Syeril sangat ingin sendiri sekarang " Syeril menundukkan kepalanya
" gampang sayang .. serahkan semuanya pada mami " Ratna mengedipkan sebelah matanya
Syeril pun tersenyum dan mengikuti langkah Ratna untuk keluar dari mansion
sesampainya di mobil
" sayang apa kamu mau ke suatu tempat ? untuk ketenangan kamu nak ?" tanya Ratna
" enggak mi .. kita ke kosan aja " tolak Syeril
" mami pikir itu percuma sayang .. bukannya Yarga tahu kost kamu ?" tanya Ratna
' benar apa kata mami .. percuma rasanya kalau aku pulang ke kost .. lebih baik aku ikut di rumah bu Susan aja kali ya ' batin Syeril
__ADS_1
" kalau begitu .. mami bisa antar aku ke rumah guru aku mi ?" Syeril meminta persetujuan Ratna
" apa tempat itu tidak ketahui Yarga nak ?" Ratna memastikan
" tidak mi .. " ucap Syeril
" ya sudah kamu berikan alamatnya pada mang ujang ya " titah Ratna dan Syeril pun mengangguk
" mang ke perumahan X jalan X ya .. " permintaan Syeril langsung di turuti oleh mang ujang
setelah menempuh 1 jam perjalanan mereka sampai di pekarangan rumah bu Susan
" terima kasih mami .. Syeril gak akan lupa kebaikan mami " Syeril membungkuk
" tidak nak , jangan seperti ini .. mami akan sangat terluka kalau kamu harus membungkuk pada mami " Ratna memasang raut muka sedih
" mami .. maafkan Syeril karena telah merepotkan mami .. yang menjadi menantu mami pasti sangat beruntung , mempunyai mertua yang sangat pengertian seperti ini " ucap Syeril tulus
" kan kamu yang akan jadi mantu mami sayang .. berarti kamu dong yang beruntung sayang " Ratna mengajak Syeril bercanda
" enggak mami ... " wajah Syeril tersipu malu
'uhhh manisnya calon mantuku ini .. pokoknya kamu harus jadi mantu mami sayang .. mami sudah jatuh hati sama kamu nak ' batin Ratna
' duhh mami .. jangan buat aku jadi besar kepala dong mii ..' batin Syeril
" mami mau mampir dulu ?" tanya Syeril
" tidak sayang .. takutnya Yarga malah curiga nanti " tolak Ratna
" terimakasih mami .. hati-hati di jalan ya .. mang ujang bawa mobilnya jangan ngebut ya " Syeril mewanti-wanti
" mami seneng sekali sayang kamu menghawatirkan mami .." Ratna terharu
" jangan lupa istirahat ya nak , kamu gak usah masuk kerja 3 hari ke depan !! awas kalau mami dengar kamu masuk kerja .. mami nikahin kamu sama Yarga minggu depan !!!" ancam Ratna
" i- iya mi .." Syeril hanya meringis mendengar ancaman Ratna
" mami berangkat ya sayang .. dadah " mobil Ratna pergi meninggalkan pekarangan rumah bu Susan
' ancamannya sadis ya .. aku masih pengen bebas !! aku gak mau pusing karena punya suami kayak kak Yarga !! mending aku masuk .. tapi kok rumah bu Susan sepi gini ya ?? ' batin Syeril
tok tok tok ( pintu diketuk )
" bu !! bu Susan ??" panggil Syeril , ia mengulangi sampai 3 x tapi tidak ada respon dari Susan
ia pun menelepon Susan , sayangnya Susan sedang tidak ada di tempat dia sedang pergi keluar kota bersama Dirwan
' aku harus pergi kemana coba ?? bodoh sih kenapa gak cari tahu dulu bu Susan ada di rumah atau enggak ' gerutu Syeril
ia pun duduk di teras rumah melihat ke kanan dan kiri lalu mengadakan kepalanya ke atas
' apa aku ke rumah mba Vanya aja ya ?? tapi gak enak nantinya ' Syeril bingung dengan pemikirannya sendiri
sedetik kemudian dia di kagetkan oleh kedatangan laki-laki yang memakai pakaian serba hitam
" Nona Muda " ucap lelaki itu
" kamu !!! " Syeril terperanjat
__ADS_1